Pasangan Gay dan Lesbian Hanya Bermasturbasi Bukan Berhubungan Intim

Pasangan Gay dan Lesbian Hanya Bermasturbasi Bukan Berhubungan Intim

Kontroversi keberadaan LGBT sudah terjadi lama sebelumnya. Di negara-negara eropa yang notabene penduduknya adalah atheis (sebagian kecil atau sebagian besar entahlah) keberadaan mereka telah dilegalkan secara pasti dan direstui oleh negara. Kami juga tidak begitu mengerti, apakah di eropa ada agama tertentu yang melegalkan hubungan sejenis. Yang pasti Paman Sam sebagai negara yang paling berpengaruh telah menentukan dirinya untuk tidak lagi merestui hubungan sejenis di negara tersebut. Mereka juga sekaligus menyatakan bahwa Amerika adalah negara Kristen (penduduknya mayoritas Kristen).

Sebenarnya, apa yang ada dalam pikiran orang-orang ini? Jika memang kedua pasangan sejenis ini cocok secara kepribadian lalu mengapa mereka tidak menjalin hubungan tersebut dalam “bingkai persahabatan?” Mengapa pula mereka lebih memilih untuk melakukan hubungan seksual yang tidak pernah terhubung (gak jelas mana lubang mana colokan)? Pastilah orang-orang ini telah diberikan sugesti-sugesti yang absurd/ salah sehingga terjadilah bias dalam bersikap terutama ketika berbicara masalah seksualitas masing-masing. Artinya, ada oknum yang sengaja menggiring opini sehingga orang-orang ini dicuci otaknya lewat informasi yang salah tersebut.

Pasangan sesama jenis (homoseksual), bagaimana bisa orang-orang ini terhubung satu sama lain? Atau lebih tepatnya, apakah yang membuat mereka berjumpa seiring waktu berganti? Mungkinkah itu karena masalah pekerjaan. Atau karena masalah pertemanan. Mungkin juga karena masalah kehidupan lainnya. Dibalik semua alasan pertemuan itu, satu hal yang harus kami tegaskan bahwa orang-orang ini pikirannya terlalu lama mengalami kekosongan dan doyan menonton film bokep, entah itu melalui (a) internet dan media sosial atau bisa juga (b) melalui media kaset: DVD/ VCD/ CD – RW juga (c) lewat stasiun televisi swasta yang ada disekitar.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Kekosongan pikiran adalah ancaman terbesar dalam kehidupan seorang manusia. “Seperti sebuah kapal induk yang begitu besar, jika musuh sudah menguasai pusat komandonya maka mau tidak mau seluruh awak, persenjataan dan altileri yang ada didalamnya harus patuh kepada semua perintah, terserah itu baik ataupun buruk.” Ini tertulis jelas dalam perumpamaan yang diberikan Tuhan Yesus yang berkata demikian bunyinya.

(Matius 12:43-45) “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”

Pikiran yang telah kosong adalah sasaran empuk bagi iblis untuk mengambil peran melemahkan, menghasut, memprovokasi, menggerogoti bahkan sebisa mungkin mengacau balaukannya. Jikalau pikiran manusia sudah kacau maka sikap yang ditunjukkanpun akan turut berada di luar kendali sehingga menjadi tidak manusiawi lagi. Bila keadaan ini terus berlanjut yang didukung penuh oleh masuknya informasi sampah (konten pornografi terlebih yang berbau homoseksual). Maka sudah dapat dipastikan bahwa informasi semacam ini tanpa disadari menjadi sugesti-sugesti negatif yang akan menyesatkan kehidupan seseorang sehingga mereka menjadi gay dan lesbian.

Bagi anda yang terlalu sering/ secara rutin menonton film porno sebaiknya mulai belajar menghentikan kebiasaan tersebut. Sadar atau tidak film-film semacam ini secara tidak langsung akan menstimulus libido/ berahi anda secara belebihan sehingga “cenderung mencari-cari sasaran empuk.” Apabila sasaran tersebut tidak ditemukan maka ada pikiran untuk melakukan pelampiasan. Seperti kata pepatah “tak ada kayu, rotanpun jadi”. Manusia yang tidak bisa mengendalikan dirinya terhadap hawa nafsu yang sesat akan melakukan hubungan dengan temannya sendiri (sahabat atau semacamnya). Pada akhirnya, kedua pasangan ini akan terjebak terus-menerus dalam dosa seksual sesama jenis. Bila keadaan ini berlangsung dalam waktu yang lama maka hawa nafsu itu (menyukai sesama jenis) akan membudaya bahkan mendarah daging.

Dipikirkan berulang kalipun, apa serunnya hubungan sesama jenis (homoseksual)? Colokan dengan colokan bagaimana bisa bersatu? Lubang dengan lubang, bagaimana bisa menyatu? Sadar atau tidak sadar, pada akhirnya pasangan gay dan lesbian hanya akan melakukan masturbasi (bukan penyatuan tubuh/ hubungan intim melainkan hanya pekerjaan anak ingusan ababil yang kurang dewasa), entah itu menggunakan jari sendiri maupun menggunakan alat bantu seks tertentu. Sebenarnya apa yang mereka rasakan hanyalah sebuah fantasi seksual (imajinasi) tanpa manfaat apapun, istilah kerennya adalah melakukan hubungan itu bersamaan dengan “onani otak (sambil mengkhayal)”.

Jadi sekarang kami memberi anda pilihan, “mau masturbasi menggunakan jari sendiri tetapi hubungan dengan Tuhan, pemerintah dan masyarakat luas hampir semuanya baik” atau lebih memilih “dibantu bermasturbasi (bukan berhubungan badan) oleh sahabat sendiri (sesama jenis) tetapi hubungan dengan Tuhan, pemerintah dan masyarakat sekitar menjadi renggang”. Bisakah anda melihat perbandingannya? 1 : 3 – bahkan lebih lagi karena banyak yang dikorbankan (memilih memperjuangkan hawa nafsu atau mempertahankan ikatan dengan Yang Maha Kuasa, sistem dan sesama manusia?). Jadi yang hendak kami sampaikan adalah pikirkan matang-matang sebelum hawa nafsu LGBT merusak kehidupan secara pribadi maupun secara sosial.

Oknum kapitalis juga turut mendukung bahkan menopang kebutuhan para lesbian dan gay dengan menghadirkan produk-produk alat bantu seks/ alat peraga seksual. Ini jelas sebagai lahan subur dari pohon uang yang terus berbuah sepanjang tahun. Mereka jugalah yang memfasilitasi bahkan mungkin turut ambil bagian untuk menyesatkan lebih banyak orang menjadi LGBT (pengkaderanyang baru). Dengan demikian, pundi-pundi uang yang mereka idam-idamkan semakin bertambah-tambah banyak hari lepas hari. Simak, lesbian dan gay orang tamak

Setiap orang harus memahami bahwa oknum LGBT (khususnya lesbian dan gay) tidak melakukan hubungan intim dengan pasangannya. Melainkan mereka hanya melakukan masturbasi dengan dibantu oleh tangan orang lain atau benda-benda komersial tertentu. Jadi, mengapa kita membuat sesuatu yang sebenarnya sederhana dan mudah menjadi begitu ribet bertele-tela minta ampun sampai menjauhkan kita dari kehidupan bersosial di masyarakat? Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih sesuatu untuk ditekuni dalam hidup ini. Jangan biarkan hawa nafsu/ keinginan/ ego anda berada terlalu jauh di atas sehingga menyeret kehidupanmu dalam kehancuran secara perlahan-lahan tapi pasti. Baca juga, Akibat yang harus ditanggung seorang LGBT

Salam perbedaan tanpa penyimpangan itu indah!

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s