10 Alasan Seseorang Menyesatkan Sesamanya – Manusia Sampah Adalah Pundi-Pundi Uang Kapitalis

Faktor Penyebab Seseorang Menyesatkan Sesamanya - Manusia Sampah Adalah Pundi-Pundi Uang Kapitalis

Sampah (1) barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya; kotoran seperti daun, kertas; (2) hina. Sedangkan sampah masyarakat adalah gelandangan (pengemis dan sebagainya); orang-orang yang dianggap tidak berguna bagi masyarakat (KBBI OFFLINE). Sistem ekonomi kapitalisme selalu mengasilkan orang-orang yang tidak berguna, rusak dan terbelakang (baik secara emosional dan sosial). Justru mereka-mereka yang seperti inilah yang menjadi dasar pijakan bagi para pemilik modah sehingga mendorongnya semakin kaya saja.

Bila semua manusia cerdas maka masing-masing akan mampu menemukan kebahagiaannya sendiri dan hidup mandiri. Oleh karena itu, dibutuhkan aksi-aksi pembodohan sehingga orang-orang menggantungkan kesenangan hidupnya terhadap materi. Sistem yang menghasilkan manusia sampah semacam ini harus selalu ada dalam sistem agar roda ekonomi terus bergerak. Mereka disebut juga sebagai orang-orang konsumtif kuat yang mendasari kebahagiaannya atas materi (materialisme). Kehidupan mereka dirusak dari dalam (dicuci otaknya) dengan teori-teori nyeleneh dan ngeyel yang jauh dari kebenaran baik yang diperoleh di bangku pendidikan maupun yang diperoleh secara offline (buku dan majalah) dan online (media sosial dan situs berita lainnya).

Sasaran utama kapitalis adalah keyakinan sehingga timbullah keraguan

Inilah sasaran utama yang hendak diperlemah oeleh para pemilik modal. Jikalau manusia sudah kehilangan keyakinannya (atheis) maka kehidupan mereka akan berada di wilayah abu-abu. Ini adalah lokasi mental dimana keraguan dan kebimbangan menguasai hati manusia sehingga kurang mampu mengambil keputusan sendiri. Pada akhirnya, mereka yang kebingungan hanya mengikuti trend dan mau saja diseret oleh kepentingan sempit yang tersembunyi. Disinilah keuntungan para pemilik modal karena sebelumnya mereka telah menguasai hampir semua media yang ada, baik online maupun offline (buku, baliho, surat kabar dan majalah). Sehingga semakin banyak saja orang yang diseret dalam kesesatan oleh trend materialistik yang telah diciptakannya.

Sasaran kedua kapitalis adalah kesehatan fisik

Pada tahapan berikutnya para kapitalis ini bermain di daerah-daerah yang licin dan mulus yang pada hakekatnya menarik sebanyak-banyaknya orang agar kesehatannya “drop down“. Manusia yang tidak sehat seperti orang normal lain, biasanya merupakan golongan orang yang membutuhkan materi terus-menerus baik secara medis maupun non medis (misalnya melalui pengobatan jenis lain: obat alternatif dan ilegal yang sudah dilegalkan). Pada dasarnya semua itu tentang obat bahkan obat-obat terlarangpun (sejenis narkoba dan zat aditif lainnya) telah dilegalkan dan dibungkus dalam bentuk yang lebih menarik. Efek yang ditimbulkan obat ini hanya sementara saja sehingga dibutuhkan lagi dan lagi. Artinya sudah jelas membuat orang ketergantungan.

Oknum kapitalis yang gila uang hadir mengatasi masalah tetapi bukan memberantasnya sampai ke akar (dari hulu)

Bila otak dan fisik manusia lemah (hanya lemah saja dan tidak sampai rusak sama sekali) maka mereka akan sangat ketergantungan dengan orang lain. Sehingga orang-orang inilah yang dimanfaatkan oleh sistem sebagai pundi-pundi rupiah yang lama kelamaan akan memperkaya oknum terntentu. Semakin banyak kelemahan maka semakin banyak kebutuhan maka semakin banyak pula barang dan jasa yang laku keras. Inilah yang kami maksudkan dengan “menciptakan penyakit lalu memberikan obatnya“. Apa yang mereka (oknum kapitalis) lakukan juga baik adanya yaitu memberikan solusi untuk mengatasi, mengobati bahkan menyembuhkan keadaan fisik, mental dan sosial manusia.

Tindakan pengobatan, penyembuhan dan penyelesaian masalah yang mereka tempuh jelas amazing (luar biasa). Tetapi apakah untungnya mengatasi persoalan bila “hanya memotong pucuknya saja? Mengapa tidak sekaligus saja akarnya di tarik?” Inilah yang kami sayangkan sebab di dunia ini alangkah “lebih baik mencegah daripada mengobati“. Sistim dan kehidupan kita cenderung stagnan dan monoton disitu-situs saja alias tidak pernah naik level. Seperti orang yang berputar-putar (sirkular) pada satu titik sehingga tidak pernah mengecap kemajuan. Coba kalau kebenarannya kita ungkapkan dengan jujur agar mampu mencegah masalah di level satu. Sehingga kita naik level lalu di waktu yang kemudian akan diperhadapkan dengan permasalahan yang baru dan demikian seterusnya.

Masalah tidak diselesaikan dari akarnya - Hidup tidak maju-maju

Kehidupan yang tidak pernah maju :

Masalah TK 1 >> penyembuhan TK 1 >> persoalan TK 1 >> penyelesaikan TK 1 >> dan seterusnya sirkular (sistem berputar disitu-situ saja).

Ada banyak alasan mengapa orang-orang cerdas enggan untuk mengatasi suatu persoalan dari akarnya. Mereka hanya menebas bagian atasnya saja agar tidak kelihatan liar dan tidak sampai mengganggu kehidupan orang lain. Keadaan ini membuat persoalan kehidupan itu tetap dan selalu ada lalu orang-orang yang sama datang untuk menyelesaikannya, demikian juga halnya dihari-hari yang akan datang. Gejolak semacam ini sering juga disebut sebagai “gejolak abadi” yang terus terjadi, entah itu dalam hitungan minggu, bulan maupun dalam hitungan tahun. Karena berkutak disitu-situ saja dalam artian aktivitasnya juga begitu-gitu aja maka pada akhirnya keadaan inilah yang membuat kehidup kita tidak maju-maju. Palingan juga yang maju dan berkembang hanya oknum kapitalisnya saja sedangkan yang lain-lainnya itu tetap menderita/ melarat.

Menyelesaikan masalah sampai akar (Mencegah lebih baik daripada mengobati)

Kehidupan yang maju itu mengatasi masalah dari akarnya:

Persoalan TK1 >> penyembuhan TK1 >> tindakan pencegahan TK1 >> masalah TK2 >>penyelesaian TK2 >> tindakan pencegahan TK2 >> persoalan TK 3 >> solusi TK3 >> tindakan pencegahan TK3 >> masalah TK4 >> dan seterusnya (linear maju ke depan).

Bila suatu persoalan yang terjadi mampu diatasi sampai ke akar-akarnya maka kehidupan manusia akan terus berkembang hari lepas hari. Ada tenggang waktu yang cukup lama sampai akhirnya masalah baru muncul ke permukaan. Sebab biar bagaimanapun juga kota yang terlalu sunyi sepi juga tidak baik bagi kehidupan manusia melainkan sesekali ada baiknya bila kita menghadapi tantangan dan gejolak kehidupan. Sadar ataupun tidak gejolak akan mencerdaskan bahkan membuatmu lebih bijak hari lepas hari. Penyelesaiannya yang jelas, terpimpin dan bertanggung jawab dapat meningkatkan level kehidupan kita masing-masing sehingga lebih siap menghadapi persoalan lainnya yang lebih rumit.

Faktor Penyebab manusia saling menyesatkan tanpa kejujuran

Manusia di dunia ini syarat dengan ketidakjujuran. Ada banyak motif yang mendorong terjadinya keadaan ini dimana salah satunya adalah karena masalah uang. Ilmu pengetahuan yang benar dikaburkan bahkan disembunyikan agar semakin banyak saja orang yang terperosok sehingga jatuh tergeletak dan butuh pertolongan. Berikut beberapa alasan mengapa manusia saling menyesatkan di bumi ini.

  1. Demi pengakuan.

    Sebenarnya, ini adalah alasan-alasan yang paling klasik dan sudah ada sejak zaman dahulu kala. Beberapa orang telah dibius oleh tipuan acara televisi dan motivator abal-abal yang beredar di luar sana. Agar bisa diakui oleh orang lain maka mereka berusaha sekeras mungkin untuk unjuk gigi.

    Kamipun harus mengakui bahwa saat masih sekolah dahulu diri inipun demikian. Tetapi pada akhirnya hal-hal semacam ini bagaikan jebakan yang menjatuhkan dan malu-maluin diri sendiri. Pada akhirnya, kami berhenti untuk mengejar pengakuan dari orang lain setelah merasakan betapa indahnya kehidupan ketika kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Itulah makna kehidupan yang sebenarnya (yang ke dua).

  2. Agar dipuji orang.

    Ini paling kentara diantara perempuan. Agar bisa dipuja dan dipuji orang lain maka banyak cara ditempuh orang. Mulai dari menggunakan hal-hal yang sebenarnya tidak etis (pakaian serba kurang), menggunakan style ala artis dalam negeri dan luar negeri, membangun resort/ rumah yang megah dan mewah dan lain sebagainya. Tetapi pada akhirnya seseorang disadarkan dari fatamorgana pujian yang hanya seperti angin sepoi-sepoi yang akan segera berlalu. Pada akhirnya, beberapa orang akan cari sensasi yang berlebihan bahkan merusak dirinya sendiri untuk meraih hal yang terlalu fana ini.

  3. Agar dihargai sesamanya.

    Hasrat untuk dihargai orang bisa saja membuat manusia kehilangan akal sehatnya lalu menyesatkan orang lain. Lalu tiba-tiba saja sikawan datang sebagai pahlawan sehingga orang lain terharu dan mengapresiasikannya. Mengkaburkan hal yang benar dapat berakibat fatal bagi kehidupan manusia. Akibatnya tidak hanya dirasakan sekarang melainkan juga di masa yang akan datang (diakhirat). Untuk apa selama hidup di dunia ini selalu dihargai orang tetapi hidup selalu tidak tenang karena rasa bersalah selalu menolak kata hati sendiri.

  4. Semoga dihormati oleh orang lain.

    Beberapa orang yang pintar-pintar sengaja membelokkan nilai-nilai yang benar sehingga orang lain lemah secara mental maupun fisik. Pada akhirnya, dia jugalah yang akan memberikan masukan, solusi bahkan membersihkan persoalan tersebut sehingga orang-orang yang melihatnya akan takjub lalu menghormatinya. Hal-hal semacam ini janganlah ada di dalam hati anda sebab untuk apa dihormati di dunia jikalau kelak di akhirat dihina lalu dicampakkan ke neraka yang penuh ratap dan kertak gigi?.

  5. Berharap menjadi tenar.

    Setiap orang juga bisa menjadi populer hanya dengan menyebarkan berita-berita hoax yang tidak bermutu sekedar merendahkan, menjelekkan bahkan memfitnah orang lain. Bila keadaan ini terus berlanjut maka kehidupan anda mungkin akan menjadi tenar tetapi hati tetap jauh dari rasa tenang. Sebab adalah mustahil kita mampu terlelap di malam hari dengan tenang di atas tangisan dan penderitaan orang lain.

  6. Untuk meraih sebuah jabatan/ posisi.

    Karena begitu menggiurkannya menjadi seorang pejabat maka beberapa orang menghalalkan segala cara untuk meraihnya, entah itu dengan tipu muslihat, uang, pengaruh, relasi dan salah satunya adalah dengan menyesatkan orang lain. Penyesatan ini bisa saja berupa menjelek-jelekkan pihak lawan, money politic, black campaign dan lain sebagainya. Proses pemilihan pemimpin yang diserahkan kepada manusia jelas saja mengandung cela dan syarat dengan penimpuan (misalnya dalam janji kampanye). Oleh karena itu, untuk menyempurnakan demokrasi maka sebaiknya setiap yang terpilih akan ditentukan kemenangannya di bawah undian (demokrasi Tuhan).

  7. Biar dapat uang yang banyak.

    Sudah tahukah anda tentang saran-saran menyembuhkan penyakit dimana salah satu diantaranya adalah garam? Ada beberapa orang yang sengaja menggiring sesamanya untuk mengurangi konsumsi garam sehingga mereka rentan dengan penyakit.

    Pemandangan semacam ini adalah biasa dalam negara yang menganut sistem kapitalis. Mereka yang bodoh akan semakin dibodoh-bodohi oleh orang lain sehingga kebodohan tersebut menghasilkan pundi-pundi uang bagi sekelompok orang. Seharusnya hal-hal semacam ini tidak terjadi bila pembagian sumber daya disamaratakan.

  8. Sehingga bisa menjadi orang yang berkuasa.

    Ada sebuah trend yang mengatakan bahwa “agar bisa menjadi penguasa maka anda harus kuat dan orang lainnya (masyarakat) harus lemah“. Ini merupakan trend kepemimpinan di jaman primitif dimana manusia masih hidup dalam strata sosial dan petak-petak kehidupan yang memisahkan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Secara tidak langsung keadaan ini juga sering sekali memicu konflik yang berkepanjangan hingga menyulut perang turun-temurun. Demi menjadi seorang yang berkuasa maka masyarakat dilemahkan dan pihak pemerintah diperkuat dengan otot dan senjata juga kendaraan lapis baja.

  9. Untuk menjatuhkan/ melemahkan orang lain.

    Karena keinginan untuk saling saing-saingan maka masing-masing orang berusah menjatuhkan lawannya. Mulai dari menggunakan cara-cara yang halus dan lembut sampai menggunakan cara yang kasar. Otak sebagai pemandu dan setir utama bila mampu dipengaruhi secara eksternal (dari luar – dihasut) maka sikap akan menyimpang ke arah yang salah. Sikap yang salah dapat menjadi batu sandungan yang dapat membuat anda terjatuh bahkan tergeletak.

    Penyesatan yang menjatuhkan semacam ini biasanya timbul karena dua hal : setelah kita berdosa atau memang merupakan ujian kehidupan dari Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, bijaklah dalam menjalani pemurnian hati agar tidak sampai tenggelam dalam amarah sendiri oleh buruknya situasi.

  10. Pencobaan yang sengaja diizinkan Tuhan bagi kehidupan manusia.

    Pada dasarnya Tuhan selalu menguji setiap ketaatan manusia. Adam dan Hawa juga diuji ketaatannya sewaktu berada di taman Eden. Jadi, terkadang penyesatan itu datang sendiri dalam keseharian kita dan bukan karena dosa yang telah dilakukan sebelumnya. Bila anda lulus dalam pencobaan ini maka level kehidupan akan semakin meningkat. Artinya, peningkatan level (kemampuan) juga selalu beriringan dengan tingkat kerumitan pergumulan hidup yang dialami.

    Tetapi dibalik semuanya itu, harus dipahami juga bahwa dalam kehidupan ini, kesombongan akan menjadi batu sandungan dalam menghadapi masalah sehingga timbullah niatan untuk menyepelekannya. Sikap yang memandang mudah/ menganggap enteng ujian kehidupan bisa juga menjebak kita dalam kesalahan yang dilakukan sendiri.

Kesimpulan

Selama hidup di dunia ini, kami selalu terpapar oleh proses-proses penyesatan yang bertemakan ujian kehidupan. Darimana saja asalnya itu? berikut selengkapnya.

  • Alam semesta/ lingkungan.
  • Hewan dan tumbuhan.
  • Media : termasuk televisi, radio dan internet juga media komunikasi lainnya.
  • Orang yang tidak dikenal.
  • Sahabat sendiri.
  • Kaum keluarga dekat.

Pada hakekatnya, hal-hal semacam ini harus terjadi untuk menguji ketaatan kita sehingga hubungan dengan tuhan lebih dekat, intim dan kekal sampai selamanya. Oleh karena itu, jauhkan hati dari membenci apalagi memusuhi orang-orang tersebut karena justru dendamlah yang mengotori pikiran lalu mengganggu/ mengaburkan visi, misi, ketentraman, ketenangan dan kedamaian hati. Tetapi hindari jugalah memanfaatkan moment ini untuk mencari untung yang sebesar-besarnya (kapitalis licik – memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan), kelak akan beroleh celaka. Seperti ada tertulis.

(Matius 18:7) Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.

Jangan pernah berharap, orang-orang munafik akan masuk sorga karena pelayanan yang luar biasa dan persembahan yang besar tetapi moralitasnya jauh dari mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan jauh juga dari mengasihi sesama seperti diri sendiri (kesetaraan). Seperti ada tertulis.

(Matius 7:21-23) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Penyesatan itu memang selalu ada (tidak bisa dihindari) sebab mustahil kita melawan kehendak Tuhan seja dari awal penciptaan. Jika nenek moyang kita dahulu dicobai oleh hewan maka jaman sekarang, tidak tertutup kemungkinan sesama manusialah yang menyesatkan diri ini. Oleh karena itu, jangan benci apalagi memusuhi orangnya melainkan waspada dan selalu siagakan pikiran sehingga tidak mudah terhasut oleh perkataan dan perilaku orang lain yang cenderung menyimpang. Salah satu cara terbaik untuk membuat pikiran tetap berjaga-jaga adalah dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian.

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s