10 Cara Kapitalis Memecah Belah Indonesia Lewat Isu SARA – Bangkitnya Sosialisme, HIDUP KESETARAAN!

Cara Kapitalis Memecah Belah Indonesia Lewat Isu SARA - Bangkitnya Sosialisme, HIDUP KESETARAAN!

Kapitalis memang punya otak dan strategi jitu, mereka telah menguasai negeri ini dari ujung yang satu sampai ujung yang lain. Sesungguhnya semua yang mereka miliki saat ini adalah milik rakyat. Hanya karena mereka licik dan cerdas maka mampu mengambil rupiah dari kantong masyarakat perlahan tapi pasti. Itulah yang membuatnya kaya raya dan hampir saja merasa ingin menjadi tuan tanah lalu menjadikan orang-orang yang tidak disukainya (rakyat biasa) sebagai budak-budak pemilik modal.

Kebanyakan kapitalis di Indonesia berada di jalan yang salah. Mereka menggunakan pengetahuan, uang dan kekuasaan yang dimiliki untuk menekan kehidupan masyarakat bawah. Tetapi mereka menginginkan namanya bersih, tidak ada kegaduhan, tidak ada kekacauan melainkan semuanya berjalan dibalik isu-isu yang sedang berkembang saat ini. Keadaan ini sering disebut sebagai “ironi dibalik ironi” : ada udang di bali batu, ada konspirasi dibalik kesalahan yang terungkap, ada maksud yang tersembunyi.

Jangan ambil contoh yang jauh, misalnya saja dalam kasus yang sedang menimpa Ahok. Maaf kata saja, kemarin pas Pilkada kami tidak mendukungnya melainkan kami mendukung Anis yang kalau tidak salah “sempat berbicara tentang keadilan sosial” (semoga praktek dan teori kelak sinkron). Untuk Anis kami akui teorinya keren dan semoga pelaksanaannya mengalami sukses besar. Tetapi, kelemahannya adalah TIDAK ADA KEADILAN SOSIAL SELAMA SUMBER DAYA VITAL DIKUASAI OLEH SWASTA. Teorinya begini “pemda memberikan uang kepada rakyat tetapi uang tersebut dibelanjakan lalu jatuh di tangan swasta” jadi PEMERINTAH NOMBOK (NGUTANG) TERUS TAPI SWASTA SEMAKIN KAYA RAYA.

Kembali ke kasus Ahok. Kasus ini memang sengaja dihembuskan dan dibesar-besarkan untuk memecah-belah hingga melemahkan kondisi masyarakat Indonesia. Ketika rakyat tidak lagi bersatu maka pihak kapitalis (pemilik modal) dan penguasa akan dengan mudahnya mengobrak-abrik sehingga situasi semakin kacau balau dan kekuatan kebersamaan diantara masyarakat gugur dan kehilangan sengat dan pengaruhnya sehingga menjadi loyo : “klepek-klepek di depan pemilik modal“.

Pesan dari kami : “marilah kita berkawan dengan siapapun” sembari memberi reaksi yang wajar. Ingatlah bahwa dimana ada aksi maka disitua ada reaksi. Saat kita tidak bereaksi maka orang lain yang tadinya beringas dan hendak menyerang akan mendingin, menyusut dan diam. Lagipula, tidak seharusnya kita membalas perlakuan yang buruk dengan perlakuan yang sama. Bila kita hanya tahu membalas yang jahat maka damai akan pergi dan hati ini akan kehilangan rasa tenang dan jauh dari ketentraman.

Ini jelas terjadi karena mereka yang percaya dengan sistem kapitalis yang mengandalkan uang dan kekuasaan sebagai dewa dalam hidupnya. Menjadikan senjata dan peperangan untuk mengendalikan masa yang begitu banyak. Mengedepankan cara-cara licik yang mulus dan licin untuk menjatuhkan lawan-lawannya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Semuanya ini dilegalkan agar kaum nasionalis dan sosialis yang kekuatannya berada diakar rumput (masyarakat luas pada umumnya) menjadi lemah. Seorang nasionalis sejati tidak akan terpancing emosi oleh isu SARA yang murahan. Melainkan teruslah melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan cara memberi manfaat yang seluas-luasnya.

Kaum sosialis murni bukanlah komunis yang memanfaatkan akar rumput demi mengedepankan cara-cara yang keras dan terorganisir untuk menyingkirkan penguasa. Orang-orang sosialis menang dengan cara santun sesuai aturan namun tetap tegar dalam segala situasi. Kami orang-orang sosialis bukanlah musuh kapitalis tetapi kami akan mengurangi jatah kalian (ckckckkkkk) terhadap sumber daya yang telah dikuasai selama ini. HANYA MENGURANGI SAJA, TIDAK LEBIH. Lalu membagikan sumber daya itu secara rata kepada seluruh rakyat Indonesia.

Tahukah anda bahwa rahasia PERDAMAIAN ABADI bukanlah menghasilkan manusia yang mampu mengendalikan hawa nafsu, menekan kebencian, yang tidak terbiasa dengan kekerasan sebab hal-hal semacam ini adalah manusiawi. Rahasia perdamaian sejati adalah KESETARAAN ilmu pengetahuan, uang (penggajian) dan kekuasaan. Sebab pemicu konflik utama di dunia ini adalah kecemburuaan. Jika manusia yang telah dibakar oleh api cemburu menguasai salah satu dari tiga kekuatan super di atas (pengetahuan, uang dan kekuasaan) maka ia akan menimbulkan kekacauan dan keributan dimana-mana. Itulah mengapa kita perlu menyetarakan ketiga hal tersebut, yaitu agar ketika seseorang hendak berbuat jahat maka dampaknya tidak begitu besar (karena sumber daya telah disetarakan kepada semua orang alias sama-sama kuat).

Cara kapitalis memecah belah Indonesia agar pergerakan kaum sosialis nasionalis berhenti

Apa yang kami ungkapkan disini adalah sebuah rekonstruksi yang tidak lebih dari ilustrasi untuk menjadi contoh bagi semua pembaca agar tidak terjebak dalam isu-isu politik yang sengaja dihembuskan untuk melemahkan rakyat banyak. Berikut selengkapnya.

  1. Kapitalisme egois dan hanya menguntungkan segelintir orang saja. Oleh karena itu, mereka adalah minoritas dalam suatu komunitas (negara).
  2. Sosialisme yang memperjuangkan kesetaraan mengedepankan kebersamaan dan gotong royong yang bergerak di wilayah akar rumput. Oleh karena itu, mereka adalah mayoritas dalam suatu organsisasi (misalnya negara).
  3. Pemilik modal berkuasa di atas kesengsaraan orang lain. Selalu saja ada orang yang mereka korbankan untuk kepentingan pribadinya. Istilah kata dikorbankan disini adalah mengalami seleksi alam/ terseleksi sama sekali.
  4. Kaum sosialis yang memperjuangkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat mengedepankan kekuatan memberi manfaat kepada sesama sehingga tidak ada lagi orang yang dibodoh-bodohi dan ditindas oleh oknum tertentu melainkan semuanya sama posisinya dalam masyarakat.
  5. Kapitalis pintar-pintar, mereka mencari akal untuk melemahkan masyarakat dimana salah satu caranya adalah memecah belah dan mengkotak-kotakkan masyarakat luas sehingga persatuan dan kesatuan melemah dengan menyebarkan kebencian diantara kelompok (isu SARA).
  6. Ketika rasa persatuan dan kesatuan diantara masyarakat melemah maka kekuatan sosialis yang mengedepankan kesetaraan akan terhambat pergerakan dan perjuangannya.
  7. Melemahnya kebersamaan di dalam masyarakat membuat kaum sosialis ikut melemah sehingga oknum pemilik modal menjadi lebih mudah melakukan aksi-aksi pemerasan, pembodohan, penipuan bahkan perbudakan sehingga semakin merajalela.
  8. Pada akhirnya, kaum sosialis yang nasionalis akan menjadi lemah bahkan kehilangan idealismenya karena telah diracuni otaknya (pencucian otak – mengaburkan idealisme) secara diam-diam. Keadaan ini semakin diperparah oleh situasi akar rumput yang semakin kacau balau tidak menentu.
  9. Tenggelamnya rasa sosial manusia membuatnya lebih mementingkan ego sendiri dan keakuan. Yang menginginkan agar pusat dari segala sesuatu adalah dirinya sendiri bahkan iapun berpikir bahwa dialah tuhan atas seluruh rakyat.
  10. Aksi-aksi penindasan, pembodohan, pencucian otak dan penipuan terus saja berlangsung. Kapitalis yang berkuasa akan mengangkat orang-orang yang disukai di sisinya dan menginjak, menindas dan memperbudak orang yang tidak disukainya.

Pada dasarnya, kaum kapitalis ingin menghancurkan struktur masyarakat yang ada sekarang ini. Lalu ditengah kekacauan mereka dengan bangganya datang sebagai pahlawan untuk menciptakan perdamaian diatas senjata dan kekerasan. Oleh karena itu, jangan mudah terpancing isu SARA, perkuat persatuan dan kesatuan sehingga orang yang pintar-pintar dan licik tidak menguasai Indonesia secara diam-diam.

Salam perjuangan, Salam kebersamaan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s