+15 Penyebab Seseorang Mudah Marah (Emosi Berlebihan) – Kurang Sabar Menghadapi Diri Sendiri Dan Orang Lain Lingkungan Sekitar

Alasan Mengapa Penyebab Seseorang Mudah Marah (Emosi Berlebihan) - Kurang Sabar Menghadapi Diri Sendiri Dan Orang Lain Lingkungan Sekitar

Emosi adalah (1) menyentuh perasaan; mengharukan; (2) dengan emosi; beremosi; penuh emosi. Di saat yang tepat maka ekspresikan/ keluarkanlah emosional yang tepat pula. Ini merupakan salah satu pilihan dalam manajemen pola pikir manusia. Setiap terpapar dengan situasi yang berbeda maka muncullah penyesuaian rasa yang melibatkan banyak pertimbangan yang kemudian akan kita kenal sebagai kebiasaan. Saat tanggapan anda tetap welcome  maka orang lain biasanya melakukan sesuatu

Ada beberapa alasan mengapa seseorang menjadi sangat mudah untuk marah sehingga tidak mampu mengendalikan sikap sendiri. Salah satu diantaranya adalah fokus pikiran anda. Bila pikiran fokus pada hal-hal yang baik/ positif maka suasana emosi di dalam hatipun lebih tenang. Namun bila kita berkonsentrasi untuk lebih mendengarkan perkataan orang lain atau situasi lingkungan sekitar niscaya suasana hati menjadi bias dan cenderung kacau balau. Sadar ataupun tidak kebiasaan inilah yang membuat banyak orang melakukan kesalah, merugikan orang lain dan juga diri sendiri.

Pada dasarnya, ada begitu banyak hal yang membuat kita marah tetapi dibalik semuanya itu faktor yang paling menentukan adalah tingkat pengalaman dan kedewasaan setiap manusia. Mereka yang telah mengalami hal-hal buruk dalam hidupnya lebih siap menghadapi keburukan itu bila datang berikutnya. Akan tetapi, bila kita hanya pernah terluka sekali saja atau tidak pernah merasakan sakitnya dilukai sebelumnya maka situasi terkesan seperti menghentakkan dan mengejutkan walau hanya sesaat saja. Demikian jugalah pengalaman-pengalaman baru biasanya mampu membuat beberapa orang menjadi sangat emosional melaluinya.

Pada dasarnya, kekurangmampuan seseorang dalam menghadapi masalah membuatnya tidak mampu juga mengendalikan diri terhadap berbagai situasi yang berbeda. Kekurangan ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman yang minim, sudah berapa kali anda mengalami kejadian tersebut? Biasanya dua-tiga kali tidak cukup untuk membuat seseorang belajar sesuatu melainkan setelah berulang-ulang kali maka barulah muncul pencerahan itu. Bagi yang masih muda, hal-hal semacam inilah yang terjadi tetapi mereka yang bijak bisa membaca situasi tepat sebelum kejadian tersebut berlangsung.

Saat seseorang marah, ada tiga arah amarah yang diekspresikannya, yaitu (a) kepada diri sendiri, (b) kepada orang lain dan (c) kepada lingkungan sekitar. Setiap orang harus sabar terhadap dirinya sendiri, menerima semua yang terjadi apa adanya dan hidup mengalir tanpa memaksakan kehendak. Ini adalah dasar dari pengendalian diri, sebelum mampu sabar terhadap orang lain dan lingkungan sekitar. Mustahil seseorang dapat menghadapi lingkungan dan orang disekitarnya tetapi tidak bisa memahami diri sendiri.

Alasan mengapa anda mudah marah berlebihan dan tidak jelas

Amarah itu sangat berhubungan dengan persepsi anda terhadap situasi yang dihadapi. Selama persepsi baik/ positif maka selama itu pula anda tidak mudah marah. Berikut ini beberapa faktor penyebab seseorang mudah emosional baik terhadap diri sendiri maupun terhadap sesamanya.

Fokus kehidupan.

  1. Komitmen hidup. Selama seseorang memiliki tekad yang kuat untuk tidak meu mengekspresikan kemarahan kepada orang lain maka selama itu pula ia tidak menundukkan panas hatinya di bawah ego. Melainkan berusaha mengendalikan diri lalu menepis rasa itu sehingga tidak membuahkan kesalahan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas
    Salah satu cara terbaik untuk meluruskan komitmen adalah dengan senantiasa memfokuskan pikiran pada hal-hal yang baik. Senantiasa bernyanyi, mengucapkan firman dan berdoa di dalam hati membuat anda lebih dekat dengan kebajikan dan menjauhi segala komimen yang buruk.

    Tingkat kedewasaan seseorang.

  2. Mereka yang sudah dewasa biasanya lebih detail dalam mengendalikan emosi. Orang dewasa juga dapat mengendalikan sensitifitas pada waktu yang tepat dan menjadi cuek pada waktu yang tepat pula. Pada hakekatnya kedewasaan itu berhubungan erat dengan penggunaan sikap (perilaku dan perkataan) pada situasi dan waktu yang tepat.

    Kemampuan mempersepsikan situasi.

  3. Sudut pandang yang baik. Orang yang mampu melihat dunia ini dari sudut pandang yang lebih positif semakin besar kesempatannya untuk mengendalikan amarah sendiri. Sebab seseorang marah bukan tanpa alasan. Oleh karena itu, bila alasan tersebut dapat dipersepsikan secara positif dengan melandaskannya pada nilai-nilai Ketuhanan maka emosipun jadi lebih terkendali.

    Kepribadian yang masih kekanak-kanakan.

    Kepribadian seseorang sangat mempengaruhi sikap dan tanggapannya terhadap kejadian yang sedang berlangsung. Biasanya orang yang memiliki kepribadian yang baik make pengendalian diri terhadap amarahpun menjadi baik adanya. Tetapi mereka yang sifat dasarnya buruk cenderung lebih mudah tersulut emosi oleh hal-hal yang sepele.

  4. Ego keakuan.

    Seseorang yang hanya mementingkan diri sendiri biasanya tidak sabar menghadapi orang lain. Mereka hanya mampu melihat dirinya sendiri sebagai yang paling dalam setiap hal yang baik sedangkan orang lain adalah yang paling dalam segala hal yang buruk.

  5. Keinginan yang belum terwujud.

    Rasanya akan selalu hampa hati ini bila apa yang kita inginkan belum tercapai. Bila hawa nafsu memenuhi kepala kita maka ia akan menjadi racun di dalam sana. Ini akan membuat suasana hati anda sangat labil dan mudah emosian menghadapi situasi yang buruk.

  6. Mereka yang tinggi hati.

    Sikap ini dapat mempengaruhi kehidupan anda dimana enggan untuk menerima kekhilafan sendiri dan kesalahan orang lain. Biasanya semakin sombong seseorang maka semakin tipis juga rasa toleransinya terhadap keberadaan orang lain.

  7. Mudah dipengaruhi oleh orang lain.

    Mereka yang mudah dipengaruhi oleh orang lain adalah orang yang berpikiran kosong. Keadaan pikiran yang kosong dapat membuat seseorang mudah diintimidasi, diprovokasi dan dihasut oleh orang lain.

    Pengalaman.

    Bisa seseorang pernah mengalami suatu kejadian, biasanya dia mampu belajar/ mempelajari bebarapa hal dari sana sehingga kedepannya lebih sigap menghadapi sesuatu. Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang untuk mengendalikan kebiasaan marah di dalam kehidupannya.

  8. Tidak pernah menjadi bawahan orang lain.

    Mereka yang tidak pernah tunduk kepada seseorang biasanya memiliki emosi yang kurang terkendali sebab masih memandang dunia ini dari sudut pandang sendiri dan tidak pernah memberi telinga untuk mendengarkan perkataan orang lain yang kadang pedas-pedas ganas.

  9. Belum belajar untuk menjadi orang yang patuh/ taat.

    Seseorang harus belajar untuk patuh sejak dari kecilnya hingga dewasa, dimulai dari dalam keluarga, lembaga keagamaan, sekolah, kampus, negara dan lain sebagainya. Biasanya orang yang taat kepada mereka yang lebih tua darinya dan kepada sistem lebih sabar dalam mengahadapi situasi yang berbeda-beda.

  10. Tidak pernah kecewa.

    Kekecewaan sangatlah penting untuk menambah pengalaman seseorang. Jika saat ini anda tidak pernah mengalaminya berarti bisa disimpulkan bahwa andapun tidak pernah bergaul karib dengan orang lain disekitarmu.

  11. Tidak pernah menunggu.

    Menunggu adalah proses penting dalam kehidupan. Rasa sabar dapat dipupuk dalam proses ini sehingga kedepannyapun masalah akan ditanggapi dengan kepala dingin. Bila dalam hal-hal kecil saja kita sabar maka dalam hal besar juga.

  12. Jarang disakiti orang.

    Rasa sakit jelas menimbulkan goncangan yang kuat. Bila anda tidak pernah disakiti maka pembukaan pertama rasa ini akan mengguncangkan kehidupanmu sehingga amarah meluap-luap tidak karuan kepada sesama maupun kepada diri sendiri.

  13. Belum pernah melakukan kesalahan di depan umum – hingga malu.

    Bagaimana anda bersikap saat melakukan kesalahan di depan umum. Bila hal-hal semacam ini dapat anda atasi dengan baik maka kekhilafan orang lainpun akan dimengerti dengan baik sehingga sikap jauh dari kemarahan yang tidak jelas.

  14. Tidak pernah menghadapi masalah sendirian – Tidak pernah dibiarkan sendiri (mandiri).

    Kita butuh kemandirian dalam hidup ini, mau sampai kapan ditemani terus-menerus oleh orang lain (orang tua)? Sikap hidup yang mandiri membuat kita mampu mengambil keputusan disaat-saat sulit sekalipun sendiri disini.

  15. Kurang mampu berkonsentrasi/ gagal fokus dalam situasi tertentu.

    Konsentrasi yang pecah saat situasi menjadi buruk akan memicu rasa marah yang berlebihan. Bila konsentrasi pecah maka lebih baik tidak berada didekat sumber kegaduhan itu melainkan mencari udara segar di luar untuk menenangkan hati.

  16. Sedang tidak ada kerjaan.

    Bila gangguan sosial terjadi disaat anda tidak ada kerjaan dan pikiran sedang kosong maka kedua hal ini adalah faktor penyebab sempurna yang memicu kemarahan anda. Oleh karena itu setidak-tidaknya saat sedang tidak bekerja selalu fokuskan hati untuk memikirkan hal-hal yang baik dalam hidup ini.

Semua orang pernah marah. Masalahnya sekarang adalah apakah anda pernah memetik makna kehidupan di balik amarah tersebut? Jika bisa belajar dari kejadian yang sudah berlalu maka silahkan bandingkan dimanakah suasana hati anda lebih nyaman dan damai: saat marah atau saat berdiam diri melanjutkan aktivitas seperti biasanya? Jangan membandingkan diri dengan orang lain tetapi bandingkanlah kejadian dalam hidup anda satu persatu. Kemudian tentukan dimakah ekspresi sikap yang baik yang dapat membawa kelegaan, ketentraman dan kedamaian di dalam hati maupun kepada diri sendiri. Akan tetapi, dibalik semuanya itu, kami peringatkan bahwa “diam terus-menerus itu tidak baik, terkadang kita butuh gejolak untuk melatih diri ini”. Oleh karena itu, sesekali beranikan diri untuk terjun ke dalam gejolak sosial (masalah) sehingga kita bisa belajar sesuatu yang positif disana. Simak juga, Tips menghilangkan panas hati.

Salam pengendalian diri!

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s