+10 Kerugian Akibat Materi – Harta Benda Tidak Menyentuh Hati Sebab Itu Puas/ Bahagia Sementara Saja

Kerugian Akibat Materi - Harta Benda Tidak Menyentuh Hati Sebab Itu Kepuasan dan kebahagiaannya Sementara Saja

Materi (KBBI Offline) adalah (1) benda; bahan; segala sesuatu yang tampak; (2) sesuatu yang menjadi bahan (untuk diujikan, dipikirkan, dibicarakan, dikarangkan, dan sebagainya). Merupakan segala sesuatu yang dapat dicitrakan atau dirasakan keberadaannya oleh indra. Mustahil manusia bisa hidup tanpanya karena tubuh kita sendiripun terdiri dari material lunak (daging), padat (tulang) dan cair (darah). Selama masih berada dalam tubuh yang manusiawi ini maka selama itu pulalah kita memerlukan hal-hal tersebut.

Dunia ini penuh dengan benda ini dan itu

Semua yang kita hadapi di dunia ini adalah materi. Dia bisa membuat senang dan tertawa. Juga dapat membuatmu bersedih, gundah dan galau. Apapun yang kita lakukan di dunia ini pastilah selalu berhubungan dengan benda. Hanya ada dua hal yang tidak berhubungan (tidak signifikan) dengan benda-benda disekitarmu, yakni saat sedang memusatkan pikiran kepa Tuhan dan ketika berbagi kasih (bermanfaat) bagi orang lain (misalnya ramah-tamah). Jadi jikalau anda hendak berencana untuk melepaskan kecanduan bahkan kegilaan dari materi maka mulailah lakukan dengan tekun kedua hal ini.

Materi adalah kebutuhan manusia

Penggunaan berbagai benda dalam kehidupan sehari-hari telah membantu memudahkan, mengefektifkan dan mengefisienkan berbagai hal dalam kehidupan manusia. Mulai dari kebutuhan pribadi (primer, sekunder dan tersier), kebutuhan keluarga, kebutuhan kantor/ pekerjaan sampai kepada kebutuhan sosial lainnya. Semuanya itu telah kita rasakan seumur hidup (selama nafas masih bisa berhembus lega), perbedaannya mungkin terletak pada bentuknya saja.

Materi memberi pekerjaan yang berkeadilan sosial

Tanpa benda-benda di sekitar kita maka tidak ada pekerjaan yang dapat menyokong kehidupan pribadi maupun kehidupan orang lain. Petani bekerja untuk menghasilkan materi, pedagang untuk mendistribusikannya, pengusaha industri memberikan sentuhan teknologi dan pemerintah memanajemen semua pengelolaan ini dengan baik, teratur dan terpimpin sehingga semua orang dapat jatah yang adil dan sama dengan yang lainnya. Tanpa kesetaraan maka kecemburuan yang kuat akan mengakar diantara warga negara.

Materi Tidak Menyentuh Hati Sebab Itu Puas/ Bahagia Sementara Saja

Sebaik-baiknya bahkan seindah-indahnya suatu materi, sayang manfaatnya sementara saja. Sebab di dalam diri manusia pengaruhnya sementara saja. Misalnya, anda sudah makan pagi ini, pasti nanti siang makan lagi, demikian juga di malam hari dan pada akhirnya semuanya itu akan dibuang besok pagi. Kita tidak mampu menahannya lebih lama lagi di dalam tubuh sendiri – itu sudah takdir. Otomatis anda akan membutuhkannya lagi besok dan besoknya lagi, lagi dan lagi. Pada akhirnya, mau tidak mau kitapun ketergantungan dengan semua kebutuhan itu.

Lihat di sekeliling anda, ada orang yang kebutuhan hidupnya setinggi langit dan ada juga orang yang kebutuhan hidupnya serendah air di atas bumi, tetapi mereka sama-sama terlihat bahagia. Dimanakah posisi anda saat ini? Kendalikan pengeluaran uang terhadap materi, pastikan itu selalu tersedia baik di masa muda, masa tua, bulan tua, bulan muda, musim kemarau, musim hujan, musim paceklik dan musim-musim lainnya. Kelolalah pengeluaran anda agar sedapat mungkin terjangkau kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun situasinya.

Dampak negatif yang ditimbulkan materi dalam kehidupan manusia

Disamping keunggulannya yang tidak biasa, terdapat beberapa dampak buruk yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Hal ini disebabkan oleh karena (a) cara yang digunakan untuk memilikinya salah, (2) penggunaan yang berlebihan dan (3) pemanfaatan yang salah. Berikut bahaya yang ditimbulkan materi yang bermula dari akibat ke tiga hal ini.

  1. Konsumtif.

    Kebiasaan seseorang yang mencari kepuasan dan kebahagiaan hati dengan cara membeli dan memiliki berbagai-bagai macam barang. Manusia jelas butuh barang ini dan itu namun jikalau semuanya ini dilakukan dengan alasan pamer atau menghibur diri maka dapat dipastikan bahwa keadaan ini juga sangatlah sia-sia belaka.

    Tidak semua masalah dapat diselesaikan oleh materi, terkadang kita hanya butuh berdiam diri, merenung sambil memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian maka jawaban dari semua masalah tersebut akan datang tanpa disadari dalam bentuk inspirasi.

  2. Menghambur-hamburkan uang.

    Sikap yang boros terhadap sumber daya membuat manusia terus-mencari dan mencari namun belum sampai akhir bulan uang di tangan sudah habis. Bagaimana mungkin jerih lelah satu bulan hanya dihabiskan dalam 2-3 hari saja? Bukankah ini kebiasaan yang mubazir dan cenderung membuat anda terlilit hutang-piutang disana-sini? Oleh karena itu tetap nikmati hidup namun tidak perlu menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting.

  3. Ketergantungan.

    Bila suatu kebutuhan sudah ditekuni sejak lama alhasil akan menimbulkan ketergantungan yang akut bahkan bisa berujung pada ketergantungan kronis. Keadaan ini jelas akan menyebabkan ketidaknyamanan terutama saat uang tidak cukup/ tidak ada untuk memiliki/ membelinya. Candu terhadap materi adalah awal dari menyerahkan/ mengabdikan seluruh hidupmu hanya kepada dunia ini. Bahkan andapun cenderung tidak lagi mengindahkan nilai-nilai kebenaran yang dianut/ diyakini.

  4. Hawa nafsu yang sesat.

    Beberapa orang merasa bahwa hubungan seks adalah kenikmatan dunia yang dapat dicicipi oleh siapa saja. Mereka melegalkan seks bebas sehingga memelihara germo yang ditempatkan pada suatu wilayah yang disebut sebagai lokalisasi. Ini merupakan salah satu dampak buruk dari sistem kapitalisme sehingga mereka yang memiliki sumber daya yang lebih membayar sesamanya sangat tinggi demi memuaskan birahi sesaat.

  5. Kebinatangan.

    Mereka yang mudah membenci, dendam dan bermusuhan dengan sesama lebih dekat dengan sikap hewani. Semuanya ini bisa saja didasari oleh karena adanya perselisihan saat berebut/ bersaing untuk memiliki ini dan itu. Jika keadaan ini tidak bisa diredam maka akan timbul kekecewaan yang berujung pada sikap anarkis dan berakhir dengan perpecahan.

  6. Kedengkian – iri hati karena cemburu.

    Sejak dari awal kehidupan manusia telah mengakar yang namanya rasa cemburu. Ketika ia melihat sesamanya terlalu mencolok maka timbullah niat jahat di dalam hati untuk menjatuhkan atau melakukan cara-cara yang paling keji untuk memperoleh hal yang sama. Tanpa kesetaraan pendapatan (uang – penggajian) maka kejadian semacam ini terus saja terjadi di negara kita.

  7. Keangkuhan yang penuh maupun setengah.

    Kelebihan materi yang dianggarkan menjadi kekuatan sekaligus penghiburan baginya. Keunggulan dalam berbagai gemerlapan dunia disombongkan untuk menyakiti perasaan orang lain atau setidak-tidaknya membuat orang lain turut bergiat melakukan perbuatan menyimpang agar dapat memperoleh hal yang sama.

  8. Gangguan Kesehatan – Sakit.

    Terlalu banyak makan meningkatkan kolesterol, gula darah dan asam urat. Kebanyakan menonton akan membuat mata lelah dan pikiran penat. Terlalu banyak jalan-jalan, kaki pegal-pegal dan badan sakit semua karena kelelahan. Banyak mengikuti konser dan mendengar musik keras maka telinga dapat pekak dan pendengaran terganggu. Masih banyak lagi yang dapat mengganggu bahkan merusakkan kesehatan fisik maupun mental. Oleh karena itu gunakanlah dengan bijak sehingga mendatangkan manfaat bukannya bencana – masalah.

  9. Kecelakaan.

    Ini di dominasi oleh materi yang berhubungan dengan bidang transportasi dan di dunia pekerjaan. Kekuranghati-hatian saat berkendara dapat mendatangkan ancaman yang serius. Lebih baik lalui jalur aman dan utamakan keselamatan bukan kecepatan. Demikian juga saat sedang bekerja lakukanlah sesuai standar operasional prosedur dan selalu kenakan alat pelindung diri.

  10. Mencuri – Korupsi.

    Demi uang orang rela mencuri sana-sini. Biar memiliki rumah bagus dan mobil mewah, mereka rela korupsi. Keadaan semacam ini cenderung melemahkan sebuah sistem. Kebocoran yang terjadi disana-sini akan membuat rencana yang telah diprogramkan dari awal tidak efektif dan tidak efisien (tidak tercapai sesuai target).

  11. Menyalahi aturan.

    Peraturanlah yang mempersatukan kita, tanpa peraturan yang jelas maka manusia cenderung liar layaknya di alam rimba sana. Tertapi peraturan yang terlalu ketat juga tidak baik. Beberapa orang bisa saja menyalahi aturan demi meraih keuntungan. Misalnya dengan menjajakan pruduk yang mengandung bahan kimia berbahaya, yang telah kadaluarsa dan produk-produk lainnya yang tidak layak konsumsi.

  12. Meniru yang salah.

    Tidak semua informasi yang diperoleh lewat indra adalah baik adanya, karenanya kita perlu kritis dan selektif saat mencerna sebuah informasi. Misalnya saja, saat anda menonton sebuah film, pastilah disana ada juga adegan yang salah dan syarat dengan kebinatangan. Tanpa hal-hal semacam ini juga bagaimana sebuah cerita bisa berjalan dengan baik, indah dan enak ditonton? Oleh karena itu, justru infomasi semacam ini baik agar melatih sikap kritis dan selektif sehingga lebih tajam analisisnya sebelum meniru suatu adegan.

  13. Perkelahian – perselisihan.

    Tanpa kesetaraan maka masing-masing orang akan cenderung saing-saingan untuk memiliki sesuatu yang lebih baik. Jaminan kehidupan dan peraturan yang tidak jelas cenderung membuat mereka melakukan atau tenggelam dalam persaingan tidak sehat. Pada akhirnya, salah satu diantaranya harus dikorbankan demi kepentingan orang lain.

  14. Keserakahan.

    Ketamakan akan uang telah mengubah banyak orang menjadi manusia yang tidak lagi memiliki perasaan lalu bersikap sewenang-wenang demi kelimpahan akan materi. Saat manusia menjadi serakah maka ia akan kehilangan hati nuraninya sehingga cenderung mengabaikan perasaan, kepentingan dan kebutuhan orang lain.

  15. Pengangguran.

    Lapangan kerja yang kurang dikarenakan manajemen perusahaaan lebih memilih jalan untuk memperkerjakan karyawan lebih sedikit. Agar lebih menguntungkan bagi pihak manajemen. Menekan pengeluaran seminimum/ seminimal mungkin dengan mengutamakan penggunaan sistem komputerisasi dan teknologi robot sehingga jumlah karyawan yang bekerja lebih ramping. Artinya, pengeluaran sedikit tetapi keuntungan banyak sehingga pihak manajemen makin tebal kantongnya.

  16. Kemiskinan.

    Tanpa kesetaraan maka uang akan menumpuk di tangan satu orang manusia (kapitalis) sedangkan yang lainnya masih tetap berada di dalam/ di bawah garis kemiskinan. Sistem ekonomi kapitalis hanya akan menguntungkan orang-orang besar saja sedangkan orang-orang kecil dijadikan sebagai sapi perah untuk melayani kaum kapitalis yang berkuasa.

  17. Atheis.

    Manusia yang sangat berorientasi pada materi pada akhirnya akan menganggap bahwa dengan uang dan harta benda yang banyak, ia merasa telah memiliki segalanya sehingga tidak butuh orang lain apalagi Tuhan. Merasa hanya dengan mengandalkan kekayaan yang dimilikinya maka semua masalah akan selesai. Mereka yang terlalu materialistik akan membanggakan/ mengagung-agungkan hartanya sebagai dewa penyelamat.

    Padahal produktivitas manusia itu sifatnya tidak stabil. Kadang jumlahnya banyak namun kadang juga kurang. Terlebih ketika sudah pensiun, penghasilannya tidak seperti dulu sewaktu tubuh masih kuat/ produktif. Oleh karena itu menggantungkan hidup pada materi berarti membiarkan hidupmu bergerak dalam fluktuasi yang tidak menyenangkan dan jauh dari damai sejahtera. Sebab hanya di dalam sikap yang konsistenlah hati manusia tetap tenang dan damai.

Apa yang dapat menyentuh hati manusia?

Memang benarlah bahwa tubuh kita seutuhnya terbuat dari materi: daging, tulang, darah dan bahan-bahan organik dan anorganik lainnya. Ketika anda memiliki dan mengkonsumsi apapun yang ada di dunia ini maka yang dipuaskan hanyalah daging, tulang dan darahmu saja. Sedangkan nafasmu berasal dari Allah. Artinya, jiwamu dan roh yang ada di dalam dirimu seutuhnya tidak berasal dari dunia ini melainkan asalnya dari Sorga. Oleh karena itu, hanya kebenaranlah yang dapat memuaskan hatimu di dalam segala sikon yang dihadapi.

Lagipula seindah-indahnya gemerlapan dunia ini tidak mampu menyentuh otak melainkan hanya indralah yang mengalami kontak langsung dengan hal-hal tersebut. Apa yang menyentuh indra hanyalah masalah “persepsi rasa”. Misalnya anda mengkonsumsi roti seharga Rp. 1.000,- dengan yang berharga Rp. 10.000,-. Lebih senang yang mana? Yang sepuluh ribu atau yang seribu? Ada orang yang menganggapnya berbeda sedangkan kami menganggapnya sama saja: itulah yang namanya persepsi. Namun cobalah untuk merasa puas menikmati semuanya itu sambil mengucap syukur dan menganggap bahwa itulah yang terbaik yang diberikan Tuhan dalam hidup anda: pastilah kedua-duanya akan mendatangkan kepuasaan dan kebahagiaan tersendiri.

Materi hanya masalah persepsi, oleh sebab itu miliki kerendahan hati saat menikmati segala sesuatu, sehingga pikiran menjadi terbuka dan mampu menerima semua apa adanya juga mampu menikmati hidup apa adanya. Sebesar, sebagus, seindah, semenawan apapun gemerlapan dunia ini, semuanya itu tergantung dari penilaian hatimu. Jika anda berpikir itu indah maka indahlah dia akan tetapi jika menganganggapnya buruk maka buruklah itu. Jadi, berhati-hatilah menilai segala sesuatu (secara subjektif – untuk kepentingan diri sendiri) karena hal tersebut dapat mempengaruhi kebahagiaanmu, alangkah lebih baik jika anda menyamaratakannya (mengeneralkannya – menyetarakannya). Terkecuali jikalau anda diminta secara khusus untuk menilai sesuatu secara objektif (untuk kepentingan orang lain atau kepentingan bersama). Simak juga, Kunci kebahagiaan sejati.

Daripada anda sibuk menilai kebaikan yang datangnya dari luar diri (termasuk materi dan sikap orang lain) maka alangkah lebih baik jika memancarkannya langsung dari dalam diri sendiri yaitu dengan melakukan kebenaran. Tetap hidup memuji-memuliakan Tuhan, mengucapkan/ membaca firman dan berdoa senantiasa, baik lewat alat musik, bibir dan di dalam hati. Juga tidak lupa untuk senantiasa memancarkan kasih (kebaikan) kepada sesama manusia dimulai dari hal-hal kecil.

Salam tegar tetapi jangan tegar tengkuk….

Iklan

2 comments

  1. […] Pada kenyataannya materi tidak pernah menyentuh hati manusia. Semewah apapun kehidupan anda, sehebat apapun kolega anda, sebanyak apapun teknologi yang dimiliki tetap saja hal tersebut tidak bisa menyentuh otakmu melainkan hanya indralah yang mampu bersentuhan dengan materi. Dimana satu-satunya yang bermanfaat bagi tubuh/ kesehatan manusia adalah makanan dan minuman. Jadi bisa dikatakan bahwa bisa makan dan bisa minum adalah suatu kekayaan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh tubuh. Akan tetapi dibalik semuanya itu, kebanyakan makan dan minum juga dapat membuat kita sakit bahkan mautpun menjemput. Demikian juga dengan harta lainnya dimana segala sesuatu yang anda manfaatkan secara berlebihan akan terbalik manfaatnya sehingga mendatangkan kerugian alias bencana, cepat atau lambat. Baca juga, Dampak buruk harta yang terlalu banyak. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s