7 Bahaya! Keheningan Adalah Bohong – Terlalu Diam Tidak Baik Bagi Kehidupan Manusia – Ketenangan Sejati Hanya Dalam Hati

Bahaya! Keheningan Adalah Bohong – Terlalu Diam Tidak Baik Bagi Kehidupan Manusia – Ketenangan Sejati Hanya Dalam Hati

Diam adalah (1) tidak bersuara (berbicara); (2) tidak bergerak (tetap di tempat); (3) tidak berbuat (berusaha) apa-apa. Sedangkan hening adalah (a) jernih; bening; bersih; (b) diam; sunyi; sepi; lengang (KBBI OFFLINE). Merupakan situasi di dalam maupun di luar diri yang tidak mengganggu indra anda. Sepengetahuan kami hanya benda mati sajalah yang dapat melakukan hal ini. Makhluk hidup yang aktif (manusia dan hewan) tidak mampu melakukannya terus menerus, bahkan makhluk hidup paling stagnan (tumbuhan hijau: pepohonan) sekalipun tetap mengeluarkan suara: setidaknya saat semilir angin berhembus kencang.

Bagi anda yang terlalu mendambakan bahkan mendewakan keheningan dalam hidup ini hampir sama seperti hewan. Lihat saja binatang buas di luar sana, sedikit saja gangguan maka hanya ada dua pilihan bagi mereka: (1) melarikan diri atau malah (2) berbalik lalu mengejar (menyerang) anda kembali. Jikalau sifat-sifat andapun demikian niscaya kehidupan ini tidak akan pernah maju dan semakin menjauh dari kebaikan. Oleh karena itu, hindari menjadi pribadi yang terlalu mengiming-imingi agar “orang lain diam-diam saja”.

Pada dasarnya, hidup ini butuh keseimbangan, jika saat ini anda sedang menikmati keheningan maka pastikan pada kesemputan lainnya terdapat kebisingan positif yang dapat dinikmati oleh semua orang. Suara-suara yang berisik dan mengganggu jangan sampai membuatmu jengkel lalu menggila karena amarah kepada siapapun juga. Oleh karena itu, mulailah belajar membiasakan diri sebab kitalah manusia yang bisa belajar bukan hewan yang tidak mampu memahami apa-apa.

Bila dipikir-pikir lagi, hening sama sekali dan terus-menerus jelas tidak baik bagi kehidupan kita. Sebab orang-orang disekitar kitapun tetap bergerak dalam kepentingannya masing-masing. Membatasi pergerakan dan aktivitas mereka sama saja membunuh kreativitas yang mungkin timbul dari sana. Berkenan dengan hal ini, maka mau tidak mau setiap dari kita harus mulai belajar untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian ditengah-tengah situasi yang sulit (saat suasana sedang bising/ jauh dari ketenangan). Simak juga, Teknik mengstabilkan pikiran agar tetap fokus pada tujuan awal.

Pada akhirnya, kami menyadari bahwa mengharapkan keheningan dari lingkungan sekitar adalah suatu kebohongan yang hampa. Ini sama saja dengan menganggap orang lain tidak ada sebab segala aktivitas yang dilakukan manusia sehari-hari beresiko membuat situasi menjadi gaduh, entah itu berlangsung sesaat dan bisa juga selama beberapa waktu. Ini disebabkan oleh sebuah pilihan yang menganggap bahwa manusia adalah makhluk sosial. Artinya, selama anda hidup bergaul dan berbaur akrab dengan orang lain maka selama itu pula tidak ada kata diam dan hening terus-menerus kecuali memutuskan untuk mengasingkan diri dan menyendiri disuatu tempat.

Inilah takdir seorang manusia, yaitu “tidak dapat mengendalikan seutuhnya kehidupan orang lain yang berada di luar diri sendiri”. Bahkan sekuat apapun pengaruh kekuasaan dan uang anda, tekanan semacam itu tidak akan bertahan lama yang pada akhirnya akan menimbulkan kegaduhan yang besar. Oleh karena itu, mulailah belajar menciptakan kenyamanan dan ketenangan di dalam hati sendiri. Melatih diri untuk mengabaikan lingkungan sekitar lalu mengelola pikiran sedemikian rupa sehingga setiap situasi yang dihadapi rasanya bisa dinikmati sampai ke ulu hati membawa ketenangan dan ketentraman sejati. Tetapi dibalik semuanya itu, jangan pernah mengabaikan orang yang sedang berbicara dengan anda melainkan pedulilah disaat yang tepat dan acuhkanlah disaat yang tepat juga. Orang bijak mampu menentukan pilihan terbaik di saat yang tepat.

Dampak buruk dari keheningan yang terlalu diam

Ingat bahwa “manusia itu bukan benda mati yang tetap diam dan hening dari waktu ke waktu”. Jika kita terlalu menuntut hal ini dari orang-orang disekitar maka hidup ini akan berujung pada bentrokan karena tidak ada kemauan untuk “saling menerima kelemahan dan kelebihan pribadi masing-masing”. Berikut ini dampak negatif dari keheningan yang didiamkan terus-menerus.

  1. Jauh dari sisi kemanusiaan (tidak manusiawi).

    Bila menuntut semua orang untuk diam-diaman, apa bedanya keberadaan kita dengan benda mati? Oleh karena itu, berilah toleransi untuk beberapa hal kegaduhan dan kebisingan yang normal di sekitar anda. Terlalu menuntut agar semuanya hening jelas tidak baik bagi kepribadian kita masing-masing.

    Satu kata yang perlu kita ciptakan di dunia ini, KESEIMBANGAN. Berisik terus juga tidak baik, hening saja juga tidak sehat, bicara terus beresiko membuat yang lainnya acuh, berdiam diri dalam waktu lama jelas tidak selalu menguntungkan. Oleh karenanya temukanlah titik keseimbangan dari kedua hal tersebut.

  2. Mengganggu bahkan menghambat aktivitas orang lain.

    Berhati-hatilah dengan keinginan di dalam hati anda. Terkadang beberapa dari kita merasa diri seperti tuhan yang semua keinginannya harus dipenuhi. Oleh karena itu, berikan kesempatan kepada sesama untuk menyelesaikan tugasnya karena tidak semua jenis pekerjaan diselesaikan dalam keheningan. Justru ada beberapa jenis kegiatan yang butuh kebisingan selama prosesnya berlangsung.

  3. Mungkin saja dapat menghalangi kesempatan seseorang untuk mengekspresikan bakat/ potensinya.

    Tidak semua bakat/ potensi diselesaikan dalam diam. Misalnya saat bermain musik, bernyanyi dan lain sebagainya. Kita tidak perlu terlalu sensitif lalu membatasi orang lain untuk berekspresi. Oleh sebab itu berikan toleransi yang wajar terhadap hal-hal tersebut agar kehidupan orang lainpun turut berkembang. Hindari memiliki sikap terlalu manja dan sensitif layaknya keong, “diganggu dikit sudah keok”.

  4. Ini sama saja dengan menghambat perkembangan otak sendiri.

    Sadar atau tidak, perkembangan otak manusia sangat tergantung dari masalah yang dihadapinya. Ini lebih khusus berkaitan langsung dengan kecerdasan emosional seseorang. Bila emosi anda tidak pernah terusik maka kapan lagi ia bisa belajar untuk bertahan, menyesuaikan diri dan mencari jalan keluar dari situasi sulit yang dihadapi.

  5. Sikap yang terlalu lebay akan membuatmu manja dan tidak dewasa.

    Seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa keinginan yang berlebihan merupakan awal dari sikap yang lebay. Oleh karena itu, selalu berhati-hati dengan hawa nafsu yang dimiliki. Pastikan untuk tidak ketergantungan dengan apapun kecuali candu kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian.

  6. Tidak tahan uji – Rapuh – Mudah terguncang oleh karena godaan kecil.

    Bisa saja secara tidak sengaja anda mendengar fitnah dan cemoohan terhadap dirimu secara sayup dan jelas. Keadaan ini bisa saja mengganggu ketenangan hati dan merupakan suatu ujian pemurnian hidup.

    Hidup ini penuh ujian teman. Tanpa pemurnian maka kita akan cenderung menyerahkan hidup pada perbuatan daging yang syarat dengan hawa nafsu, kebinatangan dan kejahatan lainnya. Oleh karena itu, biarkan diri diuji oleh situasi dan kondisi yang sulit sehingga hidup ini benar-benar diubahkan menjadi lebih baik dari hari ke hari.

  7. Menghambat pergaulan dengan orang lain.

    Kita bisa mengontrol diri untuk mempertahankan keheningan dari setiap pergerakan yang dilakukan. Tetapi saat bersosialisasi dengan orang lain, ada-ada saja teman yang membuat ulah dengan aksinya yang aneh dan kadang membuat diri ini kasihan melihatnya. Mari kita berpikiran positif terhadap teman itu dan menganggapnya sebagai suatu bahan ujian untuk mengembangkan kekuatan mental dan kepribadian masing-masing.

Tahukah anda bahwa di negara-negara lain (termasuk negara maju) telah mengadopsi undang-undang anti kegaduhan/ keributan/ kebisingan. Singkatnya peraturan ini menindak setiap gangguan sosial yang terjadi di sekitar. Anda bisa melaporkannya kepada pihak yang berwenang dan mereka akan segera bertindak memberikan peringatan kepada orang yang dimaksud. Peraturan semacam ini masih belum diadopsi oleh hukum Indonesia: hal ini BAIK adanya. Sadarilah bahwa gejolak sosial dapat membentuk kehidupan anda menjadi lebih berkualitas, tetap tenang dan bijak menjalani hidup. Satu saja peraturan yang kita pegang adalah : (Matius 7:12) “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Sadarilah bahwa manusia bukan batu dan juga bukan kayu yang tidak dapat berubah. Melainkan kitalah makhluk hidup yang paling fleksibel sedunia karena memiliki kemampuan khusus yakni, “kemampuan untuk belajar hingga menyesuaikan diri dengan situasi tanpa harus hanyut dan tenggelam dalam kejahatan yang mereka lakukan”. Kembangkan kesadaran dan pengertian untuk memahami hal-hal yang baru namun hindari hawa nafsu yang terlalu berlebihan. Melainkan toleransilah seperlunya sebab hidup butuh keseimbangan. Manusia yang kuat, tabah, santun dan bijak dibentuk/ ditempa oleh situasi yang sulit.

Salam, keseimbangan hidup!

Iklan

2 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s