+10 Cara Bahagia Dalam Persepsi Rasa Menentukan Suasana Hati – Setiap Orang Bisa Menyusun Kebahagiaannya Sendiri

Cara Bahagia Dalam Persepsi Rasa Sangat Menentukan Kebahagiaan Manusia – Setiap Orang Bisa Menyusun Kebahagiaannya Sendiri

Persepsi adalah (1) tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan; (2) proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya. Sedangkan bahagia adalah (a) keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan); (b) beruntung; berbahagia (KBBI OFFLINE). Kebahagiaan adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli dan juga tidak bisa dijual. Pada dasarnya, rasa ini berkaitan erat dengan manajemen pola pikir.

Setiap orang mampu berbahagia tetapi yang paling mudah melakukannya adalah bayi yang tidak tahu apa-apa. Dia yang tidak pernah takut dengan masa lalu dan tidak juga khawatir dengan masa depan. Menerima semua perlakuan orang kepadanya sambil tertawa tanpa makna. Sesekali hanya bisa menangis untuk meratapi kehidupan. Sebelum kita mampu berpikiran seperti anak kecil maka selama itu pula kebahagiaan itu rasanya begitu jauh dan hampir tidak dapat digapai.

Cara menyusun kebahagiaan seperti anak kecil

Berbahagia seperti anak kecil dengan cara (1) membuang ingat-ingatan tentang keburukan di masa lalu, (2) melepaskan kegelisahan karena jeleknya situasi yang dihadapi, (3) menepis kekuatiran karena memikirkan masa depan yang tidak menyenangkan, (4) berusaha semaksimal mungkin (gigih) namun tetap menjalani kehidupan seperti air yang mengalir dan (5) menikmati hidup di dunia ini apa adanya. Kemudian muncullah pertanyaan baru “bagaimana caranya mengendalikan pikiran khususnya bagi mereka yang cerdas dan intelek?” Jadi, bagian akhir sekaligus yang terutama untuk menjadi orang yang bahagia adalah (6) senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian.

(7) Bahagia adalah kebebasan yang terpimpin dan bertanggung jawab

Hidup ini penuh dengan pihan dan masing-masing manusia dapat mengambil sesuatu yang menurut hatinya baik tanpa harus didikte oleh orang lain. Kebebasan membuat pilihan secara terpimpin tanpa tekanan dan mampu mempertanggung jawabkannya kelak. Kebebasan memilih adalah sebuah sumber kebahagiaan yang tak ternilai dan dengan demikian masing-masing orang akan menjadi diri sendiri. Saat kita bergerak sesuai dengan kata hati maka rasanya ada keserasian dan kedamaian di dalam diri ini sebab tidak terjadi gejolak di dalam dada karena sesuatu dan lain hal.

(8) Bahagia itu tidak memiliki musuh

Tahukah anda bahwa hubungan yang terjalin baik dan langgeng dengan sesama merupakan salah satu faktor penentu kebahagiaan seorang manusia. Apakah anda masih ingat dengan tujuan penciptaan yang adalah kebenaran untuk membuat hidup bermakna di bumi ini? Yaitu hidup memuliakan nama Allah dan berbagi kasih dengan sesama. Bagaimana hati ini bisa bebas dari rasa bersalah jikalau masih ada perasaan memiliki musuh, baik musuh yang sekejap mata maupun musuh bebuyutan? Perasaan memiliki musuh adalah sebuah kepuasan hidup yang membawa manusia tenggelam dalam ketakutan-Nya.

Musuh itu seperti kanker di dalam hati. Begitu kita memikirkan keberadaan mereka maka disaat itu jugalah kenangan dan imajinasi yang buruk terus berlangsung selama beberapa waktu. Selama pikiran belum terbebas dari keberadaan mereka maka selama itu pulalah tidak ada ketenangan dan kebahagiaan di dalam hati. Oleh karena itu, jangan biarkan dirimu memilikinya seorangpun dengan berusaha untuk berkawan dan baik kepada siapapun.

(9) Bahagia itu adalah menekan, meminimalisir bahkan menolkan keinginan

Tahukah anda bahwa hawa nafsu yang banyak akan menyebabkan tingginya beban hidup yang dirasakan sehari-hari? Jika hati ini menginginkan ini dan itu bahkan bermacam-macam lagi hasrat kehidupan yang dimiliki maka semua keinginan itu akan membuatmu sedih dan galau apabila belum terwujud. Semakin banyak hawa nafsu yang tidak dapat ditebus/ direalisasikan maka semakin jauh hati ini dari rasa bahagia yang sesungguhnya. Keadaan ini, justru membuat rasa berbahagia menjadi langka. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jikalau anda, paman dan yang lainnya meminimalisir (mengurangkan) bahkan bila perlu mengosongkan hatinya dari berbagai jenis hawa nafsu yang tidak jelas. Bila hawa nafsu sudah sangat berkurang maka perjalanan hidup kembali dilanjutkan dalam hati yang tentram dan penuh kelegaan.

(10) Kebahagiaan adalah menyusun persepsi dengan baik

Hidup ini hanyalah masalah persepsi. Bila anda berkata “saya senang” maka senang itu mendatangimu. Bila berkata “saya sedih” maka galaulah hatimu. Oleh karena itu, jauhkan sudut pandang yang buruk dari dalam kepalamu lalu mulailah berpikir kemudian tentang hal-hal yang positif dan membangun kehidupan bersama di dunia ini. Berikut berberapa cara membangun dan menyusun sudut pandang agar hidup lebih berbahagia selalu untuk semua orang dan semua kalangan.

  • Apa yang terjadi sangan cocok untuk saya.
  • Semua ini adalah kehendak Tuhan.
  • Yang terjadi sekarang datangnya dari Tuhan.
  • Ini ujian dari Tuhan untuk membentuk saya.
  • Terimakasih Tuhan hari ini cukup menggembirakan.
  • Ini yang terbaik untukku.
  • Dan lain sebagainya.

Sekalipun kita bisa mengatakan bahwa rasa ini sama dengan persepsi maka bukan juga berarti bahwa kita harus memanipulasi situasi yang terjadi. Misalnya, saat seseorang mengatakan “kamu jelek” maka hindari melakukan perlawanan dengan mengatakan di dalam hati bahwa “sesungguhnya saya ganteng”. Sadar atau tidak kebiasaan melawan argumen orang lain di dalam hati menimbulkan ketidaktenangan yang bisa saja berujung pada kekerasan. Oleh karena itu, tanggapan buruk, fitnah, penghinaan, ejekan, bully dan lain sebagainya tidak perlu ditentang melainkan “terima semua apa adanya sembari memohonkan kekuatan dan ketabahan dari Tuhan”.

Satu hal saja yang harus anda jaga dalam hal persepsi adalah keseimbangan. Jika persepsi anda merendah maka selalu mohonkan kekuatan kepada Tuhan untuk menghadapi semuanya itu. Akan tetapi jikalau sudut pandang anda mulai meninggi dan syarat dengan kesombongan maka mulailah menekan bahkan menghancurkan hati sendiri sebelum keangkuhan itu berubah menjadi kejahatan. Dibalik semuanya itu, yang dibutuhkan adalah sikap biasa saja menanggapi pandangan orang lain kepada kita tetapi bila hati sudah mulai bergejolak maka stabilkan keseimbangannya seperti yang kami katakan sebelumnya.

(11) Kebahagiaan itu tidak membanding-bandingkan

Saat kita lahir hanya seorang diri saja (kecuali kembar) demikian juga saat meninggal (kecuali dalam kecelakaan masal). Oleh sebab itu, fokuslah pada diri sendiri saja dan tidak usah membanding-bandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Yang terutama adalah perjuangan yang digiatkan sudah maksimal jikalau hasil dan berkat yang kita terima berbeda-beda satu sama lain maka itulah perbedaan yang harus dimaklumi. Sebab perbedaan adalah manusiawi dan terkadang hal inilah yang membuat banyak orang tidak bisa bahagia. Kebiasaan yang terlalu suudzon menjauhkan hati dari damai dan ketentraman.

Daripada sibuk membanding-bandingkan sesuatu dengan yang lain maka lebih baik menyibukkan diri dari dengan melakukan pekerjaan yang sesuai dengan hobi/ kemampuan yang dimiliki. Andapun dapat menjalani hidup sambil membahas-bahas tentang ilmu pengetahuan yang selama ini dipelajari dibangku sekolah maupun dalam kuliah maupun yang bersumber dari buku-buku terpercaya. Bisa juga dengan memusatkan pikiran untuk selalu terhubung dengan Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian.

(12) Berbahagia erat kaitannya dengan budaya yang ditekuni sehari-hari

Tahukah anda bahwa aktivitas yang diulang-ulang akan menghasilkan rutinitas. Rutinitas yang dilakukan terus-menerus akan menjadi kebiasaan. Dimana pada akhirnya, kebiasaan yang ditekuni dengan penuh kesungguhan dan ketulusan niscaya akan memberikan hasil yang lebih baik bagi kehidupan bersama di dunia ini. Melakukan aktivitas itu-itu saja mungkin kelihatan aneh bagi orang lain. Tetapi mereka yang cerdas dan terpimpin hidupnya bisa menikmati semua hal tersebut di dalam hati yang merasa bersyukur buat semua yang telah terjadi hari ini.

Bahagia itu relatif, jika anda mengatakannya dengan penuh keyakinan maka jadilah demikian. Ini bercerita tentang sudut pandang kita terhadap diri sendiri. Selama anda mampu menggiring persepsi diri ke arah yang positif maka selama itu pula ada kebahagiaan di dalam hati. Akan tetapi ketika sudut pandang yang negatif menguasai pikiranmu maka jauhlah hati ini dari situasi yang berbahagia. Oleh karena itu, belajarlah mengelola cara anda memandang sesuatu sehingga ketentraman dan kedamaian itu selalu ada di dalam dirimu.

Salam tegar tapi santun….

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s