Gejolak Sosial · Kristen Sejati · Menata Ulang Ilmu Pengetahuan · Teori kebenaran

Potensi, Bakat dan Ilmu Pengetahuan Seperti Labirin Bercabang, Temukan Dasarnya Lalu Latih, Gali & Kembangkan Itu Sampai Dapat Memberikan Sesuatu Yang Bermanfaat Untuk Kehidupan Manusia

Potensi, Bakat dan Ilmu Pengetahuan Seperti Labirin Bercabang, Temukan Dasarnya Lalu Latih, Gali & Kembangkan Itu Sampai Dapat Memberikan Sesuatu Yang Bermanfaat Untuk Kehidupan Manusia

Kristen sejati. Bakat adalah (1) alamat (tanda-tanda bahwa sesuatu akan terjadi); (2) dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir; 3 bekas; kesan; tanda-tanda (luka dan sebagainya). Potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan; kekuatan; kesanggupan; daya. Sedangkan ilmu pengetahuan adalah gabungan berbagai pengetahuan yang disusun secara logis dan bersistem dengan memperhitungkan sebab dan akibat (KBBI Offline). Tuhan telah memberikan karunia yang berbeda kepada masing-masing dari kita, baiklah menggunakannya untuk kepentingan bersama.

Simaklah sebuah perumpamaan yang dibentangkan oleh Tuhan Yesus dalam Matius 25:14-30 berkatak demikian :

“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Makna yang jelas salah

Hati-hati menterjemahkan perumpamaan ini sebab awalannya seolah-olah berbicara tentang harta duniawi. Akan tetapi, bila kita perhatikan bagian terakhirnya maka mulai timbul pemahaman baru. Sebab adalah mustahil harta yang menentukan seseorang masuk Surga (Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu) atau masuk ke neraka (Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi). Bukankah prinsip “hartamu yang menentukan keselamatanmu” sangat bertentangan dengan kepribadian Tuhan Yesus yang sederhana?

Lagi pula perhatikanlah bagian ini: “ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu“. Jikalau perumpamaan ini berkisah tentang harta maka “benarkah Tuhan hendak memiskinkan orang-orang yang sudah miskin lalu melemparkannya ke dalam neraka?“. Ini tidak mungkin terjadi sebab justru di dalam bagian yang lain Tuhan Yesus berkata (Matius 5:3) “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Tuhan Yesus memang dahsyat, dari awal ia telah merencakan semuanya ini untuk membuat semacam pola-pola jebakan agar kelihatan dengan jelas, “siapakah yang melayani-Nya dengan setulus hati dan siapa juga yang melayani-Nya demi harta dan gemerlapan duniawi“. Bahkan sekalipun banyak spekulasi yang mendukung perumpamaan ini dalam konteks harta, tetap tidak dapat melawan salah satu dari dua dasar Hukum Taurat, yaitu “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri“. Bukankah frase “seperti dirimu sendiri” bermakna kesetaraan?

Makna yang agak benar

Mengapa kami katakan agak benar? Karena kami mendasari analisis ini berdasarkan pengertian pribadi tanpa memperhatikan telaah Alkitab dan tanpa belajar terlebih dahulu dari berbagai literatur Teologi Kristen. Jadi anda berhak tidak percaya terhadap analisis yang kami lakukan.

Potensi, bakat dan ilmu pengetahuan yang kita miliki, baik yang sudah ada sejak dari kecil maupun yang munculnya secara tiba-tiba di saat-saat tertentu sebaiknya jangan didiamkan. Jika kesemua anugrah ini terus dilatih, digali dan dikembangkan niscaya akan menjadi suatu kemampuan yang tidak biasa. Oleh karena itu, tempuhlah proses panjang itu dengan sabar, tekun dan penuh kerja keras.

Jikalau dalam hal-hal kecil saja anda mampu setia dan bertanggung jawab maka dalam hal besarpun dapat dipercaya oleh orang lain. Pada dasarnya bakat, potensi dan ilmu pengetahuan recehan dapat menggiring anda untuk menemukan/ menghasilkan sesuatu yang tidak biasa/ luar biasa. Namun semuanya itu butuh proses yang tidak sebentar. Jika anda terus berlatih dengan gigih, menggali dengan sepenuh hati dan mengembangkannya terus menerus maka proses transformasi kemampuan itu akan mengarah pada sesuatu yang baru dan unik.

Saat kita memiliki bakat, potensi dan ilmu pengetahuan maka sudah barang tentu hidup ini menjadi lebih bermanfaat bagi kemuliaan nama Tuhan dan bermanfaat juga bagi kehidupan orang lain. Kebermanfaatan andalah yang menentukan tujuan akhirmu (Surga atau Neraka) sedangkan mereka yang sama sekali tidak bermanfaat bagi sesamanya dan bagi Tuhan resmi akan dimasukkan ke dalam api neraka.

Oleh karena itu, mulai dari sekarang senantiasa fokuslah kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian. Memuliakan Tuhan itu bahagianya penuh, dapat dilakukan di dalam hati, menggunakan bibir/ mulut, memakai alat musik dan bisa juga sambil menari. Sedangkan untuk menjadi bermanfaat bagi sesama manusia, anda harus mengasihi dan berbuat baik kepada orang lain yang dimulai dari hal-hal kecil (misalnya ramah tamah dan menjadi pendengar yang baik). Selanjutnya lakukanlah kebaikan (tebarkan kasih) sesuai dengan sumber daya, bakat, potensi dan ilmu pengeahuan yang dimiliki.

Bakat, potensi dan ilmu pengetahuan yang dimiliki seperti labirin yang terus melebar dan berkembang menghasilkan sesuatu yang baru

Tahukah anda bahwa dalam dunia ini, segala sesuatu berawal dari hal-hal kecil yang sederhana bahkan sering dianggap sepele oleh orang lain. Kami masih ingat dahulu, ketika kemampuan menulis yang dimiliki masih dalam skala frase dan kalimat per kalimat. Tidak berpengaruh banyak terhadap kehidupan manusia. Bakat sepele seperti ini kemungkinan besar akan diabaikan oleh banyak orang. Istilah kerennya adalah tenggelam (dikubur dalam-dalam di bawah tanah) seiring berjalannya waktu.

Harus menghidupi talenta yang dimiliki.

Apapun bakat, potensi dan ilmu pengetahuan yang anda miliki, “cukupkanlah dirimu dengan semuanya itu“. Itu adalah yang terbaik yang dipercayakan Tuhan dalam hidupmu. Oleh karena itu, jangan hanya mengabaikannya begitu saja melainkan hidupi itu dalam setiap hembusan nafasmu dan disegala waktumu. Sebab dengan talenta itulah kita bermanfaat bagi Sang Pencipta dan sesama manusia.

Talenta yang kecil jangan mengkerdilkan niat dan motivasimu. Hindari fokus kepada orang lain lalu menyadari bahwa milik mereka (potensi, bakat dan ilmu pengetahuannya) lebih besar daripada apa yang sudah anda genggam. Sekecil apapun potensi anda:
(1) bersyukurlah,
(2) terima apa adanya,
(3) nikmati dan
(4) konsentrasi dan fokus pada kemampuan itu
(5) kembangkan itu dengan penuh kesabaran,
(6) selalu bertekun dan
(7) penuh kerja keras.

Temukan media yang dapat memfasilitasi kemampuan itu.

Bakat, potensi dan ilmu pengetahuan yang dimiliki sebaiknya dialirkan terus-menerus. Jangan menyerah lalu melepaskan semua beban tanggung jawab karena talenta itu. Melainkan temukan sarana dan prasarana yang dapat memfasilitasi bakat tersebut. Setidak-tidaknya dokumentasikanlah hal tersebut, baik menggunakan media, perekam suara, kamera, gadget, buku, papan tulis, kertas, kanvas dan lain sebagainya. Sebagai media publikasi, pilihlah yang even yang ada disekitar anda. Sedangkan untuk publikasi secara online, lakukanlah di forum-forum resmi seperti youtube, kompasiana, kaskus (Jikalau itu berupa tulisan, gambar, suara dan video yang berhubungan dengan media) dan media online lainnya (silahkan cari sendiri sesuai tema bakat yang anda miliki).

Jangan hanya memendamnya dalam hati saja (menguburkannya dalam-dalam) melainkan
[a] ekspresikan itu,
[b] baik dalam even khusus,
[c] forum tertentu,
[d] dalam kesempatan khusus lainnya dan yang mungkin bisa memfasilitasinya juga adalah
[e] media internet dan media sosial.

Dibalik semuanya itu, ada baiknya jika kemampuan tersebut diekspresikan bersama-sama (dalam tim/ kelompok kecil dan besar) untuk menepis kesan yang egois.

Hati-hati dengan motivasi yang berlebihan.

Kami berharap andapun berhati-hati dengan rupa-rupa pengotor yang mungkin menghampiri dan menunggangi kehidupan anda seperti:
{I} penghormatan,
{II} penghargaan,
{III} pujian,
{IV} popularitas, dan
{V} uang.

Bakat, potensi, dan ilmu pengetahuan yang dimiliki seperti labirin bercabang yang akan terus berkembang – temukanlah dasarnya yang benar

Tahukah anda bahwa beberapa dasar teori dari ilmu pengetahuan yang dimiliki telah dikaburkan oleh cerita-cerita fiksi yang sebenarnya kosong? Oleh karena itu, jelilah membaca, mendengar, menyimak dan meresapi setiap ilmu yang diperoleh. Pikirkan dan pertimbangkan itu baik-baik sebelum benar-benar diyakini sebagai sebuah dasar untuk dikembangkan, dikreasikan, diinovasikan dan dikolaborasikan menjadi sesuatu yang baru, unik dan khas. Jika dasarnya sudah benar maka kelanjutannyapun akan berada di jalur yang tepat. Namun jikalau dasarnya saja sudah salah maka perkembangannyapun ke depan cenderung menyimpang.

Coba perhatikan ilustrasi labirin bercabang berikut ini:

Potensi, Bakat dan Ilmu Pengetahuan Seperti Labirin, Temukan Dasarnya Lalu Kembangkan Itu Sampai Dapat Memberikan Sesuatu Yang Bermanfaat Untuk Kehidupan Manusia

Jika anda memiliki satu saja bakat, potensi dan ilmu pengetahuan yang terus-menerus dilatih, digali dan dikembangkan dengan sabar, bertekun dan penuh kerja keras maka akan bertumbuh menjadi dua. Dua menjadi empat, empat menjadi enam, enam menjadi delapan dan seterusnya. Semakin lama anda berfokus untuk menggali, melatih dan mengembangkannya maka semakin luas dan semakin banyak pula pengaruh positif yang akan didatangkannya dalam kehidupan anda maupun dalam kehidupan orang lain.

Tetapi diatas semuanya itu PASTI ADA BATASNYA jugalah. Jika anda sudah mencapai batas, jangan lupa untuk berhenti dan beristirahatlah (pensiun) lalu latih dan persiapkan generasi berikutnya untuk menjadi sepertimu bahkan lebih lagi. Sebab kemampuan manusia akan berakhir tetapi kasih kepada Tuhan dan sesama akan selalu ada. Oleh karena itu dedikasikan setiap potensi, bakat dan ilmu pengetahuan yang anda miliki untuk kepentingan masyarakat luas dan kemuliaan nama Tuhan. Hindari menggunakannya untuk diri sendiri sebab bila hanya menampung saja maka kemampuan itu bisa berubah dari yang mendatangkan berkat malah mendatangkan bencana dan kutuk bagi diri sendiri maupun bagi sesama. Ini seperti fenomena alam di Timur Tengah, yaitu Laut Mati yang semakin asin dan tidak dapat lagi dimanfaatkan bahkan ikan-ikanpun tidak hidup disana. Faktor penyebab tidak ada ide, inovasi, kreasi dan kolaborasi

Salam….
Sebarkan kemampuanmu untuk kepentingan bersama….

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s