+10 Penyebab & Cara Mengatasi Pikun – Cegah Demensia Sedini Mungkin : Pikun Usia Dini Tidak Baik Bagi Masa Depan Anda

Penyebab & Cara Mengatasi Pikun – Cegah Demensia Sedini Mungkin Pikun Usia Dini Tidak Baik Bagi Masa Depan Anda

Pikun (KBBI Luring) adalah (1) kelainan tingkah laku (sering lupa dan sebagainya) yang biasa terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut; linglung; pelupa; (2) tidak berfungsi dengan baik karena sudah lama atau tua (mesin, perkakas, dan sebagainya). Dalam dunia kedokteran penyakit ini disebut sebagai demensia. Menurut WHO demensia adalah sindroma klinis yang meliputi hilangnya fungsi intelektual dan memori yang sedemikian berat sehingga menyebabkan disfungsi hidup sehari-hari. Ini merupakan kelemahan pikiran yang tidak mampu bekerja lebih efektif dan efisien untuk menyimpan pola-pola tertentu.

Kita sering menganggap bahwa keadaan ini sudah biasa bagi mereka yang sudah menua dalam hal usia. Akan tetapi pada zaman sekarang mulai muncul beberapa penyakit lupa ingat yang cukup ngetrend, yaitu “pikun usia dini”. Kami sendiripun pernah mengalami hal ini padahal usia barulah berada di bawah 25 tahun. Keadaan ini jelas tidak baik jika terus dibiarkan begitu saja. Hingga akhirnya kami menemukan solusi praktis untuk menangani penyakit ini sehingga akhir-akhir ini gejala lupa tersebut sudah mulai dapat dikurangi.

Seharusnya, usia yang semakin bertambah turut membuat peningkatan besar terhadap kemampuan berpikir seorang manusia. Ini dikarenakan oleh latihan berpikir yang telah menambah pengalaman seseorang yang turut juga mengasah otak dan meningkatkan kemampuan memori ingatan. Seperti pedang, jika terus menerus diasah dan digunakan maka ketajamannya akan semakin baik saja. Terkecuali jika pedang itu sendiri terbuat dari bahan yang rapuh dan bukan baja. Faktor utama yang menyababkan kepikunan adalah keadaan fisik otak dan lingkungannya (cairan otak) yang semakin memburuk dari hari ke hari.

Penyakit lupa sesungguhnya sangatlah berbahaya bagi kehidupan seseorang. Bagaimana kalau seseorang lupa untuk mematikan kompor sehagis memasak di dapur, tidak membawa sesuatu sesuai pesanan, tidak ingat hari dan tanggal, daya ingat menurun dan lain sebagainya sehingga perasaannya kembali tenang dan suasana menjadi kondusif.  Jika penyakit ini terus menerus berlanjut maka lama kelamaan dampak/ akibat kerusakan yang ditimbulkannya cukup besar.

Pertama-tama, diri sendiri akan disibukkan dengan kelemahan ini. Lama kelamaan, kerugian yang ditimbulkannya turut menjalar kemana-mana termasuk kepada orang-orang sekitar yang dekat dengan kehidupan kita. Oleh karena itu, janganlah sepele terhadap persoalan ini melainkan segera temukan solusi praktis untuk menekan dan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkannya. Ini bisa dimulai dengan menjaga kesehatan lewat apa yang dimakan dan diminum agar selalu dalam keadaan serba seimbang dimana semua nutrisi telah terpenuhi.

Faktor yang menyebabkan timbulnya gejala pikun

Suatu penyakit tidak muncul begitu saja, pasti ada bebera faktor yang terpusat dan berkumpul pada satu titik sehingga menyebabkan seseorang menjadi pikun. Apa saja penyebab dari kondisi ini? Mengapa hal tersebut bisa menyambar kehidupan seseorang? Berikut ini beberapa alasan yang kami berikan.

  1. Usia yang lanjut.

    Pedang yang sudah usang pasti akan berkarat. Tubuh yang telah menua pasti akan melemah. Otak yang telah mengalami turun mesin pasti akan menjadi usang. Faktor usia tidak dapat dicegah oleh siapapun di dunia ini. Kami melihat bahwa itulah juga yang membatasi dan mengurangi kemampuan produktivitas seseorang. Oleh karena itu, manfaatkan masa mudamu sepositif mungkin agar tidak terbuang sia-sia sebab dimasa tua penurunan fungsi organ (termasuk otak) melemahkan kemampuan total yang dapat direalisasikan/ dikeluarkan.

  2. Kebiasaan yang enggan berpikir – sering mengosongkan pikiran.

    Pikiran harus senantiasa diasah dengan cara berkonsentrasi pada sesuatu. Terlalu lama membuat pikiran kosong sama saja dengan “menyimpan motor di gudang yang lama-kelamaan akan berkarat dimakan waktu”. Jika pikiran tidak digunakan dalam waktu lama atau tidak sering di asah maka akan menjadi tumpul yang berimbas pada kemampuan memori otak yang menurun.

  3. Makanan yang tidak seimbang.

    Asupan makan yang tidak mencukupi akan menyebabkan gizi buruk. Tetapi konsumsi makanan yang tidak seimbang membuat proses pertumbuhan dan perkembangan mengalami kelainan, tidak berimbang bahkan menimbulkan penyakit juga (termasuk gejala pikun). Tahukah anda bahwa cairan otak merupakan salah satu senyawa elektrolit yang mengandung garam isotonik untuk menjaga stabilitasnya.

  4. Penyakit tertentu – alzhaimer.

    Sebelum seorang pasien menderita alzhaimer telah terjadi proses perantara yang kadang tidak disadari dan tidak teramati dengan jelas, yang disebut sebagai kelemahan kognisi ringan (Mild Cognitive Impairment). Pikun alzhaimer menunjukkan beberapa tahapan gejala sebelum menjadi suatu penyakit yang kentara bagi kehidupan seseorang. Awalnya berupa gejala mudah lupa dan cepat lupa yang dapat dijumpai pada lansia (lanjut usia) kemudian berlanjut menjadi pikun yang disebut juga demensia. Gejala lainnya berupa

    • gangguan daya ingat,
    • sulit fokus,
    • sulit melakukan kegiatan familiar,
    • mengalami disorientasi,
    • sulit memahami visuospasial,
    • gangguan komunikasi,
    • meletakkan barang tidak pada tempatnya,
    • salah membuat keputusan,
    • menarik diri dari pergaulan dan
    • perubahan perilaku serta kepribadian.
  5. Kurang bergerak/ kurang beraktivitas.

    Aktivitas dan pergerakan seseorang berkorelasi positif terhadap kecerdasannya. Saat seorang anak baru saja dilahirkan di dunia ini, pergerakan yang dibuatnya minim. Akan tetapi seiring usia yang semakin bertambah maka kegiatannya sehari-haripun semakin banyak. Jadi bila seharian hanya berdiam diri saja dan tidak melakukan apa-apa niscaya akan mempengaruhi kecerdasan anda. Jikalau keadaan ini terus dibiarkan dan dilakukan lagi dan lagi maka lama kelamaan akan menurunkan daya ingat sendiri.

  6. Kurang aktif berkomunikasi dengan sesama.

    Tidak baik bila manusia itu seorang diri saja. Ada saatnya dimana kita perlu berkomunikasi dengan sesama. Tahukah anda bahwa jumlah kosa kata yang keluar dari dalam mulut ini ditentukan oleh kecerdasan dan kemampuan daya ingat masing-masing? Komunikasi langsung (tatap mata) memang lebih baik. Namun tidak terbatas kemungkina jikalau anda melakukan komunikasi tidak langsung, misalnya lewat menulis, telepon, SMS, media sosial, surat, karya seni dan lain sebagainya.

  7. Karena mudah stres bahkan depresi.

    Kurangnya kemampuan mengelola pikiran berimbas pada lemahnya pengendalian emosi yang dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami stres. Keadaan ini akan mengacaukan pikiran sehingga berimbas pada menurunnya kemampuan mengingat sesuatu. Stres yang terus menerus terjadi dapat berujung pada depresi sehingga turut melemahkan kemampuan kognisi seseorang.

  8. Kebiasaan merokok.

    Ini bukanlah suatu kebiasaan baik. Merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan masalah lainnya (termasuk masalah kepribadian). Zat-zat kimia yang terkandung di dalamnya dapat mempengaruhi sistem syaraf pusat sehingga bisa sampai menyababkan ketenangan sesaat. Bila tubuh, paru-paru dan darah anda terlalu sering terpapar oleh asap rokok dalam jangka waktu yang lama maka suatu saat dapat menurunkan daya ingat sendiri.

  9. Kebiasaan buruk meminum alkohol.

    Alkohol bukanlah sesuatu yang baik untuk diminum terus-menerus. Daripada anda menghilangkan stres dengan meminum alkohol secara berlebihan maka alangkah lebih baik jika mulai saat ini belajar mengendalikan pikiran dan menemukan kebahagiaan di dalam hati. Ingatlah bahwa kebahagiaan itu persepsi, jika anda merasa bahagia maka bahagialah hati ini namun bila merasa susah maka kesedihan akan memenuhi hatimu.

  10. Jenis kelamin juga mempengaruhi.

    Pada dasarnya, penyakit pikun berhubungan erat dengan kepadatan aktivitas seseorang. Saat masih muda, kaum pria lebih mudah mengalami gejala lupa ingat karena aktivitas mereka minim sedangkan para perempuan aktif di dalam seluruh lini kehidupan rumah tangga. Tetapi ketika usia terus bertambah (lansia) maka para wanita (terutama istri) mulai berkurang aktivitasnya karena anak-anak sudah besar (ada pembantu rumah tangga). Aktivitas yang berkurang saat usia lanjut secara otomatis melemahkan memori seorang wanita bahkan membuatnya mengalami pikun yang berat.

Cara mengobati pikun (demensia) agar tidak semakin lupa-ingat di usia dini

Kepikunan adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh para lansia di negara-negara yang sudah mencicipi kemajuan. Dahulu, kami juga sering sekali mengalami hal ini, tetapi dengan beberapa teknik khusus gejala kurang daya ingat dapat dikurangi bahkan ditekan seminimal/ sekecil mungkin. Berikut beberapa saran kami untuk menyembuhkan penyakit lupa-ingat.

  1. Senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan.

    Kami tidak dapat membayangkan, betapa luar biasanya manfaat yang kita rasakan ketika hati ini selalu terhubung dengan Sang Pencipta Segala Masa. Manfaat yang dirasakan mulai dari membuat hati bahagia, mengusir stres, menekan hawa nafsu yang sesat, menepis kebinatangan, mencegah terjadinya kejahatan bahkan mengatasi masalah pikun. Tuhan adalah penjaga hati yang sejati yang lebih berharga dari sekedar antivirus yang turut membuat pikiran mengalami perkembangan ke arah yang positif. Dalam segala kesempatan yang mungkin (misalnya dalam waktu luang) fokuskanlah pikiran dalam doa, firman dan nyanyian pujian kepada Yang Maha Kuasa.

  2. Beraktivitas dan jangan diam terus seharian.

    Jika anda sudah berumur dan anak-anak sudah dewasa sehingga ada kecenderungan tidak ada kerjaan alias diam saja. Karena anak sayang sama orang tuanya maka semua pekerjaan mereka hendle (diselesaikan). Seharian duduk saja sambil menonton televisi jelas tidak baik bagi kesehatan otak. Oleh karena itu, jangan biarkan anak terlalu memanjakan orang tuanya melainkan ambil beberapa pekerjaan ringan untuk diselesaikan sendiri sebab tanpa aktivitas memberi manfaat maka hidup akan menelanmu menjadi seorang penderita pikun akut maupun kronis.

  3. Berkomunikasi dengan sesama.

    Jumlah kata yang keluar dari mulut anda ditentukan oleh memori (daya ingat) dan kecerdasan. Jangan menyendiri terus seharian melainkan gunakan beberapa kosa kata positif untuk saling berkomunikasi atau setidaknya saling berbagi informasi dengan sesama manusia. Ramah tamah juga merupakan salah satu indikator kecerdasan intelektual dan emosional seorang manusia. Hewan-hewan (terutama pemangsa) di padang belantara juga tidak dapat melakukannya kecuali semut. Oleh karena itu, belajarlah ramah teman….

    Ingatlah bahwa komunikasi tidak hanya dilakukan secara tatap mata (komunikasi langsung) melainkan dapat juga diungkapkan melalui karya seni (tulisan, pantun, cerpen, cerita, lukisan, patung, ukiran, puisi, lagu, tarian dan lain sebagainya) dan bisa juga melalui teknologi (hanphone, telepon, SMS, surei, gadget dan lain-lain).

  4. Belajar seumur hidup.

    Usia yang terus bertambah bukan berarti menghentikan proses belajar. Sudah lama meninggalkan bangku sekolah bukan berarti anda tidak butuh lagi yang namanya belajar. Oleh karena itu, untuk menepis penyakit pikun, anda harus senantiasa mengaktifkan otak salah satunya dengan belajar. Kitab Suci adalah buku pelajaran seumur hidup yang tidak pernah terabaikan bahkan di usia senja sekalipun. Kami sendiripun masih saja membacanya secara berulang-ulang agar daya ingat tidak mengalami penurunan fungsi. Andapun bisa melakukannya secara rutin atau setidaknya bacalah buku-buku lainnya yang bermanfaat.

  5. Kurangi kejadian stres.

    Stres adalah masalah hati. Kemampuan anda memanajemen pikiran sangat tergantung pada angka kejadian stres. Bagaimana kami harus mengatakan kepada anda tentang dunia ini? Berusaha semaksimal mungkin, terima hasilnya apa adanya, hindari menolak tekanan (itu sudah sewajarnya, sudah sepantasnya), peduli dan santun/ ramah kepada sesama di saat yang tepat dan acuh tak acuh juga disaat yang tepat. Anda butuh pengalaman pribadi (langsung ke TKP) dan harus bijak dalam menentukan pilihan terbaik.

  6. Mengkonsumsi makanan yang seimbang.

    Asupan makanan yang seimbang harus tetap dijaga. Jangan hanya mengkonsumsi lauk pauk dan nasi saja melainkan baik juga untuk selalu mengkonsumsi sayuran. Jika uang tidak cukup untuk membeli buah-buahan maka dapat dikonsumsi satu atau dua kali seminggu saja. Namun untuk lebih hemat, andapun dapat mengkonsumsi buah ajaib, jeruk nipis setiap hari yang murah dan mudah di dapat.

  7. Perhatikan konsumsi air.

    Lebih dari separuh bahan penyusun (kandungan) otak adalah air bahkan lingkungan sekitarnya juga mengandung air elektrolit yang disebut sebagai cairan otak. Asupan cairan yang mencukupi turut membantu meningkatkan kinerja berpikir. Bila pikiran kekuarangan cairan maka akan terjadilah yang namanya bias berpikir (misalnya gejala fatamorgana di padang gurun). Biasanya untuk orang dewasa jumlah asupan air perhari kurang lebih 2 liter atau setara dengan 8 sampai 10 gelas.

  8. Herbal ajaib.

    Bawang putih, bawang merah dan jahe adalah bumbu dapur yang sangat baik bagi kesehatan. Disamping ketiganya memiliki antioksidan yang tinggi, bawang putih juga diketahui sebagai salah satu bahan alami yang dapat mencegah dan menurunkan resiko pikun usia dini.

  9. Mineral ajaib.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa di dalam rongga kepala terdapat cairan elektrolit yang sangat bermanfaat untuk menjaga stabilitas, efisiensi dan efektifitas kinerja berpikir. Garam adalah mineral ajaib yang sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia. Oleh karena itu jagalah selalu konsentrasi cairan elektrolit tubuh agar tetap berada pada kadar aman. Kebutuhan garam harian setara dengan 9 gram perhari (setengah sampai satu setengah sendok teh) untuk orang dewasa. Biasakan untuk mengkonsumsinya dalam kadar isotonik yang disebut juga air garam manis.

  10. Berolahraga secara rutin.

    Salah satu cara beraktivitas adalah dengan senantiasa berolahraga hari lepas hari. Anda harus mulai menjadwalkannya setidaknya 15 – 30 menit dalam seminggu. Biasanya semakin banyak jenis aktivitas yang dilakukan maka semakin sehat memori otak. Oleh karena itu silahkan rutin melakukannya atau setidaknya melakukan senam.

  11. Berhenti merokok dan meniadakan kebiasaan meminum alkohol.

    Rokok dan alkhol sama-sama bahan kimia yang sifatnya keras. Untuk rokok, lebih baik bila anda berhenti sama sekali. Sedangkan untuk alkohol, kenali batasannya (satu gelas sehari), bila berlebihan jelas tidak baik dan memabukkan. Zat-zat kimia yang terkandung didalamnya dapat meningkatkan resiko penyakit pikun (demensia) di masa depan.

    Saat anda stres, jangan lari dari tekanan dengan merokok dan meneguk alkohol banyak-banyak sebab dapat menyababkan kerugian bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain. Alangkah lebih baik jikalau sedang tertekan, setiap orang menyegarkan pikirannya dalam doa-doa yang penuh kerendahan hati kepada Tuhan.

Kepikunan berkorelasi positif terhadap aktivitas otak yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari. Bila anda sudah berumur, hidup sudah sejahtera, anak-anak rajin menyelesaikan pekerjaan rumah bukan berarti dapat tenang, duduk dan diam saja seharian. Minimnya aktivitas dapat menurunkan kemampuan memori otak (daya ingat). Oleh karena itu, ambil beberapa pekerjaan yang ringan untuk dilakukan, senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dan bila perlu selalu membaca kitab suci yang dimiliki sehingga otak senantiasa aktif. Bila otak senantiasa aktif yang didukung dengan asupan nutrisi yang seimbang niscaya masa tua anda jauh dari penyakit lupa-ingat. Simak juga, Cara meningkatkan daya ingat anak di sekolah & Dampak buruk penyakit lupa ingat.

Salam sehat itu simple….

Iklan

4 comments

  1. […] Melatih daya ingat jelas tidaklah mudah. Pada dasarnya, kemana konsentrasi anda tertuju maka ingat-ingatan tentang hal tersebut akan semakin jelas dan kuat pengaruhnya. Semakin banyak waktu yang anda dedikasikan untuk berpikir dan mencerna informasi maka semakin baik kemampuan otak untuk mengingat sesuatu. Akan tetapi, semakin banyak menikmati hidup maka semakin lemah daya berpikir anda. Oleh karena itu, hindari kebiasaan bersantai-santai yang lebay, jika anda ingin cerdas dan bijak maka berpikirlah, bekerjalah dan belajarlah lebih banyak hari lepas hari. Simak juga, Cara mengurangi kepintaran. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s