+10 Persepsi Positif Yang Membuat Hati Tenang dan Hidup Bahagia – Sudut Pandang Yang Baik Menjadi Motivasi

Persepsi Positif Yang Membuat Hati Tenang dan Hidup Bahagia - Sudut Pandang Yang Baik Menjadi Motivasi

Semua manusia hidup dalam persepsi yang menurutnya benar. Merupakan pandangan (pikiran) dan perasaan (hati) seseorang terhadap suatu keadaan, baik yang sudah maupun yang sedang dan juga yang akan terjadi kelak. Jika semua itu diperhadapkan maka sudah barang tentu tidak ada yang persis sama satu dan yang lainnya bahkan bisa dikatakan bahwa ada-ada saja yang berbeda jauh dan malahan saling bertentangan. Masalahnya sekarang, bisakah kita menerima perbedaan ini? Atau masing-masing orang melakukan tekanan demi tekanan (pemaksaan) agar opininya diterima baik oleh sesamanya.

Tekanan kehidupan bisa datang dari dalam dan dari luar

Hari ini, kita masih hidup dan bernafas lega karena mampu mempersepsikan semuanya dengan baik. Tapi cobalah kalau pandangan anda hari ini mengatakan “Aduh, mataharinya panas benget! Jalanan macet tidak jelas! Teman-teman pada nggak care dengan aku! Pekerjaan terus saja menumpuk! Ruang kantor tidak bersih dan penuh debu! Kecepatan internet lelet banget nich! Hari ini bete ahh!” Bukankah opini yang berupa keluhan semacam ini dapat menggoyahkan bahkan menghancurkan ketenangan hatimu? Oleh karena itu, tidak perlu terlalu banyak memberikan penilaian pada hal-hal yang tidak bisa anda ubah (misalnya pada kondisi alam dan kehidupan orang lain yang tidak dikenal).

Sudah jelas bahwa opini yang datangnya dari dalam tetapi BERBENTUK NEGATIF akan membuat kehidupan kita memburuk dan makin drop down saja. Kondisi ini akan semakin diperparah ketika orang-orang disekelilingmupun tidak mendukung, mengabaikan bahkan beberapa menghina. Secara pepatah mengatakan “sudah jatuh tertimpa tangga pula“. Jikalau keadaan ini terus berlanjut maka dapat dipastikan tekanan mental yang dihadapi akan menjadi sangat berat karena ada kepahitan yang datangnya dari dalam dan dari luar. Sebelum keadaan ini semakin memanas yang mungkin menyebabkan kerugian bagi orang lain dan juga diri sendiri maka silahkan segarkan pikiran dalam doa-doa yang penuh kerendahan hati.

Apa-apa saja yang dapat membuat hati keruh baik yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar?

Pikiran kita terhubung dengan dunia luar melalui indra yang dimiliki. Saat suasana hati tidak bagus atau bila pikiran sedang dalam keadaan kosong biasanya informasi yang datang dari luar akan dimungkinkan untuk masuk dan meresap hingga mempengaruhi pikiran anda. Berikut akan kami sampaikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pikiran sehingga sikap menjadi amburadul.

  • Pikiran yang manipulatif dan suka berimajinasi tidak jelas (kecuali untuk menghasilkan karya seni). Biasanya orang yang suka memanipulasi diri selalu membayangkan dunianya dalam keindahan agar bisa melarikan diri dari rumitnya kehidupan di dunia nyata.
  • Keluhan (sungut-sungut) tentang hidup ini, baik yang berhubungan langsung (dialami sendiri) dengan hidup sendiri maupun yang terjadi dilingkungan sekitar (berhubungan secara tidak langsung – dialami oleh orang lain).
  • Berkomentar tentang sesuatu yang bukan tupoksi kita. Tanpa alasan yang jelas mengomentari sesuatu yang jauh dari tanggung jawab kita. Ini semakin diperparah saat kita menyebutkan nama dan lebih fokus kepada seseorang.
  • Terlalu fokus pada masalah yang sedang berlangsung hingga muncul ketakutan dan kekuatiran yang semakin membuatmu galau.
  • Terus memikirkan buruknya masa lalu yang menyisakan luka dan kepedihan.
  • Terlalu ngeyel/ berkhayal tentang masa depan yang luar biasa.
  • Secara eksternal, orang-orang disekeliling kita juga sering melakukan tekanan terhadap diri ini. Anda bisa mengenali macam bentuk pemurnian hidup itu pada tautan berikut.

Persepsi positif yang bisa membuat pikiran tenang dan hati menjadi bahagia

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Jika anda mau selalu bahagia maka mulailah semuanya itu dari dalam hati sendiri. Sebab kebahagiaan yang ada di luar sana (baik oleh materi maupun lewat sikap orang lain yang baik) tidak pasti, hilang-timbul dan sangat fluktuatif. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika setiap orang bisa merasakan kebahagiaan dan ketenangan itu mengalir dari dalam pikirannya dan terpancar ke luar yang dapat dirasakan oleh semua orang. Salah satu cara terbaik agar rasa tenang dan bahagia itu tetap mengalir di dalam hati adalah dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

Pada dasarnya sudut pandang positif tidak dihasilkan bila mendasari pandangan hidup kita pada ego sendiri. Ego keakuan itu sifatnya sangat mementingkan kenyamanan pribadi dan gila akan pengakuan, pujian, penghargaan, penghormatan dan uang dari pihak lain. Oleh karena itu, mendasarkan pikiran kepada ego yang dimiliki sangat rentan bersinggungan dengan kepentingan orang lain.

Meletakkan cara pandang kita kepada orang lain juga beresiko menimbulkan rasa iri di dalam hati. Jika hal ini terus-menerus berlanjut maka kedengkian akan terus berkembang hingga menelurkan kebencian, amarah sampai kekerasan (anarkisme). Oleh karena itu, mendasarkan persepsi dari sudut pandang orang lain cenderung mendorong kita untuk saling membanding-bandingkan satu sama lain.

Satu pilihan yang kami rekomendasikan dan sangat baik untuk memperbaiki suasana hati adalah melandaskan sudut pandang dari pemikiran Tuhan dan firman-Nya. Setiap orang harus lebih lagi mempelajari Kitab Suci yang dimiliki sampai menemukan pemikiran-pemikiran yang briliant (positif) untuk membawa kelegaan dan ketentraman juga kebahagiaan di dalam hati sendiri.

Berikut ini beberapa persepsi positif yang dapat menenangkan dan membahagiakan pikiran hari lepas hari.

  1. Di bawah kepak sayap-Mu, Kau bawa ku terbang tinggi melintasi badai hidup di dunia ini. Jadi tidak perlu takut dan gentar sebab Tuhan didekatmu.
  2. Kita hidup karena kemuliaan nama Tuhan, mati karena kemuliaan nama Tuhan. Jadi lakukanlah segala sesuatu demi kemuliaan nama Tuhan.
  3. Masih hidup sampai sekarang adalah luar biasa karena kemurahan hati Tuhan.
  4. Masalah adalah cara Tuhan meng-upgrade kehidupan kita.
  5. Pergumulan hidup itu baik untuk membuat kita tetap dekat kepada Tuhan.
  6. Semua yang terjadi adalah kehendak Tuhan, bersyukur buat semuanya ya Tuhan.
  7. Semuanya ini harus terjadi agar kita meresapi dan merasakan kehadiran Allah dalam kehidupan manusia.
  8. Apa yang terjadi, biarlah itu terjadi. Kita hanya berjuang semaksimal mungkin, selebihnya serahkan pada kehendak Tuhan.
  9. Gejolak sosial bertujuan untuk membuat kehidupan kita semakin tajam. Tetapi bukan untuk melukai/ menyakiti orang lain melainkaun untuk menyatakan kasih Allah kepada sesama.
  10. Hidup ini butuh pengorbanan. “Sebilah pedang akan terus diasah sehingga permukaannya terkikis agar menjadi tajam.” Ada begitu banyak ego di dalam hati untuk dikuliti agar kita bisa menjadi orang yang berguna bagi kemuliaan Tuhan dan bermanfaat juga bagi kehidupan sesama.
  11. Dunia ini kampus kehidupan sementara yang selalu diselingi dengan ujian. Jika kita setia dan taat sampai ajal menjemput kelak maka pada saatnya nanti kita akan pulang ke rumah Bapa di sorga untuk selamanya.
  12. Hidup ini hanya sementara sedangkan kehidupan kita yang kemudian adalah selamanya. Jangan korbankan kehidupan kedua dalam neraka abadi hanya karena tidak setia dan taat dalam hidup yang sementara di dunia ini.
  13. Hidup ini butuh keseimbangan, tidak mungkin baik terus-menerus dan tidak mungkin juga buruk terus menerus. Melainkan susah-senang diterima apa adanya sembari dinikmati aja.

    Persepsi untuk merendahkan hati saat kesombongan menguasai.

  14. Manusia hanyalah setitik debu yang tidak ada apa-apanya di mata Tuhan.
  15. Kita hanyalah makhluk hina yang secara tidak langsung mengkonsumsi kotorannya sendiri. Jadi tidak perlu membanggakan diri.
  16. Kami hanya sampah, dipandang sebelah mata bahkan tidak berguna yang hanya bisa bertahan hidup selama mengandalkan Tuhan seutuhnya.
  17. Kita pantas dihina orang, toh kita hanya makhluk hina yang tidak ada apa-apanya di dunia ini. Hanya Tuhanlah yang pantas ditinggikan dan dipuji untuk selama-lamanya.

    Persepsi melayani (kami peroleh dari seorang hamba Tuhan).

  18. Sadarilah bahwa kehidupan anda saat ini tidak dibuat atas kehendakmu atau atas kehendak orang tuamu atau atas kehendak pasangan hidupmu melainkan “anda ditempatkan disini karena rencana Tuhan“.

    Ada banyak orang saat ini tidak senang dengan, tempat belajar, tempat kerja, rekan kerja, bos yang memimpin dan banyak sekali hal disekitarnya yang tidak disukainya. Tetapi bila memiliki prinsip bahwa anda ditempatkan di sini atas rencana Tuhan pasti lega rasanya hati ini menghadapi semua tantangan yang muncul.

  19. Layanilah seseorang bukan berdasarkan prinsip “untuk siapa?” melainkan “karena siapa?“.

    Beberapa orang memandang muka saat melayani orang lain. Mereka begitu agresif dan sangat perhatian saat yang datang adalah pejabat atau orang kaya. Tetapi saat yang dihadapannya begitu lusuh dan tidak punya benda-benda yang wah maka senyumanpun tidak ada dibibirnya. Oleh sebab itu jauhkan alasan ini dari hidupmu “saya melayani untuk saudara sendiri/ orang kaya/ pejabat”. Melainkan biar lebih semangat melakukannya maka tanamkan alasan ini dalam hatimu “saya melayani karena itu adalah tugas yang dipercayakan Tuhan kepada saya“.

  20. Jauhkan dari pikiranmu prinsip “saya melayani demi….” melainkan “saya melayani walaupun“.

    Beberapa orang melayani sesamanya demi uang, pujian, penghargaan, penghormatan dan lain sebagainya. Saat hal-hal yang diinginkan hatinya itu tidak ada atau telah berubah menjadi kurang menyenangkan maka semangat untuk melayani kembali kendor.
    Oleh karena itu, saat menghadapi situasi sulit agar lebih semangat menjalaninya maka katakanlah dalam hatimu “saya melayani walaupun tempat kerja kami tidak ada AC-nya, saya melayani walaupun kadang kala pasiennya cuek-cuek saja, saya melayani walaupun beberapa teman tidak ramah menanggapi kehadiran saya” dan lain sebagainya.

  21. Melayani orang lain adalah “suatu kesempatan bagi kita untuk berbuat baik kepada Tuhan“.

    Saat kita berbuat baik kepada sesama jangan fokus kepada siapa berbuat baik melainkan agar lebih semangat saat melakukannya maka anggaplah bahwa saat berbagi kasih kepada sesama adalah suatu kesempatan bagi kita untuk berbuat baik kepada Tuhan.

  22. Jangan pernah menganggap bahwa “orang lain ada karena kita” melainkan anggaplah bahwa “kita ada karena orang lain“.

    Hindari anggapan bahwa orang lain sukses karena kita, si itu bahagia karena kita, si ini sehat karena kita, si anu selamat karena kita. Melainkan anggaplah bahwa kita sukses karena dukungan orang lain, kita bahagia karena orang lain, si ini sehat karena Tuhan yang mengizinkannya, si anu selamat karena Tuhan yang melembutkan hatinya. Pada dasarnya, prinsip semacam ini mengajak kita untuk tidak memfokuskan segala sesuatu kepada diri sendiri melainkan mengembalikannya dalam kebersamaan dan juga di dalam Tuhan.

Jika anda belajar Kitab Suci lebih mendalam maka pastilah akan menemukan berbagai-bagai macam keunikan dan sudut pandang yang khas disana. Anda bisa menggunakan berbagai argumen tersebut lalu menghubungkannya dengan masalah yang sedang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, bagaimana mungkin anda melakukan hal ini jika tidak memiliki waktu terjadwal untuk membaca Kitab Suci. Ingatlah bahwa mengerti Firman membuat kita mengerti tentang jalan hidup di dunia ini.

Jadi, positifkanlah persepsi anda dengan melandaskan semua pandangan hidup demi kemuliaan Tuhan yang berhubungan langsung dengan ketenangan dan kebahagiaan di dalam hati. Bila setiap orang mampu mengambil sudut pandang yang positif dalam menjalani hidup niscaya rasanya hidup ini akan lebih ringan dijalani. Sekalipun masalah, tantangan, hambatan, godaan dan ujian yang dihadapi begitu besar, yakinlah bahwa TUHANmu lebih besar dari semuanya itu. Baca juga, Tips memotivasi diri

Salam hidup positif!

Iklan

3 comments

  1. […] Seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa bahagia tidaknya kita di dunia ini sangat tergantung dari sudut pandang yang kita gunakan dalam memandang kehidupan. Semakin cerdas seseorang maka semakin baik persepsinya namun lama kelamaan cenderung mengarah kepada sikap yang egosentris. Oleh karena itu, ada baiknya jikalau persepsi kita tidak dilandaskan pada diri sendiri melainkan berdasarkan pada cara pandang Tuhan dan firman-Nya. Simak, Sudut pandang positif untuk berbahagia. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s