10 Cara Menjaga Hati – Antivirus Sejati Menghilangkan Pikiran Kotor (hawa nafsu sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya)

Cara Menjaga Hati - Antivirus Sejati Menghilangkan Pikiran Kotor (hawa nafsu sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya)

Kristen Sejati – Pikiran anda layaknya seperangkat komputer yang mampu mengendalikan seluruh sistem. Keteraturan dalam suatu organisme sangat ditentukan oleh kualitas chip komputer yang mendukungnya (otak). Biasanya bukan besarnya chip yang menentukan efektifitas dan efisiensi sistem melainkan masa pakai dan jam terbang yang tinggilah yang merupakan faktor kunci penentu tingkat kecerdasan anda. Jika seseorang tidak pernah berpikir, bagaimana mungkin ia dapat berpikir tajam dan kritis?

Kecerdasan ditentukan oleh jam terbang (masa pakai – berpikir) yang ditekuni sedangkan kebijaksanaan diperoleh dari jumlah ujian kehidupan (pemurnian) yang telah berhasil dilalui dengan tenang tanpa meninggalkan luka di hati maupun luka  di badan. Kenyamananlah yang membuatmu rapuh, bodoh dan emosional. Akan tetapi, jikalau anda mampu bertahan untuk tetap kuat tapi lembut dalam bersikap, pada akhirnya semua itu akan mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Tahukah anda bahwa hati (sisi emosional) manusia sangat dekat kapasitasnya dengan hati binatang ketika ia baru dilahirkan ke dunia ini. Jikalau sifat-sifat binatang ini tidak segera dibereskan dari dalam maka keadaan tersebut akan membuatmu rentan dengan rasa benci, dendam, amarah, kekerasan, iri hati dan kesombongan. Namun jika anda (1) belajar mengatur mindset sendiri dan (2) dengan tulus hati merelakan diri untuk disakiti melalui ujian kehidupan maka perlahan-lahan kebinatangan itu akan menjauh dari dalam dirimu hingga bertransformasi menjadi hati yang mau mengasihi.

Selama ini yang kami baca di dalam masyarakat istilah penjaga hati ditujukan untuk kekasih/ suami/ istri. Seolah-olah pasangan hidupnya bisa menjaga hatinya dari hawa nafsu (keinginan) untuk berselingkuh atau hal-hal yang salah lainnya. Sebenarnya ini sah-sah saja namun mustahil untuk menjadikan manusia yang juga memiliki salah dan khilaf untuk berjaga dalam pikiran anda. Yakin sama kami bahwa pada saatnya nanti andapun akan menemukan titik lemah dari kebiasaan ini sebab sesama manusia begitu fana dan tidak mampu menjawab semua kebutuhan hati kita.

Miliki hati yang selalu terjaga

Matius  26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

Jangan pernah tertidur pulas kawan…. Yang kami maksudkan disini bukanlah matamu atau tubuh ini secara keseluruhan melainkan lebih kepada pikiran sendiri. Sesungguhnya otak hanyalah organ yang tidak begitu besar akan tetapi sangat menentukan maju-mundurnya kehidupan seseorang. Kebanyakan orang hanya menggunakan 1% dari kemampuan otaknya karena jarang sekali berpikir dan sekalipun itu dilakukan pasti yang dipikirkan adalah pikiran kotor (hawa nafsu yang sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya) baik tentang masa lalu maupun masa depan.

Pikiran yang kosong sama dengan hati yang tertidur. Hal –hal semacam inilah yang kerap kali membuat anda mudah dirasuki oleh hal-hal yang tidak baik (1) yang berasal dari luar (informasi salah, hasutan, provokasi) maupun oleh (2) pikiran kotor dari dalam diri  sendiri. Kedua hal ini akan menguasai kehidupan anda jikalau pikiran tidak selalu terjaga dan terhubungan dengan Yang Maha Kuasa. Anda harus mulai mengisi pikiran dengan selalu menghubungkannya dengan Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian maupun dengan memikirkan hal-hal positif lainnya, misalnya ilmu pengetahuan, wawasan, mata pelajaran, mata kuliah dan lain-lain. Jagalah hati dengan selalu menghidupkan/ meng-ON-kan pikiran disegala waktu dan sikon yang dihadapi.

Cara menjaga hati dari pikiran kotor dengan antivirus terbaik sepanjang masa

Pikiran tidak dapat teraba oleh materi, seindah apapun itu. Itulah sebabnya mengapa hal-hal yang ada di dunia ini tidak dapat menyenangkan hati seutuhnya. Satu-satunya kebahagiaan sejati yang dapat terus dirasakan hari lepas hari adalah dengan senantiasa mengatur pikiran sendiri sedemikian rupa sehingga ada damai dan ketenangan di dalam sana. Berikut ini cara menjaga hati dari pikiran kotor (hawa nafsu yang sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya).

  1. Buatlah sebuah komitmen dengan niat yang tulus.

    Dalam melakukan segala sesuatu, kita harus bertekad. Tekad yang bulat dan kuat menjadi suatu landasan yang baik untuk senantiasa bertekun melakukan rutinitas tersebut. Saat anda (a) patah semangat atau (b) pikiran mulai ada tanda-tanda menyimpang maka ingatlah kembali dengan komitmen yang telah anda pilih sebelumnya.

    Jauhi tujuan-tujuan yang salah seperti demi uang, penghargaan, penghormatan, ketenaran, jabatan dan lain sebagainya. Demikian juga bersihkan pikiran dari muzizat, berkat dan kelimpahan. Sebab niatan yang tidak tulus lambat-laun akan melemahkan komitmen anda.

  2. Memusatkan pikiran kepada Tuhan.

    Inilah tonggak utama yang menjadi antivirus sejati untuk membersihkan pikiran anda dari hawa nafsu yang sesat, kebencian, dendam, amarah, anarkisme, iri hati dan kesombongan. Anda dapat melakukannya seolah-olah Tuhan ada disampingmu, kemudian bercakap-cakaplah dengan-Nya dalam doa, firman dan nyanyian pujian di dalam hati.

  3. Berpikir positif – Menjauhi fokus yang salah.

    Anda harus memahami dengan benar bahwa hidup ini penuh cobaan. Tanpa cobaan hidup maka pola pikir kita akan tetap sama seperti mindset binatang. Saat bertahan dalam pencobaan, pola pikir anda akan benar-benar diubah dari yang penuh dengan kebinatangan menjadi lebih manusiawi. Oleh karena itu, hindari cari aman dan cari nyaman terus melainkan mulai keluar dari zona nyaman (out of box) tersebut agar hati menjadi ikhlas menjalani segala hal di dalam dunia ini termasuk ujian kehidupan.

    Seperti yang kami sampaikan pada poin sebelumnya, jauhi pikiran yang salah baik tentang masa lalu (dengki, sombong, prestasi, fitnah, hinaan, ejekan/ bully dan lain-lain) maupun tentang masa depan (obsesi, berkat, muzizat dan kelimpahan). Demikian juga, jauhi bersusah hati memikirkan masalah yang dihadapi melainkan pasrahkan semua kepada Tuhan lalu temukan solusinya (tidak fokus pada masalah melainkan pada solusi).

    Kami sendiri memberikan kesaksian bahwa saat hati ini tertuju pada masalah maka situasinya semakin runyam. Akan tetapi ketika pikiran terus fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian, tanpa disadari (cepat ataupun lambat) ada yang menginspirasi kita dan memberi jawaban (solusi). Ini murni bukan hasil berpikir namun terjadi secara otomatis, sebab Tuhan yang benar adalah magnet bagi segala kebaikan yang positif.

  4. Berbagi kasih dengan sesama.

    Sebagai orang yang memperjuangkan kebenaran maka sudah sepatutnya untuk bergiat menyatakan kebaikan kepada orang lain. Ini adalah penghiburan hati yang kedua setelah hidup memuliakan nama Tuhan. Hindari menimbun berkat untuk diri sendiri sebab kebiasaan semacam inilah yang pada akhirnya membuat berkat itu berubah menjadi sumber bencan. Bentuk kasih ada banyak macamnya mulai dari ramah tamah, menjadi pendengar yang baik, berbagi dengan memberi dan lain sebagainya sesuai sumber daya dan potensi yang anda miliki.

    Harap diingat untuk tidak mengasihi sesama atas dasar mengharapkan balasan (berkat, muzizat dan kelimpahan), uang, penghormatan, penghargaan, popularitas, jabatan dan lain sebagainya. Melainkan landaskanlah semua kebaikan anda untuk menyatakan kasih Tuhan kepada dunia.

  5. Selalu siap sedia diuji kapanpun dan dimanapun berada.

    Tetaplah terjaga dan jangan pernah tertidur! Ini adalah rahasia dari sikap waspada yang sebenarnya, yaitu ketika hati anda selalu terhubungan dengang Sang Pencipta Segala Masa dalam doa, firman dan nyanyian pujian atau andapun dapat turut memikirkan hal-hal baik/ positif lainnya yang berhubungan dengan kehidupan.

    Jika otak anda selalu aktif berarti selalu bersiaga penuh dan waspada baik dalam merespon sikap sesama manusia maupun dalam mengekspresikan diri ketika menghadapi ujian pemurnian hati. Pada akhirnya, pergumulan hidup yang anda alami dapat dilalui dengan cara yang baik dan benar, kuat tapi lembut sehingga sifat-sifat jahat itu tidak menguasaimu (hawa nafsu yang sesat, rasa benci, dendam, amarah, anarkisme, iri hati, kesombongan dan sifat-sifat buruk lainnya).

    Sebaliknya hindari berimajinasi yang tidak jelas (terkecuali bagi para seniman), memikirkan kejadian di masa lalu (luka lama maupun prestasi tempo dulu) dan masa depan (berkat, muzizat dan kelimpahan) juga pikiran kotor lainnya (misalnya susah melihat orang lain senang, merendahkan dan menghina sesama di dalam hati dan lain-lain).

  6. Berdiam diri sambil berpikir atau menyibukkan indra.

    Ada dua cara umum untuk mengalihkan konsentrasi di saat situasi sedang senggang atau lagi memburuk.

    Yang pertama sebagai antivirus yang datangnya dari Sorga. Berdiam diri sambil berdoa, mengucapkan firman, memuji dan memuliakan nama Tuhan di dalam hati. Andapun dapat mulai menyegarkan pikiran kembali dalam doa-doa yang penuh kepasrahan kepada Yang Maha Kuasa.

    Yang kedua sebagai antivirus yang sangat duniawi. Pemanfaatan kompenen ini perlu kebijaksanaan (a) agar selalu dibingkai dalam ranah yang positif (b) harus selektif & kritis dalam mencerna informasi dan (c) tidak sampai membuat ketergentungan sehingga terhindari dari dampak buruk akibat kecanduan juga dari perbuatan menyimpang saat memperolehnya.

    Menyibukkan indra dengan melakukan hal-hal positif. Misalnya menyibukkan mata (membaca Kitab Suci dan buku yang berkualitas baik), menyibukkan telinga (mendengarkan lagu, radio dan televisi), menyibukkan kulit (spa, kusut, masturbasi-single, berhubungan seks-pasangan resmi), menyibukkan hidung (menggunakan minyak angin, minyak kayu putih dan pewangi aroma terapi yang lainnya), menyibukkan lidah (berkomunikasi dengan sesama dan makan/ ngemil). Bisa juga dengan bekerja melakukan aktivitas (memberi manfaat, menyalurkan bakat) seperti biasanya.

    Pada dasarnya, semua yang berhubungan dengan materi adalah baik untuk kehidupan anda namun JANGAN BERLEBIHAN sebab efek samping yang ditimbulkannya besar.

    Kami sendiri lebih memilih opsi yang pertama dalam banyak situasi atau setidak-tidaknya membaca Kita Suci. Sebab kedua hal ini selain lebih praktis, alami, mudah dan murah untuk dilakukan juga dapat menenangkan jiwa dan mendatangkan kebahagiaan tersendiri.

  7. Merendahkan hati dan tidak termakan pujian (menjadi tinggi hati).

    Kemarin kami menonton sebuah film yang berjudul “Fallen” dimana salah satu dialognya mengatakan “kerendahan hati yang membuat manusia menjadi malaikat dan kesombonganlah yang membuat malaikan menjadi iblis”. Anda perlu belajar untuk memiliki hati yang merendah saat situasi dan orang lain mulai menyanjungmu. Sebab menyambut pujian dengan rasa senang akan membuatmu cenderung lupa diri, cakap sombong, merendahkan sesama hingga melakukan tindakan yang menyimpang juga.

    Mulailah dengan melemahkan, menekan bahkan menghancurkan diri sendiri. Berikut keterangan lebih jelas tentang saat yang tepat untuk menghancurkan diri sendiri dan kapan juga menghargainya.

  8. Tetap santai dan tenang alias bersikap datar (biasa saja) dalam segala sesuatu.

    Sikap ini dibentuk dari pemahaman bahwa anda telah mengerti betul dengan pola-pola dalam dunia ini. Misalnya, dunia ini berputar-putar dan begitu-gitu saja. Oleh karena itu saat hati terluka dan saat senang jangan ditarik terlalu berlebihan sehingga mengundang perhatian orang lain melainkan dibiasakan saja.

    Sadarilah bahwa “hidup kita di dunia ini hanyalah sementara saja. Disinilah kita diuji dan dinilai langsung oleh Yang Maha Kuasa, apakah pantas masuk Surga atau lebih pantas di jebloskan ke dalam neraka? Oleh karena itu tempuh jalan yang baik dan benar sehingga anda berjalan di dalam kedamaian dan kelegaan di dalam hati”. Ingat, kedamaian hati itu mutlak akan tetapi ketenangan lingkungan sekitar adalah semu.

    Jangan sampai kepuasan dan kesenangan yang dinikmati dalam waktu sesaat (sementara) saja mengorbankan kebahagiaan kekal yang berlaku untuk selamanya sehingga anda menjadi penghuni neraka dikehidupan kedua kelak.

  9. Jauhkan hati dari rasa bersalah.

    Rasa bersalah itu seperti ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati ini. Biasanya hal-hal seperti inilah yang cenderung tidak membuatmu dapat hidup dengan tenang melainkan seolah-olah dihantui oleh kekuatiran akan kesalahan sendiri. Hal-hal semacam ini haruslah di doakan dengan sungguh-sungguh dan bila perlu minta maaf kepada orangnya langsung. Atau kalau memang orangnya sudah tiada maka berbuat baiklah kepada anak-anak dan kaum keluarganya. Oleh karena itu, biarkan orang lain melakukan kesalahan dengan modus untuk mengujimu namun jangan turut ambil bagian untuk melakukan pembalasan dengan melakukan modus yang sama. Melainkan tetap berjalan di jalan lurus itu dengan sepenuh hati.

  10. Konsisten melakukan hal-hal yang baik hingga menjadi budaya yang mendatangkan kebahagiaan.

    Jika anda mengulang-ngulang hal ini secara terus-menerus maka akan menjadi rutinitas. Rutinitas yang dilakukan dengan tekun akan menjadi kebiasaan baik. Saat kebiasaan baik tetap dipelihara selama nafas berhembus niscaya hal ini akan menjadi budaya yang mendatangkan kebahagiaan di dalam hati. Hati-hati dengan niatan di dalam hati.

    Tahukah anda bahwa otak kita selalu berirama dengan menggunakan nada-nada tertentu? Itulah sebabnya mengapa ketika kita bernyanyi atau menari maka timbul rasa bahagia di dalam hati. Cobalah perhatikan hewan-hewan di luar sana, bukankah mereka juga selalu mengeluarkan suara? Terlebih ketika malam tiba, suara-suara itu semakin intens terjadi. Pastilah mereka melakukannya karena berbahagia, mustahil suara yang indah, konsisten dan terus menerus dilakukan itu sebagai tanda kesedihan.Demikianlah otak anda akan menghasilkan irama yang teratur ketika sikap yang ditunjukkan selalu berada dalam jalur yang sama, yakni jalur kebenaran. Sehingga irama yang timbul ini cenderung membawa ketenangan di dalam jiwa anfa. Jadi, sikap plin-plan dalam menjalani hidup justru akan melemahkanmu dari dalam hati sehingga sekalipun berada di jalur yang baik namun hal-hal seperti hawa nafsu yang sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya terus menghantui pikiranmu.

  11. Menjadi bahagia.

    Bahagiakah anda dengan hidupmu saat ini? Seharusnya ya. Sebab nafas kita berasal dari Tuhan yang adalah kebenaran itu sendiri. Itulah mengapa kita selalu dituntut oleh diri sendiri untuk melakukan hal yang benar. Sedangkan kebenaran itu sendiri adalah (1) saat seluruh kehidupan ini tertuju kepada Tuhan dan (2) dan ketika kita mampu berbagi kasih (bermanfaat) kepada sesama. Bila anda telah melakukan kedua hal ini maka seharusnya hati penuh dengan kebahagiaan.

    Satu hal saja yang membuat kita tidak bahagia adalah saat terlalu gemar membanding-bandingkan kehidupan pribadi dengan kehidupan orang lain. Oleh karena itu, jauhkan kebiasaan membanding-bandingkan (menilai/ menghakimi) orang lain. Cintai diri sendiri, puaslah dengan dirimu dan nikmati hidup apa adanya.

    Berbahagialah dengan apa yang anda lakukan dan lakukanlah apa yang membuatmu bahagia. Lalu katakanlah di dalam hati sambil menutup mata dan menghela nafas, “Berbahagialah hai jiwaku, tersenyumlah kepada dunia sebab hari ini luar biasa. Terimakasih Tuhan!

Pikiranmu adalah komputer utama, pusat kendali seluruh tubuh anda. Apabila komputer utama ini dalam keadaan shut down / dimatikan/ dalam artian pikiran kosong niscaya indramu akan menjadi liar dan aktivitasmupun bisa saja menyimpang. Oleh karena itu, berjaga-jagalah senantiasa dengan selalu mengaktifkan otak untuk memikirkan hal-hal yang baik dan benar. Dengan demikian diri ini menjadi lebih selektif dan kritis menyimak semua informasi sehingga sikap terkendali dan jauh dari hawa nafsu yang sesat, rasa benci, dendam, amarah dan hal-hal jahat lainnya.

Jagalah hatim, Salam Garam – Salam Terang!

Iklan

3 comments

  1. […] Hipnotis adalah soal bagaimana cara kita membuat pikiran orang lain terlena kepada diri ini/ pada sudut pandang yang digunakan/ pada kata-kata yang dipakai/ pada pakaian yang dikenakan/ pada sikap yang diekspresikan. Pada dasarnya cara kerja untuk membuat pikiran terlena akan semakin mudah pada orang-orang yang terlalu fokus pada hal-hal duniawi. Sebab orang lainpun mudah menebak hal tersebut. Akan tetapi lain halnya ketika anda mampu senantiasa terhubung dengan Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian niscaya semua hal-hal buruk yang ada di dunia ini tidak bisa merasuki pikiranmu sebab Dialah penjaga hatimu yang sejati. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s