Gejolak Sosial · Keluarga · Lingkungan · Pekerjaan · Santai

+11 Pekerjaan Ibu Rumah Tangga Yang Positif – Istri Yang Baik Turut Membangun Keluarga

Pekerjaan Ibu Rumah Tangga Yang Positif - Istri Yang Baik Turut Membangun Keluarga

Pekerjaan adalah (1) barang apa yang dilakukan (diperbuat, dikerjakan, dan sebagainya); tugas kewajiban; hasil bekerja; perbuatan; (2) pencaharian; yang dijadikan pokok penghidupan; sesuatu yg dilakukan untuk mendapat nafkah; (3) hal bekerjanya sesuatu (KBBI Offline). Merupakan aktivitas yang positif (baik) yang dapat mendatangkan manfaat bagi kehidupan, baik bagi diri sendiri maupun dari orang lain.

Sebelum kita sepenuhnya bekerja, alangkah lebih baik jikalau terlebih dahulu pikiran/ otak dikembangkan sebaik-baiknya lewat proses belajar di bangku sekolah maupun perkuliahan. Salah satu cara terbaik untuk melakukan hal ini adalah menghafal kreatif lalu menceritakannya kembali menurut bahasa sendiri. Memang ada hal-hal yang harus dihafal mati (berhubungan dengan matematika, fisika dan kimia) namun masih banyak pelajaran yang dihafal secara non kontekstual kemudian menceritakannya kembali menurut pemahaman sendiri.

Zaman sekarang, kita berada dalam era kesetaraan dimana laki-laki dan perempuan adalah setara. Istilah yang lebih kerennya adalah emansipasi wanita. Tapi bukan berarti suami harus tunduk sama istri: ini menyalahi kodrat manusia! Istri yang seperti ini bisa-bisa kwalat (durhaka) sehingga tidak selamat dunia akhirat. Selama Suami membawa anda ke jalan yang baik dan benar maka selama itu pula sebagai Ibu rumah tangga berjalanlah dibelakang mengikutinya. Terkecuali kalau kepala keluarga sudah mulai mengajak anda untuk berjalan di jalan yang menyimpang bahkan salah : istri berhak tidak patuh.

Perempuan terutama Ibu Rumah Tangga yang tidak menjadi tulang punggung keluarga karena Ayah sudah bisa menghendel dan menafkahi seluruh anggota keluarga. Mereka tidak memiliki kesibukan yang sifatnya dipaksakan. Ketika suaminya berangkat bekerja, entah itu ke kebun, ke kantor dan ketempat kerja lainnya, “apa yang mereka lakukan?”. Jangan-jangan pekerjaannya dirumah duduk terus di depan televisi atau belanja baju, sepat dan tas cantik atau merawat diri: spa, salon, rebonding dan lain-lain. Jika ini adalah diri anda maka segera tinggalkan kebiasaan semacam itu kawan.

Hidup butuh keseimbangan

Sebagai istri, anda diharuskan untuk tidak hanya menjadi seorang konsumtif yang akut ataupun kronis tetapi tidak pernah memberi kontriburis positif yang mendatangkan kebaikan bagi keberlangsungan hidup keluarga. Ini layaknya teori kebaikan LAUT MATI: ketika anda menampung segala sesuatu untuk diri sendiri tanpa kembali memberi kepada sesama maka berkat yang anda peroleh akan berubah menjadi bencana bahkan kutuk. Anda akan menjadi ibu yang mendatangkan kekecauan, entah itu lewat perkataannya juga bisa jadi lewat perilaku sehari-hari. Akhirnya, keluarga kacau balau, anak-anak menjadi bandel, bolos sekolah amburadur hingga berujung pada perceraian.

Di dalam keluarga harus ada sistem MELAYANI DAN DILAYANI. Ini adalah kunci keluarga yang bahagia. Kalau maunya dilayani terus atau diharuskan melayani terus maka tidak ada yang namanya keseimbangan. Perlu ada keseimbangan diantara kedua hal ini dimana masing-masing pihak bekerja sama sehingga saling bersinergi dan saling melengkapi satu sama lain. Inilah yang akan membuat kehidupan rumah tangga anda sejati sampai kakek-nenek.

Pekerjaan Istri yang positif untuk mengisi waktu luang di rumah sehingga membangun keluarga

Tulisan ini kami khususkan untuk ibu rumah tangga yang kebetulan tinggal di rumah sambil menunggu suaminya pulang dari tempat kerja. Ini hanyalah penalaran kami semata, berdasarkan pengalaman sendiri dan setelah menonton beberapa film dari luar. Berikut selengkapnya pekerjaan seorang Ibu rumah tangga untuk mengisi waktu luangnya di rumah.

  1. Mempersiapkan kebutuhan Suami.

    Apa saja ya kebutuhan suami? Istri lebih tahulah kebiasaan pasangannya. Seiring waktu berlalu andapun akan mengerti sebenarnya suami pada jam ini butuh ini…, pada pukul ini butuh ini…., berangkat kesini butuh ini…., sepulang dari sini butuh itu…., saat sedang begini-begitu butuh ini…. dan lain sebagainya. Amati, perhatikan dan pahami baik-baik niscaya anda akan mengenalnya cepat atau lambat.

  2. Mempersiapkan kebutuhan Anak.

    Saat anak masih bayi, kebutuhan dan perhatian kepada lebih banyak. Akan tetapi ketika mereka sudah mulai remaja bahkan dewasa peran orang tua sebaiknya juga mulai berkurang. Saat masih anak-anak, kebutuhannya dilayani orang tua namu ketika sudah remaja harus mulai belajar melayani setidaknya diri sendiri. Setelah menjadi anak muda maka iapun perlu belajar melayani diri sendiri dan juga melayani orang tua. Semakin besar anak maka semakin berkurang pelayanan yang diberikan orang tua, sebaliknya semakin dewasa anak maka semakin besar kesempatan dan kemampuannya untuk melayani orang tua. Peran orang tua semakin berkurang saat anak sudah dewasa dalam artian ketika sudah mampu mandiri.

  3. Membersihkan rumah dan pekarangan.

    Ibu rumah tangga biasanya sangat memperhatikan detail termasuk dalam hal kebersihan mereka lebih jago dibandingkan dengan suami. Selain dibersihkan juga perlu dirapikan agar terlihat lebih enak dipandang.

  4. Menyuci peralatan dapur dan pakaian kotor.

    Soal cuci-mencuci ini semuanya tergantung kesanggupan masing-masing. Ada yang lebih senang melakukannya sendiri ada juga yang menitipkannya di laundry karena pekerjaan lain yang cukup padat.

  5. Belajar memasak sampai mahir.

    Memasak biasa mungkin semua perempuan bisa melakukannya. Akan tetapi memasak sesuatu yang baru dapat anda lakukan dalam waktu luang yang ada. Pada dasarnya semua itu tergantung sumber daya keluarga (kemampuan keuangan keluarga). Jangan juga karena masak ini – masak itu, uang belanja keluarga untuk satu bulan habis sebelum akhir bulan. Coba ini dan itu, apa adanya saja sehingga tidak terlalu membebani hati dan juga kantong keluarga.

  6. Memelihara tanaman – berkebun.

    Jikalau anda tidak memiliki halaman yang cukup maka anda dapat meletakkannya dalam pot-pot kecil. Ini juga sebuah kesibukan yang positif. Daripada bergosip dengan ibu-ibu satu RT/RW lebih baik menanam beberapa bunga yang khas. Selain dapat menambah nilai keindahan lingkungan rumah, dapat juga digunakan sebagai tambahan bumbu masak (misalnya menanam daun soup, bawang, serai dan lain-lain).

  7. Menyulam kain dengan motif tertentu.

    Ini dapat anda lakukan sesuai dengan hobby yang dimiliki. Daripada di rumah tidak ada kerjaan maka lebih baik anda menekuni aktivitas yang satu ini agar waktu tidak terbuang sia-sia.

  8. Mengecat rumah dengan motif yang unik.

    Kebanyakan perempuan memiliki nilai estetika yang lebih dalam dirinya dibandingkan dengan laki-laki. Jika anda memiliki rumah yang sederhana maka dapat melakukannya langsung : sendiri. Coba pelajari beberapa teknik painting yang ada di internet (youtube).

  9. Menulis puisi, diary, melukis dan hobby rumahan lainnya.

    Yang lainnya lagi, bernyanyi, main musik, menari dan lain sebagainya. Ini untuk diri sendiri saja (tanpa motif uang), mempublikasikannya juga di internet tidak masalah. Waktu luang anda akan tersita banyak saat menekuni bakat yang dimiliki. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa arti melainkan isilah dengan sesuatu yang kreatif.

  10. Mengikuti senam dan olahraga sehat lainnya.

    Daripada kaki anda capek jalan ke rumah-rumah tetangga untuk membicarakan orang lain maka lebih baik lakukan senam bersama ibu-ibu lainnya. Bergerak itu dapat membuat hati bahagia lho…. Sebab peredaran darah yang lancar dapat mengaktifkan hormon kebahagiaan sehingga setiap sel-sel andapun turut bergembira.

  11. Pekerjaan recehan lainnya.

    Dari pada anda melakukan kegiatan yang buat orang lain nyesak dan sakit hati (suka membicarakan orang lain) lebih baik lakukan hal-hal sederhana yang positif lainnya. Misalnya menambal pakaian yang sobek, menjahit resleting yang lepas, membersihkan peralatan dapur, membuat kesek kaki kreatif, mengubah sampah menjadi bahan-bahan yang lebih berguna dan berbagai-bagai macam kerajinan tangan lainnya.

  12. Jangan abaikan sikap berdiam diri semberi tenggelam memikirkan kemuliaan Tuhan.

    Apabila, semua pekerjaan sudah selesai maka upayakan/ usahakan dan latih diri anda agar mampu berbahagia dalam diam. Sesekali dalam keseharian ini, anda butuh berpikir dan mensyukuri semua rahmat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa sembari tenggelam untuk memuliakan nama-Nya yang besar, agung dan kudus. Oleh karena itu nikmatilah setiap pekerjaan yang dilakukan maka saat tidak ada pekerjaan sekalipun/ santai tetap berbahagia.

Sebaiknya seorang Ibu rumah tangga yang tidak menafkahi keluarga secara langsung, lebih baik tidak memiliki pembantu rumah tangga melainkan mengurus semuanya sendiri (Makanya miliki rumah sederhana yang bisa diurus oleh satu orang saja). Dengan demikian tidak ada waktunya yang dihabiskan untuk melakukan hal-hal yang tidak bermutu (misalnya menonton televisi seharian, ngerumpi bareng tetangga, bergosip sana-sini, belanja habis-habisan dan lain sebagainya). Pada akhirnya, ia akan menjadi seorang istri sekaligus ibu yang sangat dicintai bukan karena kemolekannya (karena paras itu akan luntur seiring waktu) melainkan karena kebaikan hati dan perjuangannya untuk kebaikan semua.

Salam santun – serasi – bermanfaat….

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s