15 Penyebab & Cara Menghilangkan Rasa Cemburu – Manusia Rawan Kecemburuan Tanpa Keadilan Sosial – Perbedaan Itu Biasa Tapi Cemburu Buta Adalah Salah

Penyebab & Cara Menghilangkan Rasa Cemburu - Manusia Rawan Kecemburuan Tanpa Keadilan Sosial - Perbedaan Itu Biasa Tapi Cemburu Buta Adalah Salah

Cemburu (KBBI Luring) adalah (1) merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dan sebagainya; sirik; (2) kurang percaya; curiga (karena iri hati). Merupakan salah satu instabilitas (kekurangmampuan memanajemen pikiran) yang menyebabkan penyakit hati (kanker yang merusak pikiran) dipicu oleh situasi dimana seseorang menjadi iri hati dan menginginkan sesuatu seperti orang lain. Keadaan ini juga berhubungan dengan susah melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain susah.

Hawa nafsu semacam ini, sangat menentang perbedaan sebab “ia ingin menjadi sama seperti orang lain”. Padahal di dalam dunia syarat dengan perbedaan antara yang satu dengan yang lain mulai dari hal-hal di dalam pikiran, perkataan dan juga perbuatan. Hal-hal semacam inilah yang akan menjadi salah satu BAHAN UJIAN KEHIDUPAN untuk memurnikan hati kita masing-masing.

Hanya ada dua kekuatan super yang harus disetarakan di bumi ini, sebab keduanya adalah milik Allah. Menjadikan salah satu dari kita sebagai tuhan beresiko menentang pimpinan, kekuasaan dan kemuliaan Allah. Oleh karena itu, kekuatan uang dan kekuasaan perlu disetarakan di antara manusia agar tidak ada orang yang meninggikan diri sehingga memicu kecemburuan yang syarat dengan iri dengki terhadap manusia lainnya. Lagi pula jika seseorang memiliki sumber daya uang dan kekuasaan yang terlalu luas maka penyimpangan yang mungkin ia lakukanpun sangatlah fatal akibatnya (manusia adalah makhluk yang syarat dengan kekhilafan seumur hidupnya).

Kesombongan dan iri hati adalah dua kekuatan besar yang harus diminimalisir dalam kehidupan ini. Selama keduanya masih mencokol dalam diri anda maka ada semacam ketidak tenangan di dalam hati. Jika hati saja sudah tidak tenang dan jauh dari rasa damai maka bukan mustahil sikap: perilaku dan perkataan cenderung menyimpang dari hal-hal yang baik dan benar. Oleh karena kedua hal ini merupakan sifat yang manusiawi (sudah ada sejak kita dilahirkan) maka harus selalu ditekan seminimal mungkin dalam menjalani hari lepas hari.

Alasan mengapa seseorang menjadi cemburu

Sifat ini sudah tertanam dalam hati seorang manusia sejak dari awal kehidupan, bahkan nenek moyang kitapun (Adam dan Hawa) melakukan dosa karena mereka cemburu dengan kebesaran dan kemuliaan Allah. Oleh karena itu mereka dengan berani dan tanpa takut sedikitpun memakan buah tersebut hingga membuatnya jatuh ke dalam dosa. Berikut beberapa alasan mengapa kecemburuan bisa saja menyambar hatimu secara tiba-tiba.

  1. Bukan kepada Tuhan melainkan fokus kepada orang lain.

    Saat fokus kehidupan anda tertuju kepada pribadi seseorang maka ada kecenderungan hatipun rentan dengan sifat cemburu. Sebab sudah barang tentu perbedaan antara manusia itu selalu ada. Suasana hati semacam ini justru berdampak besar untuk memancing kanker hati yang lain, yaitu iri hati. Oleh sebab itu, hindari terlalu banyak memikirkan orang lain selain keluarga sendiri (yang berhubungan dengan kehidupan anak atau pasangan hidup).

  2. Belum dewasa.

    Mereka yang belum dewasa biasanya belum mengerti betul tentang perbedaan antar manusia. Sehingga hal sepele yang berbeda sedikit saja cenderung menjadi bahan pecemburuan. Akibatnya, api gejolak sosial dan pertentangan pecah sehingga menyebabkan kemelut yang melelahkan hati dan fisik.

  3. Kurang kesibukan yang positif.

    Jika dalam hidup ini pekerjaan anda hanya duduk dan bersantai saja sambil menonton televisi dan menikmati hidup selama seharian penuh maka ada kecenderungan hati ini mengarah kepada hal-hal yang negatif. Ini sangat dimungkinkan untuk terjadi terlebih ketika membiarkan pikiran berlama-lama dalam keadaan kosong.

  4. Tidak memiliki beban hidup (salib).

    Biar bagaimanapun juga, anda harus memiliki salib. Jangan biarkan hari-hari anda lepas tanpa kuk sehingga membuatmu bebas berkeliaran kemana-mana. Jika kita memiliki beban hidup maka persoalan itulah yang terus membuat kita sibuk hari lepas hari. Sehingga tidak ada lagi waktu untuk cemburu kepada orang lain. Bawalah segala beban itu ke hadapan Tuhan dalam rasa bersyukur yang penuh agar rasanya lebih ringan karena dapat dinikmati.

  5. Perbedaan sumber daya yang kentara (sistem penggajian dan kekuasaan).

    Dua hal ini adalah kekuatan super yang sangat menggiurkan bagi kehidupan manusia. Jika seseorang memiliki sumber daya yang lebih maka ada kecenderungan pengaruhnya besar bagi orang lain, artinya saat dia melakukan kesalahan akibatnyapun akan menampar dan menyeret orang lain.

  6. Selisih antara yang miskin dan yang kaya sangat jauh berbeda.

    Jika anda hidup diantara orang-orang yang ekonominya rendah maka secara tidak langsung kesenjangan sosial semacam ini akan menyeretmu ke dalam masalah, entah itu soal penghinaan, pencurian dan perlakuan tidak menyenangkan lainnya. Tetapi ketika kehidupan anda sama (mirip-mirip) dengan orang lain (orang-orang yang tinggal disekitarmu) maka tidak ada lagi alasan untuk cemburu buta. Oleh karena itu, sebisa mungkin tekan dan minimalisir kesenjangan itu dengan cara berbagi dengan sesama. Salah satunya dengan berbagi ilmu dengan orang lain.

  7. Pemerintah yang tidak menjunjung tinggi pemerataan.

    Tanpa pemerataan maka sudah barang tentu kecemburuan akan menyambar kehidupan manusia itu sendiri, cepat ataupun lambat. Ini hanya masalah waktu saja hingga menimbulkan gejolak dan kekacauan yang akut maupun yang bersifat kronis. Pada akhirnya, pemerintahan yang tidak menjunjung tinggi keadilan sosial akan cenderung memaksakan kepatuhan kepada rakyatnya dengan kekuatan otot dan senjata.

  8. Sikap suudzon yang berlebihan.

    Prasangka buruk kepada seseorang, terutama kepada orang yang kita kasihi dapat berujung pada sifat cemburu. Oleh karena itu, tidak perlu menebak-nebak kejadian yang belum anda ketahui dengan jelas melainkan tanyakan kebenarannya secara langsung kepada orang yang bersangkutan agar kesimpang-siuran informasi tidak meregangkan bahkan menghancurkan hubungan anda dengan orang yang dicintai.

  9. Tidak mempercayai seseorang.

    Hubungan baik dengan orang lain sebaiknya dilandaskan atas dasar saling percaya satu sama lain, terlebih ketika kita berbicara tentang kedekatan antara pasangan sumi dan istri. Jikalau anda menjalin kedekatan dengan seseorang tanpa ada rasa saling percaya satu sama lain maka hal-hal sepele akan menjadi bahan cemburuan yang memilukan hati.

Berhati-hatilah dengan sikap cemburu buta baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan sehari-hari

Satu saja kuncinya agar tidak sampai membuat orang lain cemburu kepada kita yaitu “jangan membuat mereka iri kepada anda”. Jadi mulai dari sekarang, koreksilah diri masing-masing. Perhatikan sikapmu kepada orang lain, jika anda terlalu mencolok sudah pasti kecemburuaan akan menimbulkan beberapa gelombong ujian kehidupan. Akan tetapi ketika anda biasa saja dan sama seperti mereka pasti tidak ada yang akan mengganggumu. Oleh karena itu, jika anda orang yang tidak biasa dan agak mecolok dari yang lainnnya (bukan karena tinggi hati melainkan alaminya begitulah/ pembawaan) maka janganlah bertanya-tanya lagi mengapa orang beramai-ramai mencobai anda: “Itu sudah seharusnya dan itu sudah sepantasnya juga itu sudah patut terjadi”. (1) Tabahlah dan (2) terima semuanya itu apa adanya (3) dengan rendah hati sembari (4) tetap bersikap lembut karena semuanya itu dapat melatihmu untuk menjadi orang yang lebih kuat, cerdas bahkan bijak menjalani hidup ini.

Menjadi seorang pribadi yang menuntut agar segala sesuatu harus sesuai dengan apa yang diharapkannya adalah awal dari kecemburuan. Anda tidak seharusnya memaksakan kehendak kepada orang lain sebab saat dia tidak menuruti keinginan anda maka mulailah rasa cemburu itu berkecamuk di dalam hati. Manusia di tawan oleh keinginan hatinya sendiri. Saat anda tidak mampu mengendalikan hawa nafsu sendiri ditambah lagi dengan kenyataan yang terjadi diluar harapan maka saat itu jugalah hal-hal buruk akan bertandan di dalam hati ini, salah satunya adalah cemburu buta.

Awal mula terbentuknya kecemburuaan dalam kelaurga

Dalam kehidupan suami istri sikap ini diawali dari kebohongan. Jika anda terlalu sering membohongi pasangan suatu saat ia akan mencurigai hal tersebut. Lama kelamaan kecurigaan ini akan menjadi awal dimana pasangan kurang mempercayai kata-kata anda, baik dalam hal pernyataan maupun dalam hal pengakuan. Jikalau keadaan ini terus berlanjut maka pasangan (suami/ istri) akan sangat mudah suudzon kepada anda. Kebiasaan berprasangka buruk inilah yang membuat pasangan anda mengidap penyakit hati yang disebut dengan “cemburu buta”. Oleh karena itu, ambil prinsip hidup untuk tidak mau mengumbar kebohongan kepada pasangan anda. Sebab ketidakjujuran semacam inilah yang kerap  menjadi awal dari datangnya hal-hal buruk dalam keluarga anda.

Cara menghilangkan kecemburuan

Cemburu itu sifat dasar manusia. Jikalau nenek moyang manusia saja bisa terjebak dan jatuh dalam rasa itu maka bukan mustahil kitapun akan mengalami nasib yang sama. Bukan hanya Adam dan Hawa yang cemburu sehingga berdosa di hadapan Tuhan. Keturunan mereka, Kain juga cemburu terhadap adiknya Habel sehingga mendorongnya untuk melakukan dosa. Tahukah anda bahwa sifat yang satu ini merupakan awal mula dari segala kekacauan yang ada disekitar kita? Sebelum setiap orang mampu mengatasi bahkan menghilangkan kecemburuan di dalam hatinya maka selama itu juga tidak ada damai dan ketenagan di dalam hati. Berikut ini beberapa cara mengatasi sifat buruk ini.

Secara umum

  1. Ambil komitmen yang bulat lalu niatkan itu dalam ketulusan.

    Buat sebuah komitmen untuk menjauhkan sifat cemburu dari dalam hidup anda. Sifat ini jelas tidaklah baik dan beresiko mengotori pikiran anda menjadi buruk sehingga sikap dan ekspresipun (perilaku dan perkataan) akan menjadi jahat (menyimpang dari kebenaran). Niatkan komitmen itu dalam ketulusan tanpa ada unsur demi mendapatkan berkat, muzizat dan kelimpahan atau meniadakannya demi uang, pujian, penghormatan dan penghargaan juga popularitas. Eliminasi niat (harapan) semacam ini dari dalam kehidupan anda maka pikiran lebih ringan dan hidup lebih luwes hari lepas hari.

  2. Tetap fokus kepada Tuhan.

    Kontrol utama untuk menjauhkanmu dari sikap cemburu adalah pikiran. Selama hati dan pikiranmu berada di jalur yang benar maka selama itu pula kehidupanmu sehari-hari lurus adanya. Jika anda mampu memenuhi pikiran dengan hal-hal yang baik maka sikap: perbuatan dan tutur kata juga akan menjadi baik adanya.

    Salah satu cara terbaik dan terutama untuk mengendalikan pola pikir adalah dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Pikiran yang selalu terhubung kepada Sang Pencipta secara tidak langsung akan membersihkan dirimu dari dalam ke luar sehingga dijauhkan dari segala hawa nafsu yang sesat, kebinatangan (amarah, kekerasan, dendam dan kebencian) dan hasutan yang salah (provokasi) dari sesama manusia.

  3. Berbagi kasih dengan sesama.

    Memuji dan memuliakan Allah adalah tujuan utama dalam hidup ini. Tujuan yang kedua yang tidak kalah penting dari hal ini adalah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama manusia. Berbagilah dengan orang-orang disekitar anda mulai dari hal-hal yang terkecil, misalnya dengan beramah tamah dan menjadi pendengar yang baik. Nyatakanlah kasih Allah kepada sesama manusia menurut potensi, bakat, ilmu pengetahuan dan sumber daya yang dimiliki.

  4. Miliki standar kehidupan yang selalu direnungkan.

    Kitab Suci yang anda miliki berisi petunjuk yang baik dalam menjalani hidup ini. Jangan abaikan kemampuan Kitab Suci anda untuk memembantumu menyelesaikan masalah. Melainkan baca dan pelajari itu hari demi hari. Sebab ada begitu banyak rahasia pengetahuan dan moralitas yang tersembunyi didalamnya. Oleh karena itu, renungkanlah firman itu setiap hari lalu refleksikan semuanya dalam kehidupan anda.

  5. Merasa cukuplah dalam segala sesuatu.

    Apa yang sudah anda terima, anggaplah itu sebagai suatu keputusan yang terbaik yang dianugrahkan Tuhan kepada anda.

    Terimalah semuanya itu apa adanya dalam rasa bersyukur yang penuh sebab bukan tanpa alasan Tuhan mengizinkan hal tersebut terjadi.

    Jika hati sudah berterima dengan segala anugrah yang diberikan Tuhan niscaya rasa cemburu itu jauh dari dalam hati ini.

  6. Bersikap biasa saja dan hindari menjadi orang sombong.

    Terkadang beberapa orang menjadi sombong kerena sesuatu yang tidak biasa mendarat dalam hidupnya. Tahukah anda bahwa saat kita meninggikan diri maka orang lainpun akan melakukan hal yang sama? Atau setidak-tidaknya menguji anda dalam hal ini dan itu? Sebab sikap yang berlebihan itulah yang secara tidak langsung menjadi pancingan untuk menciptakan semacam cemburuan di dalam hati orang lain.

  7. Ikhlas menjalani ujian kehidupan.

    Tahukah anda bahwa ujian kehidupan sangat berfaedah untuk membersihkan/ memurnikan hati manusia dari segala yang jahat, termasuk salah satunya adalah rasa cemburu. Penderitaan dalam hidup ini mengajari kita untuk mampu memanajemen/ mengatur pola pikir sedemikian rupa sehingga hal-hal jahat itu dapat diatasi, ditekan bahkan dieliminasi sama sekali. Istilahnya adalah kuat menghadapi pencobaan tetapi lemah lembut saat bersikap kepada orang lain.

  8. Hindari bersungut-sungut di dalam hati.

    Upayakan untuk selalu menjauhkan hatimu dari hal-hal yang tidak baik dan tidak berfaedah juga. Untuk apa bersunguh-sungut dan menyalahkan orang lain pada sesuatu yang sudah terjadi? Ingatlah bahwa, bagaimanapun dan sebesar apapun usahamu: “itu tidak mengubah masa lalu”. Oleh karena itu terima kejadian yang sudah berlalu seadanya dan maafkan diri sendiri yang tidak becus saat itu dan juga maafkan siapapun yang telah menyakiti anda dulu.

    Sikap yang mau menerima masa lalu sekaligus memaafkannya niscaya akan mendatangkan ketenangan  dan kelegaan yang penuh di dalam hati anda hari-lepas hari.

  9. Menikmati hidup apa adanya.

    Apa yang sudah ada dalam genggaman tangan anda, nikmati itu apa adanya. Ingatlah bahwa semua nikmat itu hanyalah sesaat saja (sementara) selama kita masih hidup di dunia yang fana ini. Oleh karena itu, hindari meraih nikmat dunia yang sesaat dengan cara-cara yang salah sebab tidak ada kedamaian disana melainkan hanya rasa bersalah yang akan terus menghantuimu.

    Nikmatilah hidupmu saat hati bersih dan bebas dari segala sakit hati dan kepahitan agar aktivitas ini tidak menjadi pelarian semata.

    Alangkah baiknya juga jika menikmatinya bersama orang-orang terdekat dalam keluarga, pasangan hidup, anak-anak, saudara, sahabat, rekan kerja, teman-teman dan lain sebagainya.

    Dalam lingkup negara.

  10. Perjuangkan kesetaraan demi keadilan sosial bagi semua orang.

    Ini adalah sesuatu hal yang mutlak diperlukan dalam hidup manusia. Sebab tanpa kesetaraan manusia yang satu cenderung menggagahi manusia lainnya. Masyarakat hidup dalam persaingan yang tidak pernah berakhir dan iri hati menjadi motor penggerak ekonomi. Oleh karena itu, rasanya perlu juga ada yang namanya undang-undang kesetaraan untuk seluruh rakyat Indonesia.

    Dalam lingkup keluarga.

  11. Jujur dalam bersikap kepada siapapun.

    Kejujuran itu adalah dasar untuk menjalin hubungan baik yang lebih dekat dengan sesama. Jikalau dengan orang-orang dekat saja kita jujur (dalam keluarga) maka kemanapun dan dimanapun kita berada, baik di sekolah, dilingkungan sekitar, di kampus, di kantor, di jalanan bahkan di toiletpun anda menjadi orang yang selalu jujur.

  12. Bangun rasa saling percaya antara sesama anggota keluarga.

    Membina rasa saling percaya tidaklah mudah. Ini bentuk lewat kebiasaan sehari-hari. Semakin konsisten kebaikan anda biasanya akan semakin tinggi pula kepercayaan itu. Akan tetapi, bila hal-hal baik dalam diri anda tidak stabil dan fluktuatif maka kemungkinan  besar banyak orang yang meragukan dirimu.

  13. Habiskan waktu luang untuk melakukan hal-hal yang baik.

    Jangan terlalu lama bersantai teman. Melainkan lakukanlah hal-hal yang baik mulai dari membersihkan rumah, menyiapkan kebutuhan keluarga, membaca Kitab Suci, membaca buku pelajaran, buku ilmu pengetahuan, membaca diktat kuliah, buku cerita, koran, mengerjakan PR, menonton film, mendengar radio, bercengkrama dengan sesama, jalan-jalan dan lain sebagainya

  14. Berdiam diri dan tenggelam memuliakan Tuhan.

    Kami tidak lupa juga untuk menyarankan kepada anda agar memiliki waktu khusus untuk berpikir semberi berdiam diri. Waktu semacam ini sangat dibutuhkan untuk sekedar:

    • Bersyukur buat semua penyertaan Tuhan,
    • Memuliakan nama Tuhan dalam puji-pujian dan penyembahan,
    • Mengoreksi diri,
    • Menatap masa lalu dan belajar dari kesalahan,
    • Memikirkan apa-apa saja hal baik yang masih bisa dilakukan.
  15. Lakukanlah hal-hal baik itu dengan tekun hingga menjadi budaya yang mendatangkan kebahagiaan.

    Aktivitas yang diulang-ulang akan menjadi rutinitas yang baik. Jika rutinitasi ini terus-menerus dilakukan maka akan menjadi kebiasaan. Ketika kebiasaan baik yang dimiliki ditekuni dengan sungguh-sungguh maka akan menjadi budaya. Di saat seperti inilah, semua hal baik itu akan keluar dengan sendirinya tanpa disadari oleh diri sendiri (otomatis). Budaya yang baik akan mendatangkan kebahagiaan bukan saja bagi diri sendiri melainkan juga bagi semua orang yang ada disekitarmu.

Perbedaan adalah sesuatu yang wajar. Jika kehidupan anda tidak sama dengan orang lain maka nikmatilah semuanya itu dalam rasa bersyukur apa adanya. Tidak baik menyamaratakan segala sesuatu dalam hidup ini sebab dari perbedaan itulah kita diuji sembari belajar menyesuaikan diri. Hindari cemburuan terhadap sikap jahat orang lain yang terkesan dibiarkan begitu saja dan hindari membeo kejahatan yang dilakukannya.

Salam tegar-santun….

Iklan

2 comments

  1. […] Iri hati adalah cara seseorang untuk menghancurkanmu dari dalam. Bila ia sempat meradang maka tujuanmu akan berubah, perkataan dan perilakumupun cenderung lain dari sebelumnya saat dahulu masih menjadi orang yang alim dan baik hatinya. Keadaan semacam ini turut menghilangkan ketenangan dan kedamaian di dalam hati. Sikap pamer orang lain menyerang ego keakuan di dalam diri manusia. Selama ego itu masih berdiri teguh (belum dikalahkan, direndakahkan) dan tidak mau menerima kenyataan maka selama itu pula kecemburuan akan menggerogoti kehidupan anda hari lepas hari. Ujung-ujungnya, perbuatan menyimpang akan menguasai lisan dan perilaku (sikap) kepada sesama. Pada akhirnya, kedengkian hanya meninggalkan duka dan kerugian. Tips sekedar, Cara menghilangkan sikap cemburu. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s