10 Manfaat Rasa Sakit dan Kepahitan Hidup – Setia Memikul Salib

Manfaat Rasa Sakit dan Kepahitan Hidup - Setia Memikul Salib

Rasa sakit adalah sebuah masa dalam kehidupan yang membuat hati tidak nyaman sekalipun sedang dalam keadaan diam dan tenang. Rasa ini setara dengan kepahitan, perbedaannya adalah sakit hati terjadi saat kejadian yang tidak menyenangkan sedang berlangsung sedangkan pahitnya hati ini ditentukan oleh ingat-ingatan yang kembali muncul sampai menyebabkan ketidaknyamanan yang luar biasa di dalam hati (kenangan pahit yang memilukan). Biar bagaimanapun juga, kita harus menerima kenyataan bahwa dibalik kesenangan yang selalu dicicipi terdapat kesedihan yang mengintai dari belakang, menungga saat yang tepat untuk merasuki hari-hari hidup, itulah kenyataannya.

Defenisi kepahitan sangat menentukan tanggapan/ respon terhadap situasi yang sedang berlangsung.  Ini adalah dasar pemikiran berupa sudut pandang yang diambil seseorang saat kehidupannya terpapar dengan masalah/ pergumulan hidup/ gejolak sosial. Bila hatimu menganggap apa yang terjadi adalah baik maka tanggapunmupun kedepannya akan positif terhadap situasi yang sedang berlangsung. Tetapi, jika pikiranmu tidak berterima dengan situasi dan cenderung menganggapnya secara negatif niscaya respon andapun terhadap kejadian tersebut akan menjadi buruk seterusnya. Persepsi yang baik tentang persoalan hidup sangat mempengaruhi sikap: perilaku dan perkataan saat menyambut sesuatu.

Rasa sakit setara dengan kesenangan. Setiap orang perlu merasakan kerasnya hidup agar tidak lupa diri lalu menjadi sombong. Hidup ini mustahil lurus-lurus saja, terkadang gejolak disana-sini tidak bisa dihindari sehingga kerap kali menyisakan kepahitan di dalam hati. Selalu ada yang namanya keseimbangan, saat kebahagiaan datang menghampirimu maka ketahui jugalah bahwa ada kesedihan/ kesusahan yang mengimbanginya, cepat atau lambat hal itu telah dan akan mendatangimu. Oleh karena itu, jangan sampai terkejut bila ia mendatangimu tiba-tiba. Malah lebih baik jikalau anda siap menghadapinya untuk kesekian kalinya agar lebih positif membalas ekspresi positif tersebut.

Sebagai sesama manusia, kita memiliki suatu kebiasaan ketika terpapar dengan sesuatu akan mengalami gejala terkejut, lebay bahkan shock. Gejala semacam ini tidak hanya terjadi dalam kesehatan fisik melainkan juga dirasakan secara mental yang berimbas kepada ekspresi seseorang sewaktu menunjukkan sikap menanggapi sesuatu. Oleh karena itu, jangan pernah takut ketika disakiti orang lain melainkan hadapi saja kenyataannya lalu anggaplah itu sebagai bagian dari pembentukan untuk membuat kepribadian ini diperbaharui menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Cara mudah mengatasi rasa sakit

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Setiap orang mampu bersikap biasa saja saat menanggapi rasa apapun di dalam hidupnya. Hanya ada empat syarat untuk menghadapinya yaitu : (a) sudah terbiasa, (b) rendah hati (mempu menekan diri sendiri), (c) menerima semua apa adanya dan (d) fokus pikiran tetaplah positif. Terbiasa berarti sudah pernah mengalami hal yang sama/ serupa sebelumnya. Kerendahan hati adalah kemauan yang tidak membalas saat ketidaknyamanan menghampiri kita (menjauhi balas dendam dan amarah). Menerima apa adanya adalah kerelaan untuk menerima tekanan sebagai kewajiban yang mau tidak mau harus di jalani dan dihadapi saja. Memusatkan perhatian pada hal-hal yang baik sangat mempengaruhi sikap anda yang cenderung konsisten bertahan pada jalur yang baik pula. Silahkan pusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

3 Rasa sakit berdasarkan sumbernya

Kepahitan yang kita alami tidak terjadi secara otomatis. Ada beberapa mekanismee gejolak kehidupan yang membawa kita untuk merasakan semua keadaan itu. Berdasarkan sumber kesalahannya maka rasa sakit dibedakan atas beberapa bagian, yaitu:

  • Yang disebabkan oleh diri sendiri (ketelodoran sendiri).
  • Disebabkan oleh orang lain (kesalahan mereka).
  • dan Yang dipicu oleh lingkungan sekitar (bencana alam).
  • Ada yang disengaja/ direncanakan.
  • Terjadi secara tidak sengaja (terjadi begitu saja).

Pada dasarnya semua yang terjadi itu adalah bagian dari ujian kehidupan. Bila anda mempersepsikan hal ini sebagai sebuah gangguan yang memalukan maka mulailah muncul niat jahat, kebencian, dendam, amarah dan kekerasan. Akan tetapi jikalau anda bijak lalu mempersepsikan hal ini sebagai gula-gula kehidupan niscaya semuanya itu bisa ditanggung dengan sukacita walau agak berat namun teruslah berlatih hingga mampu menikmati semuanya itu sebagai anugrah Tuhan. Jadi jangan berpikir bahwa hanya tawa dan kesenanganlah yang merupakan anugrah Tuhan melainkan kesedihan dan kepahitan juga bagian dari rencana-Nya. Rasa ini bisa saja disebabkan oleh:

  • Bully.
  • Fitnah.
  • Penghinaan.
  • Kesombongan.
  • Iri hati.
  • Perkataan yang kasar.
  • Pengabaian (cuek).
  • dan lain sebagainya.

Manfaat rasa sakit dan kepahitan bagi kehidupan semua makhluk di bumi ini

Bukan hanya manusia yang merasakan kesakitan melainkan semua makhluk di bumi ini juga merasakannya tanpa terkecuali. Bisa kita amati binatang terluka bahkan termakan juga oleh hewan lain. Demikian juga dengan tumbuhan yang menangisi saat hewan/ manusia melukainya (mengeluarkan getah) bahkan memakannya juga. Rasa sakit adalah kuk – salib yang harus kita tanggung seumur hidup agar sekalipun kita kuat tetap berserah kepada Allah, sekalipun kita cerdas tetap mencari petunjuk lewat firman-Nya, sekalipun kita punya banyak kemampun namun tetap bersandar kepada-Nya hari lepas hari.

Ada banyak manfaat yang dapat kita tuai dari kepahitan hidup selama di dunia ini, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Mendekatkan kita kepada Yang Maha Kuasa.

    Manusia penuh dengan berbagai-bagai ego keakuan di dalam dirinya. Jika ego ini tidak pernah diusik dalam artian kehidupannya nyaman-nyaman saja maka ada kecenderungan si kawan ini akan menganggap dirinya sebagai tuhan yang sangat menuntut perfeksionisitas terhadap orang lain disekitarnya.

  2. Melatih kekuatan hati – kesabaran.

    Apakah kita mampu menerima segala situasi yang sedang dan telah berlangsung apa adanya? Mampukah kita tetap bersikap tenang sekalipun sedang dalam keadaan dipojokkan? Atau jangan-jangan kita terbawa emosi lalu stres lalu melukai diri sendiri. Hati yang berlapang dada untuk menerima segala sesuatu apa adanya menunjukkan bahwa anda adalah orang yang tegar.

  3. Mempersiapkan diri ini untuk menghadapi rasa sakit yang lebih besar.

    Hal-hal kecil mengawali hal-hal besar. Kuat menghadapi kesakitan yang kecil membawa anda untuk juga tetap kuat saat menghadapi gejolak yang resikonya besar. Ini adalah bagian dari pola-pola lama dalam proses pembelajaran sehingga kita mengerti dan memahaminya dengan baik untuk dijadikan pelajaran hidup.

  4. Belajar mengendalikan kebencian dan amarah.

    Bila terpapar dengan rasa sakit maka secara otomatis kebinatangan di dalam hati ini akan menyahut dengan keras. Dapatkah anda meredam pengaruhnya atau jangan-jangan diseret olehnya untuk menjadi seseorang yang kelihatan dan kedengarannya lebih jahat dari binatang yang buas di luar sana? Semoga kita bisa meredamnya sedini mungkin.

    Yakin sama kami bahwa sisi kebencian dan amarah di dalam hati tidak dapat dikikis, ditekan lalu diredam oleh teori belaka melainkan anda harus praktek langsung dilapangan menghadapi rasa sakit itu terus-menerus sehingga kebinatangan itupun lenyap sama sekali.

  5. Mampu memahami emosi, dendam dalam hati dan bila perlu memaafkan musuh juga.

    Dimanakah letak posisi emosi anda selama ini? Semoga masing-masing orang mampu melihat dan memahami bahkan menyelami diri sendiri sehingga dimampukan untuk mengendalikan rasa ini sehingga sebisa mungkin mampu di tekan jauh ke dasar agar tidak meluar menjadi kejahatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

    Mampu memaafkan musuh adalah suatu bakat yang tidak biasa. Ini bisa dilakukan seseorang asalkan dia dapat menekan “ego keakuan” di dalam hati dengan cara merendahkan diri bahkan menghancurkan kesombongan yang sudah nongkrong sejak lama di dalam hati. Kemampuan ini sangat baik terlebih ketika kita hidup dalam kebersamaan secara sosial.

  6. Membina kita untuk lebih hati-hati menjalani hidup.

    Pengalaman adalah sangat penting dalam kehidupan manusia. Mereka yang bijak mampu menimbang-nimbang keadaan yang sudah dialaminya, apakah itu sudah baik, berjalan dengan benar atau malah telah menjadi buruk. Bila kita bisa belajar lebih maka masa lalu menuntun kita untuk lebih hati-hati menghadapi masa depan yang penuh misteri.

  7. Tidak mudah stres.

    Anak-anak biasanya saat disakiti orang pasti mengadu sama ayahnya atau mengadu sama petugas keamanan padahal masalah itu bisa diselesaikan sendiri. Bisa juga mereka yang sedang tertekan melampiaskan rasa itu dengan membeli banyak-banyak jajanan dan makan di luar sepuasnya. Inilah yang kami sebut sebagai pelarian karena stres: jikalau anda terus-menerus menikmati materi untuk menghibur diri menghilangkan stres berarti belum cukup bijak dalam menjalani rasa sakit.

    Tidak salah menikmati materi tetapi tahukah anda bahwa rasa sakit itu mengganggu/ melukai hati? jadi bagaimana mungkin materi bisa menyembuhkan hatimu? Satu-satunya jalan untuk mengobati luka di hati adalah dengan senantiasa memfokuskan sambil merefresh pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

  8. Menjadi orang yang tahan uji.

    Mereka yang tahan uji adalah orang yang setia memikul salib. Bila salib itu cuma di sentuh sesekali, bagaimana bisa belajar untuk menjadi kuat menanggaung semuanya itu. Memang pertama-tama saat memikulnya pasti beratnya minta ampun dan rasanya sulit untuk bergerak dan berbaur dengan lingkungan sekitar. Akan tetapi lama kelamaan kitapun akan menghidupinya sehingga menjadi luwes dalam bersikap sekalipun ditengah cobaan hidup. Tahan uji adalah sikap yang biasa saja menghadapi pencobaan tanpa menyisakan kebencian, dendam dan amarah di dalam hati.

  9. Melatih kecerdasan dan kreatifitas.

    Terpapar dengan situasi tertentu mendorong kita untuk menggunakan otak sebelum bersikap. Masalah yang terjadi adalah salah satu bentuk informasi yang dapat menambah pengetahuan anda. Bila anda mampu memilah-milah keadaan tersebut lalu mengambil garis lurus untuk memperjelas titik temu dari situasi tersebut sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan yang bisa dijadikan solusi dan pelajaran hidup kedepannya.

  10. Pada akhirnya akan membuatmu dewasa.

    Dewasa adalah kemampuan mengekspresikan sikap yang tepat berdasarkan sikon yang tepat pula. Pencapaiannya butuh proses panjang dimana terdapat awalan tentang “try and error“. Pada akhirnya, ini menuntun hidup kita untuk senantiasa mengalir mengikuti arus tanpa harus hanyut dan tenggelam dalam buruknya situasi.

  11. dan masih banyak lagi silahkan cari di kotak sarch di bagian bawah/ footer blog ini

Rasa sakit itu penting tetapi bukan dalam arti anda bisa menyakiti orang lain. Lagipula di zaman kesetaraan manusia enggan untuk menyakiti sesamanya sebab mereka memperlakukan orang lain seperti diri sendiri. Tidak ada masalah sama sekali setiap hari adalah tidak baik bagi perkembangan mental kepribadian kita. Oleh karena itu, untuk senantiasa berada dalam lingkaran ujian kehidupan maka beramah-tamahlah satu dengan yang lainnya. Sebab dalam proses semacam ini hati kita dimurnikan dari segala yang jahat sehingga sikap: perkataan dan perbuatan menjadi lebih baik hari lepas hari.

Salam tabah tapi santun!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s