9 Manfaat dan Cara Melakukan Tari Maena Sebagai Bagian Dari Kebudayaan Yang Dapat Mendatangkan Rasa Bahagia Tersendiri

Cara melakukan tari maena dan manfaatnya bagi masyarakat nias

Tari (KBBI Luring) adalah gerakan badan (tangan dan sebagainya) yang berirama, biasanya diiringi bunyi-bunyian (musik, gamelan, dan sebagainya). Merupakan gerakan yang seirama dengan musik yang dimainkan. Ada banyak macam jenisnya, beberapa diantaranya adalah tarian tradisional (yang kental dengan nilai budayanya) dan tarian modern. Tari maena adalah tarian tradisional yang berasal dari kepulauan Nias yang biasanya dilakukan dalam acara-acara adat di daerah setempat.

Sejarah Tari Maena

Merupakan tarian khas daerah yang berasal dari Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Merupakan tarian kebahagiaan yang dilakukan secara bersama sama oleh masyarakat setempat. Biasanya sering ditampilkan dalam acara menyambut tamu, pernikahan dan acara seremonial yang berhubungan dengan adat lainnya. Tarian ini telah dilakukan sejak zaman dahulu dan diwariskan turun temurun hingga sekarang.

Dalam Tari Maena bisa diikuti oleh para penari pria maupun wanita. Untuk jumlah penari dalam acara seremonial  adat biasanya tidak ditentukan, sehingga bisa diikuti oleh siapa saja. Dalam pertunjukannya, biasanya diawali dengan pantun yang dibawakan oleh Sanutuo Maena (tetua adat/sesepuh suku).  Untuk pantun yang dibawakan biasanya disesuaikan dengan tema acara. Kemudian dilanjutkan dengan syair maena (fanehe maena) yang dilantunkan semua penari sambil menari (negerikuindonesia.com).

Ada makna yang mendalam dibalik pertunjukan kebudayaan semacam ini yaitu, “kebersamaan membuat segalanya menjadi lebih indah“. Butuh rasa gotong royong yang kuat untuk mensukseskan tarian ini sehingga enak dilihat dan juga di dengar. Belakangan kebudayaan yang satu ini tidak hanya dilakukan dalam acara-acara yang resmi saja melainkan mulai dilakukan atau lebih tepatnya dipadukan dengan gerakan senam modern untuk tujuan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Gerakanmu dapat mengaktifkan kebahagiaanmu

Seperti yang kami sampaikan pada tulisan sebelumnya bahwa hati yang senantiasa bernyanyi dan menari adalah bahagia adanya. Sebab secara default otak manusia mengeluarkan irama tertentu yang sangat bergantung dari rutinitas sehari-hari. Coba perhatikan suara hewan yang merdu di malam hari, “apakah mereka bernyanyi karena sedang bersedih?” Adalah mustahil terus-menerus mengeluarkan suara yang sama sepanjang malam hanya untuk mengungkapkan kesedihan. Sudah pasti mereka melakukannya karena sedang berbahagia. Silahkan mendengar suara kodok di lingkungan sekitar anda, bukankah itu berlangsung sepanjang malam selama musim hujan?

Saat anda bergerak, peredaran darah menjadi lancar. Pikiran yang penat karena situasi yang buruk akan turut dipenuhi kesegaran hingga membuat hati bahagia. Jika selama seharian penuh, anda terus-menerus duduk atau tiduran selama seharian maka dapat dipastikan bahwa hati ini mudah keruh, galau dan gudah gulana oleh hal-hal yang sepele. Oleh karena itu, dalam kesibukanmu di belakang meja, seskali lakukanlah gerakan kecil untuk kembali menyegarkan diri sendiri baik secara rohani maupun secara jasmani.

Manfaat tari maena

Sama seperti tarian lainnya, gerakan yang dilakukan dalam aktivitas inipun memiliki banyak makna dan manfaat, baik bagi orang Nias secara kebudayaan maupu secara kesehatan fisik dan mental. Berikut beberapa faedah posifi yang dapat anda rasakan saat melakukan gerakan maena.

  1. Merpererat persatuan dan kebersamaan di dalam masyarakat.

    Masyarakat terdiri dari orang-orang yang berbeda, baik perbedaan jenis kelamin, perbedaan profesi dan perbedaan-perbedaan lainnya. Untuk mempersatukan semua hal tersebut dibutuhkan sebuah moment bersama salah satunya dengan melakukan tarian ini.

  2. Melestarikan kebudayaan masyarakat Nias.

    Budaya adalah faktor penting di dalam masyarakat. Ini adalah simbol kebersaman para pendahulu kita sebelumnya (nenek moyang). Sebagai generasi penerus maka sudah seharusnya kita mempertahankan kebudayaan ini sehingga terus berlanjut sampai kapanpun juga.

    Hanya mungkin harus diperbaharui lagi berbagai pantun yang dibawakan oleh sanutuno maena. Kebudayaan jaman dulu yang khas dengan kata-kata sombong perlu dieliminasi dalam pantun-pantun yang diucapkan. Pola-pola lama yang tidak lagi etis sebaiknya ditinggalkan sebab beresiko memicu keangkuhan dan memancing kecemburuan sosial.

  3. Melengkapi acara tertentu.

    Acara adat tertentu, misalnya pesta pernikahan, rasanya kurang lengkap jika tidak diselingi dengan pagelaran seni budaya. Ini sudah menjadi kebiasaan yang selalu digeluti secara turun-temurun sehingga tanpanya rangkaian acara adat dalam pernikahan serasa kurang lengkap. Sekalipun demikian, tidak dapat dipungkiri jika tarian ini kadang dieliminasi karena faktor tertentu. Misalnya kurang persiapan, tempat yang kurang memadai, ketiadaan/ ketidakhadiran sanutuno maena.

  4. Meramaikan, menghibur dan menggembirakan acara tertentu.

    Ini dapat dirasakan dalam pelaksanaannya dimana pagelaran kebudayaan semacam ini sering ditampilkan dalam sesi hiburan untuk meramaikan dan menggembirakan suasana hati, baik bagi para penonton maupun bagi penari itu sendiri.

  5. Merupakan cara khas menyambut tamu.

    Biasanya tamu dalam acara resmi yang berasal dari daerah yang jauh selalu disambut dengan tari-tarian tertentu, salah satu diantaranya adalah maena. Tidak hanya dalam pesta pernikahan atau acara seremonial adat lainnya tetapi dalam acara seremonial keagamaan juga kerap kali menampilkan pagelaran kebudayaan: Tari Maena.

  6. Membuat tubuh jadi bugar dan segar bebas dari penyakit.

    Kesehatan fisik anda turut dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari. Salah satu senam yang cocok untuk mengembalikan kebugaran ditengah kepadatan jadwal kerja adalah tarian ini. Memang masih banyak gerakan senam yang dapat menyehatkan tubuh namun improvisasi dan adaptasi Tari Taena dapat melengkapi senam yang anda geluti.

  7. Pikiran disegarkan – menjadi bahagia.

    Bernyanyi dan menari menjadi salah satu aktivitas yang dapat mendatangkan kebahagiaan di dalam hati. Saat anda sedang sedih, galau dan gundah gulana, maka lebih baik lakukanlah salah satu dari kedua aktivitas ini. Misalnya dengan bernyanyi lagu gembira (Lagu rohani lebih baik) atau dengan melakukan Tari Maena sehingga aliran darah menjadi lancar saja dan pikiran disegarkan dari berbagai kepenatan/ kepahitan hidup.

  8. Kaki menjadi kuat.

    Lakukanlah tarian ini sambil menekuk kaki sehingga otot betis dan paha menjadi lebih kuat. Rutin melakukan gerakan ini setiap hari dapat membuat tungkai menjadi lebih kokoh menahan tubuh anda yang besar.

  9. Belajar menyeimbangkan tubuh.

    Bagi mereka yang menderita penyakit bipolar, vertigo dan yang lainnya dapat melakukan gerakan ini untuk membantu tubuh menemukan, melatih dan meningkatkan kemampuan menyeimbangkan diri. Gerakan dalam maena sangat mengandalkan kekuatan kaki terutama ketika sampai waktu untuk memutar badan/ membalikkan badan sehingga turut menguji dan melatih keseimbangan anda.

Cara melakukan Tari Maena di rumah bahkan dimanapun dan kapanpun

Tarian ini sangatlah mudah untuk ditiru dan dilakukan sendiri. Bahkan anak-anak SD-pun dapat menirukannya dengan mahir. Biasanya mereka yang terlibat dalam pagelaran seni dan kebudayaan ini terdiri dari pemain musik, sanutuno maena dan peserta. Ada beberapa syair yang diucapkan secara bersahut-sahutan antara pemantun dan peserta dalam tarian ini. Berikut gambaran umum dari gerakan kaki yang dilakukan dalam Tari Maena.

  1. Berdirilah di atas sebidang lantai yang datar, tidak licin dan cukup luas untuk melakukan gerakannya.
  2. Gerakkan kaki kiri ke depan. Kemudian tarik kebelakang.
  3. Kemudian gerakkan kaki kiri sekali lagi ke depan. Tanpa menariknya lagi kebelakang.
  4. Langsung gerakkan kaki kanan ke depan. Kemudian tarik ke belakang.
  5. Gerakkan kaki kanan lagi ke depan, tanpa menariknya kembali ke belakang.
  6. Langsung hadap kiri.
  7. Kemudian gerakkan kaki kiri ke depan, kemudian tarik ke belakang.
  8. Gerakkan lagi kaki kiri ke depan, tanpa menariknya ke belakang.
  9. Langsung gerakkan kaki kanan ke depan, kemudian tarik ke belakang.
  10. Gerakkan lagi kaki kanan ke depan, tanpa menariknya ke belakang.
  11. Langsung hadap kiri. Dan demikian seterusnya sampai syair pantun yang disebutkan oleh sanutuno maena (musik) berakhir.

Tarian ini biasanya tidak hanya didominasi oleh gerakan kaki melainkan beberapa orang seniman melakukan adaptasi dan improvisasi sehingga sisi seni budaya lebih ditonjolkan untuk mengekspose keindahannya. Mari lestarikan budaya Indonesia.

Salam kebersamaan….

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s