Gejolak Sosial · Kepribadian · Santai

+7 Moment Dan Manfaat Menunggu – Sabar Menanti Giliran Anda

Moment Dan Manfaat Menunggu - Sabar Menanti Giliran Anda

Menunggu adalah (1) tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharap sesuatu akan terjadi (datang); (2) tinggal sementara untuk merawat, menjaga (barang-barang, rumah, orang sakit, dan sebagainya); menunggui; (3) menantikan (sesuatu yang mesti datang atau terjadi); menunggukan; (4) mengharap; (5) mendiami; menghuni; menunggui (KBBI Luring). Merupakan aktivitas sementara yang konstan. Inilah alasannya mengapa kebanyakan orang mengasumsikan situasi tersebut menjadi “jenuh“.

Hampir semuanya hal dalam dunia ini membutuhkan proses menunggu. Baik di rumah, di jalan, di sekolah, di kantor, di pusat perbelanjaan, baik anak, remaja, orang dewasa, orang tua renta bahkan bayi baru lahirpun pasti mengalaminya. Hidup ini butuh proses dimana semua tahapan didalamnya membutuhkan penantian. Petani saja saat menanam benih butuh waktu bertahun-tahun, berbulan-bulan, berminggu-minggu atau setidak-tidaknya beberapa hari sebelum waktunya panen. Terlebih ketika kita berbicara tentang kehidupan manusia yang sangat kompleks.

Apalagi kalau kita berbicara tentang kehidupan bersosial yang melibatkan banyak orang. Saat sendiri saja (Pak tani bertani) butuh ditunggu hasilnya, apalagi saat di depan kita sudah tersusun rapi antrian yang cukup panjang. Oleh sebab itu, bersungut-sungut karena hal ini adalah sia-sia. Sebab mau mengeluh atau bersungut-sungutpun tetap saja pekerjaan ini harus dijalani. Jadi lebih baik dinikmati saja teman agar sikap (perkataan/ perbuatan) kita tidak sampai melukai orang lain juga diri sendiri.

Justru saat segala sesuatu menjadi instan maka rasa sabar dihati akan menurun. Budaya instan dapat merusak mental suatu bangsa sebab cepat tidak selalu baik malah lebih baik bagi diri ini untuk mulai belajar menunggu yang dimulai dari hal-hal kecil. Berikut beberapa proses dimana kita di tuntut untuk lebih banyak bersabar dalam penantian.

  1. Menunggu waktu makan. Hawa nafsu ditundukkan dibawah kendali (di bawah pikiran – logika) jangan hawa nafsulah yang mengendalikan hidupmu.
  2. Antrian ke toilet. Harus belajar senam kegel biar lebih tahan.
  3. Saat belanja di toko dan ngantri di kasir. Tidak perlu buru-buru.
  4. Pembelian karcis saat masuk  bus, kereta api, pesawat, bioskop dan lainnya. Semua sedang dalam proses.
  5. Saat jalanan sedang macet. Makanya naik angkutan umum saja.
  6. Menantikan jawaban atas maksud hati. Semoga mendapatkan yang terbaik.
  7. Mengharapkan solusi atas persoalan yang dihadapi. Berdiam sambil fokus kepada Tuhan mencari solusi.
  8. Menanti jawaban pertanyaan yang diajukan. Sabar menghadapi ujian komunikasi.
  9. Menantikan jawaban lamaran kerja. Masukkan terus lamaran anda ke berbagai instansi.
  10. Mengharapkan jawaban doa. Lakukan dengan tekun dalam iman dan pengharapan.
  11. Menunggu waktu kematian (dipanggil Tuhan). Pastikan anda melakukan hal yang baik dan benar dalam hidup ini.
  12. dan lain sebagainya.

Menunggu itu baik dan perlu dibudayakan namun bukan berarti cepat itu salah

Biasakan diri menunggu pada waktunya. Hindari sikap yang cenderung mengandalkan kekuatan uang, relasi, jabatan dan pengaruh untuk melangkahi barisan antrian. Kenyamanan karena tidak pernah belajar sabar dalam penantian akan membuatmu menjadi orang yang emosionalnya mudah meledak-ledak. Oleh karena itu, ikuti, biasakan, resapi dan nikmati aktivitas tersebut. Jangan menghindarinya sebab rasa nyaman yang terlalu mencolok ketika segala sesuatunya menjadi mudah justru akan melemahkan mental ini sehingga menjadi kurang dewasa dalam menjalani hidup.

Satu-satunya hal yang tidak butuh ditunggu adalah pemanfaatan teknologi dalam kehidupan manusia, misalnya saja saat mengirim SMS atau email kepada seseorang yang jauh di sana (di luar daerah). Anda tidak perlu lagi melakukanny begitu lama melainkan hanya dalam hitungan detik semuanya telah sampai tujuan. Teknologi komputer biasanya sistem cepat terkecuali jikalau hal tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas manusia disekitarnya. Berhati-hatilah sebab kecepatan teknologi dapat mempengaruhimu sehingga menuntut kecepatan disemua lini kehidupan. Padahal teknologi bukan manusia dan manusia bukan teknologi.

Tapi tahukah anda jikalau semuanya serba cepat maka manusia lupa dengan sikap sabar. Justru masyarakat lebih cenderung menuntut agar semuanya dipercepat. Ujung-ujungnya budaya KKN terus berkembang karena masing-masing orang menggunakan uangnya untuk memenuhi keinginan tersebut. Budaya instan cenderung memelihara menciptakan manusia yang memiliki kecenderungan untuk menempuh cara-cara manipulatif demi memenuhi hasratnya, salah satunya adalah dengan memberi sogokan/ uang suap/ korupsi. Yang kami maksudkan disini bukanlah untuk memperlambat segala sesuatu melainkan pastikan anda mengenali moment yang sedang dijalani dimana ada waktunya menunggu dan ada pula waktunya untuk dipercepat.

Cerdas menunggu dalam pengharapan tetapi jangan penuhi pikiran tentang masa depan

Menunggu dalam pengharapan memang baik. Misalnya saat anda rela antri beberapa waktu untuk mengantri karcis di bioskop. Demikian juga dalam hal-hal yang lain, sepertinya ketika kita mengharapkan sesuatu maka disuruh tunggu selama berjam-jampun, tidak masalah. Akan tetapi ketika kita disuruh untuk menunggu sesuatu yang tidak pasti (misalnya mengharap dapat pekerjaan Z), pasti rasanya membosankan. Sadarilah bahwa ini hanyalah persepsi anda saja, rasa bosan itu timbul karena ketidakpuasan terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu perbaikilah mindset sedemikian rupa dalam rasa bersyukur yang penuh.

Memang baik jika kita menanti dalam pengharapan. Akan tetapi tidak bijak juga bila pikiran terus melayang-layang untuk membayangkan masa depan yang indah saat apa yang ditunggu telah dimiliki. Khayalan semacam ini jelas tidak ada gunanya sebab hanya menghabiskan energi saja untuk sesuatu yang belum tentu sama. Oleh karena itu daripada berimajinasi dalam kebosanan lebih baik lakukan aktivitas positif (membaca, menulis, bekerja, berkomunikasi dan yang lainnya) atau setidak-tidaknya fokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian layaknya seseorang yang sedang bercakap-cakap dengan Tuhan.

Manfaat tahapan menunggu

Hidup ini adalah proses, ikuti setiap tahapannya dengan sabar maka anda akan dibentuk untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Nikmati semuanya itu sembari menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan positif. Berikut ini beberapa faedah menunggu bagi kehidupan anda.

  1. Melatih diri untuk sabar (kuat mental).

    Saat kita dilahirkan ke dunia ini, mental ini begitu lemah dan mudah mewek/ ngambek. Namun jikalau anda menaklukkan diri sendiri untuk rela mengikuti proses ini maka kemampuan bersabar akan ditingkatkan ke level yang lebih baik lagi. Sehingga hati menjadi kuat dan mental menjadi tangguh menghadapi persoalan yang akan datang.

  2. Kesempatan untuk mengendalikan sisi emosional (kebinatangan : rasa benci, dendam, amarah dan anarkisme).

    Ada binatang di dalam hatimu dan hatiku. Namun jika kita ikhlas menunggu proses-proses yang sudah seharusnya terjadi maka hal inipun akan menjadi kesempatan untuk mengendalikan diri sehingga hati tetap tenang sekalipun dalam penantian panjang.

  3. Belajar menghargai orang yang di depan.

    Ada saat dimana kita menghadapi situasi bahwa orang lain sudah lebih dahulu. Jika kita mampu lebih sabar maka akan menempatkan diri tepat dibelakang orang tersebut. AKan tetapi ketika hati ini memandang sepele orang lain maka segala cara akan dilakukan untuk menyerobot antrian termasuk dengan membayar (KKN).

  4. Kesempatan untuk menjalin hubungan baik dengan orang lain.

    Hindari diam melongo aja saat sedang berada di kursi tunggu. Cobalah untuk menghilangkan kepenatan dan kekakuan suasana dengan sedikit bercengkrama dengan orang-orang yang dikenal disekitar anda. Somoga aja ada orang baru yang pantas dijadikan sebagai seorang sahabat atau setidaknya teman kilat yang karib.

  5. Mengajarimu untuk lebih cerdas.

    Saat menunggui sesuatu, cobalah untuk mengembangkan indra pada hal-hal yang sedang dibicarakan, misalnya membaca buku, menonton berita, membaca koran, majalah dan lain sebagainya.

    Bahkan saat anda melalui proses ini dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian maka secara tidak langsung anda sedang melatih kemampuan otak untuk berpikir.

  6. Membantu menyelesaikan masalah.

    Masalah selalu ada dalam hidup ini. Persoalannya sekarang adalah apakah anda mau menunggu sembari berdiam diri, menghela nafas, menyerahkannya kepada Tuhan (fokus Tuhan – clean & find) lalu memikirkan solusi yang dibutuhkan? Jika anda terlalu terburu-buru menghadapi pergumulan hidup itu maka bisa jadi langkah yang anda tempuh semakin memperburuk keadaan. Oleh karena itu pastikan untuk tetap tenang dan santai dalam berbagai situasi.

  7. Menjadi dewasa bahkan bijak.

    Ada waktunya untuk menunggu dan ada juga waktunya untuk cepat. Anda harus benar-benar mampu membedakan kedua moment ini. Dengan demikian dapat mengambil sikap hati, selanjutnya melakukan apa? Tidak semuanya hal harus ditunggu dan juga segala sesuatu tidak harus cepat. Jika mampu membedakan kedua hal ini maka dapat dipastikan bahwa “anda sudah dewasa lagi bijak” dalam menentukan pilihan hidup.

    Ada saatnya dimana anda memang sedang diuji dan ada pula saatnya ketika anda harus mengingatkan keterlambatan tersebut.

Hidup ini penuh dengan latihan dan menunggu itu penting! Latih dirimu mengikuti prosesnya maka kepribadianmu akan berkembang ke arah yang lebih positif. Jangan biarkan emosi menguasaimu melainkan kekang sisi emosional itu dengan mengikhlaskan diri untuk mengikuti proses panjang kehidupan.

Salam positif! Salam garam isotonik!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s