Lingkungan · Menata Ulang Ilmu Pengetahuan · Pelajar · Pengusaha

10 Cara Membuat Energi Alternatif Terbarukan Sebagai Bahan Bakar Minyak & Gas Yang Murah, Efektif, Efisien dan Ramah Lingkungan

Cara Membuat Energi Terbarukan Sebagai Bahan Bakar Minyak & Gas Yang Murah, Efektif, Efisien dan Ramah Lingkungan

Alam semesta telah dipersiapkan Tuhan untuk digunakan selama manusia masih hidup di dunia ini. Asalkan kita tahu pola dan titik simpul perputarannya niscaya kemakmuran adalah milik bersama. Sadarilah bahwa manusia ditakdirkan untuk hidup bersama bukan berjalan dan berjuang masing-masing. Masih ingat dengan kisah tentang menara Babel? Sebenarnya Tuhan menyukai kebersamaan nenek moyang kita namun Dia enggan karena dahulu mereka masih penuh dengan hawa nafsu, kebinatangan (kebencian, dendam, amarah dan kekerasan) dan kejahatan lainnya. Oleh karena itu, Tuhan memecah-belah kawanan yang hidup dalam kegotongroyongan itu sehingga mereka melalui proses pemurnian untuk dibersihkan dari hal-hal yang jahat dan keji. Pemurnian inipun masih berlangsung sampai sekarang.

Energi adalah masalah krusial yang menawan banyak bangsa-bangsa dalam krisis (ekonomi, sosial, budaya, keamanan dan politik) yang berkepanjangan. Keadaan ini terus mendesak para cendikiawan kelas dunia untuk memikirkan solusi praktis dari keadaan yang rumit ini. Bahkan beberapa laporan yang membahas tentang cadangan minyak dunia yang menipis telah keluar. Dimana angka-angka yang ditunjukkan sangat memprihatinkan. Indonesia sendiri, menurut lamaan tersebut akan kehabisan minyak mentah/ minyak bumi lima puluh tahun dari sekarang.

Isu ini perlu disikapi dengan lapang dada dan lebih serius sebab masa depan tergantung bagaimana perlakuan kita pada sumber daya di masa sekarang. Sudah saatnya bagi kita untuk menggunakan cara-cara lama yang tidak ramah lingkungan untuk mengembangkan dan mempertahankan keberadaan energi. Oleh karena itu, kami mendukung pemerintah untuk melakukan evaluasi dan transformasi agar lebih mengutamakan penggunaan teknologi hijau di dalam berbagai bidang kehidupan manusia.

Energi selalu sama jumlahnya, hanya bentuknya yang berbeda-beda

Siklus energi matahari berputar-putar. Pada dasarnya ia hanya mengalami perubahan bentuk. Misalnya dari panas menjadi karbohidrat, lemak, protein, gerakan dan berbagai-bagai bentuk energi lainnya (termasuk minyak bumi). Harus dipahami bahwa kesemua bentuk itu dapat dimanfaatkan untuk dijadikan energi alias bahan bakar tergantung bagaimana cara kita menyerapnya (memanfaatkannya). Misalnya hewan (termasuk manusia) menyerapnya dalam bentuk makanan, sepeda motor menyerapnya dalam bentuk minyak, televisi menyerapnya dalam bentuk listrik dan lain sebagainya. Energi itu sama jumlahnya hanya bentuknya saja yang berbeda-beda.

Penggunaan energi selalu menghasilkan sampah

Pada dasarnya, semua pemanfaatan energi dalam berbagai bentuk menghasilkan zat sisa, baik dalam bentuk urin dan feses; maupun dalam bentuk gas (CO2) dan polutan lainnya. Disinilah mulai timbul berbagai-bagai bentuk masalah. Jikalau senyawa sisa (sampah urin dan feses) ini tidak dapat kembali dimineralisasi maka akan menimbulkan pencemaran tanah dan air (sampah). Sedangkan zat sisa/ buangan lainnya (sampah) terletak di udara bebas. Penggunaan kendaraan terutama mengeluarkan zat sisa lebih banyak lewat udara (polutan). Masalahnya sekarang adalah bagaimana cara kita mengambil itu kembali?

Harus ada keseimbangan demi keberlangsungan hidup manusia

Sadarilah bahwa kunci keberlangsungan hidup manusia adalah kemampuannya untuk memutar semua sumber daya yang ada. Semakin efektif dan efisien perputaran itu maka semakin menguntungkan, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Panas dan polutan yang dibuang oleh instalasi pembangkit listrik, transportasi, mesin pabrik, kendaraan bermotor dan aktivitas manusia lainnya haruslah diambil kembali (take & give) sehingga terjadilah yang namanya keseimbangan alam. Pada akhirnya, sistem yang berputar semacam ini membuat aktivitas manusia tidak menimbulkan bencana (efek samping).

Cara membuat energi alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan

Kami memanfaatkan teori siklus energi matahari yang berasal dari bumi. Seperti yang kami bahas sebelumnya bahwa bumi adalah salah satu sumber energi alternatif yang selalu terbarukan bagi matahari. Sinar matahari mengaktifkan klorofil sehingga membentuk senyawa organik kompleks (misalnya, karbohidrat, lemak, protein dan lain sebagainya). Ketika bahan-bahan organik ini difermentasi kembali oleh bakteri maka gas metana akan dilepaskan ke udara sehingga kembali menjadi bahan bakar gas bagi matahari. Ini tertutama terjadi di dalam lautan, didaratan memang terjadi namun intensitasnya lebih kecil.

Bahan Bakar Minyak dan Gas yang Terbarukan Dan Ramah Lingkungan

Lalu bagaimana caranya untuk membuat energi yang terbarukan itu? Berikut akan kami uraikan beberapa langkah-langkah sederhana yang dibutuhkan namun perlu adanya penelitian lebih lanjut lagi untuk menyempurnakan hal-hal tersebut.

  1. Semua hal ada dibumi ini dapat difermentasi menjadi sumber energi alternatif terbarukan.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa segala sesuatu yang organik dan terdiri dari senyawa kompleks (karbohidrat, lemak dan protein juga yang lainnya) dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar minyak dan gas. Bahkan tanah sekalipun bisa menjadi bahan bakar, buktinya minyak bumi dapat di gali/ di bor dari dalam tanah.

  2. Prinsip dasar.

    Inti dari proses yang kita lakukan adalah mengurai bahan organik menjadi bahan anorganik sehingga menghasilkan gas dan minyak yang dapat dimanfaatkan demi keberlangsungan hidup umat manusia. Proses ini diambil alih oleh aktivitas bakteri/ mikroorganisme tertentu.

  3. Bahan alami yang dapat diproses.

    Contoh bahan alamiah yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan ini adalah minyak kelapa, kelapa sawit, buah aren, ubi kayu dan lain sebagainya. Ada begitu banyak bahan alami yang jumlahnya melimpah di alam. Gunakanlah yang pertumbuhannya cepat sehingga dapat diambil manfaatnya segera. Tumbuhan yang perkembangannya cepat berarti cepat juga kemampuannya untuk menyerap berbagai polutan yang terkandung di udara bebas. Semua bagian-bagian tumbuhan dapat dimanfaatkan, mulai dari daun, batang, buah hingga akarnya sekalipun.

    Jangankan tumbuhan hijau yang masih aktif, sampah saja (yang organik) dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Mulai dari kulit pisang, sisa sayur, sisa bahan dapur, sisa nasi, sisa lauk, sisa gulai, kulit buah (jeruk, semangka, apel, melon dll) dan lain sebagainya.

  4. Teknik pembuatannya.

    Cara pembuatannya, semua bahan-bahan padat tersebut digiling dan dihaluskan (kecuali untuk bahan cair seperti minyak kelapa, sawit dan gula aren). Kemudian disatukan menurut jenisnya.

  5. Memilih mikroorganisme yang terbaik.

    Tentukan jenis bakteri (mikroorganisme) yang digunakan untuk memecahkan senyawa organik menjadi anorganik (perlu penelitian lanjutan). Apakah kita perlu mengkoleksi fitoplankton yang hidup di dasar laut? Pada dasarnya bakteri ada dimana-mana namun untuk memperoleh bibit unggul perlu analisis yang lebih lanjut.

  6. Larutkan garam.

    Tambahkan garam dengan kadar tertentu. Bisa saja dalam kadar 1%, 2%, 3%, 3,5% (setara dengan kadar garam samudera) atau lebih. Pada dasarnya kadar garam lautan adalah yang paling pas sebab lautan adalah penghasil gas metana nomor satu di dunia. Silahkan lakukan penelitian ulang.

  7. Masukkan dalam wadah kedap udara.

    Letakkan di dalam ruangan/ wadah yang tertutup rapat dan anti bocor bila perlu kedap udara. Untuk mengkondisikan lingkungan dengan pemilihan mikroorganisme yang tepat.

  8. Dibutuhkan tekanan.

    Berikan tekanan sebanyak 1 atm, 2 atm, 3 atm dan seterusnya (silahkan lakukan penelitian ulang). Hal ini dilakukan agar kuman yang diperkaya semakin selektif dan adonan yang digunakan semakin baik untuk pertumbuhannya.

    Bila perlu tekanan yang kita berikan disetarakan dengan tekanan di dalam dasar laut sehingga mikroorganisme (fitoplankton) yang digunakan dapat tumbuh subur.

  9. Diperlukan waktu tunggu yang cukup.

    Tunggu selama beberapa hari, beberapa minggu atau beberapa bulan. Perlu penelitian lebih lanjut sehingga waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama juga tidak terlalu singkat agar hasil yang diberikan benar-benar efektif dan efisien.

  10. Jadilah gas dan minyak bumi.

    Maka jadilah gas (bagian atasnya) dan minyak bumi buatan (bagian bawahnya). Lakukan diferensiasi dan pemisahan dengan mengambil terlebih dahulu substrat dalam bentuk gas kemudia menguras substrat dalam bentuk minyak setelahnya.

    Pada dasarnya, ketika semua bahan organik difermentasikan oleh bakteri menjadi bahan anorganik maka akan dilepaskan suatu zat (gas metana) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Pemakaian energi haruslah seimbang. Ketika manusia dengan segala aktivitasnya menghancurkan sumber daya sehingga menghasilkan panas dan polutan maka kita butuh sesuatu yang dapat kembali menyerap panas dan polutan tersebut secara cepat, secepat kita menghabiskannya, yakni tumbuhan hijau. Prinsip pembuatan minyak bumi dan gas alam adalah fermentasi senyawa organik menjadi senyawal lain dengan bantuan mikroorganisme dan garam dibawah tekanan. Dengan demikian polusi yang dihasilkan dapat diimbangi dengan pertumbuhan tanaman hijau yang setara sehingga lingkungan tetap asri dan terpelihara keberlangsungan hidup bersama yang lainnya di dunia yang sementara ini. (Simak juga, Tips menghemat bensin kendaraan bermotor)

Salam hijau!

Iklan

Satu tanggapan untuk “10 Cara Membuat Energi Alternatif Terbarukan Sebagai Bahan Bakar Minyak & Gas Yang Murah, Efektif, Efisien dan Ramah Lingkungan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s