+10 Cara Kaya Tanpa Harta (Kaya Hati), Kekayaan Yang Sejati 10 Penyimpangan Kekayaan Manusia

Cara Kaya Tanpa Harta (Kaya Hati), Kekayaan Yang Sejati 9 Penyimpangan Kekayaan Manusia

Kristen Sejati – Kaya  adalah  (1) mempunyai banyak harta (uang dan sebagainya); (2) mempunyai banyak (mengandung banyak dan sebagainya); (3) (ber)kuasa (KBBI Luring). Setiap orang mempersepsikan kata sifat ini dengan cara yang berbeda-beda. Menurut kami, kaya adalah tingkat kemakmuran manusia di dalam hati dan di luar indra (di bumi) juga diakhirat. Jadi kekayaan yang kami maksud bukan hanya sebatas pada materi melainkan ini sebuah kesejahteraan luar – dalam (di bumi) dan di kehidupan mendatang juga.

Makna hidup yang sebenarnya seperti yang kami tuliskan dalam hakikat kemanusiaan selama hidup di bumi ini mencakup: kemampuan untuk selalu memuliakan Allah dan kesanggupan untuk senantiasa bermanfaat bagi kehidupan orang lain. Bila kekayaan yang kita miliki sudah mencakup kedua kemampuan ini maka bisa dikatakan bahwa anda telah meraih sesuatu yang sejati untuk bisa hidup selamat di dunia (kehidupan sekarang) dan selamat juga di kehidupan mendatang (kehidupan kedua). Inilah yang sebenarnya harus dicari dengan gigih oleh masing-masing orang di bumi. Bisa dikatakan bahwa tanpanya maka tidak ada ketenangan, ketentraman dan kedamaian di dalam hati.

Penyimpangan terhadap kekayaan manusia

Manusia di bumi ini telah mengalami beberapa penyimpangan terutama dalam hal harta yang dimiliki oleh masing-masing orang. Ada beberapa kenyataan yang nyeleneh terhadap orang kaya jaman sekarang yang membuat kamipun menjadi enek dan enggan untuk menjadi seperti mereka, diantaranya adalah.

  1. Mereka memiliki banyak harta tetapi itu diperoleh dari hasil tipu-tipu, korupsi dan berbagai-bagai bentuk penggelapan lainnya.
  2. Memiliki uang tetapi dari hasil membodohi orang lain lalu mengeruk rupiah dari setiap pembodohan itu.
  3. Mengatasi masalah tapi hanya dipermukaan saja dan bukan pada sumbernya langsung sehingga persoalan itu tetap ada untuk selalu menghasilkan uang.
  4. Perbendaharaannya penuh dengan hal-hal yang berharga tetapi untuk bersedekah dengan sesama tidak mau peduli bahkan segelas airpun tidak diberikannya kepada orang asing yang bertamu ke rumah.
  5. Manusia semakin beruang tetapi semakin tidak bisa tidur di malam hari dengan nyenyak karena dihantui terus oleh rasa bersalah.
  6. Orang-orang ini kaya-raya tetapi miskin dalam bersikap: tutur kata yang kasar dan perilaku yang tidak santun.
  7. Mereka hanya kaya materi tetapi miskin hati dan malahan cenderung menindas orang lain.
  8. Memiliki banyak gemerlapan dunia disisinya bahkan kesenangan ada dalam setiap detik kehidupannya tetapi tidak pernah hidup bahagia, bercerai dengan pasangan, anak jadi berandalan, pemabuk, pecandu dan memiliki berbagai-bagai penyimpangan lainnya.
  9. Harta sudah merapat terlalu banyak di dalam hidupnya tetapi masih saja merasa kurang dan kurang lagi.
  10. Orang yang memiliki banyak uang tetapi tidak bisa menahan diri dari hawa nafsunya terhadap makanan (akibatnya diabetes, kolesterol dan lainnya) dan hawa nafsunya terhadap seks (akibatnya terkena HIV/ AIDS, sifilis dan lainnya).

Macam kekayaan manusia

Saat dibilang kaya, kebanyakan manusia hanyalah fokus kepada apa yang dilihat oleh mata kepala sendiri. Persepsi terhadap hal ini sangat dangkal dan hanya menyentuh permukaan luar saja dari kehidupan seorang manusia. Oleh karena itu, bagaimana sebenarnya dapat dikatakan bahwa seorang manusia telah memiliki kekayaan sejati yang menjadi harta karun baginya, tidak saja dari apa yang dilihat tetapi juga dari apa yang dirasakan, tidak saja hanya di dunia ini tetapi juga diakhirat. Berikut ini beberapa konsep yang kami maksudkan.

  1. Kaya hati – penuh dengan puji-puan untuk memuliakan nama Allah.
  2. Memiliki persepsi yang baik tentang kehidupan dan selalu merasa cukup.
  3. Penuh kesabaran dalam menjalani hidup.
  4. Ramah dalam bertutur sapa.
  5. Perilaku yang santun kepada orang lain.
  6. Tabah menjalani ujian kehidupan.
  7. Hidup bermanfaat bagi sesama lewat potensi, bakat dan melalui pekerjaan yang dilakukan.
  8. Kaya materi – Mau bermurah hati kepada orang lain.

Selama kita hidup di dunia ini, ada dua harta yang dimiliki, yaitu harta di dalam hati dan harta secara materi. Kedua hal ini saling berhubungan satu sama lain dimana selalu berada dalam posisi yang setara dan seimbang. Kaya hati diperoleh dari proses belajar dan kesanggupan menjalani ujian kehidupan. Sedangkan kaya harta diperoleh dari buah pekerjaan yang dilakukan/ ditekuni setiap hari.

Kekayaan hati itu mutlak tetapi kaya harta itu relatif. Artinya, tanpa hati maka manusia tidak ada karena dengan hatinya manusia bisa saling mengerti satu sama lain sehingga mampu menjalin hubungan baik yang langgeng dengan sesama manusia. Sedangkan kekayaan materi sifatnya relatif karena dimana (a) ada rasa bersyukur dan (b) rasa cukup maka disanalah ada kelimpahan materi. Hidup berkecukupan adalah hidup yang selalu bersyukur sekalipun meteri yang diterima tidak banyak dan juga tidak kurang melainkan dicukup-cukupkanlah (dipaskan) di dalam hati.

Pada kenyataannya materi tidak pernah menyentuh hati manusia. Semewah apapun kehidupan anda, sehebat apapun kolega anda, sebanyak apapun teknologi yang dimiliki tetap saja hal tersebut tidak bisa menyentuh otakmu melainkan hanya indralah yang mampu bersentuhan dengan materi. Dimana satu-satunya yang bermanfaat bagi tubuh/ kesehatan manusia adalah makanan dan minuman. Jadi bisa dikatakan bahwa sudah bisa makan dan minum adalah suatu kekayaan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh tubuh. Akan tetapi dibalik semuanya itu, kebanyakan makan dan minum juga dapat membuat kita sakit bahkan mautpun menjemput. Demikian juga dengan harta lainnya dimana segala sesuatu yang anda manfaatkan secara berlebihan akan terbalik manfaatnya sehingga mendatangkan kerugian alias bencana, cepat atau lambat. Baca juga, Dampak buruk harta yang terlalu banyak.

Orang kaya yang sesungguhnya (yang hakiki/ yang kekal)

(Matius 6:19-21) “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati itu sejati yang asalnya dari dalam lalu terpancar ke luar. Inilah harta yang tidak pernah dicuri orang. Bahkan ngengat dan rayappun tidak akan pernah mencurinya. Harta ini berupa/ terdiri dari.

  1. Kesempatan yang kita dedikasikan untuk memuliakan nama Tuhan.
  2. Moralitas – sikap (tutur kata, perilaku),
  3. Amal yang kita lakukan setiap hari (manfaat/ kasih yang kita sebarkan kepada sesama) dan
  4. Ilmu pengetahuan (karya kreatif, bakat seni, teknologi dan perumpamaan lainnya),

Tidak seperti materi yang memiliki wujud nyata dan dapat dilihat oleh semua orang bahkan sekalipun mereka tidak kenal dengan kita namun tetap bisa menentukan kemakmuran yang kita miliki lewat angka nominal uang yang dimiliki. Kaya hati tidak dapat ditotalkan lewat angka-angka dan ilmu pasti melainkan hanya Tuhan saja yang dapat menimbang-nimbang semuanya itu. Tidak semua orang juga mengetahuinya bahkan sekalipun seseorang pernah bertemu dengan kita sebab wujudnya tidak bisa dinilai dengan mata kepala sendiri melainkan hanya bisa dirasakan oleh hati setiap orang.

Harta kekal ini juga disebut sebagai kebaikan hati (kasih), ya setiap orang memilikinya di dalam diri masing-masing. Masalahnya sekarang adalah apakah anda berkenan untuk mempraktekkan atau mengaplikasikannya kepada sesama? Semuanya itu tergantung dari keputusan/ pilihan dan konsistensi (terus-menerus) melakukannya. Efek yang ditimbulkan oleh kebaikan hati sifatnya berantai dan upahnya kekal di sorga. Misalnya, anda bersedekah dengan orang pertama, lalu orang pertama tersebut bersedekah kepada orang kedua, kemudian orang yang kedua bersedekah kepada orang yang ketiga dan seterusnya dimana sedekah yang mereka bagikan bersumber dari anda. Bukankah amal semacam ini berlipat kali ganda dan upahnya kekal di sorga?

Lagi misalnya, anda membagikan wawasan kepada orang pertama maka orang pertama membagikannya kepada orang kedua. Orang kedua membagikannya kepada orang ketiga dan orang ketiga membagikannya kepada orang keempat dan seterusnya. Bukankah ini dampaknya berantai/ berlipat kali ganda bahkan sekalipun anda telah meninggal namun setiap kali pengetahuan tersebut dibagikan, upah bagianmu selalu ditambahkan di sorga. Bukankah ini luar biasa? Oleh karena itu, jangan pelit membagikan ilmu pengetahuan, wawasan dan hikmat yang dimiliki sebab upahmu besar di sorga kelak. Pantaslah para penulis Alkitab masuk sorga semuanya sebab hikmat yang mereka bagikan sampai sekarang dipakai untuk kebaikan hidup umat manusia.

Cara kaya tanpa harta

Sesungguhnya ini adalah falsafah yang luar biasa karena kita tidak hidup di dalam zaman kesetaraan. Jelas sekali bahwa ungkapan kaya tanpa harta harus diresapi maknanya di dalam hati masing-masing. Pada hakekatnya materi hanya memuaskan indra manusia dan tidak pernah menyentuh pikiranmu. Lagipula sehebat-hebatnya penggunaan materi, tidak lebih dari 3 piring nasing kita habiskan per hari (bahkan kami sendiri terkadang hanya menghabiskan 2 piring nasi perhari). Berikut beberapa hal yang perlu kita giatkan sehari-hari agar kayanya kita tidak hanya di bumi ini melainkan juga di sorga kelak.

  1. Kaya hati yang selalu fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

    Hati yang selalu berbahagia adalah pikiran yang tidak pernah kosong. Tahukah anda bahwa saat pikiran kita kosong maka akan terasa ada kehampaan didalamnya. Oleh karena itu jika anda hendak selalu berbahagia di dalam segala waktu yang dilalui maka penuhi pikiran dengan hal-hal yang baik. Salah satu yang baik itu adalah dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Kaya hati itu adalah saat suasana hati tetap tenang, nyaman dan damai sekalipun suasana di luar diri sedang baik ataupun sedang memburuk bahkan walau dalam keributan sekalipun.
    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

  2. Memiliki wawasan persepsi yang positif dan selalu merasa cukup.

    Tidak mudah untuk memiliki persepsi yang positif terhadap dunia ini. Apalagi ketika gejolak sosial dan masalah menghampiri anda, bisakah hati ini selalu memandangnya dengan cara yang baik? Disinilah dibutuhkan yang namanya kaya hati dimana setiap orang mampu menyingkirkan egonya saat berpikir lalu mengambil landasan pemikiran beradasarkan dengan pemahaman firman. Artinya, saat menilai segala sesuatu ia menggunakan sudut pandang Tuhan dan firman-Nya. Pola pikir semacam inilah yang secara tidak langsung membuat pikiranmu tetap positif, tenang, tentram dan penuh damai.

    Perasaan seseorang yang selalu merasa cukup juga merupakan salah satu pemikiran yang mengambil persepsi bahwa “segala sesuatu di dalam hidup ini adalah rencana dan anugrah Tuhan oleh sebab itu syukurilah hidup ini apa adanya“. Bila anda selalu mencukupkan diri dalam naik-turunnya – fluktuasi kehidupan maka rasa puas akan selalu ada di dalam hati, ketentraman selalu hadir, kebahagiaan tidak pernah pergi dan hubungan dengan sesama manusia juga tetap damai.

    Salah satu persepsi negatif yang beresiko membuat hidup kita terpuruk dari hari ke hari adalah “saat memandang segala sesuatu dari sudut pandang orang lain“. Tahukah anda bahwa pemahaman semacam ini beresiko menarik persepsi kita untuk membanding-bandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan mereka (orang lain). Pada akhirnya, pemikiran semacam ini akan menggiring kita untuk dengki/ iri hati dan bisa juga menyombongkan diri (baik sombong ke dalam maupun ke luar).

  3. Penuh kesabaran dalam menjalani setiap detik yang dilalui.

    Inilah kekayaan hati yang jarang dimiliki oleh orang kaya. Mampu bersabar di dalam segala lini kehidupan adalah salah satu prinsip hidup yang harus dipelihara oleh setiap orang. Salah satu aktivitas yang membutuhkan kesabaran adalah proses menunggung. Ada banyak tahapan dalam kehidupan ini yang membutuhkan waktu tunggu. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa sabar adalah atmosfer kehidupan manusia karena budaya instan itu jelas tidak baik bagi perkembangan kepribadian masing-masing orang.

  4. Mendoakan kebaikan sesama.

    Kita tidak memiliki begitu banyak harta tetapi bukan dalam arti tidak mampu berbuat sesuatu untuk kebaikan orang lain . Oleh karena itu, mulailah berbuat baik dengan cara mendoakan kebaikan orang lain. Bila berdoa janganlah egois melainkan usahakan juga untuk mendoakan mereka yang ada disekitar anda, di daerah anda, di negara anda bahkan di seluruh dunia sekalipun. Jadi, selain memanjatkan doa-doa khusus kepada diri sendiri anda juga harus memanjatkan doa yang sifatnya general bagi seluruh umat manusia.

    Tuhan telah memperkaya bibir kita dengan doa yang gratis. Kita tidak membayar apa-apa untuk melakukannya melainkan hanya membutuhkan niat yang tulus ikhlas. Bagikanlah harta itu kepada orang lain dengan cara mendoakan kebaikan mereka.

  5. Ramah dalam bertutur sapa.

    Saat kita tidak memiliki uang untuk dibagikan kepada orang lain maka gunakanlah kata-katamu untuk membuat orang lain bahagia. Justru bisa dikatakan bahwa tutur kata kita melayani orang lebih banyak dan lebih sering ketimbang harta yang dimiliki. Senyum, sapa dan sentuh yang disebut juga sebagai ramah tamah bisa anda bagikan kepada siapapun termasuk kepada orang-orang yang baru dikenal (orang asing) sekalipun.

    Kekayaan tutur kata dimiliki oleh hampir semua orang terkecuali bagi mereka yang lahir mengalami disabilitas (orang bisu). Ramahlah satu dengan yang lain selama masih ada kesempatan. Karena hanya hati yang bahagialah yang dapat menghaturkan senyuman kepada siapapun.

  6. Perilaku yang santun dan sopan kepada orang lain.

    Bila perilaku yang kita tujuakan saat berhubungan dengan sesama selalu santun dan sopan maka secara tidak langsung orang lain telah merasakan betapa kayanya kebaikan hati ini. Anda tidak harus memberikan mereka segepok uang agar mereka senang bekerja sama denganmu. Melainkan cukup tunjukkan sikap yang baik dan sopan maka kedepannyapun mereka akan tetap menjalin hubungan baik dengan anda.

    Sikap kita yang baik kepada sesama akan diupah Tuhan di akhir zaman. Oleh karena itu, janganlah jemu-jemu menekuninya. Berusaha agar kehidupan kita tidak menjadi batu sandungan bagi sesama. Sebisa mungkin bagaimana kehadiran kita tidak membuat mereka sedih. Jangan dulu berbicara untuk membuat mereka senang tetapi setidak-tidaknya kehadiran kita tidak mengacaukan kedamaian hidupnya.

  7. Kerelaan untuk berbagi ilmu dengan orang lain.

    Bila kita sudah tahu cara yang benar, mengapa tidak menyampaikannya kepada orang-orang disekitar? Bukankah berbagi ilmu itu indah? Jika ilmu kehidupan kita (bukan ilmu profesi melainkan ilmu sehari-hari) setara maka setidaknya mereka tidak sirik menyaksikan kebahagiaan ini sebab merekapun dapat melakukannya juga. Wawasan yang kita bagikan kepada sesama juga dapat menjadi jalan keluar bagi persoalan hidup yang mereka alami sehari-hari.

  8. Tabah menjalani ujian kehidupan.

    Bagaimana sikap anda saat menjalani ujian kehidupan? Salah satu poin penting saat mengalami ujian adalah “bertahan“. Mereka yang bisa melakukannya tidak saja cerdas melainkan juga piintar menyesuaikan diri dan bila perlu mampu mengubah momen-momen yang menegangkan menjadi lebih bersahabat bahkan lebih hangat. Bila kita bisa mengambil persepsi yang positif ditengah pemurnian hidup maka diri ini akan mengerti bahwa semuanya itu berguna untuk membersihkan hati dari segala hawa nafsu yang sesat (berahi seksual yang liar), kebinatangan (kebencian, dendam, amarah dan kekerasan) dan aksi-aksi kejahatan lainnya.

    Mengapa tabah hati menjalani ujian kehidupan termasuk harta terpendam? Karena ada beberapa orang di luar sana yang menganggap bahwa masalah yang dihadapinya adalah sumber bencana yang terus saja membuatnya stres. Hanya orang-orang yang luar biasa yang menganggap masalah sebagai bagian dari pemurnian hidup.

  9. Hidup bermanfaat bagi sesama lewat potensi, bakat dan melalui pekerjaan yang dilakukan.

    Jangan jauh-jauh pikiran anda untuk menjadi orang bermanfaat itu simple dan mudah. Tidak perlu jauh-jauh melakukannya melainkan dimulai dari orang-orang terdekat dahulu (di dalam keluarga). Misalnya saja dengan mematuhi perkataan orang tua. melakukan pekerjaan rumahan, ramah kepada orang tua sekalipun terkadang mereka budek (karena sudah tua maka pendengarannya kurang sensitif lagi).

    Kitapun bisa bermanfaat lewat potensi/ bakat/ hobi yang dimiliki. Lakukan itu bersama orang lain dari dalam keluarga, saudara, sahabat, teman lainnya bahkan kepada semua orang bila memungkinkan. Untuk lebih lengkapnya tentang cara bermanfaat bagi orang lain silahkan masuk menuju link yang kami berikan di atas.

  10. Kaya materi – Mau bermurah hati kepada orang lain.

    Ini adalah kekayaan tipe dua (tipe satu: kaya hati). Jikalau anda memiliki nilai nominal uang yang lebih maka tidak ada salahnya untuk berbagi dengan sesama. Kita jangan men-judge (menilai) orang lain lalu berkata bahwa dia adalah orang yang pelit. Sebab kemurahan hati semacam ini sangat tergantung dari sumber daya yang dimiliki. Seorang yang kaya raya seharusnya lebih besar nominal kebaikannya dibandingkan dengan orang yang tidak punya apa-apa (seperti kami) : itu sudah seharusnya.

    Harta yang dimiliki tidak akan menjadi apa-apa (berkat) sebelum kita membagikannya kepada sesama. Selama ia masih ada di bank maka selama itu pula kebermanfaatannya belum sepenuhnya. Akan tetapi saat anda menggunakannya untuk kebutuhan keluarga, saudara, sahabat dan teman maka tepat saat itu juga berkat-berkatmu akan ditambah-tambahkan di sorga.

    Harap untuk tidak mengukur orang dari nilai nominal pemberiannya.

    • Si A bersedekah Rp. 50.000,- sedangkan aset yang dimilikinya berjumlah 1.000 juta rupiah (1 M). Jadi besar pemberiannya itu berjumlah 0,005% dari harta totalnya.
    • Sedangkan si B bersedekah Rp. 10.000,- dimana aset yang dimiliki berjumalah 10 juta rupiah. Jadi besar pemberiannya itu berjumlah 0,1% dari harta totalnya.
    • Pertanyaannya sekarang adalah siapakah yang pelit itu?
    • Bukankah yang pelit itu adalah si A, sebab ia hanya “mencubit sangat sedikit remeh-remah hartanya” yaitu o,005% jika dibandingkan dengan si B yang “memangkas ujung kepunyaannya“, yaitu 0,1% untuk disumbangkan kepada orang lain.
    • Sekali lagi kami ingatkan untuk, tidak menilai pelit tidaknya seseorang dari nominal uang yang diberikannya. Satu-satunya yang bisa menilai ini hanya dia dan Tuhannya saja. Jadi jangan terburu-buru menghakimi orang lain sebab hanya Allahlah hakim yang adil.

      Beberapa prinsip yang diperlukan saat melakukan hal ini adalah sebagai barikut.

  11. Lakukan semuanya itu atas dasar untuk menunjukkan kasih Allah kepada sesama. Karena Allah telah menganugrahkan harta terpendam di dalam diri anda sehingga dengan itu diri inipun membagikan harta itu agar orang lain juga merasakan hal yang sama seperti yang kita rasakan (seperti dirimu sendiri).
  12. Tetap merendahkan hati. Tidak berbagi kepada orang lain atas dasar kesombongan. Hindari meninggikan diri setelah melakukan kebaikan kepada sesama. Lagi-lagi kami ingatkan untuk tidak terburu-buru men-judge orang lain, kebaikan, ketulusan dan kerendahan hati tidak dapat dinilai orang lain dengan mata kepala yang dimiliki melainkan hanya dia (yang bersangkutan) dan Tuhannyalah yang mengetahui hal tersebut.
  13. Melakukan  semuanya itu dengan penuh keikhlasan – tanpa menuntut balasan (tanpa pamrih). Kebaikan yang sudah berlalu jangan diungkit lagi. Beberapa orang suka melakukan hal ini untuk mempertahankan persahabatan/ persaudaraannya yang sempat meregang karena sesuatu dan lain hal.
  14. Hidup mengalir seperti air – tidak memaksakan kehendak. Sifat semacam ini juga sangatlah penting sebab bisa saja harta yang kita bagikan kepada sesama enggan diterima bahkan ditolak bersamaan dengan penghinaan. Oleh karena itu, persiapkan diri untuk segala kemungkinan dan hindari memaksakan kehendak karena setiap orang berhak memilih yang terbaik menurut pemahaman masing-masing.
  15. Menekuni hal-hal yang positif terus-menerus  hingga menjadi budaya yang mendatangkan kebahagiaan dalam hati. Jangan seperti kunang-kunang atau kelap kelip yang tidak konsisten. Tanpa keberlanjutan yang terus menerus maka aktivitas ini tidak dapat dinikmati (tidak mendatangkan kenyamanan di hati) sama sekali.

Kesimpulan

Selama kita hidup di dunia ini ada dua jenis harta, kekayaan materi dan kaya hati. Materi yang kita miliki sifatnya relatif tetapi “harta terpendam dari dalam hati bagaikan sumur pengeboran minyak” yang hasilnya terus-menerus meluap hari lepas hari bahkan seumur hidup. Uang yang kita miliki tidak akan berpengaruh banyak terkecuali anda mulai membagikannya kepada orang lain sehingga berkat anda ditambah-tambahkan di sorga kelak. Artinya, materi yang dimiliki saat ini barulah menjadi harta di sorga saat kita berbagi (memberi – sedekah) kepada orang lain. Saran kami, tidak salah mencari harta duniawi tetapi utamakanlah untuk menemukan kualitas dalam kepribadian anda. Sebab kebaikan hati (kasih – menjadi bermanfaat) bagi sesama lewat sikap yang diekspresikan lebih banyak melayani sesama dari pada materi yang dimiliki.

Salam tegar tapi santun!

Iklan

One comment

  1. […] Para tokoh Alkitab sukses karena usaha mereka yang murni dan benar dihadapan Allah. Tetapi jaman sekarang, siapapun bisa kaya raya asalkan bisa mengaburkan kebenaran agar banyak orang jatuh ke dalam lembah keterpurukan. Lalu konglomerat yang berkonspirasi akan datang “bak pahlawan di siang bolong” menyelamatkan orang-orang dari kesengsaraannya padahal mereka jugalah yang meletakkan batu sandungan itu. Lama kelamaan orang-orang itu bisa jadi cerdas dan mengetahui segalanya dan membongkar segalanya – itulah keadilan Tuhan. Sadarilah bahwa kekayaan yang diperoleh dengan cara-cara ini tidak akan bertahan lama melainkan justru sebaliknya, yakni menghambat keselamatanmu di bumi dan di akhirat. Oleh karena itu, berhentilah lewat tulisan ini sebelum bencana yang besar itu datang dan menghancurkanmu sampai berkeping-keping. Baca juga, Kekayaan sejati […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s