10 Ciri dan Dampak Buruk Menjadi Atheis – Saintisme Tidak Dapat Menjelaskan Segala Sesuatu Di Alam Semesta

Ciri dan Dampak Buruk Menjadi Atheis

Ateis adalah orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan (KBBI Offline). Kami sendiri menganggap bahwa mereka adalah orang yang menganggap dirinya sebagai dewa. Ketika seorang manusia merasa tidak percaya bahwa tidak ada Sang Perancang Ajaib maka ini juga sekaligus bermakna bahwa ialah yang menjadi perancang tersebut. Singkat saja, ia juga merasa tidak harus patuh atau taat dengan siapapun melainkan hanya mengikuti intuisinya sendiri.

Orang bertuhan kebahagiaannya sejati dari dalam hati

Orang beragama kebahagiaannya terletak di dalam hati dan gemerlapan dunia tidak memiliki hubungan spesifik dengan rasa bahagia
Orang beragama kebahagiaannya terletak di dalam hati dan gemerlapan dunia tidak memiliki hubungan spesifik dengan rasa bahagia

Saat anda memiliki Tuhan maka fokus kepuasan dan kebahagiaan terletak di dalam hati sendiri. Inilah mengapa ada yang namanya teori lubang di hati dimana hanya Tuhan saja yang dapat mengisi lubang itu kawan. Lakukan hal ini dengan memfokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian, seolah anda sedang bercakap-cakap dengan Sang Pencipta. Aktivitas inilah yang membersihkan hati anda dari berbagai macam hawa nafsu yang sesat, kebinatangan (kebencian, dendam, amarah dan anarkisme) dan hal-hal jahat lainnya. Bahkan bisa kami katakan bahwa orang yang memiliki kepercayaan adalah mereka yang hatinya selalu bahagia sekalipun tidak ada rangsangan dari luar indra (kebahagiaan hati sejati).

Jika komputer/ laptop/ smartphone/ dan tablet anda dirumah memiliki antivirus untuk menjaga perangkat tersebut tetap bersih, cepat dan tidak mudah rusak. Maka memusatkan pikiran kepada Tuhan merupakan cara yang efektif dan efisien untuk membersihkan hati/ pikiranmu dari segala kekejian dan kejahatan yang merugikan orang lain dan juga diri sendiri. Proteksi pikiran anda dengan menggunakan antivirus terbaik sehingga kehidupan lebih positif dari hari ke hari.

Kebahagiaan orang ateis semu sebab sangat tergantung dengan apa yang dikonsumsi

Orang atheis kebahagiaannya terletak pada indra dan sangat duniawi

Pada intinya, orang atheis berorientasi pada Indra dan sangat ketergantungan dengan segala kenikmatan dunia. Saat mereka tidak mengindrakan sesuatu yang baik menurutnya atau menurut kebanyakan orang atau setidak-tidaknya menurut media yang ternama maka tidak ada kebahagiaan. Apa yang ada didalam dunia inilah yang membuat mereka senang dimana kesenangan itu identik dengan kebahagiaan. Tanpa gemerlapan dunia ini (harta, pujian, penghargaan, penghormatan dan popularitas) bahkan hal-hal yang keji/ jahat juga (narkoba, seks bebas dan pesta pora), mereka akan merasa sangat hampa dan tidak berarti. Kebahagiaan semu semacam ini membuatnya cenderung melegalkan hal-hal yang jahat untuk memenuhinya.

Ada begitu banyak ilmuan atheis yang mencoba menceritakan struktur alam semesta dan segala gejolak yang ada di dalamnya. Akan tetapi bukannya menjelaskan fakta justru mereka mengkaburkannya, Bukannya mengurai masalah malahan mereka membuatnya semuanya menjadi lebih rumit. Dan pada intinya perputaran alam semesta kembali lagi kepada teori Tuhan Yesus tentang garam dan terang. Kedua hal inilah yang membuat bumi dan seluruh yang ada didalamnya tetap berputar. Jika anda memiliki keduanya maka andapun akan bisa tetap hidup dalam siklus perputaran yang menguntungkan dan sempurna (tanpa meninggalkan efek samping).

Para ilmuan ateis tidak mampu menjelaskan tentang alam semesta secara keseluruhan

Ada yang beranggapan bahwa mereka yang tidak percaya kepada Tuhan cenderung menganut paham saintisme dimana pengetahuan adalah segalanya. Sejauh mana pengetahuan dan wawasan anda menjengkali bumi dan segala yang ada didalamnya? Harus disadari bahwa tidak semuanya kejadian yang terjadi di bumi ini dapat dijelaskan secara teori dan logika. Ada hal-hal dimana kita hanya bisa berkata “menunggu keajaiban dari Tuhan”. Jika memang semua hal dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan maka pastilah dunia ini tidak akan terus-menerus bermasalah. Tapi lihatlah sekarang, isu lingkungan, bencana alam, peperangan dan kelaparan masih saja mewarnai telinga kita.

Hidup hanya sekali, puaskan hatimu dengan semua yang anda temukan di dunia ini

Saat anda tidak memiliki kepercayaan pada kekuatan ajaib dari Tuhan maka ada kecenderung seseorang menganggap bahwa “hidup ini hanya sekali jadi puas-puaskanlah dirimu dengan semua yang ada didalamnya”. Ateisme tidak memiliki masa depan, mereka menganggap bahwa kematian adalah segalanya sehingga seumur hidupnya dihabiskan untuk mencari uang sebanyak-banyaknya untuk dapat menikmati hidup dengan segala pesona dan gemerlapan dunia yang ada didalamnya.

Terlalu fokus kepada kenikmatan duniawi dan sangat egois

Keputusan untuk menjadi seorang atheis adalah sebuah prinsip yang membuatmu lebih fokus kepada dunia ini. Mereka terlalu memperhitungkan kejadian yang terjadi di dunia ini bahkan sampai melogikakannya. Kemampuan intelektual yang memadai membuat seseorang lebih memperhatikan “bagaimana caranya beruntung lagi dan lagi tanpa harus peduli dengan keberadaan orang lain”. Berkembanglah yang namanya orang-orang yang tidak memiliki hati nurani yang hanya hidup demi dirinya sendiri tetapi mengabaikan orang lain.

Enggan diuji orang maunya nyaman terus

Mereka yang tidak beragama, tidak mengenal yang namanya ujian kehidupan. Maunya hidup nyaman terus alias kenyamanan adalah hasrat tertinggi dalam kehidupannya “jangan ganggu gua maka loe nggak akan gua ganggu”. Mereka cari aman dalam menjalani hidup sehingga cenderung menjauhi kehidupan sosial. Hanya bergaul dengan orang-orang yang dikenalnya dan ada kecenderungan memisahkan diri dari mereka yang dianggapnya sebagai pengganggu, pembuat masalah, pembuat onar.

Mendukung teori evolusi CD

Saat kita merasa bahwa diri ini adalah esensi yang adanya begitu saja secara otomatis tanpa bantuan apapun dan siapapun maka kehidupan anda telah mendekati teori evolusi. Padahal teori evolusi jelas-jelas salah secara teoristik. Bila dalam hal teori saja sudah salah terlebih lagi ketika hal-hal demikian dibuktikan secara nyata melalui praktek lapangan. Teori inilah yang pada awalnya menjadi suatu landasan hukum bagi orang-orang yang menganut paham ateisme. Zaman sekarang sudah bukan saatnya untuk membutakan mata hati dari pikiran orang lain, sebab teori ini benar-benar tidak masuk akal, hanya sebuah kesalahan teknis yang sebenarnya dibesar-besarkan.

Apa saja ciri khas sekaligus bahaya ketika anda tidak mengakui keberadaan Tuhan?

Anda berpikir bahwa menjadi seorang yang tidak beragama adalah sebuah pilihan yang tepat? Padahal ini merupakan sebuah kesalahan yang dimulai dari pikiran. Saat pikiran seseorang sudah salah maka semua hal yang dilakukan dan dikatakannya juga pasti pada bersalahan semua, paling juga enaknya di telinga saja tetapi tujuannya jauh dari kebenaran. Berikut beberapa dampak buruk yang akan anda rasakan ketika tidak memiliki keyakinan di dalam hati.

  1. Kenyamanan indra mutlak sebagai kepuasan baginya. Mereka baru puas jikalau sesuatu menyentuh atau setidaknya menyaksikan hal-hal duniawi secara langsung.
  2. Egois, lebih mementingkan diri sendiri. Mereka hanya peduli diri sendiri dimana dialah yang menjadi pusatnya sedangkan orang lain dianggap sebagai pengganggu/ orang yang lebih rendah/ orang yang tidak penting.
  3. Sangat materialistik. Tidak ada uang maka tidak ada kebahagiaan. Tanpa uang dan kesenangan sesaat mereka tidak mampu bertahan hidup.
  4. Tidak memiliki harapan. Seolah tidak mempunyai semangat di dalam jiwanya yang lemah – lesu. Putus asa terlalu cepat.
  5. Tidak memiliki tujuan hidup. Dunia ini adalah tujuan akhirnya maka apa yang bisa diraihnya akan berusaha dimiliki jua.
  6. Bahagianya sangat tergantung pada lingkungan sekitar dan materi yang dimiliki. Tanpa peran lingkungan maka tidak ada rasa bahagia, tanpa materi yang melimpah di tangan maka hati cenderung gundah gulana. Mereka tidak pernah belajar mengatakan cukup untuk kenikmatan dunia yang dimiliki.
  7. Tidak tahan uji – penuh dengan kebencian, dendam, amarah dan kekerasan. Mereka hanya mengetahui tentang bagaimana caranya agar dirinya nyaman. Saat ada orang lain yang berusaha mengganggu ketenangannya maka emosional yang tidak terkendali menguasai hidupnya.
  8. Melakukan kejahatan demi materi. Saat hal-hal yang waw itu belum dimilikinya maka ada kecenderungan untuk menghalalkan segala cara sehingga iapun dapat memperoleh apa yang diinginkannya.
  9. Melakukan manipulasi (pencurian dan korupsi) demi materi. Kebutuhan akan uang yang begitu tinggi tidak dapat lagi terpenuhi. Oleh sebab itu, beberapa orang akan menghalalkan segala cara untuk meraihnya.
  10. Siap-siap masuk neraka. Sekalipun di dunia ini hidup anda bergelimang harta dan syarat dengan materi namun apalah daya sebab semuanya itu akan ditinggalkan kelak. Kesenangan anda yang sesaat di bumi ini telah mengantarkanmu dalam pintur neraka yang kekal selamanya.

Jaman sekarang hati-hati meninggikan sesuatu sebab bisa jadi orang lain menjadikan hal itu sebagai sesembahan untuk dipuja-puji dan disembah. Ada baiknya jikalau anda menyetarakan hal-hal seperti pendapatan dan kekuasaan. Sebab jika kedua hal ini ditinggikan maka dapat dipastikan bahwa akan ada banyak yang menjadi atheis. Mereka memang percaya kepada Tuhan akan tetapi hatinya, moralnya dan sikapnya syarat dengan hawa nafsu yang sesat, kebinatangan (benci, dendam, amarah dan kekerasan) dan kejahatan lainnya (agamanya hanya di dalam KTP saja). Oleh karena itu, kami mulai bertanya, “apakah ada orang yang beragama di Indonesia ini?” Periksalah hatimu masing-masing kawan!

Salam kepercayaan, salam garam!

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s