8 Alasan Mengapa Negara Maju Berada Di Iklim Subtropis dan Sedang – Cuaca Dingin (Sejuk) Mempengaruhi Kecerdasan Manusia

Alasan Mengapa Negara Maju Lebih Dominan Di Daerah Subtropis Sedang - Cuaca Dingin (Sejuk) Mempengaruhi Kecerdasan Manusia

Cuaca adalah keadaan udara (tentang temperatur, cahaya matahari, kelembapan, kecepatan angin, dan sebagainya) pada satu tempat tertentu dengan jangka waktu terbatas. Sedangkan iklim adalah (1) keadaan hawa (suhu, kelembapan, awan, hujan, dan sinar matahari) pada suatu daerah dalam jangka waktu yang agak lama (30 tahun) di suatu daerah; (2) suasana; keadaan (KBBI Luring). Baik buruknya cuaca sangat menentukan aktivitas keseharian manusia. Tidak hanya kita melainkan makhluk hidup yang lainnya juga membutuhkannya dalam takaran yang tepat sehingga tidak mengganggu apalagi menghambat tumbuh kembangnya kehidupan masing-masing.

Perlu diingatkan kembali bahwa perputaran kehidupan di dunia ini berupa siklus yang berputar-putar disegala bidang. Mulai dari kelembaban udara, suhu/ temperatur udara, kecepatan angin, intensitas sinar matahari, perkembangan tumbuhan hijau, kemajuan kehidupan binatang dan lain sebagainya berada dalam satu sistem yang saling berhubungan dan saling kait-mengait satu sama lain. Pada intinya, kemajuan sebuah sistem diseantero negeri ini diatur oleh dua kekuatan besar, yaitu garam/ lautan dan terang/ matahari.

Perputaran kebutuhan hidup manusia dipengaruhi oleh garam dan cahaya matahari

Perputaran bahan pangan yang dikonsumsi oleh manusia

Demikian halnya juga dengan manusia. Kita ambil saja satu contoh yang konkret yaitu perputaran bahan pangan yang dikonsumsi sehari-hari. Manusia memakan tumbuhan dan daging kemudian mencerna lalu memecah senyawa tersebut menjadi energi yang menghasilkan sampah (feses, urin, keringat dan kotoran lainnya). Sampah-sampah ini akan mencemari lingkungan jikalau tidak segera di degradasi. Tetapi dengan bantuan garam dan air hujan maka semua jenis sampah organik dapat didemineralisasi menjadi bahan yang lebih sederhana yang disebut dengan zat anorganik. Zat-zat inilah yang kembali di susun oleh tanaman untuk menjadi senyawa kompleks lainnya (misalnya karbohidrat, protein dan lemak) yang bermanfaat bagi kehidupan alam semesta.

Siklus suhu udara dan kelembaban dipengaruhi oleh sinar matahari dan garam

Siklus suhu udara (cuaca) di bumi hingga menciptakan kesejukan

Perputaran suhu udara di dunia ini juga demikian halnya, yaitu dimulai dari sinar matahari ditambah suhu tubuh makhluk hidup (terutama manusia dan hewan) dan panas yang dihasilkan oleh mesin kendaraan, mesin pabrik, alat elektronik dan berbagai jenis lampu. Semuanya ini meningkatkan suhu udara dan menurunkan intensistas kelembaban lingkungan. Tetapi tanaman hijau yang digarami akan menyerap sinar matahari dan semua panas tersebut sehingga menurunkan suhu udara dan menambah kelembaban lingkungan sembari melepas ion-ion negatif yang membuat udara menjadi sejuk dan baik bagi kesehatan seluruh makhluk hidup termasuk manusia itu sendiri. Simak juga, Cara membuat lingkungan rumah sejuk.

Rata-rata negara maju berada di daerah beriklim subtropis hingga sedang

Tahukah anda bahwa hampir semua negara maju yang tersebar di seantero permukaan bumi rata-rata berada di daerah yang beriklim sedang? Mereka yang kehidupannya lebih maju tentu saja bukan disebabkan oleh kekuatan sihir bin ajaib melainkan kembali lagi kepada kemampuan intelektual manusianya (SDM – sumber daya manusia). Ini bukanlah sebuah fenomena yang kebetulan melainkan sebuah fakta yang menegaskan bahwa kecerdasan manusia sangat dipengaruhi oleh kelembaban udara di daerah tersebut. Ditambah lagi mereka memiliki 4 musim yang berbeda-beda. Artinya, mereka yang hidup di daerah sub tropis hingga dingin lebih banyak waktu liburan di bandingkan dengan yang di daerah tropis.

Kecerdasan manusia dipengaruhi oleh iklim setempat

Benarkah cuaca dapat mempengaruhi kecerdasan manusia? Pada dasarnya setiap orang yang lahir di bumi ini dapat hidup dengan cerdas jika di dukung oleh tubuh yang sehat dan informasi yang berkualitas lainnya. Biasanya orang yang berada di iklim subtropis hingga sedang mengalami dehidrasi yang lebih minim dibandingkan dengan kita yang berada di daerah tropis. Sadar atau tidak, suhu udara yang tinggi telah membuat banyak orang kehilangan cairan tubuh. Akibatnya, kemampuan manusia untuk berkonsentrasi dan berpikir menurun drastis terlebih ketika orang tersebut tidak menjaga asupan garam dalam tubuhnya. Menarik, Jumlah konsumsi garam setiap hari.

Faktor penyebab negara maju lebih dominan berada di daerah yang beriklim

Kita perlu belajar dari beberapa negara maju agar bisa mengetahui apa-apa saja perbedaan Indonesia dengan mereka. Mungkinkah perbedaan itu yang selama ini membuat kita terus saja ketinggalan dibelakang dan masih berada dalam tahap negara berkembang? Berikut beberapa alasan yang kami miliki mengapa negara maju rata-rata berada di daerah beriklim subtropis hingga sedang.

  1. Tingkat dehidrasi yang minimal sehingga meningkatkan kinerja berpikir.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa dehidrasi menyebabkan berkurangnya konsentrasi berpikir. Pada negara yang terletak di daerah iklim tropis membuat masyarakatnya sering mengalami dehidrasi. Asupan cairan yang berkurang drastis untuk otak dapat mengganggu efektifitas dan efisiensi kinerga otak. Sebab bagi otak, cairan itu seperti oli yang senantiasa melumuri seluruh bagian-bagiannya sehingga terjangannya lebih “OK” tanpa menyebabkan kerusakan mesin (misalnya sakit kepala).

  2. Rata-rata berada dalam lingkaran Uni Eropa yang sosialis dan ada juga beberapa yang atheis (saintisme).

    Negara yang masuk dalam Uni Eropa adalah penganut sosialis dimana kesejahteraan bukan hanya untuk orang tertentu saja melainkan setiap orang layak disejahterakan oleh negaranya. Pada dasarnya, orang-orang yang sudah sejahtera lebih mudah untuk mengekspresikan diri, beraktualisasi hingga menghasilkan karya-karya yang tidak biasa. Baca juga, Indonesia perlu menganut sistem demokrasi sosialis.

    Oleh karena itu, kami sarankan kepada para hamba Tuhan untuk berhati-hati bilamana berargumen tentang kesetaraan dan keadilan sosial. Sebab di dalam Alkitab ada sebuah perumpamaan yang khas dengan ketidakadilan. Akan tetapi yang dimaksudkan disana lebih kepada bertanggung jawab terhadap potensi/ kemampuan yang dimiliki. Sekalipun bakatmu kecil namun jika terus-menerus dilatih dan dikembangkan niscaya suatu saat akan menjadi sesuatu yang besar.

    Perumpamaan ini murni sebagai jebakan Tuhan Yesus bagi para hamba Tuhan yang sangat materialistis dan mendasari pelayanannya pada uang dan uang (anani siai ba gefe). Jika anda menyaksikan hal semacam ini maka dapat disimpulkan bahwa Pendeta tersebut adalah antek kapitalis yang sengaja diperalat untuk mengaburkan kesetaraan yang telah dirancang Allah sejak dari mulanya.

    Apakah masih belum cukup Alkitab berkata, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri“. Sadarlah…..

    Pengalaman di Eropa, ketika ajaran sosialis diterapkan maka hal tersebut bertentangan dengan beberapa pendeta (terutama soal gaji) sehingga terjadi goncangan berat dalam keimanan manusia dikawasan itu. Hingga akhirnya beberapa orang, bukan hanya beberapa orang melainkan kebanyakan orang meninggalkan agamanya dan memilih untuk menjadi atheis  (dimana beberapa gereja ditutup) karena mereka menyadari bahwa keberadaannya “hanyalah sebagai sapi perah” bagi pimpinan gereja….

    Sekali lagi kami tegaskan, berhati-hatilah dalam mengeluarkan argumen….

  3. Transparansi dalam birokrasi.

    Birokrat yang bekerja secara transparan adalah orang yang jujur dan tidak serakah. Jika hawa nafsu yang sesat dibubuhi dengan tingkat kecerdasan yang mumpuni akan menghasilkan suatu sikap yang syarat dengan keserakahan. Jika birokrasi menjadi serakah maka kemungkinan besar kesejahteraan hanya milik beberapa orang saja. Akan tetapi jika birokrasi bersih niscaya semua orang akan merasakan nikmat dan indahnya memiliki negara yang mengayomi dan menopang seluruh kehidupan warganya. Biasanya orang yang bahagia lebih mudah berekspresi dan beraktualisasi sehingga menghasilkan karya-karya yang kreatif, inovatif dan kolaboratif.

  4. Tingkat keamanan yang stabil dan kondusif.

    Tidak seperti di negara-negara sedang berkembang yang mengedepankan kekuatan militer untuk menenangkan, mengamankan dan mendamaikan rakyat banyak. Di negara maju mereka pahan betul bahwa perdamaian sejati tidak berasal dari rasa takut yang timbul melainkan lebih kepada kesejahteraan masyarakat yang terpenuhi.

    Disini kami merawat beberapa kucing, ada induk dan ada juga anaknya. Jumlahnya berada pada kisaran 3 sampai 5 ekor. Satu prinsip kami adalah tidak memberi mereka makan sampai kenyang melainkan hanya sedikit-sedikit saja. Makan banyak itu hanya kami lakukan satu kali seminggu agar mereka tetap liar dan aktif memakan serangga dan hewan pengganggu lainnya yang masuk ke dalam rumah. Ketika jadwal makan yang sudah biasa sekali seminggu itu molor maka mereka akan kocar-kacir, mengumpat untuk mencuri ikan di atas meja hingga cakar-cakaran antar yang satu dengan yang lain untuk memperebutkan makanan yang sedikit (inilah kekacauan yang sebenarnya). Akan tetapi ketika makanan kami berikan cukup untuk semua maka semua tenang dan semua senang.

    Demikianlah juga manusia, untuk mengendalikan orang anda harus memenuhi kebutuhannya. Jika hanya mengandalkan kekuatan otot dan senjata maka tingkat keamanan itu akan semakin minim sebab hanya orang-orang berduitlah yang bisa aman sedangkan rakyat bawah yang sederhana dan tidak memiliki apa-apa cenderung menjadi korban kekerasan karena memperebutkan sumber daya.

  5. Waktu liburan yang lebih panjang dibandingkan dengan Indonesia.

    Negara-negara maju ini rata-rata memiliki empat musim, yaitu musim semi, musim gugur, musim dingin dan musim panas. Tidak seperti Indonesia yang hanya berada dalam dua siklus musiman yaitu, musim hujan dan musim kemarau. Pada dasarnya setiap pergantian musim terlebih ketika musim dingin, orang-orang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Liburan yang panjang semacam ini meningkatkan waktu bersama keluarga sehingga melatih kecerdasan emosional seseorang. Selain itu, masa liburan yang lama juga memberi kesempatan yang lebih untuk berpikir. Pada dasarnya otak yang terus-menerus digunakan akan mengasah kecerdasan manusia sehingga menjadi lebih baik dari hari ke hari.

  6. Sangat mengerti tentang manfaat garam.

    Garam adalah mineral ajaib yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia itu sendiri. Manfaatnya tidak saja menyentuh sisi kesehatan melainkan juga sisi lingkungan, teknologi bahkan termasuk industri juga. Suatu bangsa yang telah mengenal manfaat garam dengan baik akan mampu mengelola sumber daya bahkan mengolahnya menjadi sesuatu yang dapat mendatangkan kebaikan bagi umat manusia. Sebab garam dan terang adalah komoditi yang berperan sangat banyak untuk menjaga stabilitas siklus kehidupan di bumi tercinta.

  7. Berasal dari keturunan orang-orang cerdas, Yunani dan Romawi.

    Tahukah anda bahwa perkembangan ilmu pengetahuan itu berasal dari Eropa? Kita kasih saja contoh mengenai teori-teori demokrasi dalam suatu negara kebanyakan berasal dari peninggalan bangsa Romawi dan Yunani kuno. Banyak filsuf (pemikir) kenamaan yang berasal dari sana. Otomatis perkembangan ilmu pengetahuan semacam ini terus berlangsung dari tahun ke tahun sehingga menjadi sebuah karya yang dapat memberi solusi bagi permasalahan yang sedang dialami saat ini.

  8. Termasuk orang-orang Yahudi.

    Bapa Abraham adalah nenek moyang orang Yahudi. Dalam sejarah Alkitab mereka ditakdirkan sebagai bangsa yang diberkati Allah dan melalui mereka semua bangsa di bumi akan diberkati. Sama halnya seperti orang Tionghoa yang hidup/ berada di mana-mana maka demikian jugalah dengan orang Yahudi, mereka ada hampir diseluruh bangsa di dunia. Di Indonesia sendiri keberadaan mereka jelas hanya tidak begitu kentara karena masih kuatnya sentimen terhadap orang-orang ini terutama jika berkaitan dengan perdamaian di Timur Tengah.

Maju-mundurnya suatu bangsa tergantung dari sistem pemerintahan yang dianut oleh negara tersebut. Tanpa birokrasi yang transparan dan terpercaya maka kesejahteraan itu hanya menumpuk pada satu-dua orang saja. Sedangkan yang lainnya dijadikan sebagai sapi perah. Oleh karena itu, prinsip kesetaraan demi keadilan sosial adalah mutlak harus diwujudkan untuk Indonesia yang lebih baik dan lebih maju lagi.

Salam gotong royong …..

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s