10 Bahaya Penyakit Pikun Bagi Kehidupan Anda dan Orang-Orang Yang Terdekat (Keluarga)

Bahaya Penyakit Pikun Bagi Kehidupan Anda dan Orang-Orang Yang Terdekat (Keluarga)

Pikunisme merupakan proses penyakit lupa-ingat yang telah membawa perubahan besar dalam kehidupan seorang manusia. Hampir semua orang di dunia ini telah mengalami hal tersebut terutama bagi mereka yang telah berumur (lansia). Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Saat seseorang telah lanjut umurnya maka sifatnya akan menjadi seperti anak-anak“. Kami merasa bahwa hal ini adalah suatu fakta jikalau anda sering-sering mengosongkan pikiran. Akan tetapi hal ini akan menjadi bualan semata jikalau kita selalu aktif berpikir, setidaknya fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian.

Pikiran bisa diibaratkan sama seperti pedang. Jika selalu digunakan maka semakin jauh dari karatan. Saat selalu diasah maka mata pedangnya akan tetap tajam. Bila otak “lama tidak digunakan” maka hubungan antar selnya kembali bias. Sama seperti anak kecil, diganggu dikit pasti merengek-rengek sebagai wujud dari rasa tidak suka. Demikianlah juga bagi para orang tua atau lanjut usia yang sudah lama tidak menggunakan kepalanya untuk berpikir niscaya hubungan antar sel otak kembali bias dan tidak mampu fokus pada situasi yang tidak stabil/ kacau.

Kenyamanan adalah puncak dari kemakmuran tetapi sayang sekali sudah barang tentu ada efeknya. Terlalu lama dalam rasa nyaman membuat pikiran kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi. Akibatnya, beberapa orang yang tidak cerdas dan kehilangan akal sehatnya akan mencari sensasi ini melalui rokok, minuman beralkohol, seks bebas bahkan narkoba juga. Hidup dalam kenyamanan jelas tidak menantang dan cenderung melemahkan kognisi seseorang [kognisi adalah (1) kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dan sebagainya) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri; (2) proses, pengenalan, dan penafsiran lingkungan oleh seseorang; (3) hasil pemerolehan pengetahuan].

Masalah adalah suatu tantangan yang dapat mengasah kemampuan anda. Setiap orang harus menemukan beban selama hidup di dunia ini. Kuk yang kita tanggung adalah salib yang secara tidak langsung memacu perjuangan dan usaha untuk melakukan yang terbaik di segala waktu. Bila kami mengatakan untuk memikul salib bukan berarti anda harus mati karenanya melainkan ambillah sisi positif dari setiap pergumulan hidup itu: hadapi dengan tegar dan tetap santun dalam bersikap. (1) Hidup ini butuh keseimbangan, saat kita bertekat untuk menjadi tabah maka pikiran akan fokus kepada diri sendiri dan Tuhan (dalam doa, firman dan pujian). (2) Akan tetapi untuk menjadi seorang yang santun anda harus fokus kepada orang lain. Mereka yang bijak dalam bersikap dapat tetap fokus kepada Tuhan (dan diri sendiri) sembari fokus juga kepada orang lain (kepedulian).

Dampak negatif dari gejala penyakit pikun (lupa-ingat)

Kepikunan merupakan salah satu kegagalan dalam mengatur pikiran. Penyebab utamanya karena sifat (1) malas, (2) manja dan (3) nyaman. Jikalau salah satu dari ketiga hal ini sudah ada di dalam dirimu maka berhati-hatilah, cepat atau lambat penyakit pikun akan segera menghampirimu. Terlebih ketika anda sudah berada dalam umur yang sudah uzur. (Simak juga, Cara menyembuhkan penyakit demensia). Berikut beberapa dampak buruk akibat penyakit ini.

  1. Memiliki ingatan jangka pendek yang buruk.

    Ingatan jangka pendek berarti memori yang baru saja terjadi atau terjadinya sekali-sekali. Aktivitas ini seperti kebiasaan menghafal diantara kalangan pelajar. Seseorang bisa saja lupa dengan suatu hal yang baru saja dilakukannya. Keadaan semacam ini sangat mungkin terjadi untuk aktivitas yang tidak selalu terjadi (terjadi sesekali). Biasanya untuk hal-hal yang sudah biasa maka mudah saja untuk menghafalnya.

  2. Lupa membawa sesuatu.

    Dahulu kami ketika masih muda belia dan masih anak sekolahan sering lupa membawa sesuatu. Salah satu kelupaan yang sangat krusial kala itu adalah tidak ingat untuk membawa topi dan dasi di hari senin upacara. Ini dahulu terjadi karena pikiran selalu dikosongkan namun beberapa tahun belakangan, sudah jarang lagi pikun. Solusi utamanya adalah senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian.

  3. Lupa membeli sesuatu.

    Pernah dahulu kejadiannya seperti ini. Kami datang ke tempat pusat perbelanjaan dengan tujuan yang sudah jelas dari kos-kosan. Menyusuri bahu jalan sembari berjalan kaki cukup melelahkan hingga akhirnya sampai juga. Membeli beberapa hal untuk dibawa pulang namun sebelumnya berhenti di meja kasir sembari mengeluarkan beberapa uang. Sesampainya dikosan ternyata ada sesuatu yang lupa dibeli. Sedih juga sih, padahal sudah lelah di jalan. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk melakukannya pada kunjungan berikutnya.

  4. Lupa mematikan sesuatu.

    Bila berangkat ke kampus tetap lupa mematikan lampu maka dampaknya tidak begitu buruk. Paling juga tunggakan listriknya akan naik. Jadi jangan dibiasakan teman. Tetapi bila yang kelupaan adalah “mematikan kompor” bisa bahaya jadinya. Kebakaran bisa saja terjadi dan semua yang sudah dimiliki selama ini akan menjadi abu. Oleh karena itu, buatlah pengingat yang bisa dilihat oleh mata tentang aktivitas tertentu yang harus dilakukan sebelum meninggalkan rumah.

  5. Lupa menutup sesuatu.

    Bisa saja seseorang lupa menutup dan mengunci rumah saat malam telah tiba karena sudah membiasakan diri untuk bermalas-malasan. Sadarilah bahwa kebiasaan yang anda lakukan setiap hari sangat menentukan kecerdasan dan kehidupan kita di masa depan.

  6. Tidak ingat dengan orang-orang terdekat (pasangan hidup, keluarga, sahabat dan lain-lain).

    Ada beberapa film romantis yang kami lihat dimana tokoh utamanya mengalami penyakit alzhaimer yang membuatnya tidak dapat mengingat orang yang dicintainya. Apakah anda pernah melihatnya? atau pernahkah anda melihat kejadian ini secara langsung dalam kehidupan sehari-hari? Sutradara memang hebat menjalin sebuah cerita sebab di dalam kelemahan pasti ada kelebihan yang selalu dapat dikisahkan dalam berbagai bentuk yang menarik.

  7. Hidup melakukan aktivitas itu-itu saja.

    Panderita alzaimer terutama mengalami hal ini. Mereka akan mengalami perputaran hidup yang begitu-begitu saja. Merasa waktu tidak pernah berjalan dan kehidupannya seperti biasanya. Keadaan ini adalah suatu fenomena yang cukup memilukan terutama ketika hal tersebut terjadi dengan orang yang kita kasihi/ orang terdekat.

  8. Mengalami kemunduran kesadaran.

    Mereka seperti orang yang sudah kehilangan rasa sensitif. Sadar tetapi tidak hidup yang seolah bukan lagi seperti dirinya yang dulu. Tidak begitu peduli dengan lingkungan sekitar dan hanya berdiam diri saja dengan alasan yang tidak pasti.

  9. Kurang mampu menyelesaikan masalah.

    Saat otak mengalami penurunan fungsi maka daya analisis mulai menurun. Bahkan jika keadaan ini terus berlanjut yang didukung dengan menurunnya asupan gizi yang seimbang maka kemampuan berpikir akan mencapai titik nol. Mustahil mampu menyelesaikan masalah bila pikiran tidak bisa bekerja maksimal.

  10. Instabilitas emosional.

    Bahaya berikutnya dari kepikunan adalah pengaturan emosional yang buruk merupakan salah satu masalah utama dalam kepikunan. Ini salah satu tipe kecerdasan yang dibentuk dari proses sosialisasi. Saat seseorang sudah menarik diri dan menjauhi pergaulan dengan sesama maka ada kecenderungan menurunnya tingkat pengendalian emosi. Yang lebih parahnya adalah ketika mereka tidak lagi memperhatikan sisi-sisi sosial dalam kehidupan seperti rasa malu sehingga ketika mereka sedih atau marah menjadi sangat lebay (layaknya seorang anak kecil).

Jagalah hidup anda agar senantiasa ada kegiatan hari demi hari. Aktivitas yang positif berhubungan erat dengan kinerja otak seseorang. Selama otak selalu aktif bekerja positif maka selama itupula penyakit pikun jauh dari kehidupan anda. Tetapi jikalau anda memelihara sikap malas, manjanya juga minta ampun, maunya nyaman terus alhasil kebiasaan yang menurutmu baik ini akan menurunkan aktivitas otak yang merupakan awal dari penyakit demensia. Simak lagi, Cara melatih daya ingat anak.

Salam sehat aktif dan cerdas!

Iklan

One comment

  1. […] Kepikunan berkorelasi positif terhadap aktivitas otak yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari. Bila anda sudah berumur, hidup sudah sejahtera, anak-anak rajin menyelesaikan pekerjaan rumah bukan berarti dapat tenang, duduk dan diam saja seharian. Minimnya aktivitas dapat menurunkan kemampuan memori otak (daya ingat). Oleh karena itu, ambil beberapa pekerjaan yang ringan untuk dilakukan, senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dan bila perlu selalu membaca kitab suci yang dimiliki sehingga otak senantiasa aktif. Bila otak senantiasa aktif yang didukung dengan asupan nutrisi yang seimbang niscaya masa tua anda jauh dari penyakit lupa-ingat. Dampak buruk penyakit lupa ingat. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s