+10 Bentuk Persepsi Berdasarkan Sudut Pandang Saat Beropini – Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi

Macam Bentuk Persepsi Berdasarkan Sudut Pandang Seseorang Saat Memberikan Pendapat

Persepsi adalah (1) tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan; (2) proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya. Sedangkan sudut pandang adalah cakupan sudut bidik lensa thd gambar (KBBI Luring). Menurut kami, kedua hal ini adalah seia dan sejalan. Artinya tidak ada yang dipersepsikan tanpa cara pandang tertentu dan sudut pandang tidak ada artinya tanpa dipersepsikan kepada orang lain.

Kedua hal ini bermakna sama tetapi sudut pandang sering juga digunakan dalam ilmu sains sedangkan persepsi hanya digunakan dalam tata bahasa ungkapan pemikiran seseorang tentang sesuatu dan lain hal. Pada dasarnya kedua hal ini berhubungan erat dengan pola pikir seseorang saat menanggapi rangsangan dari luar. Tentu saja masing-masing orang memiliki cara berpikir yang berbeda-beda sehingga persepsinyapun berbeda satu sama lainnya.

Perbedaan itu biasa, persepsi manusia juga berbeda-beda

Bila manusia bisa menyadari betapa berharganya perbedaan maka tidak ada lagi yang namanya konflik dan perpecahan. Sayang, perbedaan uang dan kekuasaan yang terlalu kontras dan mencolok juga tidak baik bagi kehidupan bersama. Sebab dua kekuatan super ini dapat beresiko besar bagi kehidupan manusia (misal peperangan dan bencana alam) sehingga menimbulkan kerusakan yang lebih merusak. Mulai dari kerusakan manusia itu sendiri hingga merusak lingkungan juga. Bila yang berbeda itu hanya soal sifat, gaya hidup, profesi, cara bicara dan hal-hal sederhana (recehan) lainnya maka masih bisa dimaklumi.

Salah satu perbedaan yang sangat manusiawi adalah perbedaan persepsi. Masing-masing orang menanggapi/ merespon sesuatu dengan cara yang berbeda-beda. Misalnya, silahkan lihat gambar di bawah ini.

Persepsi contoh 1

Dari yang anda lihat, apakah gambar di atas? Jika jawaban anda, “itu adalah vas“, benar! Tetapi jika jawaban anda, “itu adalah dua wajah yang saling berhadapan satu sama lain“, juga benar! Semua jawaban sudah tepat tergantung dari fokus masing-masing orang. Bagi mereka yang memusatkan perhatiaannya pada warna hitam maka akan meyakini bahwa itu adalah vas bunga/ piala. Namun bagi mereka yang memusatkan perhatiaannya pada warna putih maka mereka akan menganggap bahwa gambar tersebut adalah dua wajah yang saling berhadapan satu sama lain.

Macam-macam fokus pikiran menentukan persepsi anda.

Demikianlah juga kita dalam hal memandang kehidupan, “lebih fokus kemana perhatian anda, maka kesanalah persepsimu akan digiring“. Jadi, dalam hidup ini ada beberapa fokus manusia yang mempengaruhi bentuk opini masing-masing, diantaranya adalah sebagai berikut.

BERDASARKAN WAKTU:

  1. Memusatkan pikiran di masa lalu. Orang yang memandang segala sesuatu dari waktu yang telah lama berlalu.
  2. Memfokuskan perhatiannya di masa sekarang. Mereka yang hidup realistis dan lebih memperhatikan apa yang sedang terjadi saat ini.
  3. Memusatkan pikirannya di masa depan. Manusia yang lebih memfokuskan pikirannya di masa depan.

BERDASARKAN PERASAAN:

  1. Memusatkan pikiran pada kekuatiran. Mereka yang selalu memandang segala sesuatu dalam bingkai kekuatiran.
  2. Lebih fokus kepada ketakutan. Manusia yang memiliki sudut pandang yang berlandaskan pada rasa takut.
  3. Memusatkan perhatian pada rasa sakit/ kepahitan. Orang yang mempersepsikan segala sesuatu berdasarkan rasa sakit.
  4. Fokus pada tangis dan kesedihan. Mereka yang lebih memperhatikan tangisan dalam segala situasi.
  5. Menujukan perhatiannya pada tawa dan kesenangan. Manusia yang lebih fokus pada tawa dan kesenangan yang timbul.
  6. Lebih memperhatikan kebahagiaan. Seseorang yang lebih tertarik untuk memusatkan perhatiaannya pada hadirnya kebahagiaan.
  7. Memusatkan perhatian kepada ketentraman/ kedamaian hati. Mereka yang lebih memandang segala situasi yang mendatangkan kedamaian di dalam hati.

BERDASARKAN MASALAH YANG DIHADAPI:

  1. Seseorang yang sangat memperhatikan penyebab masalah. Saat memberikan opini, teman yang satu ini menyoroti penyebab dari suatu kejadian.
  2. Memusatkan pikiran pada akibat yang terjadi. Ketika berargumen, sikawan ini melihat dan membahas masalah itu dimulai dari akibat yang ditimbulkannya.
  3. Mereka yang selalu fokus pada proses-proses yang sedang dihadapi saat ini.
  4. Lebih memperhatikan solusi yang harus ditempuh. Sewaktu memberikan masukan, seorang teman anda berupaya memberikan jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi.

BERDASARKAN NILAI BENAR-SALAH YANG DIMILIKI:

  1. Memberi perhatian lebih pada kebenaran. Mereka yang sangat memperhatikan nilai-nilai yang benar dalam sebuah situasi.
  2. Memusatkan perhatian pada kejahatan. Orang yang lebih fokus mengikuti hal-hal yang jahat dalam suatu peristiwa.
  3. Fokus memandang segala sesuatu sebagai ujian kehidupan (pemurnian hati). Manusia yang memandang segala yang terjadi sebagai sebuah ujian kehidupan sebagai proses pembentukan.

BERDASARKAN SUDUT PANDANG MANUSIA SEBAGAI SUBJEK:

  1. Lebih fokus kepada orang lain. Mereka yang melandaskan pemikirannya berdasarkan sudut pandan orang lain/ setelah melihat orang lain (membandingkannya).
  2. Sangat memperhatikan diri sendiri. Orang yang sangat fokus dengan diri sendiri dalam bersikap (lebih cenderung memperhatikan/ mendengarkan ego yang dimiliki).
  3. Memusatkan pikiran kepada Tuhan. Manusia yang melihat segala sesuatu dari sudut pandang Ketuhanan.

Faktor yang mempengaruhi persepsi

Pada dasarnya, kesemua persepsi di atas adalah baik adanya. Asalkan digunakan pada saat dan waktu yang tepat. Satu hal lagi yang harus selalu dijaga dalam mengungkapkan sesuatu adalah keseimbangan. Masing- masing orang harus mampu memperhatikan apakah pandangannya tidak mengganggu perasaan orang lain, tidak mengganggu perasaan Tuhan dan juga tidak merugikan diri sendiri. Untuk menjaga keseimbangan inilah yang tidak mudah untuk dilakukan. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi sudut pandang seseorang.

  1. Motivasi/ Tujuan.

    Setiap orang memiliki tujuan saat memberikan pendapat. Inilah yang akan mempengaruhi penilaian masing-masing orang terhadap sesuatu.

  2. Pengalaman.

    Pengalaman hidup bagaikan pelajaran langsung yang juga dikenal dengan praktek sehingga susah untuk dilupakan sehingga bisa saja mempengaruhi opini seseorang tentang sesuatu hal

  3. Pendidikan.

    Pendidikan formal maupun yang non formal merupakan satu jenis acuan yang dapat mengembangkan pikiran (pola pikir) sehingga kehidupan sesorang menjadi lebih baik hari lepas hari. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa orang yang telah memiliki pendidikan tinggi cenderung menetapkan standar yang tinggi sehingga dapat merendahkan penilaian mereka.

  4. Pekerjaan.

    Mereka yang bekerja dengan otot tentu saja berbeda sudut pandangnya dengan mereka yang bekerja dengan otak. Demikian juga dengan orang yang bekerja di belakang meja pastilah berbeda argumennya dengan orang lapangan.

  5. Kebiasaan.

    Saat seseorang terbiasa melakukan hal-hal yang baik maka ada kecenderungan saat ia terpapar dengan hal-hal baru maka mulailah ia membiasakan diri sehingga

  6. Waktu.

    Biasanya, saat seseorang lagi sibuk dengan pekerjaan dibandingkan dengan waktu luang, bisa juga menjadi penyebab berbedanya opini seseorang.

  7. Kecerdasan.

    Manusia yang memiliki tingkat kecerdasan yang baik memiliki sudut pandang yang lebih luas dan komplit (susah di tebak). Ini bisa dinilai dari penghargaan yang selama ini sudah diterima terutama yang barusan diterima belakangan ini.

  8. Faktor lainnya.

    Sebenarnya masih banyak hal yang mempengaruhi persepsi manusia saat menyampaikan pendapat, misalnya jenis kelamin dan umur. Masing-masing faktor ini akan mempengaruhi seseorang dari dalam (secara internal) sehingga pandangan mereka terhadap sesuatu berbeda-beda.

  9. Standar/ kaidah/ keyakinan.

    Saat dalam situasi tertentu terdapat standar yang harus dipenuhi atau kaidah tertentu yang harus dicapai maka secara tidak langsung hal-hal semacam ini akan mempengaruhi keyakinan seseorang saat berpresepsi.

  10. Lingkungan sekitar.

    Ini berupan teman-teman yang biasa berbaur dan bergaul dengan anda dan dimana biasanya menghabiskan waktu dengan mereka. Biasanya kalau teman-teman kita baik dan cerdas maka diri inipun akan menjadi seperti itu, baik dan cerdas. Demikian juga sebaliknya. Dua faktor yang terakhir ini adalah faktor eksternal yang turut mempengaruhi sudut pandang seseorang.

Pendapat/ argumen seseorang sangat dipengaruhi oleh sudut pandang yang digunakan selama ini. Perbedaan pendapat sangatlah lumrah yang dikarenakan oleh persepsi yang berbeda pula. Oleh karena itu, perbedaan ini tidak perlu dipermasalahkan melainkan menjadi suatu keunikan yang memperkaya ilmu pengatahuan dan wawasan dalam hidup bersama. Hanya saja, hendaklah perbedaan itu tidak merendahkan orang lain, apalagi merendahkan Tuhan dan sebisa mungkin meminimalisir kerugian bagi diri sendiri: inilah yang kami maksudkan dengan KESEIMBANGAN OPINI.

Salam tegar tapi santun!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s