Terimakasih Buat Internet, Media Sosial dan Google Telah Menjadi Otak Bagi Semua Orang Indonesia

Terimakasih Buat Internet, Media Sosial dan Google Telah Menjadi Otak Bagi Semua Orang Indonesia

Kami mengenal internet dengan segala kecanggihannya saat mulai merantau untuk melanjutkan pendidikan di Medan. Situs yang pertama digandrungi adalah facebook dimana kala itu gratis dengan menggunakan alamat “nol facebook dot com” tanpa gambar dan video. Sekalipun jaringannya lelet namun tetap dapat dinikmati sebab kami suka memberi komentar sekedar melucu, menghibur juga kadang memotivasi yang lainnya. Akan tetapi, aktivitas ini terhenti selama beberapa waktu karena smarthphone yang usang-rusak. Seingat kami kala itu masih era keemasan Nokia.

Dahulu hobinya menyemangati orang

Di awal-awal internet, media sosial dan Google sangat memfasilitasi minat hati untuk berbicara kepada dunia sebab di dunia nyata kami jarang berkomunikasi sesama teman kos maupun teman kampus. Sekalipun ada tetapi sekali-sekalilah, teman-teman saya cowok kurang banyak bicara, biasalah sesama introvert. ckckckkkkk… Di dunia nyata lebih banyak diam akan tetapi begitu masuk media sosial langsung menjadi orang yang menghibur. Kami me-like semua status tetapi yang dikomentari hanyalah status mereka yang sedang galau, bersedih, patah hati, kecewa dan sakit. Menyemangati mereka berdasarkan pengalaman sendiri sebab dahulu kami juga sempat berpikir untuk “mati saja dan meninggalkan semua penderitaan ini”.

Bioskop tidak ada, sekalipun ada harganya mahal, download dari internet saja filmnya

Satu lagi kebiasaan kami dahulu bahkan sekarangpun demikian adalah kebiasaan mendownload film. Telah nyata bahwa film mampu menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman pribadi. Aktivitas ini semakin intens dilakukan setelah sampai di Jogja kota istimewa dimana paket data disana murah meriah, hanya saja tipenya yang after mid night. Grup pertama yang kami gandrungi adalah Kaskus bahkan sempat juga bertemu dengan para moderatornya khususnya yang berdomisili di wilayah Yogyakarta. Disinilah kami mulai tertarik sekaligus belajar membuat tulisan.

Keputusan membuat website sendiri demi uang (memanen di dunia maya ckckckkkkk)

Selang beberapa waktu kami memutuskan untuk mulai mandiri dan membuat blog pribadi di Blogspot. Dahulu memang motivasinya ada dua, selain menghabiskan waktu luang juga agar dapat memanen dolar. Motivasinya memang kurang tepat ya tetapi kala itu sempat juga ada keinginan akan sesuatu yang lain sehingga memutuskan untuk membuat website sendiri, yaitu lasealwin.info tetepi semuanya kandas. Harus kami akui bahwa niat yang salah pada akhirnya tidak bertahan lama. Belakangan ini kami menemukan arti kebenaran yang sesungguhnya berdasarkan filosofi salib Kristus. Sejak saat itu, kami merasa bahwa hidup memberi manfaat bagi sesama manusia merupakan salah satu tujuan hidup kami.

Hampir semua pengetahuan dan wawasan yang dimiliki berasal dari dunia luar

Referensi tulisan kami tidak berasal dari buku, majalah ataupun koran sebab budget yang dihabiskan untuk memperoleh semuanya itu sangatlah mahal, sebagai keluarga sederhana, dana untuk itu tidak mencukupi. Untuk memperoleh informasi yang lebih murah dan mudah hanyalah melalui internet. Akan tetapi dibalik kemudahan ini ada resiko besar yang harus diantisipasi dengan cara selektif dan kritis. Sebab kesalahan dalam hal menyerap informasi akan berakibat buruk cepat ataupun lambat. Salah satu cara terbaik untuk menghindari hal ini adalah dengan senantiasa membanding-bandingkan tulisan/ konten disana yang satu dengan yang lainnya sehingga anda dapat menemukan kesamaan yang dapat diterapkan dalam hidup sehari-hari. Silahkan baca, Tips menilai informasi di Internet benar atau salah.

Apa yang kami lakukan hanyalah menghubung-hubungkan antara informasi, pengetahuan orang lain dan pengalaman pribadi. Saat kami menemukan berbagai macam hal yang positif maka semuanya itu dipilah-pilah kemudian diatur ulang sehingga dapat tersusun kembali menurut gaya bahasa sendiri tanpa lari dari makna esensial yang sebenarnya. Laju pengetahuan di dunia ini pada dasarnya demikian, inti dan tujuannya sama saja hanya dikembangkan dengan cara dan teknik yang berbeda-beda oleh masing-masing orang. Perbedaan yang kami maksud hanya terletak pada gaya bahasanya saja dan pemilihan kata per kata dalam menyusun sebuah kalimat dan paragraf.

Juga merasakan proses pemurnian (ujian kehidupan) yang mencerdaskan bahkan mendewasakan (untung tidak tersisih)

Tidak hanya mendapatkan referensi semata. Kami juga merasa telah benar-benar diuji oleh internet, media sosial dan Google. Pada awalnya kami menyangka hal itu hanyalah sebuah kebetulan akan tetapi belakangan kami baru menyadari bahwa proses pemurnian (ujian kehidupan) dapat terjadi dimana saja. Kita kasih saja contohnya adalah konten pornografi. Saat pertama pesona untuk menonton video porno sangat menawan dan mempesona seperti melihat cewek cantik yang lewat di depan anda. Untunglah kami tidak terseleksi (tersisih) karena hal ini melainkan ada semacam keputusan hati untuk “menjaga diri sendiri”. Sungguh konten pornografi sangat menguji kehendak hati. Dari sinipun kami dapat membuat keputusan untuk membuat pilihan agar pikiran (otak) lebih cerdas, bijak dan dewasa.

Pastikan hati bersih dan bebas dari tekanan emosional saat online

Satu lagi pilihan yang harus kami buat agar lebih bijak menggunakan internet, media sosial dan Google yaitu tidak memanfaatkannya secara berlebihan. Jikalau komputer dapat aktif selama 24 jam online terus. Tetapi otak manusia tidak setahan itu. Kita perlu jeda dalam menikmati informasi sehingga semua itu bisa dipertimbangkan baik-baik. Tidak perlu emosional menikmati informasi. Hindari menikmatinya saat hati sedang kesal dan terluka. Pastikan semua rasa yang tidak enak itu telah diredam, dinetralkan bahkan dihilangkan barulah aktivitas berselancar di dunia maya dapat dinikmati tanpa harus melakukan pelarian ke situs-situs bermasalah (misalnya situs porno). Jikalau hati masih terluka, ada kecenderungan aktivitas online menjadi maraton dan tidak kenal waktu. Hingga pada akhirnya berlama-lama di depan monitor dapat membuatmu jatuh sakit bahkan mautpun mengancam.

Harus selektif dan kritis menikmati segala sesuatu

Semua tulisan di blog ini tidak akan pernah ada jikalau internet, media sosial dan Google tidak ada. Satu lagi sarana informasi yang sangat baik adalah FILM. Ada banyak tulisan kami yang sebenarnya terinspirasi dari film luar negeri. Mereka merancang sebuah drama sangat cerdas dan informatif. Jika anda mampu melihat sisi positif dibalik semua kejadian maka akan ada nilai-nilai baru yang sangat kaya dengan moralitas, ilmu pengetahuan dan wawasan lainnya. Kita hanya perlu memilah-milah dan membanding-bandingkannya satu sama lain dan tidak lupa juga untuk membandingkannya dengan standar kehidupan (Kitab Suci dan peraturan perundangan yang dimiliki).

Keterbukaan informasi sangat membantu kemajuan suatu bangsa. Tetapi hati-hati sebab ada pemurnian disana. Lewati tahapan dengan sikap kritis dan selektif sehingga apa yang didapatkan disana adalah pengetahuan dan wawasan yang baik bukannya malah membuatmu terseleksi hingga tersingkirkan dari dunia yang makmur ini. Tanpa kalian kami tidak ada apa-apa. Sungguh apa yang telah diberikan oleh dunia luar adalah sesuatu yang tidak dapat kami balaskan dengan kata-kata. TERIMAKASIH BUAT GOOGLE, MEDIA SOSIAL DAN INTERNET telah membuat kami lebih cerdas, bijak bahkan dewasa juga.

Salam tegar, salam garam!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s