+10 Cara Menemukan Kebahagiaan di Dalam Diri Sendiri – Bahagia Dan Cerdas Itu Adalah Mengenal dan Terhubung Dengan Sang Pencipta

Cara Menemukan Kebahagiaan di Dalam Diri Sendiri Bahagia Dan Cerdas Itu Adalah Mengenal dan Terhubung Dengan Sang Pencipta

Kristen sejati – Bahagia adalah (1) keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan); (2) beruntung; berbahagia. Kebahagiaan adalah kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin); keberuntungan; kemujuran yang bersifat lahir batin (KBBI Luring). Menurut kami, kebahagiaan merupakan situasi/ suasana/ keadaan seseorang yang mendatangkan ketentraman dan kedamaian di dalam hati dan di luar dirinya. Ada dua tipe manusia yang dapat bahagia di dunia ini yaitu yang berorientasi pada indra dan yang berhubungan langsung dengan hati/ pikiran yang bahagia.

Pernahkah anda menyaksikan acara yang berkisah tentang seorang anak manusia yang berusaha mencari siapa orang tuanya yang sebenarnya? Inilah pencarian yang panjang hingga pada suatu titik, ia bertemu juga dengan mereka. Di dalam hati anak tersebut ada rasa puas dan bahagia tersendiri setelah mengetahui bahkan bertemu dengan orang tuanya yang sebenarnya. Demikianlah juga dengan kita yang selalu rindu ingin bertemu dengan Bapa Sorgawi alias Sang Pencipta.

Tahukah anda bahwa kelak saat di Sorga nanti, pekerjaan orang-orang percaya alias anak-anak Allah adalah memuji-muji nama Tuhan? Cobalah untuk membuka kembali Alkitab yang dimiliki, pasti anda akan menemukan hal-hal baru yang unik dari dalam sana. Selama anda mampu memuji-muji nama Tuhan, baik dalam hati, menggunakan bibir, maupun dengan menggunakan alat musik maka selama itu pulalah hati ini tetap senang dan kebahagiaan ini penuh.

Mari sejenak memperhatikan Kitab Perjanjian Lama. Ada kisah Saul dan Daud yang menceritakan bagaimana Daud menenangkan Raja Saul yang sedang dirasuki oleh roh jahat. Daud tidak menenangkan raja dengan kata-kata atau dengan otot atau dengan pasukan yang banyak-banyak. Melainkan hanya dengan cara fokus kepada Tuhan dalam puji-pujian lewat alat musik (kecapi). Jikalau anda dirasuki oleh kebinatangan: yang terdiri dari rasa kesal, kebencian, dendam, amarah, kekerasan dan hawa nafsu yang sesat lainnya. Untuk melepaskan bahkan menghilangkan semua kebiasaan buruk ini, ada baiknya jikalau anda mulai menyegarkan pikiran dengan bercakap-cakap kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

Mari lihat sejenak Perjanjian Baru, ketika Rasul Paulus dikurung di dalam penjara. Mereka tidak fokus pada kesusahan/ masalah yang dihadapi melainkan mereka lebih memilih untuk fokus kepada Tuhan dalam puji-pujian untuk kemuliaan nama-Nya. Pada akhirnya, rantai yang membelenggu mereka meluluh/ meluntur dan pintu-pintu penjara terbuka. Oleh sebab itu, jikalau saat ini anda memiliki begitu banyak pergumulan hidup, masalah yang belum diselesaikan tersebar dimana-mana. Maka ada baiknya jikalau anda tidak fokus pada buruknya situasi yang dihadapi melainkan memilih untuk bernyanyi memuji dan memuliakan nama Tuhan baik di dalam hati, menggunakan mulut maupun dengan alat musik tertentu.

Kebahagiaanmu tergantung dari kecerdasanmu mengelola pikiran dalam pengenalan akan Allah

Saat baru dilahirkan ke dalam dunia ini, kita bodoh. Setelah melalui proses belajar dan berpikir yang panjang jadilah seperti sekarang ini, orang yang cerdas yang sudah dapat mengendalikan dirinya sendiri. Jelaslah bahwa kebahagiaan sudah ada di dalam diri kita masing-masing. Sekarang tergantung dari kemampuan anda mengatur/ memanajemen, mengelola, mengarahkan dan memusatkan pikiran sendiri kepada Sang Pencipta dan hal-hal yang positif lainnya.

Apa yang kami tampilkan dalam bagian ini (dalam seluruh tulisan di blog ini) hanyalah teori belaka. Padahal untuk mengasah kecerdasan anda butuh praktek langsung di lapangan. “Besi menajamkan besi“, “pedang di tajamkan oleh batu asah“. Adalah mustahil kecerdasan anda menjadi tajam tanpa berhubungan baik/ dekat dengan orang lain. Inilah yang mendukung alasan mengapa Tuhan mengatakan dalam kitab Kejadian 2:18a, demikian bunyinya : TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.

Bagi anda yang masih jomblo, ada baiknya untuk menjalin kedekatan dengan orang tua, kerabat/ saudara, sahabat dan teman-teman yang lainnya. Dengan demikian di dalam semua hubungan itu, secara tidak langsung dan tanpa disadari (tanpa sengaja) terdapat proses saling menguji satu sama lain. Entah itu dari perbedaan gagasan/ pendapat, ujian komunikasi, kekhilafan satu sama lain, proses menunggu dan lain sebagainya.

Ingatlah bahwa nafas/ jiwa anda adalah milik Allah semata. Oleh karena itulah setiap sel dalam tubuh kita rindu untuk mengenal Sang Pencipta yang benar. Ketika hasrat ini terpenuhi maka kebahagiaan di dalam hati penuh. Saat hidup kita selalu terhubung dengan Allah dalam doa, firman dan puji-pujian maka disaat itu jugalah kita akan menemukan kepuasan hidup dalam ketenangan dan kedamaian hati.

Ingatlah bahwa suasana hati tidak ada hubungannya dengan kekacauan yang mungkin terjadi disekitar anda. Jikalau hati anda mudah keruh oleh karena situasi lingkungan yang buruk berarti kemampuan untuk berkonsentrasi (levelnya) masih belum cukup cerdas. Oleh karena itu, teruslah belajar fokus disegala situasi, hindari berlindung dibalik (menghindarinya dengan kekuatan) harta, relasi, jabatan dan kekuasaan yang dimiliki.

Apakah kebahagiaan sejati itu?

Tahukah anda bahwa sesungguhnya, puncak dari kebahagiaan manusia di dunia ini adalah “bertemu dangan Tuhan”. Coba bayangkan betapa bahagianya hati ini saat anda menyaksikan Sang Pencipta secara langsung, sekalipun itu hanyalah sesaat saja sebab manusia biasa tidak tahan melihat kemuliaan-Nya. Akan tetapi dalam kehidupan yang kemudian (akhirat – di Sorga), hidup kita akan diperbaharui sehingga bisa bertemu langsung dengan Sang Khalik. Inilah yang kami sebut dengan kebahagiaan sejati.

Bertemu dengan Tuhan itulah kebahagiaan sejati. Oleh karena itu harap sabar menunggu proses yang sedang berlangsung. Selama hidup di dunia ini kita tidak pernah secara langsung bertemu dengan-Nya. Akan tetapi, kita dapat melihat dan merasakan kehadiran-Nya saat memperjuangkan kebenaran sejati. Yaitu ketika hati ini selalu tertuju kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian sehingga selalu terhubung dengan Sang Pencipta. Dan tidak lupa juga untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama manusia dimulai dari hal yang kecil (misalnya ramah tamah) di dalam pendidikan, di dunia kerja maupun dalam kehidupan sosial (pergaulan) sehari-hari. Andapun dapat menyatakan kebermanfaatan itu dalam kasih yang mau memberi sesuai dengan potensi/ kemampuan dan sumber daya yang dimiliki masing-masing. Simak juga, Dasar bahagia yang sejati

Bahagia adalah membiasakan diri

Harap dipahami bahwa pengetahuan yang kami berikan di dalam tulisan ini tentang bagaimana cara untuk memperoleh kebahagiaan itu harus dilakukan terus-menerus hingga menjadi kebudayaan. Bukan saja disaat anda senang dan sedih, saat sibuk dan lowong, saat ramai dan sepi, saat hancur dan tumbuh melainkan disegala kesempatan yang ada. Lalu nikmatilah semuanya itu, tanpa terbesit (mengabaikan) rasa sungut-sungut dari dalam hati sendiri.

Pola-pola kebiasaan yang anda lakukan akan membentuk semacam irama di dalam otak anda dimana nada-nada inilah yang menenangkan hati, seperti pikiran yang terus bernyanyi. Oleh karena itu, mulailah lakukan semuanya dari sekarang dengan sabar, tekun dan penuh kerja keras.

Cara meraih kebahagiaan sejati

Tidak ada yang dapat memberikan kebahagiaan kepada anda selain dengan cara menciptakannya sendiri. Sebab semuanya itu berbicara tentang manajemen pola pikir dan kebiasaan yang dibudayakan selama ini. Jika anda terbiasa berbahagia dengan gemerlapan materi maka ada kecenderungan untuk ketergantungan hingga menyebabkan candu bahkan over dosis materi (menderita penyakit metabolisme dan penyakit lainnya). Akan tetapi, jikalau anda terbiasa menyelesaikan masalah dengan cara memusatkan pikiran dalam puji-pujian kepada Allah niscaya hal-hal yang membuatnya sakit akan kita temukan lalu dicarikan obatnya.

Bagaimana saja caranya agar dapat mempertahankan dan mengelola kebahagiaan ini sampai akhir hayat.

  1. Komitmen yang teguh dan tekad yang bulat.

    Anda harus memiliki hasrat di dalam diri sendiri yang digunakan sebagai sebuah pandangan kehidupan bagaimana harus bersikap kedepannya. Ini disebut juga dengan visi. Jika visi anda jelas maka kehidupan akan menjadi lebih terfokus dan tidak

    Ambil sebuah tekad yang bulat untuk menemukan kebahagiaan itu dari dalam diri sendiri. Bukan kita tidak perlu materi melainkan semua yang ada diluar diri ini hanyalah embel-embel semata. Baik buruknya suasana hati anda kembali lagi pada kemampuan memanajemen pola pikir.

  2. Fokus Tuhan dalam pujian.

    Ada empat cara untuk memusatkan perhatian kepada Tuhan, yaitu lewat doa, firman, nyanyian pujian dan tarian. Selain dapat membuat hati bahagia senantiasa fokus kepada Tuhan juga bermanfaat sebagai pembersih aktif (cleaning) yang dapat membersihkan hatimu dari berbagai rasa sakit hati, kepahitan, hawa nafsu yang sesat (misalnya seks), kebinatangan (kebencian, dendam, amarah dan kekerasan) dan dari berbagai-bagai aksi kejahatan lainnya.

    Ada empat cara untuk memuji Tuhan, yaitu di dalam hati, lewat lisan dan dengan alat musik juga dengan tarian. Dimanakah yang paling tepat untuk anda? Selalu rasakan hatimu kawan, apa yang membuat hati nyaman diantara keempat hal tersebut maka lakukanlah itu dengan tekun dan terus-menerus. Berikut salah satu cara memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam nyanyian pujian.

    • Dengarkan lebih banyak lagu-lagu rohani.
    • Hafalkan beberapa dan nyanyikan itu secara berulang-ulang setiap hari.
    • Nyanyikanlah itu dalam berbagai waktu luang yang dimiliki.
    • Improvisasi dan adaptasikan lagu tersebut menurut gaya masing-masing.
    • Ciptakan lagu-lagu baru sesuai dengan irama otak anda.
    • Ingatlah bahwa setiap tahapan di atas butuh proses dan waktu yang cukup panjang oleh karena itu BERSABARLAH dalam menjalani semuanya.
    • Hindari melakukan hal ini demi uang, pujian, penghargaan, penghormatan, pengakuan, ketenaran/ popularitas. Tujuan semacam ini tidaklah baik bagi anda.
  3. Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

    Jikalau poin satu saja sudah adapat anda lakukan dengan baik dalam artian saat memfokuskan pikiran kepada Yang Maha Kuasa sudah bisa merasakan ketenangan di dalam hati maka hal itu sajapun sudah cukup untuk mendamaikan hatimu.

    Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama adalah sebuah tingkatan yang lebih baik. Yaitu saat kita bisa berbagi kasih dengan sesama disegala situasi dan dalam semua kondisi. Awal dari “menjadi pribadi yang bermanfaat” adalah saat damai, ketenangan, kepuasan dan kebahagiaan sudah hadir di dalam hati sehingga ada dorongan untuk berbagi kasih dengan sesama (harapan agar orang lain juga bisa merasakan hal yang sama). Jikalau hati anda masih kacau balau dan penuh dengan kebimbangan niscaya poin ini tidak dapat dicapai dengan baik.

    Mulailah berbuat baik dari hal-hal yang kecil misalnya saja dengan beramah-tamah, menjadi pendengar yang baik dan berikanlah hal-hal lainnya sesuai dengan potensi dan sumber daya yang dimiliki masing-masing.

  4. Berpikir positif lupakan masa lalu, masa depan dan masalah. Minimalisr keinginan.

    Jangan memenuhi pikiran anda dengan hinaan, fitnah, ejekan, bully dan berbagai perlakuan buruk yang menyebabkan rasa sakit dan kepahitan di masa lalu. Hindari berimajinasi tentang indahnya atau buruknya masa depan (hati-hati jaga pikiran agar tidak selalu fokus pada berkat, muzizat dan kelimpahan). Jauhkan pikiran anda dari kesusahan yang disebabkan oleh masalah yang sedang terjadi baru-baru ini.

    Hati-hati dengan keinginan anda sebab semakin banyak keinginan di dalam hati ini maka semakin pusing kepala dibuatnya. Jangan biarkan beban hidupmu semakin rumit karena hawa nafsu yang terlalu banyak. Keinginan adalah beban yang dipikul oleh setiap hati, bila ia semakin banyak maka pikiranpun akan semakin berat, mudah galau dan dihantui oleh ketakutan. Oleh karena itu ringankan beban hidupmu dengan menekan, meminimalisir bahkan melepaskan lebih banyak hawa nafsu yang tidak jelas.

    Daripada anda sibuk melakukan hal-hal yang tidak berarti, iri hati, merendahkan/ menghinakan orang lain di dalam hati maka lebih baik latihlah pikiran anda untuk memuji dan memuliakan Tuhan disegala waktu (terutama di waktu luang). Anda harus peka terhadap suasana hatimu. Setiap kali timbul kekacauan, kegalauan dan kekuatiran juga kebencian maka segera bersihkan dan segarkan pikiran kembali kepada Yang Maha Kuasa.

  5. Berani menghadapi masalah dan situasi yang buruk (out of box).

    Terus menerus merasakan kenyaman adalah tidak baik. Anda membutuhkan salib sendiri yang membuatmu menderita karenanya. Jika anda tidak memiliki beban apapun niscaya hati ini mulai menjurus kemana-mana (menyombongkan diri, cemburu, hawa nafsu tinggi, kebinatangan dan kejahatan lainnya).

    Kami sendiri memiliki salib dalam hidup ini, diantaranya adalah seperti yang kami tekuni di blog ini. Dan satu lagi salib yang sangat nikmat dan membuat hati ini bergetar adalah “saat menyebarkan kasih kepada sesama”. Mengapa ini termasuk salib? Karena ketika anda melakukan kebaikan, tidak semua orang membalasnya dengan hal yang sama. Ada yang merespon dengan cuek/ diabaikan bahkan ada pula yang merespon dengan kembali menghina (membalaskanya dengan kebencian). Kebaikan yang dibalas dengan kebencian adalah salib tersendiri yang tidak hanya membuat kita cerdas dan bijak melainkan juga dapat melatih mental tetap kuat namun lembut dalam bersikap.

  6. Biasa saja dan tidak sombong (rendah hati).

    Jikalau anda dapat mengendalikan rasa senang di dalam hati maka hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mengendalikan rasa sombong. Terkadang kita berlebihan saat menanggapi hal-hal tertentu namun bila diiringi dengan tingkat kesadaran dan pengendalian diri yang penuh niscaya sikap-sikap lebay yang tidak perlu akan tertinggal di belakang (dilupakan).

    Jika anda mulai merasa bahwa hati ini cenderung meninggi dalam waktu-waktu tertentu maka lemahkan, tekan dan hancurkanlah kesombongan itu sehingga sikap lebih rendah hati dalam menerima segala sesuatu yang terjadi.

  7. Hidup mengalir seperti air.

    Hidup mengalir seperti air adalah hidup yang apa adanya dan selalu mampu mengikuti fluktuasi keadaan sosial disekitar. Ini lebih kepada masalah menyesuaikan diri dengan situasi tanpa harus merasa bersalah karena perilaku sesama yang tidak benar.

    Anda dapat menyatu dengan situasi namun ingatlah untuk tidak ikut-ikutan melakukan kejahatan yang mereka perbuat/ katakan.
    Kita bisa saja bercampur dalam keriuhan suasana tetapi bukan dalam arti kehilangan prinsip hidup sampai-sampai melakukan dosa.

  8. Selalu santai dan tenang.

    Kemampuan untuk tetap santai dan tenang berawal dari latihan berkonsentrasi. Harus diingat bahwa kita tidak dapat mengendalikan segala sesuatu sebab diri ini bukan tuhan. Tetapi kita dapat mengelola mindset sendiri sehingga ketenangan itu tetap ada sekalipun di tengah keramaian.

    Sikap ini juga sangat berhubungan dengan arah fokus anda terhadap dunia ini. Apakah cenderung terus memikirkan buruk dan hancurnya situasi di masa lalu. Atau kuatir tentang masa depan yang belum tentu terjadi. Kebiasaan bersusah hati saat menghadapi masalah juga dapat memperkeruh situasi. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika anda selalu memusatkan pikiran kepada Yang Maha Kuasa. Niscaya ketenangan dan sikap santai itu selalu ada.

  9. Bebaskan diri dari rasa bersalah.

    Hati-hati dengan rasa bersalah sebab di dalam darah kita selalu mengalir nafas kebenaran sehingga ketika melakukan kesalahan, ada suatu tuntutan yang terus berteriak dari dalam hati. Jika rasa bersalah ini tidak segera dibereskan niscaya nikmatnya sesuatu tidak dapat lagi kita rasakan sebab. Istilah kerennya adalah “seperti mati rasa”. Akhirnya, kehidupan yang makmur dan indah di dunia ini tidak pernah berkata cukup melainkan terus-menerus mencari-cari sensasi sekalipun demikian tidak kunjung terpenuhi.

  10. Nikmati materi saat hati bersih bukan sebagai pelarian.

    Materi tidak selamanya buruk dan juga tidak selamanya baik. Semuanya itu, tergantung dari cara anda melakukan dan memanfaatkannya. Ada baiknya jikalau anda terlebih dahulu membersihkan berbagai-bagai kemelut di dalam hati sebelum menikmati materi.

    Refresh hatimu dari segala rasa sakit dan kepahitan akan masa lalu, masa depan dan masalah yang sedang dialami sekarang ini dengan cara memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Sadarilah bahwa materi tidak dapat menyentuh hatimu melainkan hanya dengan tuntunan Tuhan maka mindset anda akan kembali diperbaharui menjadi lebih baik.

  11. Lakukanlah semuanya dengan takun sehingga menjadi kebiasaan yang membudaya.

    Jikalau anda mengulang-ulang aktivitas yang positif hari lepas hari niscaya akan menjadi rutinitas yang mendatangkan kebaikan. Semua rutinitas yang dilakukan terus menerus akan menjadi kebiasaan positif. Jikalau anda tetap tekun melakukan kebiasaan baik itu maka akan menjadi budaya yang mendatangkan sukacita tersendiri.

    Berhati-hatilah dengan kebiasaan anda, jikalau membiasakan diri dengan hal-hal yang tidak baik niscaya kebiasaan itu akan terus berkembang. Pada suatu titik anda menyadari bahwa hal tersebut salah tetapi sulit untuk diubah. Oleh karena itu jangan mengulang-ngulang hal buruk agar hidup anda tidak terpuruk karena hal tersebut.

  12. Menikmati semuanya itu.

    Pada dasarnya, sesuatu yang sudah membudaya dapat dinikmati seluruhnya. Anda tidak dapat menikmati sesuatu yang sifatnya dilakukan kadang-kadang. Nikmatilah semuanya itu dalam rasa bersyukur yang penuh sehingga besar, kecil, panjang, pendek, tinggi, rendahnya dapat dihayati sedemikian rupa sehingga semuanya itu mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain.

Semuanya ini kami ambil dari syarat mengikut Kristus yaitu menyangkal diri, memikul salib dan mengkikut Yesus. Menyangkal diri adalah suatu upaya untuk merendahkan diri sebab manusia pada dasarnya adalah sombong. Bahkan pada moment-moment tertentu kita perlu menginjak, menghina dan menghancurkan hati ini agar keputusan yang diambil tidak sampai merugikan orang lain dan juga diri sendiri. Memikul salib kami artikan sebagai beban hidup. Setiap dari kita memiliki beban hidup yang harus dipikul dimana terkadang hal tersebut membuatmu menderita. Tekunlah memikul salib itu kawan. Dengan mengikut jalan Yesus berarti kita mengambil peran untuk selalu fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian baik dalam hati, lewat bibir, alam musik maupun dengan menari. Tidak lupa juga untuk menjadi bermanfaat bagi kehidupan sesama manusia seperti Yesus yang sudah lebih dahulu menunjukkan perannya untuk menyelamatkan kehidupan manusia.

Salam tegar, salam garam, salam terang….

Iklan

2 comments

  1. […] Menjadi orang yang berguna memang hebat. Lakukanlah dengan (a) sabar, (b) bertekun dan (b) penuh kerja keras. Perhatikanlah kemampuan, sumber daya dan potensi yang dimiliki lalu bergeraklah menebarkan kebaikan berdasarkan hal-hal tersebut. Ingatlah batasan yang benar dan batas kesanggupan diri sendiri. Batasan yang benar itu tidak melegalkan kejahatan demi bermanfaat bagi sesama. Kesanggupan diri berarti segala sesuatu ada batasannya bahkan kekuatan anda sekalipun ada batasannya, oleh karena itu beri kesempatan (waktu) untuk beristirahat sejenak dengan mensyukuri dan menikmati semua yang telah dilakukan. Mengenali dan menggali kebahagiaan dari dalam hati sendiri. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s