9 Cara Mencegah Kerusakan Lingkungan Karena Kekayaan & Kemewahan Berlebihan Menimbulkan Pencemaran Alam, Menghancurkan Bumi dan Mempercepat Kiamat

Cara Mencegah Kerusakan Lingkungan Karena Kekayaan & Kemewahan Berlebihan Menimbulkan Pencemaran Alam, Menghancurkan Bumi dan Mempercepat Kiamat

Uang adalah (1) alat tukar atau standar pengukur nilai (kesatuan hitungan) yang sah, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak, atau logam lain yang dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu; (2) harta; kekayaan; (3) sepertiga tali (= 8a sen uang zaman Hindia Belanda). Kaya adalah  (a) mempunyai banyak harta (uang dan sebagainya); (b) mempunyai banyak (mengandung banyak dan sebagainya); (c) (ber)kuasa. Mewah adalah serba banyak; serba indah; serba berlebih (biasanya tentang barang dan cara hidup yang menyenangkan). Dikutip dari KBBI Luring.

Tahukah anda bahwa mereka yang memiliki uang, kekayaan dan kemewahan lebih boros terhadap sumber daya dibandingkan dengan orang yang hidup sedernana apalagi yang miskin. Belum lagi jika situasi ini diperparah oleh terus meningkatnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun yang artinya meningkat pula jumlah sampah yang dihasilkan. Tanpa disadari semua buangan penduduk yang terdiri dari sampah dan kotoran telah mencemari lingkungan baik daratan, perairan dan lautan juga udara.

Kekayaan mengapa begitu identik dengan teknologi? Orang yang memiliki lebih banyak uang maka turut membeli lebih banyak teknologi pula. Mereka yang hidup bermewah-mewahan sangat erat kaitannya dengan sifat yang konsumtif. Semakin kaya raya seorang manusia maka semakin banyak barang yang dibutuhkannya. Sadarilah bahwa pemasukan yang besar selalu seimbang dengan pengeluaran yang dihabiskan. Alam selalu mencapai titik equilibiumnya, jika uang itu tidak keluar secara baik-baik maka cenderung menempuh jalur yang buruk, misalnya dicuri, kehilangan, menikmati kejahatan (seks bebas, narkoba dan lainnya), kecelakaan, penyakit yang mematikan, anak-anak yang boros, istri yang konsumtif dan lain sebagainya.

Saat manusia sudah mulai banyak uangnya maka mereka akan berpikir untuk memiliki teknologi, “lebih banyak teknologi”. Mulai dari televisi, gaming, sound system, DVD player dan masih banyak lagi. Lalu membeli juga beberapa kendaraan, sepeda motor, mobil dan yang lainnya. Coba bayangkan jikalau seluruh penduduk melakukan hal yang sama? Ditambah lagi semakin meningkatnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun, bukankah ini bencana yang bersifat masif yang suatu saat akan berujung pada bencana alam yang besar?

Cara uang, kekayaan dan kemewahan merusak lingkungan

Uang yang banyak membuat orang konsumtif, kaya raya dan hidup bermewah-mewahan. Keadaan ini akan semakin diperparah bila manusia hanya dapat menggunakannya namun tidak dapat menciptakannya kembali (sumber daya yang terbatas). Penggunaan sumber daya yang lebih tinggi dan tidak sebanding dengan kemampuan untuk membuatnya kembali mendorong habis seluruh sumber daya secara perlahan-lahan. Bila semua orang memiliki teknologi yang sama maka dapat dipastikan hal-hal berikut ini yang mengawali kerusakan lingkungan akan terjadi.

  1. Banyak orang menjadi egois dan menganggap bahwa menyendiri itu indah. Atas dasar hal ini, mereka lantas berjuang dengan gigih untuk membeli kemewahan itu secara pribadi. Dimulai dari membeli rumah mewah: include kolam renang, lapangan bulu tangkis, lapangan tenis dan tempat rekreasi sendiri. Memesan mobil-mobil mewah yang berkelas dan glamour dengan harga mencapai miliaran rupiah dan lain sebagainya. Padahal kebahagiaan itu sebaenarnya terbentuk dari rasa kebersamaan yang kuat.
  2. Munculnya orang-orang yang sangat konsumtif dan beranggapan bahwa menikmati materi adalah segalanya sebagai penghiburan yang membuatnya bahagia.Manusia menjadi sesat lalu mendewakan materi sebagai solusi masalah hati, padahal materi tidak pernah mampu menyentuh hatimu bahkan
  3. Masyarakat kapitalis membuat rumah mewah yang luas dan megah bak istana yang memangkas habis lahan hutan dan pertanian juga membutuhkan banyak pepohonan, batu kerikil, pasir dan lain-lain.
  4. Penggunaan daya listrik yang terus-menerus meningkat dari tahun ke tahun, hanya tinggal menghitung tahun hingga bahan bakar fosil (minyak bumi habis).
  5. Pembangunan pabrik dan manufaktur yang membutuhkan sumber daya listrik, bahan bakar minyak, batu bar, gas alam yang lebih tinggi.
  6. Pertumbuhan penduduk yang semakin hari semakin meningkat sehingga beresiko menghabiskan seluruh sumber daya dalam satu waktu.
  7. Jalanan yang dipenuhi oleh kendaraan bermotor (baik roda dua maupun roda empat dan tiga) menyebabkan kemacetan yang pada merapat, polusi udara hingga pemborosan energi hanya untuk “menunggu”.
  8. Bumi semakin panas karena penggunaan mesin yang tumpah ruah ditambah lagi dengan perambaan hutan yang memperkecil areal hijau.
  9. Muncullah bencana alam, mulai dari kekeringan, fuso/ rusaknya hasil panen, banjir, gelombang panas, tanah longsor, gempa bumi, gunung berapi dan lainnya. Keadaan ini akan berlangsung secara perlahan tapi terus-menerus hingga seluruh umat manusia di telan oleh bencana itu sendiri.

Cara mencegah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kekayaan dan kemewahan yang berlebihan

Kepemilikan materi harus dibatasi oleh pemerintah, terutama kepemilikan teknologi dan barang mewah. Jikalau kedua hal ini tidak dapat dikendalikan maka manusia yang semakin makmur akan memakan habis seluruh yang ada di atas bumi ini hingga menyebabkan bencana secara perlahan tapi pasti. Peran pemerintah dalam hal ini harus benar-benar berfungsi dengan baik agar penggunaan sumber daya dapat dikontrol sedemikian rupa sehingga tidak sampai menimbulkan bencana yang besar. Berikut ini beberap langkah yang perlu ditempuh agar pemanfaatan uang, kekayaan dan kemewahan tidak berakibat fatal.

  1. Menambah pengetahuan masyarakat tentang bahaya kerusakan lingkungan yang disebakan oleh pemborosan sumber daya.

    Pihak pemerintah perlu mengedukasi masyarakat baik melalui seminar, workshop, pamflet, brosur, baliho dan lain sebagainya. Langkah semacam ini akan mendorong terciptanya orang-orang yang tidak hanya cerdas melainkan juga peduli dengan keberlangsungan pelestarian alam sekitar. Sebab, seperti yang kami katakan sebelumnya harus ada keseimbangan antara kecepatan konsumsi manusia dengan kecepatan pembentukan/ pembangunan/ menciptakan kembali.

    Masyarakat perlu dicerdaskan agar mereka lebih memilih untuk mengutamakan penggunaan fasilitas umum dibandingkan fasilitas pribadi. Biasanya apa yang digunakan secara bersama-sama lebih hemat sedangkan kebanyakan penggunaan fasilitas pribadi memicu pemborosan sumber daya dan bencana alam.

    Edukasi semacam ini juga bertujuan menyadarkan masyarakat bahwa hidup bersama dengan orang lain membawa kita pada sense kebahagiaan. Memang ada juga waktunya untuk menyendiri tetapi terus-menerus menyendiri dapat membuatmu buas dan berbahaya (syarat dengan kebinatangan: kebencian, dendam, amarah dan anarkisme).

  2. Mengedukasi masyarakat untuk hidup sederhana.

    Mengajak masyarakat untuk mengerti bahwa hidup sederhan itu sangat baik dimana kita membiarkan hal-hal yang mewah menjadi milik seluruh masyarakat (fasilitas umum). Jadi ketika mereka hendak berlibur maka cukup dengan mengunjungi tempat-tempat rekreasi yang telah disediakan pasti sudah puas. Akan tetapi ketika orang-orang sudah memiliki fasilitas yang mewah biasanya hal yang membuatnya bahagia adalah berlibur ke luar negeri atau setidak-tidaknya berlibur ke kota besar.

  3. Aparatur sipil negara harus menjadi contoh yang baik.

    Pesan-pesan tentang penghematan sumber daya ini (hidup sederhana) harus dihidupi oleh oknum di dalam pemerintahan. Sebab, mustahil sebuah anjuran/ himbauan diikuti oleh seluruh masyarakat sedangkan pihak yang mengatakannya saja menghambur-hamburkan sumber daya yang sudah ada. Oleh karena itu, perlu adanya kebersamaan untuk mewujudkan semuanya ini.

    Sadarilah bahwa ada orang-orang yang masih belum dapat mengendalikan rasa iri di dalam hatinya. Sehingga saat mereka melihat orang-orang yang di atas saja berlaku tidak senonoh dengan hidup dalam kemewahan maka merekapun akan beramai-ramai untuk melakukan hal yang.

  4. Melakukan pemetaan sumber daya: apa saja yang dapat diperbaharui dan apa pula yang sifatnya tidak dapat.

    Membagi rata semua sumber daya sehingga setiap penduduk mendapatkannya atau setidak-tidaknya menggunakannya secara bergilir. Pemetaan ini sangatlah penting agar sebisa-bisanya (semaksimal mungkin) semua orang mendapat bagian yang sama dengan yang lainnya. Selain itu, pemetaan sumber daya juga dibutuhkan untuk memastikan ketersedian semuanya bagi kehidupan di masa depan dan bagi generasi selanjutnya.

  5. Menciptakan/ membangun infrastrutur: jalan, fasilitas umum, transportasi, dan rekreasi yang bersifat masal dan pro lingkungan.

    Daripada membangun kemewahan yang sifatnya pribadi maka alangkah lebih baik jikalau kemewahan itu di bawa sebagai miliki masyarakat luas. Pembangunan infrastruktur adalah penting, salah satu yang paling penting adalah pembangunan jalur-jalur transportasi yang menghubungkan banyak wilayah. Selain itu untuk membatasi penduduk agar tidak menggunakan kendaraan pribadi yang beresiko membuat jalanan padat merapat (macet) maka pemda perlu menyediakan bus-bus pengangkutan masal yang terjangkau.

  6. Mengusahakan kesetaraan bagi seluruh penduduk, baik kesetaraan pengetahuan, ekonomi dan kekuasaan.

    Tanpa kesetaraan pengetahuan maka ada begitu banyak orang yang tidak mengerti tentang betapa pentingnya pelestarian lingkungan bagi keberlangsungan hidup manusia di dunia ini. Saat tidak ada kesetaraan pendapatan maka ada kecenderungan manusia mudah stres/ depresi, lowongan pekerjaan di tempat terntentu sangat diburu oleh orang lain. Bahkan saking dahsyatnya pekerjaan di tempat itu maka orang akan berjuang mati-matian memasukinya bahkan sampai menghalalkan segala cara, misalnya menjual diri, menyogok dan KKN dan lain sebagainya.

  7. Meningkatkan pajak kendaraan pribadi terutama yang mewah.

    Jika pemda telah menyediakan kendaraan umum sebagai pengangkutan masal maka yang kemudian dilakukan adalah meningkatkan pajak kendaraan pribadi terutama yang sifatnya mewah. Ini untuk memacu masyarakat agar mulai melirik bahkan menggunakan kendaraan umum dalam segala aktivitas sehari-hari (misalnya saat pergi ke kantor, sekolah, perpustakaan dan tempat-tempat lainnya).

  8. Menetapkan pajak yang tinggi bagi mereka yang hendak memiliki dan membangun hunian yang mewah, bertingkat dan berkelas.

    Pemerintah tidak dapat melarang penduduk untuk membuat rumah pribadi yang besar, mewah dan megah. Sekalipun demikian pembangunan rumah-rumah semacam ini harus dikendalikan dengan cara menetapkan pajak-pajak yang tinggi sehingga orang-orang akan berpikir dua kali untuk membuat rumah yang berkelas dan glamour.

  9. Meningkatkan pajak parkir kendaraan mewah.

    Parkir kendaraan mewah harus turut ditingkatkan agar orang-orang kapok menggunakan kendaraan pribadi. Dengan demikian tidak ada lagi orang yang menggunakan kendaraan pribadi melainkan lebih memilih untuk menggunakan kendaraan umum dan berjalan kaki.

Keserakahan (perorangan – oknum) kapitalis dalam menguasai sumber daya dengan menggunakan cara-cara licin merupakan ancaman bagi seluruh rakyat. Ketamakan mereka akan materi dan hidup bermewah-mewahan tidak hanya menyebabkan kedengkian (perselisihan – konflik – kekacauan) di tengah masyarakat melainkan juga turut menyebabkan pencemaran lingkungan. Kotoran dan sampah yang mereka hasilkan ditambah lagi pembabatan areal hutan yang berkelanjutan lama-kelamaan memicu bencana alam. Jikalau keadaan ini terus terjadi maka bencana alam yang bertubi-tubi akan mempercepat kiamat (mengakhiri kehidupan) bagi masing-masing orang.

Tahukah anda siapa yang merusak bumi ini? Merekalah orang yang kaya raya (oknum) yang hidupnya bermewah-mewahan. Mereka melakukannya secara tidak sadar yang dipicu oleh pemborosan sumber daya yang telah tersedia. Oleh sebab itu, pemerintah harus mengambil peran yang besar demi terjaganya/ terpeliharanya keberlangsungan hidup seluruh makhluk di dalam wilayahnya sembari memperhatikan aspek keseimbangan alam dari generasi ke generasi. Memberi perhatian yang lebih kepada orang-orang yang lemah sedangkan mereka yang kuat diatur sedemikian rupa agar tidak sampai merajalele menindas orang lain dan lingkungan sekitar.

Salam Indonesia hijau selalu…..

Iklan

2 comments

  1. […] Bila lingkungan alam disekitar kita butuh seimbang antara jumlah panas yang diserap (tumbuhan, lautan, udara, tanah) dan jumlah panas yang dilepaskan (baik oleh matahari, makhluk hidup dan mesin). Antara kemampuan membangun (produksi) dengan kapasitas konsumsi. Tanpa keseimbangan maka alam semesta akan tergerus mengalami degradasi yang pada akhirnya menyebabkan bencana alam yang mendatangkan kiamat bagi orang-orang tertentu yang bukan teman penguasa, ekonomi rendah, pengetahuan minim (terutama kalangan bawah yang termarginalkan). Baca juga, Kekayaan dan kemewahan mempercepat kiamat. […]

    Suka

  2. […] Pengusaha yang bijak harus menjaga lingkungan. Eksploitasi terhadap sumber daya alam harus dikontrol agar tidak sampai merusak kehidupan hayati dan biota yang ada didalamnya. Eksplorasi yang bertanggungjawab akan menjaga ketersediaan sumber daya untuk kehidupan anak cucu kita. Jangan sampai Indonesia yang dikenal sebagai negeri yang “gemah ripah loh jinawi” hanya menjadi cerita dongeng yang indah untuk generasi berikutnya. Ayo selamatkan lingkungan untuk masa depan yang lebih baik. Simak juga, Uang, kekayaan dan kemewahan mempercepat kiamat […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s