+10 Keseimbangan Dalam Hidup – Dimana Ada Aksi Disitu Ada Reaksi – Kadang Tidak Perlu Bereaksi Untuk Membuat Hati Tenang Sehingga Tidak Membeo Kejahatan

Keseimbangan Dalam Hidup - Dimana Ada Aksi Disitu Ada Reaksi - Kadang Tidak Perlu Bereaksi Untuk Membuat Hati Tenang Sehingga Tidak Membeo Kejahatan

Aksi adalah (1) gerakan; (2) tindakan; (3) sikap (gerak-gerak, tingkah laku) yang dibuat-buat; (4) elok sekali (tentang pakaian, tingkah laku, dan sebagainya). Sedangkan reaksi adalah (a) kegiatan (aksi, protes) yang timbul akibat suatu gejala atau suatu peristiwa; (b) tanggapan (respons) terhadap suatu aksi; (c) perubahan yang terjadi karena bekerjanya suatu unsur (obat). – dikutip dari KBBI Luring

Pertama sekali kami mendengar kata-kata ini dibangku SMA dari seorang guru Fisika yang mengatakan, “Dimana ada aksi maka disitu ada reaksi”. Kami berpikir ini hanya berlaku di bidang sains saja, tetapi belakangan kami disadarkan di dalam sebuah sekuel film superhero (avenger – vision). Hal semacam ini memang berlaku secara alamiah di alam dimana setiap tindakan selalu diiringi oleh netralisasi sehingga tercapai suatu keseimbangan alam semesta.

Alam semesta selalu seimbang antara aksi dan reaksi

Allah menciptakan dunia ini seimbang adanya: antara terang dan gelap, antara panas dan dingin, antara yang dibangun dan yang dihancurkan dan lain sebagainya. Misalnya saja, manusia dan hewan mengkonsumsi bahan pangan lalu menghancurkannya sehingga menjadi senyawa yang lebih sederhana (amonia) lalu mikroorganisme lebih menghancurkannya lagi sehingga menjadi mineral yang berupan ion positif dan negatif. Kemudian dengan bantuan sinar matahari mineral ini akan disusun kembali oleh klorofil tumbuhan hijau menjadi senyawa yang lebih kompleks untuk kembali digunakan sebagai bahan pangan oleh makhluk hidup lainnya.

Ketidakseimbangan alam berujung pada bencana alam

Ketika keseimbangan alam terganggu maka yang terjadi adalah semesta akan mengambil tindakan tegas dan keras sehingga mulai muncullah bencana dimana-mana. Ini semata-mata untuk menetralkan ketidakseimbangan itu, terlebih yang dikarenakan oleh perbuatan manusia yang semena-mena, melanggar aturan dan syarat dengan keserakahan. Jika alam sudah mulai tegas maka apa-apa yang ada diatasnya sangat beresiko mengalami kehancuran, luluh lantak dan terserak-serak akibat dahsyatnya bencana alam tersebut. Itu bisa saja dalam bentuk banjir, banjir bandang, tanah longsor,

Kehidupan kitapun harus saling menyeimbangkan

Bila alam semesta saja selalu berada dalam keadaan seimbang maka demikian jugalah kehidupan manusia di dunia ini: harus selalu saling menyeimbangkan satu sama lain. Mari mengambil contoh kecil saja:

Dimana ada aksi disitu ada reaksi

  1. Ketika anda selesai menikmati makanan di atas meja pasti ada yang membereskan dan membersihkannya kembali.
  2. Saat kita sibuk mengerjakan tugas-tugas di rumah, pasti ada yang kembali membereskan barang-barang yang sudah berpindah dari tempatnya (setidaknya kita sendiri yang bersih-bersih).
  3. Sewaktu rutinitas berolahraga selesai maka bawaannya pasti segera minum.
  4. Bila anda lapar pasti akan segera menuju meja makan.
  5. Saat anda lelah bekerja pasti akan beristirahat sejenak.
  6. Ketika kita menyombongkan diri pasti ada-ada saja orang yang iri hati dan melakukan tindakan tidak senonoh.
  7. Saat kita marah-marah pasti orang lainpun akan berusaha mengabaikan seolah tidak peduli bahkan tersenyum.
  8. Sewaktu ilmu pengetahuan anda sangat tinggi pastilah ada yang berusaha merendahkanmu.
  9. Ketika kita menjadi orang yang sangat kaya raya pasti ada orang yang berusah mencuri sesuatu darimu dan ada keinginan untuk menggunakan uang itu untuk sesuatu yang salah (seks bebas, miras, narkoba dan lain-lain).
  10. Saat anda sangat berkuasa pasti ada pihak-pihak lain yang ingin menjatuhkanmu.
  11. Saat anda terlalu mencolok pasti ada orang yang mengejek, memfitnah dan membully.

Sadar atau tidak, begitulah dunia ini berjalan. Ketika anda terlalu mencolok pasti ada orang yang berusaha merendahkanmu. Akan tetapi ketika kamu merendahkan diri pastilah Tuhan akan memperhatikannya. Saat dimana kita bertahan (kuat tapi santun) bila direndahkan orang lain maka Tuhanlah yang akan berjaga atasmu. Saat dunia mengabaikan kebaikanmu namun tetap bertahan maka Tuhanlah yang akan memperhatikan kehidupanmu.

Dimana ada aksi disitu ada reaksi – Yang anda alami tergantung dari cara merespon segala sesuatu.

Aksi dan reaksi sifatnya semu: Ada orang yang langsung bereaksi tetapi ada juga mereka yang mengabaikannya. Jadi, ketika anda beraksi ada dua kemungkinannya, yaitu ada yang merespon dan ada pula yang mengabaikannya. Akan tetapi ketika anda sudah keterlaluan/ kelewat batas maka beberapa orangpun akan langsu meresponnya dengan keras. Inilah yang kami namakan semu. Tetapi dibalik semuanya itu ketika Tuhan sudah bosan melihat aksi kejahatan anda maka Ia akan memberikan peringatan bahkan ganjaran yang setimpal.

Yang mau kami katakan pada bagian ini adalah BIJAKLAH DALAM BERAKSI. Tidak semua aksi yang patut kita respon. Terkadang respon yang kita berikan tidak sesuai dengan situasi yang dihadapi. Oleh karena itu, banyak-banyaklah belajar dari pengalaman hidup sehari-hari sehingga sikap yang ditempuh cenderung mendatangkan kedamaian di dalam hati. Berikut beberapa respon yang mungkin dapat anda pilih disaat seseorang berusaha mendekatimu baik dalam lingkup positif maupun dalam ranah negatif.

Macam-macam bentuk reaksi dalam menanggapi aksi

  • Berusaha untuk bertahan
  • Terkadang perlu mengabaikan/ Menghindar
  • Harus mampu memaafkan
  • Salah satu cara untuk berbuat baik dengan menyatakan kasih kepada mereka.
  • Merespon dengan melakukan tindakan yang sama (Bereaksi).

Semua pilihan di atas adalah baik adanya. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan anda. Semuanya itu tergantung dari apa yang anda hadapi: panas, dingin atau hangat-hangat kuku (sedang-sedang saja). Sekali lagi kami katakan untuk bijaklah dalam memilih yang terbaik. Berhati-hatilah dalam bersikap sebab bisa saja respon anda menjadi batu sandungan untuk menjebak anda sehingga terjatuh dalam perangkap orang lain.

Misalnya, jikalau anda merespon api dengan api maka suasananya akan semakin berkobar (berapi-api). Menanggapi api dengan cara bersikap dingin (mengabaikan) bahkan perlu juga menjadi hangat (ramah/ lembut). Ada lagi yang menanggapi sikap yang dingin (acuh tak acuh) dengan bersikap hangat dan dekat (ramah dan santun atau melucu/ lawak). Atau bisa saja yang terjadi adalah sebaliknya yaitu, saat sikap anda hangat (santun/ melawak) malah orang lain menjadi marah-marah (panas). Ketika anda sedang dingin (mengabaikan) maka mungkin juga ada orang yang hendak memanas-manasi suasana (mengadu domba). Semua itu, bercampur-campur tergantung dari pilihan anda masing-masing.

Memikul salib karena aksi (perlakuan) yang buruk dari orang lain

Seperti yang kami katakan dalam tulisan sebelumnya bahwa hidup yang selalu nyaman beresiko menenggelamkan kita dalam dosa, cepat ataupun lambat. Oleh karena itu, jangan terlalu tinggi hawa nafsu di dalam hati ini untuk terus-menerus hidup dalam kenyamanan. Tidak ada salahnya anda berkorban untuk melatih kecerdasan emosional (kemampuan mengendalikan emosi) dalam dirimu. Misalnya dengan tetap hangat sekalipun orang lain dingin (acuh tak acuh/ tidak peduli), tetap hangat (melucu bukan mengejek) dikala orang lain memanas. Pada akhirnya sikap anda yang tetap positif (ramah dan humoris) di tengah situasi yang sulit akan melatih kemampuanmu mengendalikan diri (terutama emosi). Ingatlah bahwa ini semua butuh waktu dan pengorbanan.

Membalas aksi yang kurang baik dengan pasif dan ramah bahkan mengasihi kembali

Tahukan anda bahwa ketika aksi yang kurang baik direspon dengan kebaikan maka Tuhanlah yang akan membelamu. Kita sudah berbuat baik tapi dibalas dengan kebencian dengan demikian pengorbanan kita diperhatikan oleh Tuhan. Sehingga tanpa kita sadari dalam setiap kebenaran yang kita perjuangkan semesta mendukung. Jadi, ketika manusia tidak mendukungmu untuk melakukan hal yang benar, tetaplah positif dan kebaikan hatimu jangalah undur sebab Tuhanlah yang akan menggiringmu bahkan semesta mendukungmu. Dibalik semuanya itu, jauhkan harapan demi uang, pujian, penghormatan, penghargaan, popularitas, jabatan dan hawa nafsu duniawi lainnya dari dalam hati. Sebab kita hanyalah hamba yang bekerja bukan untuk memuliakan diri sendiri melainkan untuk kemuliaan Tuan kita Sang Pencipta Segala Masa. Sehingga seluruh bibir akan mengakui bahwa Dialah Tuhan Allah yang pantas dipuji dan ditinggikan lebih dari siapapun di seluruh alam semesta.

Jangan lupa dengan penghiburan sejati dalam dirimu

Budayakan untuk senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian. Suatu saat anda akan menemukan titik kenyaman dan ketenangan terindah saat melakukan aktivitas ini. Berlatihlah setiap hari bahkan bila perlu setiap waktu untuk melakukannya. Seolah-olah anda sedang bercakap-cakap dengan-Nya yang diam disisimu. Demikian juga jangan lupa untuk menyatakan kasih kepada sesama manusia tergantung dari sumber daya, potensi, bakat dan pekerjaan yang ditekuni sehari-hari. Mulailah menyatakan kasih Allah kepada sesama dari hal-hal yang kecil/ sederhana, misalnya beramah tamah dan menjadi pendengar yang baik.

Dibalik semuanya itu, waspadalah dengan hati yang angkuh dan sombong. Ada dua macam kesombongan, tinggi hati ke dalam dan tinggi hati ke luar. Angkuh di dalam hati tidak disadari oleh orang lain, meninggikan diri sendiri, merasa hebat dan merendahkan orang lain di dalam hati. Sedangkan, mereka yang angkuh diluar dapat dilihat oleh orang lain secara jelas maupun samar-samar. Simak juga, Merendahkan diri untuk hidup yang lebih baik.

Kesimpulan

Beraksilah dengan baik agar respon orang lainpun baik. Namun terkadang aksi positif yang kita tunjukkan dibalas dengan tindakan negatif: nikmatilah itu sebagai ujian kehidupan yang perlu dihadapi dengan tegar tetapi tetap santun. Sebab, hidup yang nyaman terus juga tidaklah baik adanya, persoalan hidup mengingatkan kita untuk tidak sombong dan lupa diri (lupa mengendalikan hawa nafsu). Baik juga bila kita bisa berkorban dengan membiarkan diri disakiti oleh sesama tanpa harus membeo setiap kejahatan yang dilakukannya, sembari mencari ketenangan dan kelegaan hati ditengah kerasnya hidup. Bila dalam situasi sulit saja anda mampu menemukan kedamaian dan ketentraman itu niscaya diwaktu luang dan senggangpun hal tersebut selalu dapat dinikmati.

Salam hidup yang lebih baik….

Iklan

One comment

  1. […] Untuk mencapai keseimbangan maka dibutuhkan pengalaman berupa latihan try and error sehingga membuatmu mampu belajar untuk menciptakan keseimbangan sendiri. Andapun  bisa berbagi pengalaman dengan orang lain bagaimana ia menghadapi dualisme yang selalu muncul dalam kehidupannya. Selain itu, media informasi yang ada juga turut membantu memberi referensi. Misalnya dalam sebuah film, pastilah tokoh utama selalu diperhadapkan dalam situasi semacam ini, lalu bagaimana dia menentukan pilihan? Ini yang perlu anda cari tahu saat menonton beberapa chanel TV, sinetron, film dan lain sebagainya. Simak, Keseimbangan hidup. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s