11 Cara Menjaga & Mempertahankan Konsentrasi Berpikir Dalam Berbagai Sikon Bahkan Disaat Situasi Sulit (Misal dalam keributan dan kebisingan)

Cara Menjaga & Mempertahankan Konsentrasi Berpikir Dalam Berbagai Sikon Bahkan Disaat Situasi Sulit (Misal dalam keributan dan kebisingan)

Konsentrasi adalah (1) pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal; (2) pemusatan tenaga, kekuatan, pasukan, dan sebagainya di suatu tempat; (3) pemusatan beberapa penerbitan dalam satu kekuasaan; (4) persentase kandungan bahan di dalam satu larutan (KBBI Offline). Merupakan kemampuan otak untuk memusatkan pikiran dan indra pada hal-hal tertentu saja. Disebut juga sebagai kemampuan pikiran untuk mengurangi kepekaan indra sehingga tidak merespon hal-hal tertentu (termasuk gangguan sosial). Seseorang yang mampu berkonsentrasi dapat menjaga pikiran dan pergerakannya sehingga fokus tidak mudah buyar/ pecah dan tidak mudah terkejut oleh perubahan lingkungan yang drastis.

Semua latihan dan cara ini hanya dapat berlangsung bila anda dekat dan hidup bersama orang lain

Kemampuan untuk belajar berkonsentrasi tidak dibawa sejak lahir melainkan dipelajari dan diajarkan dari waktu ke waktu. Pelajaran kehidupan semacam ini hanyalah diperoleh dari kemauan yang tulus/ ikhlas untuk berbaur dan menyatu dengan kehidupan orang lain. Oleh karena itu, ada baiknya jikalau mulai dari sekarang kita menjaga kedekatan dengan orang-orang disekitar, mulai dari keluarga, saudara, sahabat dan teman-teman sekaliannya. Semakin lama kita bersama maka semakin tumbuh, cerdas dan dewasa bersama sebab tidak baik manusia itu seorang diri saja.

Mereka yang tinggal dipemukiman padat sangatlah beruntung

Sebenarnya di dalam kebersamaan yang sederhana kita dapat melatih diri untuk menjaga dan mempertahankan konsentrasi. Hidup yang sederhana itu, jika anda tinggal di rumah dalam bentuk blok, memiliki tempat tinggal yang tepat di pinggir jalan, tinggal di pinggiran pasar dan tinggal bersama dengan keluarga lainnya (dalam satu rumah). Keadaan hidup seperti ini sangatlah membantu menata ulang kemampuan berkonsentrasi sehingga semakin rapi, teliti dan tajam namun tak tergoyahkan.

Rugi juga yang rumahnya mewah dan terisolir dari pemukiman warga

Sebaliknya bagi anda yang bertempat tinggal di rumah-rumah mewah nan megah dengan dinding yang tebal dan pagar yang tinggi patut merasa rugi. Sebab harta yang anda miliki telah melindungi sekaligus memanjakan indramu. Oleh sebab itu, anda perlu mencari-cari kebisingan lainnya sembari mengembangkan dan mempertahankan pemusatan pikiran pada sesuatu. Dalam tulisan ini kamipun akan memberikan referensi sebagai salah satu cara-cara praktis untuk melatih kemampuan fokus berpikir di tengah-tengah situasi yang rumit dan kompleks.

Mulailah keluar dari zona nyaman (out of box)

Bagi anda yang selama ini merasa bahwa “sangat terganggu dengan kebisingan dan riuh gempita suasana disekeliling”. Maka mulai saat ini, berlatihlah untuk menghadapi situasi semacam ini. Jangan semakin melindungi indra anda sebab itu sama saja membuatmu semakin rentan dengan hubungan sosial. Sehingga kerap kali muncul niatan untuk meninggalkan kebiasaan bergaul dan berbaur dengan orang lain. Padahal rutinitas semacam ini sangatlah baik bagi perkembangan dan pertumbuhan kemampuan pikiran untuk berkonsentrasi.

Dasar menjaga dan mempertahankan konsentrasi berpikir

Satu hal yang harus anda pegang saat ingin melatih konsentrasi agar semakin baik di tengah situasi yang sulit yaitu jangan biarkan pikiran kosong dan indra tertidur tegang. Melainkan lakukanlah sesuatu yang baik bagi kehidupan anda. Inti dari latihan ini adalah menyibukkan pikiran atau indra anda sembari menikmati semua aktivitas itu. Jikalau tidak mampu menikmatinya, bagaimana mungkin hati tetap tenang dalam damai? Berikut ini beberapa cara positif untuk menyibukkan pikiran dan indra.

  1. Menyibukkan pikiran.

    Yang terutama adalah fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian. Seolah-olah Dia ada disampingmu sehingga mendorongmu untuk bercakap-cakap dengan-Nya. Di dalam semuanya itu yang dapat sekalian menghibur dan mendatangkan kegembiraan (semagat) adalah dengan bernyanyi dan memuji-muji nama Tuhan.

    Memusatkan pikiran kepada ilmu pengetahuan yang positif. Ini dapat anda peroleh dari sekolah, perkualiahan, dari dalam buku dan lain sebagainya. Pikirkanlah itu, siapa tahu dapat mendatangkan solusi buat masalah yang dihadapi sehari-hari sembari berimprovisasi dan mengadaptasikannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

    Fokus pada bakat/ potensi/ pekerjaan yang dilakukan. Apakah yang menjadi potensi dan kemampuan anda kawan? Berkonsentrasilah untuk menekuni hal-hal tersebut sehingga anda dapat meraih manfaat dari sana. Bila perlu (hanya bila sanggup) mampu mendatangkan manfaat bagi sesama manusia.

  2. Menyibukkan indra mata.

    Misalnya dengan membaca Kitab Suci, buku mata pelajaran, diktat mata kuliah, koran, majalah, buku cerita, carpen, novel, roman, komik dan lain sebagainya.

  3. Mempekerjakan telinga

    Agar tidak menganggur terus. Dengan mendengarkan khotbah, lagu rohani, musik klasik, pembicara/ motivator, berita dan edukasi lewat kaset/ CD/ DVD player/ gadget atau di radio maupun di televisi nasional maupun lokal.

  4. Membuat sibuk hidung

    Dengan berbagai wewangian. Mulai dari minyak telon, minyak angin, dan parfum aromaterapi lainnya.

  5. Kulit

    Dapat disibukkan dengan cara mengurut bagian tertentu, menyentuh kulit dengan irama tertentu, masturbasi-singel, hubungan seksual – bagi yang telah menikah dan lain sebagainya.

  6. Membuat lidah bergerak sibuk

    Dapat dilakukan dengan cara berkomunikasi dengan sesama, bernyanyi, makan dan minum (hati-hati, jangan sampai kelewat batas bisa penyakitan).

  7. Teknik gabungan

    Yang dapat membuatmu sibuk adalah dengan tetap melanjutkan pekerjaan yang baik itu. Misalnya dengan membersihkan rumah, cuci-mencuci, rapi-rapi, atur-mengatur, berolah raga, senam, menari dan lain sebagainya.

Bagaimana cara mempertahankan konsentrasi berpikir dalam berbagai situasi dan kondisi bahkan ketika keadaan mulai memburuk

Segala hal di dunia ini dapat dilatih dengan sebaik-baiknya kehidupan sehingga kitapun mampu mengendalikan pola pikir sembari mengembangkan dan mempertahankan konsentrasi sehingga menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari. Berikut ini tata cara yang anda butuhkan untuk membuatmu semakin mahir mengendalikan pikiran di tengah-tengah situasi lingkungan yang berkecamuk bahkan semakin panas saja.

  1. Menjadi pendengar yang baik.

    Jika anda hendak belajar berkonsentrasi maka mulailah dari hal-hal yang kecil dan paling sederhana terlebih dahulu. Misalnya saja dengan menjadi pendengar yang baik. Tidak mudah untuk melakukan hal-hal ini terutama ketika apa yang disampaikan tidak begitu menarik atau tidak enak di dengarkan. Namun dibalik semuanya itu belajarlah untuk bertahan sebab tidak semua hal yang disukai dapat dilakukan, kadang kita harus melakukan apa yang tidak disukai demi kebaikan bersama/ semua orang.

  2. Mendengarkan nasihat orang tua yang kadang bertele-tele.

    Jikalau orang tua anda di rumah, tanpa disengaja suka memberikan nasihat yang bertele-tele maka terimalah semuanya itu apa adanya. Sebab ini salah satu cara untuk melatih mental dan konsentrasi anda sehingga menjadi lebih baik dari hari ke hari. Jikalau orang tua sudah mulai ngawur saat memberikan nasihat, “iakan aja”, sembari fokuskan pikiran untuk bernyanyi memuji-muji nama Tuhan.

  3. Datang ke tempat peribadatan sembari tetap fokus dengan kata-kata dari depan altar.

    Jikalau anda dapat fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian maka untuk mendengarkan hamba-Nyapun anda dapat konsen. Dir rumah ibadah terdapat banyak orang dan terkadang ada hal-hal bising yang sampai ke telinga bahkan mungkin juga sampai ke kulit (tersentuh oleh sesama). Disinilah kemampuan anda untuk berkonsentrasi senantiasa dilatih menjadi lebih baik selama berminggu-minggu. Baca juga, Cara mengikuti ibadah dengan hikmat di gereja.

  4. Datang ke sekolah dan tempat perkuliahan sambil mengkonsentrasikan pikiran untuk mendengar kata-kata guru/ dosen dari depan.

    Sekolah merupakan salah satu tempat dimana banyak orang dari berbagai kalangan berkumpul. Ini merupakan tempat belajar sekaligus “wahana hidup latihan konsentrasi”. Dibutuhkan kemampuan fokus yang penuh agar kita dapat mendengarkan pelajaran yang disampaikan oleh Bapak/ Ibu Guru di sekolah/ kampus.

  5. Agak mendekat disamping teman yang suka cerewet, bawel dan rewel sembari membaca.

    Inilah yang kami maksud dengan menguji diri sendiri. Saat ada teman yang suka cerewet dan bawel banget kalau kumpul bareng teman-temannya. Inilah kesempatan anda untuk melatih konsentrasi dengan cara.

    • Jangan keluar dari situasi tersebut.
    • Nikmati saja sembari berfokus pada sesuatu misalnya fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan pujian.
    • Bisa juga sambil menyelesaikan tugas dan PR anda.
    • Sembari membaca buku pelajaran dan yang lainnya.
    • Juga bisa dengan membuka komunikasi yang positif dan membangun kepada teman lainnya.
  6. Duduk di pinggir jalan sambil membaca koran.

    Tidak ada salahnya juga jikalau anda berhenti sejenak di kios-kios pinggir jalan (di pajak, pasar dan pusat perbelanjaan lainnya) sekedar membeli koran atau sesuatu yang lain sembari duduk manis mendengarkan “lagu-lagu keras rock n rool” dari sepeda motor dan mobil yang lalu lalang. Anda dapat menekuni hal ini sembari memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Bisa juga sambil membaca Kitab Suci, buku, koran, majalah dan lain sebagainya.

  7. Dekat-dekat ke samping tetangga yang suka ribut-ribut dan buat ulah sembari fokus kepada Tuhan.

    Jika anda hendak menguji diri sembari melatih kemampuan untuk berkonsentrasi maka bisa dilakukan dengan memanfaatkan momen yang tidak menyenangkan yang sedang terjadi disekitarmu. Lakukanlah hal ini sembari menyibukkan pikiran dan indra dengan hal-hal yang positif atau setidak-tidaknya tetap lanjutkan pekerjaan anda yang baik itu.

  8. Belajar mengalah saat tetangga menyetel volume speaker-nya agak besar sembari fokus kepada pekerjaan yang sedang dilakukan.

    Dalam hidup ini, terkadang perlu mengalah agar situasinya aman dan hatipun damailah. Jikalau ini terjadi padamu maka tetap fokuskan pikiran dalam doa, pujian dan firman. Bisa juga dengan membuat indramu menjadi sibuk (lihat sub bab Dasar menjaga dan mempertahankan kemampuan konsentrasi berpikir). Dapat juga melaluinya dengan tetap fokus pada kesibukan/ pekerjaan yang sedang dilakukan.

  9. Menunggu sesuatu baik perbaikan kendaraan di bengkel, tempat las, panglon, toko bangunan dan lain sebagainya.

    Anda dapat melakukannya di waktu-waktu tertentu. Mungkin ketika sedang meng-servis kendaraan atau yang lainnya. Tunggui itu sampai selesai sembari melatih konsentrasi kepada Tuhan dalam doa, firman dan pujian. Dapat juga dilakukan sembari membaca dan berkomunikasi dengan sesama (silahkan baca sub bab sebelumnya).

  10. Membaca Kitab Suci/ buku pelajaran/ koran di tengah keramaian (bisa saja di pasar, di dalam angkutan umum, di dalam bioskop, di dalam acara pesta ulang tahun dan pesta pernikahan dan lain-lain).

    Pada intinya yang kami maksudkan dalam poin ini adalah “di dalam keramaian sibukkan hatimu pada kebenaran atau sibukkan indramu dalam kebaikan”. Secara tidak langsung kebiasaan ini akan mengajari pikiran untuk befokus pada hal-hal yang baik di tengah situasi yang carut-marut.

  11. Memutar musik rock and rool atau musik disco atau musik DJ kuat-kuat sembari memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

    Ini adalah latihan yang perlu anda lakukan secara intens di waktu luang yang dimiliki. Ketika anda terisolir dari pemukiman warga dan hidup sendiri, “siapakah yang akan mengujimu?”. Tentu saja, ujian itu hampir dapat dipastikan berada pada taraf 0%. Oleh sebab itu anda butuh tindakan yang nyata dan kongkrit untuk mencoba diri sendiri sehingga kemampuan untuk mengkonsentrasikan pikiran menjadi lebih baik dari hari ke hari. (simak teman, Tips mengubah arah konsentrasi berpikir) Lakukanlah itu dengan cara.

    • Pastikan tidak akan ada anggota keluarga yang terganggu (misalnya bayi dan anak kecil) saat anda melakukan hal ini.
    • Mulailah dengan memutar lagu-lagu slow, pop rock, soft rock, salsa, dangdut dan lain sebagainya dalam volume kecil.
    • Belajar memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian. Lakukan selama 5-15 menit.
    • Coba putarkan lagu-lagu disko dan rock n rool dalam volume sedang.
    • Sembari pusatkan pikiran anda kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian. Lakukan selama 5-15 menit
    • Putarlah lagu-lagu disko dan rock n rool dalam volume tinggi.
    • Sibukkan pikiran dengan senantiasa berfokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian. Lakukan selama 5-15 menit.
    • Lakukanlah hal ini setiap hari atau bisa juga 2-3 kali seminggu jikalau anda memiliki banyak kesibukan.
    • Belajarlah dengan sabar karena semuanya butuh proses panjang. Usahakan untuk menemukan titik kenyamanan yang mendamaikan hati dan membawa ketenangan di tengah semua kebisingan itu.

Tidak mudah untuk menjaga dan mempertahankan konsistensi untuk tetap fokus. Di dunia ini, segala sesuatu bisa dipelajari asalkan niat anda suci, tulus dan demi kebaikan bersama. Pada dasarnya, untuk mengalihkan konsentrasi, anda membutuhkan pikiran yang senantiasa fokus kepada Tuhan dan indra yang selalu mencitrakan hal-hal yang baik. Lalu lanjutkanlah aktivitas anda yang positif seperti biasanya. Ada banyak cara ke Roma, pilihlah yang terbaik, yang membuat hati nyaman dan tetap tenang di tengah riuh gempita suasana. Ingatlah bahwa kemampuan anda untuk berkonsentrasi setara dengan kecerdasan memanajemen pikiran dan indra yang dimiliki. Baca juga, Cara tetap fokus pada sesuatu

Salam santun, salam garam, salam terang….

Iklan

3 comments

  1. […] Tidak mudah untuk berkonsentrasi terhadap sesuatu tetapi semuanya itu dapat dilatih dengan seksama. Anda dapat melatih kemampuan ini dengan menjadi pendengar yang baik, mulai dari lembaga terkecil dalam keluarga, sekolah, gereja, tempat kerja, persahabatan, pertemanan dan lain sebagainya. Simak, Cara menjaga fokus tetap stabil. […]

    Suka

  2. […] Bila dipikir-pikir lagi, hening sama sekali dan terus-menerus jelas tidak baik bagi kehidupan kita. Sebab orang-orang disekitar kitapun tetap bergerak dalam kepentingannya masing-masing. Membatasi pergerakan dan aktivitas mereka sama saja membunuh kreativitas yang mungkin timbul dari sana. Berkenan dengan hal ini, maka mau tidak mau setiap dari kita harus mulai belajar untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian ditengah-tengah situasi yang sulit (saat suasana sedang bising/ jauh dari ketenangan). Simak juga, Teknik mengstabilkan pikiran agar tetap fokus pada tujuan awal. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s