Gejolak Sosial · Kepribadian · Santai

+7 Cara Tuhan Menegur Melalui Sesuatu Yang Ada Disekeliling Kita – Teguran Tuhan Bagi Umatnya Lewat Hal Yang Tak Terduga Sebelumnya

Cara Tuhan Menegur Melalui Hal-Hal Yang Ada Disekeliling Kita - Teguran Tuhan Bagi Umatnya Yang Tak Terduga Sebelumnya

Kristen Sejati – Teguran adalah (1) ajakan bercakap-cakap; sapaan; (2) celaan; kritik; ajaran (sentilan, jeweran); (3) peringatan (KBBI Luring). Merupakan cara Tuhan berkomunikasi dengan umat-Nya yang beragam bentuk dan maknanya sebagai peringatan. Pernahkah anda merasakan secara nyata, bagaimana Tuhan menegurmu? Ini murni pengalaman pribadi yang membutuhkan kepekaan mata rohani setiap orang Kristen.

Setiap orang beriman sebaiknya selalu bersiaga untuk menyambut Tuhan, kapanpun dan dimanapun berada. Kesiapan ini ditandai dengan jalan yang ditempuh sudah benar dimana hati senantiasa terhubung dengan Sang Pencipta dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Berhati-hatilah agar Dia tidak menemukan kita sedang terlena karena bermain-main dengan dosa. Awasilah hidupmu agar ia tidak sampai menemukan kita dalam keadaan yang

Setiap orang sebaiknya belajar untuk peka terhadap kehadiran Allah. Sudah tahukan, bahwa Allah itu maha hadir dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu sebab Dialah yang awal dan yang akhir. Dimanapun berada, Dia dapat mengawasi kita, bukan dari jauh melainkan dari dekat : inilah yang disebut dengan kuat kuasa Rohul Kudus. Allah tidak pernah jauh dari setiap orang percaya melainkan hati ini adalah bait Roh Kudus. Oleh karena itu, jaga sikap, usahakan tetap di jalan yang benar dan selalu rendah hati agar Roh Allah betah berlama-lama di dalam hidup ini.

Allah yang kita kenal adalah Allah yang hidup dan bertahta sampai selama-lamanya. Karena kami penuh dengan dosa dan kelemahan maka sampai saat ini belum diberi kesempatan untuk bertemu dengan-Nya, baik secara fisik maupun di dalam mimpi. Sekalipun demikian, kami tetap bisa merasakan kehadiran-Nya disetiap detik kehidupan ini dan juga pada waktu khusus di moment yang spesial. Perjumpaan kami dengan Tuhan bukan dalam wujud nyata melainkan Ia hadir memberikan peringatan melalui perantaraan, baik benda mati, makhluk hidup maupun alam semesta (lingkungan sekitar).

Sesungguhnya, pernyataan Allah dalam kehidupan manusia lebih jelas (kentara) di saat kita sedang mengalami masalah yang biasanya menyebabkan ketidaknyamanan secara duniawi. Disaat diri ini tertekan bahkan lebih lagi, tersakiti maka mulai dari saat itu kuasa-Nya bekerja menguatkan dan membela kita. Tetapi kecenderungan ego manusia untuk membela diri karena tidak mau kalah membuat penyertaannya undur lebih awal. Bila kita mampu mengakui kesalahan lalu merendahkan diri dan merasa pantas menerima semua itu apa adanya di dalam kesabaran/ ketabahan niscaya pertolongan Tuhan lambat laun akan menjadi nyata. Dibalik semuanya itu, jangan terlalu fokus berharap berkat, muzizat dan kelimpahan melainkan pusatkan pikiran untuk berdoa, mengucapkan firman dan benyanyi lagu pujian.

Cara Tuhan menegur kita dalam hidup sehari-hari

Sekali lagi kami katakan bahwa teguran Tuhan itu, hening, tenang bahkan diam. Oleh sebab itu, anda harus memiliki hati yang peka terhadap bisikan dan suara-Nya. Banyak hal yang diperalat Tuhan untuk mengingatkan kita tentang segala sesuatu. Semakin banyak interaksi dengan lingkungan dan orang-orang disekitar maka semakin banyak pula hal-hal yang hendak diberitahukan/ diperingatkan-Nya kepada umat kesayangan itu. Berikut beberapa tips tentang bentuk dan jenis teguran-Nya dalam kehidupan di dunia yang fana ini.

  1. Lewat suara hati sendiri.

    Bila anda mengehendaki agar hidup ini selalu terhubung dengan Sang Pencipta maka satu-satunya jalan adalah dengan senantiasa fokus kepada-Nya. Fokus kehidupan hanya kepada Tuhan dapat dilakukan lewat berdoa, membaca firman dan memuji-memuliakan nama-Nya disegala waktu. Bila tidak dimungkinkan untuk dilakukan senyatanya maka cukup dengan senantiasa memusatkan pikiran dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

    Hati yang selalu terhubung membuatmu semakin dekat dengan Tuhan. Keadaan inilah yang membuat suara hati kita selaras/ sejajar dengan kehendak-Nya. Oleh karena itu, ikuti dan patuhilah suara hatimu yang benar sehingga hidup terus diubahkan melalui teguran-Nya.

  2. Saat melakukan kesalahan/ kekhilafan.

    Pengalaman kami selama ini, terkadang kesalahan yang dilakukan merupakan akumulasi dari dosa di masa lalu. Oleh karena itu, setiap kali kami merasa telah melakukan kesalahan maka hati ini cenderung putar balik (feedback) ke belakang untuk mengoreksi diri, apakah ada yang salah dari sikap selama ini? Biasanya kesalahan tersebut berupa kuran sabar, terlalu terburu nafsu, tinggi hati, kurang peka terhadap kebutuhan orang lain dan lain sebagainya. Saat diri ini mampu mengenali kesalahan sendiri maka dimungkinkan untuk tidak mengulanginya di waktu yang akan datang.

    Jika saat ini anda khilaf terhadap sesuatu maka bisa jadi hal tersebut terjadi karena kesalahan sendiri atau bisa juga karena kesalahan di masa lalu. Ambillah waktu sendiri lalu gunakanlah waktu itu untuk mengoreksi diri. Jika itu karena kesalahan orang lain maka maafkanlah lalu berusaha memperbaikinya sebisa mungkin dan apapun hasilnya/ kerugian yang diderita, terimalah semua apa adanya.

  3. Melalui firman baik dengan membaca langsung maupun yang dikhotbahkan.

    Membaca firman adalah suatu kebiasaan baik yang perlu dipelihara oleh setiap manusia. Firman merupakan ilmu pengetahuan yang asalnya dari sorga. Namun dibalik semuanya itu, perbaikilah niat anda untuk menekuni kebiasaan ini. Pastikan ada ketulusan dan tanpa mengharap imbalan yang besar di kehidupan yang akan datang.

  4. Saat mengikuti perkumpulan orang beriman/ persekutuan kelompok.

    Ada banyak teguran yang kita peroleh dari sini, baik yang sifatnya secara langsung (kepada diri sendiri) maupun yang tidak langsung (belajar dari teguran yang diberikan kepada orang lain). Bila kita menaruh hati yang sungguh dan pendengaran yang fokus pada persekutuan tersebut maka terdapat begitu banyak makna positif yang terkandung di dalamnya. Temukan itu teman….

  5. Lewat perkataan/ teguran dari orang lain.

    Sesama manusia memang tidak selalu benar. Terkadang juga apa yang mereka sampaikan besalahan sebagian/ semuanya. Penegur yang salah bisa saja diutus Tuhan untuk melihat seberapa panjang kesabaran/ ketabahan di dalam hati ini. Oleh sebab itu, apapun teguran yang disampaikan kepada anda maka terimalah apa adanya.

    Selain itu, silahkan koreksi diri sendiri, apakah perkataan itu sudah sesuai dengan kenyataan atau belum. Koreksilah diri sendiri dan jangan lupa untuk menjadikan Kitab Suci sebagai salah satu standar kehidupan untuk menilai situasi yang dihadapi.

  6. Saat mendapat perlakuan buruk dari sesama.

    Perlakuan buruk dari sesama bisa terjadi karena tidak sengaja, karena kesalahan sendiri dan/atau kesalahannya juga. Saat orang lain bereaksi maka hadapilah itu dengan tenang. Hindari membalas kejahatan dengan kejahatan yang sama sebab suasana semacam ini tidak mendatangkan kedamaian di dalam hati. Melainkan koreksilah diri sendiri agar kedepannya bisa melakukan kerja sama yang lebih baik lagi.

    Dibalik semua itu, kita juga harus tahu diri bahwa kadang-kadang pencobaan yang datang bertujuan untuk meng-upgrade kehidupan (pikiran dan sikap: perkataan dan perilaku) sehari-hari.

  7. Melalui lingkungan sekitar dan alam semesta.

    Lingkungan juga bisa bereaksi karena kita telah melakukan kesalahan. Sekalipun demikian kami juga hendak mengatakan bahwa keadaan ini cenderung berdampak relatif bagi masing-masing orang. Kejadian alam bisa saja menjadi peringatan akan kesalahan sendiri namun bisa juga merupakan suatu berkat bagi bumi ini. Misalnya saja saat hujan turun maka seorang pengendara sepeda motor menyatakan bahwa hari ini dia kurang beruntung namun para petani di kawasan lain sangat beruntung dan menganggap hujan sebagai berkat yang luar biasa.

  8. Menggunakan media tertentu.

    Media tertentu bisa jadi alat komunikasi Tuhan kepada kehidupan manusia. Baik melalui hasil karya seni: buku, carpen, film, novel, lukisan, puisi, ukir dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa contoh yang kami alami sendiri.

    • Saat hendak melakukan sesuatu yang kurang baik lalu secara tidak sengaja melihat gambar (lukisan-ilustrasi) Tuhan maka hati ini langsung insyaf.
    • Ketika hendak membuka situs-situs nyeleneh (gak bermutu) maka secara tiba-tiba laptop menjadi lelet dan hang.
    • Saat menggunakan gadget untuk main facebook lalu mengomentari hal-hal yang tidak bermutu, tiba-tiba saja KB-data habis.
    • Sewaktu mendownload film porno lalu tiba-tiba saja mati lampu/ softwarenya rusak.
    • Ketika sedang membaca artikel gak bermutu (mungkin soal fitnah, seks, isu sara dan lain-lain) di smarthphone lalu tiba-tiba saja seorang teman datang mengejutkanmu.
    • Saat sedang meng-searching foto-foto seksi, tiba-tiba saja ada suara keras entah berantah (manusia, hewan, kendaraan dan lainnya) yang mengejutkanmu.
    • Sewaktu sedang memutar video porno yang baru di download, tiba-tiba saja bibir, tangan dan badan anda menjadi gemetaran.
    • Ketika melihat-lihat foto vulgar, tanpa disadari tiba-tiba otak anda menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Tuhan.
    • Dan lain sebagainya.

Cara Tuhan menegur manusia memang unik dan berbeda-beda untuk setiap orang. Semuanya tergantung dari pengalaman pribadi masing-masing. Intinya adalah selalu sadari bahwa Yang Maha Kuasa ada dimana-mana. Jika pada suatu titik kita melupakan hal ini maka ada-ada saja hal unik yang aneh terjadi. Jangan berpikir bahwa itu biasa melainkan milikilah hati yang peka terhadap suara Tuhan yang berbisik padamu dalam keheningan dan diam. Oleh karena itu, berubahlah dan segera tinggalkan dosa itu sebelum berbuah menjadi kejahatan yang pada akhirnya menyebabkan kematian rohani. Sekalipun demikian, jangan terlalu fokus pada keanehan itu melainkan tetap tujukan konsentrasi kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian. Tips saat memarahi anak.

Salam hidup yang bermakna…..

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s