Kekuasaan Hanya Untuk Tuhan – Kedaulatan Rakyat Dimana Masing-Masing Orang Berhak Sejahtera dan Menentukan Nasibnya

Kekuasaan Hanya Untuk Tuhan - Kedaulatan Rakyat Dimana Masing-Masing Orang Berhak Menentukan Nasibnya

Manusia biasa tidak dapat menanggung kedahsyatan kekuasaan. Jika yang dimaksud adalah berkuasa atas makhluk hidup lainnya (tumbuhan, hewan dan yang lainnya) dapat terjadi. Akan tetapi ketika yang ditentukan untuk menjadi penguasa antara sesama manusia maka pekerjaan ini adalah sesuatu yang sangat berat. Sebab kita hanyalah manusia biasa yang sangat fana dan rapuh. Sedangkan untuk menanggung beban kekuasaan butuh tanggung jawab yang besar. Bisa jadi keadaan ini akan berdampak buruk bagi kesehatan mental, kehidupan sosial dan spiritual.

Pernahkah anda menonton film Superman, Batman, Spiderman dan lain sebagainya itu? Karena mereka bereaksi maka muncullah kejahatan demi kejahatan lainnya dengan skala yang semakin besar. Apa yang diperebutkan? Uang, pengaruh dan kekuatan super itu sendiri. Demikianlah juga kekuasaan di dunia ini adalah suatu hal yang sangat menggiurkan sekaligus menantang. Bagaikan magnet menarik semua orang-orang yang terkuat diseluruh penjuru negeri untuk bersaing dan bertanding memperebutkannya.

Sadarkah kita bahwa pengaruh yang terlalu besar juga sangat tinggi ancamannya? Inilah hal yang terus-menerus diperebutkan dari zaman ke zaman, “siapa yang berkuasa?“. Kekuasaan yang satu digulingkan oleh kekuatan yang lain, kelompok yang satu dihantam oleh kelompok yang lain, kerajaan yang satu digilas oleh kerajaan yang lain, negara yang satu menjajah negara yang lain, dimana semuanya ini diikuti oleh perebutan wilayah, uang dan pengaruh yang syarat dengan keserakahan. Jikalau anda masih berminat untuk menjadi orang yang berpengaruh maka persiapkan dirimu terhadap ancaman dari dalam dan ancaman dari luar yang mungkin akan menjatuhkanmu.

Ada paket kombo dalam sebuah kekuasaan diantaranya paket moralitas, paket sosial, paket kenikmatan dunia dan paket-paket kemudahan lainnya. Khusus untuk moralitas anda dituntut untuk jujur, adil, benar, memiliki integritas dan lain sebagainya. Bagaimana mungkin seorang manusia dapat bertanggung jawab atas kehidupan ratusan bahkan ribuan orang? Kekuasaan yang sangat luas di dunia ini dampaknya akan sangat besar diakhirat kelak. Sebab segala kemudahan, kemewahan dan materi yang didapatkan dari sana SETARA dengan tanggung jawab moral yang ujung-ujungnya berimbas diakhirat (mau masuk neraka?).

Berkuasa atas banyak orang tidaklah manusiawi sebab satu orang manusia saja tidak mampu mengendalikan kehidupan ratusan atau ribuan manusia. Otomatis ia membutuhkan yang namanya kekuatan ANARKISME agar semua orang patuh. Seorang penguasa yang lalim memanfaatkan kekuatan dan teknologi prajurit yang dimilikinya untuk menakuti rakyat sehingga seluruh masyarakat tanpa terkecuali mengagumi sekaligus takut kepada pemimpinnya. Kekuatan serdadu digunakan semacam intimidasi untuk menimbulkan huru-hara sehingga prajurit dalam kesatuan yang samapun dapat mengatasi hal tersebut. Hal-hal semacam ini, istilah kerennya adalah “menyebar penyakit secara diam-diam sekaligus memberikan obatnya“.

Inilah yang sering terjadi diluar sana dimana pihak-pihak di dalam pemerintah dengan sengaja menimbulkan hal-hal yang menambah kekuatiran masa. Dengan demikian para prajurit negara dapat unjuk gigi untuk mencari, melemahkan dan mengalahkan kekuatan yang salah itu. Ini adalah CARA LAMA untuk mengendalikan masyarakat. Negara-negara yang sudah maju telah meninggalkan cara-cara yang syarat dengan manipulatif tersebut. Hanya negara terbelakang dan negara berkembang saja yang memelihara sistem “penyakit-obat” ini. Justru ketika hal ini terus dipelihara maka ada kemungkinan kekuatan militer semakin kuat pengaruhnya di mata masyarakat sehingga mereka KEPEDEAN UNTUK MELAKUKAN KUDETA.

Sistem kekuasaan yang dipegang oleh satu orang “one man army” tidak lagi efektif dan efisien di zaman sekarang. Sebab seorang manusia bukan pribadi yang sempurna (akan ada salahnya), memiliki hawa nafsu dan tidak adil (hanya kepada orang didekatnya saja).  Oleh karena itu, mulailah lahir gerakan demokrasi dimana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Efek kedaulatan rakyat seharusnya tidak hanya mencakup pemilihan umum saja (Pemilu) melainkan di dalam seluruh aspek kehidupan, rakyatlah yang berkuasa atas dirinya sendiri. Kedaulatan rakyat dapat diartikan bahwa tidak ada lagi orang yang berkuasa atas sesamanya melainkan setiap orang berhak menentukan nasibnya sendiri.

Kedaulatan rakyat tidak mengenal kekuasaan tunggal yang luas. Hal-hal semacam ini, dimana pengaruh yang besar hanya terpusat kepada satu orang saja, sama dengan sistem masyarakat primitif. Orang-orang primitif dipimpin oleh seorang raja dimana semua keputusan dan semua pergerakan dikendalikan penuh olehnya. Ada baiknya, jika kuasa tidak terpusat di tangan satu-dua orang saja sebab di negeri demokrasi masing-masing orang berhak menentukan nasibnya.

Pada intinya, kedaulatan rakyat itu sama halnya dengan prinsip keadilan sosial yang kami perjuangkan. Jikalau kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat maka SETIAP ORANG ADALAH PENGUASA setidaknya bagi hidupnya sendiri. Apabila semua orang adalah penguasa maka setiap manusia di negeri ini berhak memiliki sumber daya yang sama dan setara dengan orang lain. Tanpa keadilan sosial maka kondisi masyarakat akan kacau-balau karena berebut, bersaing dan saling menginjak untuk meraih hidup yang lebih baik (sumber daya lebih demi kesejahteraan).

Tanpa kesetaraan maka akan lahirlah banyak faksi diseluruh negeri. Organisasi semacam ini semakin tumbuh subur dan menjamur dimana tujuan utamanya adalah untuk mendapat jatah (uang negara) dari pemerintah. Ketika semakin banyak orang cerdas maka semakin banyak pula komunitas yang dibentuk disana-sini. Oleh karena pemerataan pendidikan yang tidak merata maka orang intelek ini memanfaatkan/ mengkadali mereka yang masih terbelakang dari segi pengetahuan dan wawasan. Di dalam suatu organisasi terdapat orang-orang yang bodoh mudah dikadali sehingga menjadi sangat fanatik yang siap membela kepentingan pribadi pemimpinnya secara mati-matian. Pergesekan antara organisasi tidak dapat lagi dihindari sehingga timbullah kekerasan, anarkisme dan huru-hara dimana-mana.

Mari setarakan pengaruh kekuasaan dengan meletakkannya dalam bingkai kedaulatan rakyat dimana setiap masyarakat berhak menentukan nasibnya, berhak sejahtera dan berhak menentukan pilihannya sendiri dalam kebersamaan. Juga jagan lupa bahwa manusia bisa saja salah, oleh karena itu akhiri semuanya ini dengan kedaulatan Tuhan (undian) sehingga demokrasi menjadi sempurna adanya. Ingatlah bahwa poin pertama dalam dasar negara mengakui adanya Tuhan, bagaimana kita berkata “ada Tuhan” padahal tidak pernah memberikan kesempatan kepada-Nya untuk menentukan nasib hidup bersama?

Salam kesetaraan, Salam garam isotonik!

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s