+10 Ego Yang Baik Dan Buruk

Ego Yang Baik Dan Buruk

Ego adalah (1) aku; diri pribadi; (2) rasa sadar akan diri sendiri; (3) konsepsi individu tentang dirinya sendiri. Egoisme adalah (a) tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri daripada untuk kesejahteraan orang lain; (b) teori yang mengemukakan bahwa segala perbuatan atau tindakan selalu disebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri (KBBI Luring). Menurut kami ini merupakan suatu sudut pandang kepribadian yang menempatkan dirinya (seorang manusia) sebagai pusat dari segala sesuatu.

Saat sedang menyendiri maka dibutuhkan ego dimana kita menjadikan diri ini sebagai pusat dari segala sesuatu. Sifat ini dapat digunakan saat kita menikmati hidup dimana hanya mementingkan diri sendiri. Kenyamanan merupakan salah satu keinginan yang terwujud untuk menikmati hidup. Tetapi tidak mungkin setiap waktu yang ditempuh harus nyaman saja. Jika demikian maka anda telah menjadi orang yang egois di segala waktu. Artinya, saat anda sedang sendiri maka tidak masalah menjadi egois namun saat hidup bersama dengan orang lain maka mengerti dan pedulilah dengan keberadaan orang lain.

Dalam hal ini juga, ego mengalami kesimpang siuran: antara manfaatnya dan dampak buruknya. Ini seperti yang banyak dikatakan oleh pepatah populer “seperti pedang bermata dua“. Setiap orang harus pandai mengayunkannya agar bisa bermanfaat bagi kehidupan dan bukannya malah melukai orang lain ataupun melukai diri sendiri. Bagaimana kami menegaskan keadaan ini? Bila berhubungan dengan diri sendiri maka jadilah egois akan tetapi ketika orang lain mengambil peran disana maka hiduplah bekerja sama dengan mereka.

Sesungguhnya ego itu baik adanya, asalkan kita tahu cara menempatkannya dimana. Kepribadian semacam ini memiliki dua garis besar dalam penerapannya, yaitu.

  • Egoisme keluar : Mereka yang hidup bermasyarakat dan menganggap dirinya sebagai pusat dari semua orang. Ini dikarenakan oleh kapasitas potensi, kelebihan, sumber daya (pendanaan alias uang) dan kekuasaan yang dimiliki.
  • Egoisme kedalam : Mereka yang hidup bermasyarakat namun mengedepankan kebersamaan dan kerja sama dengan orang lain yang meletakkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Tetapi mereka mampu menempatkan diri sendiri sebagai pusat dari segala sesuatu di dalam pikirannya.

Bagaimana contoh penggunaan ego yang baik?

Di dunia ini, tidak hanya butuh menjadi orang baik melainkan juga menjadi bijak. Bila kita baik terus maka akan selalu dikorbankan demi kepentingan orang lain. Tetapi orang yang bijak akan dimanfaatkan orang lain untuk kepentingan bersama. Berbeda persepsi antara dikorbankan dan dimanfaatkan. Saat seseorang dikorbankan maka hak-haknya dicabut oleh orang tertentu atau sistem. Ketika seseorang berbagi kasih (menjadi orang yang berguna) kemungkinan dimanfaatkan bahkan dirugikan juga oleh orang lain dan sistem namun hak-haknya tidak pernah dicabut oleh yang lainnya maupun oleh sistem/ organisasi/ paguyuban/ komunitas. Dimanakah yang anda pilih diantara kedua hal itu? Semuanya tergantung dari sikap hati yang bijak.

  1. Saat mengikuti ujian kita berusaha dan berjuang sendiri alias menjadi egois dan tidak memberi toleransi terhadap kopekan/ catatan/ usaha-usaha curang lainnya.
  2. Ketika mengerjakan PR dan tugas kelompok maka kita tetap berjuang sendiri dalam pola pembagian tugas tetapi bisa saling membantu teman lainnya yang tidak mampu menyelesaikan bagiannya.
  3. Sewaktu mengikuti bimbingan belajar (pra SNMPTN) maka kita saling berbagi informasi dan bekerja sama dengan pelajar lainnya untuk saling mencerdaskan satu-sama lain.
  4. Saat mengikuti ujian masuk universitas, semua calon mahasiswa menjadi egois dan enggan berbagi dengan sesama.
  5. Ketika masuk ujian kerja maka masing-masing calon tenaga kerja lebih mementingkan egonya dan enggan untuk memberikan jawabannya kepada orang lain.
  6. Sewaktu bekerja dalam sebuah perusahaan, setiap orang saling bekerja sama untuk memberikan dan mengeluarkan potensi terbaiknya dalam bidang yang sudah dipercayakan kepada masing-masing.
  7. Saat ada di dalam kamar kita menjadi egois dan cenderung mementingkan kenyamanan sendiri.
  8. Ketika berada di ruang tamu maka selain mencari kenyamanan sendiri maka perlu juga peduli apakah pekerjaan kita disana tidak mengganggu anggota keluarga lainnya.
  9. Sewaktu menaiki kendaraan maka kita mencari posisi duduk yang membuat diri ini nyaman dimana menjadi egois dan tidak peduli dengan tanggapan orang lain tentang cara kita berkendara.
  10. Saat berkendara di jalanan maka perlu mengimbangi kenyamanan kita dengan rasa peduli dan mengerti dengan keberadaan pengguna jalan lainnya dengan berkendara sesuai aturan lalulintas yang berlaku.
  11. Sewaktu kita direndahkan, dihina, diejek, dibully dan tekanan kehidupan yang lain-lainnya maka kita menjadi egois dan tidak peduli dengan komentar orang lain lalu memperbaiki diri sambil merefresh pikiran.
  12. Ketika kita mendapat komentar pedas maka perlu menyingkirkan ego sejenak lalu mengadapinya dengan keikhlasan di dalam hati untuk menerima semua apa adanya sambil mendengarkan dengan sabar.
  13. Saat kita mendapatkan tekanan yang besar dari luar maka kita menjadi egois, mengambil tempat dan waktu untuk menyendiri sambil merenung mengoreksi diri dan menghadap hadirat Tuhan.
  14. Sewaktu kita barjuang dilapangan maka menjadi egois lalu berusaha dan berjuang semaksimal mungkin. Akan tetapi ketika kita telah menjadi pemenang maka manfaatnya (hadinya) tidak dinikmati sendiri melainkan bagikan seperlunya kepada sesama agar merekapun merasakan kebahagiaan kita.
  15. Ketika kita memesan makanan maka diri ini menjadi egois dan mulai berkata dalam hati “apa yang saya suka?“. Tetapi saat hendak mulai makan maka ada rasa peduli dengan orang-orang disekitar sambil menyapa mereka “mari makan!“.

Bisakah anda membedakan dimana ego yang baik dan buruk? Pada dasarnya anda harus mampu memilah-milah setiap kejadian di dalam hidup ini. Jika itu hanya berhubungan dengan diri sendiri maka jadilah egois. Akan tetapi ketika keadaan tersebut berhubungan erat dengan kehidupan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung maka jadilah orang yang peduli dan mengerti dengan keberadaan sesama. Orang bijak mampu memberikan pilihan yang tepat. Mereka yang bodoh akan tetap mengedepankan egonya ditengah kebersamaan. Tetapi orang yang tidak tahan uji akan dijatuhkan oleh egonya sendiri.

Salam hidup yang lebih baik

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s