11 Bahaya Iri Hati – Haruskah Kita Memutar Dunia Ini Dalam Kedengkian?

Dampak Buruk Iri Hati – Haruskah Kita Memutar Dunia Ini Dalam Kedengkian

Iri hati adalah merasa kurang senang hati melihat kelebihan orang lain (beruntung dan sebagainya); cemburu; sirik; dengki. Dengki adalah menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) karena iri  yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain. (KBBI Luring). Merupakan hasrat manusia untuk menjadi sama seperti orang lain. Rasa ini telah ada dan akan selalu ada dalam diri kita (manusiawi). Keinginan semacam ini akan lebih parah lagi ketika tidak ada rasa puas dalam hati.

Hidup ini sangat tergantung pada ke arah mana fokus pikiran anda. Jikalau lebih cenderung memusatkan pikiran kepada hal-hal yang jahat maka perkataan dan perilaku sehari-haripun akan cenderung menyimpang. Namun jika indra terutama pikiran dipusatkan pada hal-hal yang baik dan benar (misalnya fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian) niscaya sikap: lisan dan perilaku sehari-haripun akan menjadi lebih baik dari hari ke hari. Baik bagi anda untuk menghindari pikiran yang kosong (mengosongkan pikiran). Sebab kekosongan hati telah banyak menjebak orang untuk terbakar hawa nafsu sesat (misalnya seks), ditawan oleh kebinatangan (benci, dendam dan amarah juga kekerasan) dan berbagai-bagai kejahatan lainnya.

Setiap dari kita telah diberi pilihan dalam hidup ini. Ada yang baik dan ada pula yang buruk. Dimanakah yang akan anda pilih? Semua itu tergantung dari suasana hati dan fokus pikiran selama ini. Jikalau selama ini, anda membiasakan diri pada pilihan yang positif maka dapat dipastikan bahwa  keputusan yang anda tempuh akan mendatangkan kebaikan. Namun, jikalau selama ini membiarkan diri mengambil pilihan-pilihan yang buruk maka ada kecenderungan keputusan yang diambil cenderung mendatangkan kerugian bagi orang lain juga diri sendiri. Akan tetapi di atas semuanya itu, terkadang hati ini menuntunmu untuk melakukan kesalahan: ini adalah salah satu ujian kehidupan. Terima apa adanya dan jalani saja dulu sembari mengambil makna positif dari keburukan itu untuk dijadikan pelajaran hidup.

Karena begitu manusiawinya sikap iri hati maka ia juga dapat tergolong menjadi salah satu kelemahan manusia. Selama seseorang tidak mampu mengendalikan rasa ini maka selama itu pula hatinya semakin jauh dari kedamaian dan pikirannya terus ditawan oleh hawa nafsu yang sesat. Kedengkian bisa menjadi salah satu co-factor yang dapat menggiring kehidupan manusia untuk diperalat oleh sesamanya. Sebab, seseorang yang mampu memancing sifat ini melandaskan pemikiran anda untuk fokus kepada orang lain dibandingkan sekedar fokus kepada hal baik yang ada dalam diri sendiri. Pada akhirnya rasa benci yang tercipta karena iri hati, menelan moralitasmu (menjadi buruk), menelan harta benda yang dimiliki (sikap konsumtif memicu utang dimana-mana), mengganggu  bahkan meretakkan relasi dengan orang lain hingga menjadi batu sandungan bagi kehidupan sesama.

Dampak buruk sikap iri hati

Raja Salomo dalam Pengkhotbah  4:4, berkata demikian : Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap yang lain. Ini pun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.

Jelas sekali dalam ayat ini yang menggambarkan bahwa seseorang berusaha lebih keras karena ada kedengkian di dalam hatinya. Seolah-olah iri hati itu menjadi motor penggerak semangatnya sehingga menjadi berapi-api dari sebelumnya. Sikap semacam ini jelas tidak menguntungkan bagi kehidupannya melainkan lebih cenderung menguntungkan pekerjaan para pedagang/ orang marketing/ pengusaha. Ini jelas membuat tujuan hidup seseorang menyimpang dari yang seharusnya, ketimbang memuaskan hatinya sendiri dan orang-orang yang dicintai malah lebih cenderung bertujuan untuk memuaskan hawa nafsunya yang sesat karena dibakar api dengki.

Ada banyak peristiwa negatif yang akan menimpa anda ketika kedengkian menguasai hatimu. Berikut beberapa hal yang dapat kami rasakan akan menjadi kentara ketika sikap iri hati dipelihari terus-menerus.

  1. Kata-kata orang lain mudah sekali mengotori pikiran anda.

    Kedengkian itu biasanya dimulai dari pandangan miris/ negatif seseorang tentang kehidupan anda. Ketika telinga ini terlalu peduli dengan kata-kata miring yang diucapkan oleh orang lain niscaya opini yang terbentuk (hanya opini bukan fakta) akan menggiring anda untuk memikirkan hal-hal yang lebay/ cenderung tidak sewajarnya.

    Saat anda sudah menjadi iri dengan orang lain maka akan timbul rasa mudah curiga dan suudzon. Sifat ini akan terus terpelihara ketika kedengkian kepada orang tersebut masih meradang di dalam hatimu. Coba hapus kedengkian itu maka pikiran andapun akan lebih jernih memandang kehidupan orang lain.

  2. Membuat hati tidak tenang dan damaipun menjauhlah.

    Saat kedengkian menguasai hidup anda maka mulailah hati ini mereka-rekakan “bagaimana caranya agar saya menjadi seperti dia?”. Padahal anda telah mengerti bahwa di dunia ini perbedaan itu adalah wajar dan tidak seharusnya segala sesuatunya disamakan. Hanya ada dua kekuatan super yang pantas disamakan di dunia ini, yaitu sistem penggajian dan pengaruh kekuasaan. Sebab kedua hal ini cukup beresiko dan mengancam jika terlalu mencolok.

  3. Mudah tersulut emosi.

    Ketika hati sudah iri terhadap sesuatu maka saat orang lain membicarakan hal tersebut maka diri ini cenderung lebih mudah terpancing emosi. Ini seperti istilah rasa dengki anda membuat emosional labil sehingga mudah marah-marah di sana dan di sini. Bahkan yang lebih perahnya lagi ketika hasrat itu diluapkan dengan sungguh sehingga terjadilah yang namanya kekerasan alias sikap yang anarkis.

  4. Dapat diperalat oleh orang lain.

    Mereka yang pintar-pintar (bisa saja orang marketing) dapat memperalat anda dengan diam-diam, terselubung dan sistematis. Sehingga mereka memanas-manasin anda untuk melakukan satu dan dua hal yang telah ditentukan sebelumnya. Pada intinya, apa yang anda lakukan telah membawa surplus/ keuntungan bagi mereka sedang anda sendiri bisa jadi dirugikan karenanya.

  5. Merugikan diri sendiri.

    Sebenarnya sikap iri hati jelas tidak diperlukan dalam berbagai-bagai kesempatan. Ini seperti membuang waktu, tenaga dan materi pada hal-hal yang tidak berarti. Daripada memenuhi pikiran dengan kedengkian lebih baik memikirkan hal-hal yang baik dan menambah kecerdasan anda. Misalnya dengan Fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan pujian; seolah-olah anda sedang bercakap-cakap dengan-Nya. Bisa juga dengan melakukan aktivitas menarik lainnya, mulai dari membaca Kitab Suci, buku pelajaran, diktat kuliah, koran dan hal-hal baik lainnya.

  6. Merugikan orang terdekat, keluarga yang dicintai.

    Jika rasa dengki telah menguasai hati seseorang maka ada kecenderungan dia menjadi egois dan tidak peduli lagi dengan nasib orang lain disekitarnya bahkan orang yang dicintai sekalipun. Demi terwujudnya keinginan itu maka ia cenderung mengkorbankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Jika sudah mengorbankan orang lain maka perilaku semacam ini mulai keluar dari batas kewajaran alias menyimpang.

  7. Usaha yang dilakukan menjadi sia-sia.

    Semua pengorbanan yang anda dedikasikan, mulai dari tenaga, waktu, materi dan lain sebagainya menjadi sia-sia belaka. Sebab pengorbanan yang dilakukan bukan pada tempatnya. Jikapun ada pihak yang diuntungkan tetapi bukan diri sendiri ataupun keluarga melainkan orang lain diluar sana yang entah berantah. Kemungkinan di awal-awal anda merasa diuntungkan namun lama kelamaan diri ini menyadari bahwa semua keputusan yang ditempuh itu tidak ada artinya.

  8. Memicu timbulnya persaingan yang tidak sehat.

    Jika perekonomian yang kita anut dibangun diatas dasar iri hati maka ada kecenderungan terjadinya persaingan antara pihak yang satu dan yang lain atas dasar gengsi. Jikalau manusia sudah mulai memiliki mindset gengsi maka segala cara akan diusahakannya untuk memenuhi hasratnya itu, salah satunya dengan melegalkan persaingan yang tidak sehat. Bila pola pikir sebagai landasan saja sudah salah maka yang selanjutnyapun (sikap: tutur kata dan perilaku) akan cenderung menyimpang jauh.

  9. Iri hati yang telah terpenuhi/ digenapi akan berbuah kesombongan.

    Jika kedengkian seseorang telah terwujud dengan hadirnya apa yang diinginkan hatinya maka iapun akan menyombongkan diri dengan itu. Misalnya saja, saat orang lain memiliki smartphone baru, seseorang yang hatinya mengiri akan membeli hal yang sama pula. Ketika ia telah memperoleh smarthphone tersebut maka cenderung memarkannya kepada orang yang sebelumnya telah memilikinya. Simak, Cara menekan kesombongan

  10. Menggiring anda pada kejahatan yang lebih sesat dan lebih banyak.

    Iri hati adalah pintu kepada kejahatan lain. Jangan sangka memelihara sifat ini dapat membuatmu tetap aman disegala waktu. Sebab rasa dengki adalah sebuah kanker yang membuatmu tidak tenang karena ia terus berkembang dan tumbuh menghasilkan hal-hal yang lebih jahat lainnya. Jikalau anda mampu mematikan sumbernya maka ia tidak akan melebar selama sumbernya masih aktif (sifat iri di dalam hati) maka akan terus menghasilkan hal-hal buruk hari demi hari.

  11. Dijauhi oleh teman-teman.

    Ada banyak faktor yang menyebabkan kita dijauhi orang lain. Bisa jadi karena kesalahan mereka sendiri, kesalahan kita atau hanya sekedar kekhilafan yang tidak disengaja. Oleh karena itu, rajinlah mengoreksi diri sendiri dengan memberikan sedikit waktu luang anda untuk berpikir tentang hal-hal tersebut. Sebaiknya, jauhi sikap susah melihat orang lain senang melainkan ucapkan selamat ketika orang lain berhasil.

Tanpa kebersamaan dan gotong royong maka manusia terus-menerus bersaing satu sama lain untuk memperebutkan uang dan kekuasaan. Tanpa disadari iri hati akan menjadi motor penggerak yang membuat kancah persaingan itu semakin seru saja dan bisa jadi tidak terkendali hingga mengorbankan orang lain. Apa yang dimulai dalam keburukan akan selalu berakhir dengan kejahatan. Baca juga, Tips Menghilangkan sifat iri/ dengki

Perbedaan itu selalu ada, kapanpun dan dimanapun anda berada. Tidak perlu terlalu fokus kepada orang lain sebab kebiasaan ini cenderung membuat kita lebih suka membanding-bandingkan satu dengan yang lainnya. Melainkan lebih baik fokus kepada Tuhan maka pikiran akan terus menerus disegarkan. Atau setidak-tidaknya fokus pada ilmu pengetahuan, bakat/ potensi dan pekerjaan yang sedang dilakukan alhasil, hal-hal yang baik akan menghampiri anda hari lepas hari.

Salam santun tapi tegar…..

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s