10 Cara Merendahkan Diri Sendiri, Mengenali Sikap Sombong – Semakin Banyak Kelebihan Maka Semakin Intens Menghinakan Diri

Cara Merendahkan Diri Sendiri, Mengenali Sikap Sombong - Semakin Banyak Kelebihan Maka Semakin Intens Menghinakan Diri

Rendah hati adalah tidak sombong atau tidak angkuh. Sedangkan rendah diri adalah merasa dirinya kurang (KBBI Luring). Merendahkan diri adalah sebuah usaha untuk menekan diri sendiri sehingga sikap yang tinggi hati tidak mencuat ke permukaan. Ini adalah ILMU PALING SUSAH/ RUMIT dalam kehidupan manusia sebab melakukannya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Sedang ilmu paling ringan/ mudah di dunia ini adalah wawasan kesombongan. Sebab tanpa diajari, anak kecilpun dapat melakukannya dengan mudah tanpa perlu diajari oleh orang dewasa.

Masih ingatkan anda tulisan kami tentang hasrat/ keinginan yang salah dari manusia pertama? Yaitu ingin menjadi sama seperti Allah: dipuji, disembah, ditinggikan dan dihormati orang.. Hawa nafsu semacam ini terus berlanjut dalam kehidupan kita sampai sekarang. Inilah juga yang terus kami rasakan dalam kehidupan yang fana di dunia. Sebelum kita mampu menetralkan hasrat semacam ini maka hati mudah sekali sombong saat merasa lebih dari orang lain. Pada akhirnya kelebihan yang dimiliki menjadi ancaman bagi diri sendiri juga bagi orang lain.

Jikalau saat ini anda memiliki potensi yang lebih dari orang lain maka bersyukurlah sekaligus pastikan untuk lebih berhati-hati dalam segala sesuatu. Biasanya akan ada banyak sanjungan dan pujian yang akan diutarakan orang lain. Hindari menambah pujian itu dengan mengatakan dalam hati “senangnya” atau “bahagianya” atau “puasnya”. Justru saat menyatakan hal-hal ini dalam hati maupun lewat bibir maka benih-benih keangkuhan itu mulai tumbuh, berkembang bahkan jumlahnyapun akan berlipat kali ganda.

Kesombongan adalah ancaman yang paling mendasar dalam kehidupan kita bisa bekerja sama. Efek sampingnya sangat luas kemana-mana sampai mampu menembus semua lini kehidupan manusia. Dampak negatif dari sikap sombong, salah satu yang paling sering kami rasakan adalah kekhilafan/ kesalahan saat melakukan hal-hal tertentu. Yang lainnya berkata bahwa hal ini dapat menurunkan tingkat kesadaran manusia.

Sekalipun demikian, bukan berarti anda tidak boleh melakukan kesalahan. Jikalau anda menetapkan hati agar tidak boleh salah yang dalam artian menolak kesalahan/ kekhilafan berarti hal ini juga merupakan bagian dari kesombongan itu sendiri. Ia menganggap bahwa “dirinya adalah Tuhan yang tidak pernah melakukan pelanggaran”. Padahal manusia adalah tempatnya salah dan noda. Sikap perfeksionis bisa jadi menentang kemanusiawian sehingga dapat dianggap bahwa hal ini menjurus pada sikap yang penuh dengan keangkuhan.

Pada dasarnya….

Semakin banyak keunggulan anda maka semakin tinggi pula resiko tinggi hati itu. Oleh karena itu kelebihan yang luar biasa harus direndahkan dengan cara-cara yang ekstrim. Sebab saat lebihnya dirimu melebihi orang rata-rata maka potensi untuk terjebak dalam dosa kesombongan sangatlah besar. Ingat satu saja senyuman angkuh dapat membuat pikiranmu kacau balau (kalau hatinya saja tidak tenang bagaimana hidupnya?). Sebaliknya jikalau anda tidak memiliki kelebihan maka tidak perlu terlalu keras merendahkan diri. Akan tetapi mustahil seorang manusia dilahirkan ke dunia ini tanpa satupun kelebihan. Mengapa menunggu potensi anda dinyatakan baru merendahkan diri? Oleh karena itu, rendah hatilah lalu berharap anda dianugrahkan sesuatu oleh Yang Maha Kuasa.

Mengenali tanda-tanda tinggi hati

Terlebih dahulu alangkah lebih baik jikalau anda mengenali sikap hati yang sudah mulai menjadi sombong. Dalam hal ini tidak perlu kita berbicara tentang orang lain melainkan semua tentang diri sendiri. Berikut ini cara mengenali suasana hati yang telah menjadi tinggi dan jauh dari kerendahan hati.

  1. Mengingat/ membahas prestasi di masa lalu. “dulu saya seorang yang the best“.
  2. Merasa lebih hebat/ lebih berpengaruh/ lebih kuat/ lebih pintar/ lebih pantas/ lebih ganteng/ lebih cantik dan lain sebagainya. “saya ini orang penting“.
  3. Merendahkan orang lain. “dia orang yang tidak tahu kebenaran“, “jijik kalilah awak sama orang itu“, “najis tau“.
  4. Senang berlebihan. Saat dipuji orang hati berkata “indahnya, nikmatnya, senangnya” dan lain sebagainya.
  5. Mengungkapkan kebaikan diri kepada orang lain. “lihat dong yang saya lakukan“.
  6. Menjadi pemenang dalam perlombaan.
  7. Bagi para pemimpin kita.
  8. Pamer kepada orang lain. “pamer harta, pamer body (kecuali kepada pasangan resmi), pamer jabatan” dan lain sebagainya.
  9. Hidup yang bergelimangan harta, relasi, jabatan dan pengaruh.
  10. Saat dipuji orang lain.
  11. Ketika karyanya menjadi populer.
  12. Masuk TV/ Radio/ Koran/ Majalah dan media lainnya.

Jikalau ada teman yang bersikap demikian, tolong diingatkan tapi jangan dipaksakan. Ntar juga hati yang semacam itu akan melalui proses pemurnian Tuhan punya cara sendiri. Bangsa israel saja yang awalnya 12 suku hanya bertahan dua suku saja (Benyamin dan Yehuda) setelah melalui proses pemurnian ribuan tahun. Doakan saja, semoga sikawan ini tidak termasuk orang yang terseleksi.

Cara merendahkan diri

Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa semakin banyak kelebihan anda maka semakin besar pula kemungkinan untuk bersikap tinggi hati. Selalu waspada dan kenali sikap yang sombong itu. Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa pada dasarnya merendahkan diri itu sangatlah sulit. Terlebih ketika dari awal (dari kecil) sudah terbiasa angkuh kepada orang lain. Akan tetap pada dasarnya semuanya itu bisa dipelajari baik-baik. Berikut selengkapnya.

  1. Fokus kepada Tuhan.

    Memusatkan pikiran kepada Tuhan adalah jalan untuk membersihkan hati dari berbagai-bagai pikiran negatif, misalnya hawa nafsu yang sesat, kebinatangan dan sifat-sifat jahat lainnya. Anda dapat melakukannya dimulai dari bercakap-cakap dengan-Nya seolah-olah Tuhan berada didekatmu. Jalinlah komunikasi yang baik dengan Allah lewat pikiran anda. Fokus pada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian bagi nama-Nya.

    Ketika hati anda mulai meninggi dan merendahkan orang lain, lebih baik bila anda senantiasa bernyanyi (di hati) dalam segala situasi dan keadaan yang dihadapi.

  2. Hidup bermanfaat bagi orang lain bukan menyenangkan hati manusia tetapi menyenangkan hati Tuhan.

    Kebermanfaatan kita terhadap kehidupan sesama kiranya dilandaskan atas kasih kepada Tuhan. Jika anda hendak bermanfaat namun semua itu dilakukan demi uang, kekuasaan, pujian, dihargai, dihormati dan untuk menjadi populer.

    Berusahalah tulus dalam setiap kebaikan yang anda lakukan. Jangan biarkan hatimu dikuasai oleh keinginan yang aneh-aneh saat mengasihi sesama. Mulailah dari bersikap ramah-tamah (senyum, sapa dan sentuh) kemudian nyatakan itu berdasarkan sumber daya yang dimiliki juga bisa melalui potensi yang dikuasai.

  3. Miliki komitemen yang bulat dan tekad yang bulat.

    Tekad untuk merendahkan hati harus senantiasa berkobar dalam hati anda. Mengerti dengan jelas bahwa menjadi rendah hati adalah sebuah bagian untuk meninggikan Tuhan di atas kehidupan kita. Jika kita meninggikan diri maka semua yang dipegang akan tenggalam dalam hawa nafsu yang sesat dan kejahatan. Akan tetapi ketika Tuhan yang kita tinggikan dalam kehidupan ini maka Ia akan menunjukkan jalan yang benar yang harus dilalui. Biarlah dalam kerendahan hati ini Allah dimuliakan sebab hanya bagi dialah hormat, pujian, kemuliaan dan kekuasaan.

  4. Menyangkal diri.

    Merupakan salah satu syarat untuk mengikut Tuhan Yesus. Apapun keunggulan kita maka lebih baik mengatas namakan itu sebagai “wujud kebersamaan“. Ketika hati merasa benar maka katakanlah “saya orang berdosa“, saat merasa hebat maka katakanlah “saya orang hina“, saat merasa paling berpengaruh maka katakanlah “saya orang yang tak berguna“. Saat hati terlalu bangga dengan segala pencapaian yang diraih maka katakanlah “saya hanya sampah yang tidak dianggap“.

    Menghancurkan hati dan kesombongan didalamnya. Ini juga dalam pelaksanaannya sama dengan menyangkal diri. Akan tetapi, dilakukan saat anda mulai mengeneli gejala mencuatnya rasa sombong itu ke permukaan. Bisa saja dengan mengatakan “Injak saya ya Tuhan dibawah kaki-Mu sebab hati ini terlalu sombong memandang orang lain“. “Hinakan saya dibawah kaki salibmu agar saya layak dihadapan-Mu“. Silahkan susun kata-kata sendiri teman.

  5. Bersikap datar dalam segala sesuatu terutama saat sedang unggul.

    Hati-hati dengan pujian dan popularitas. JANGAN MENIKMATINYA. Melainkan alangkah lebih baik jikalau anda MENGABAIKANNYA-CUEK. Hindari rasa senang yang berlebihan atas hal-hal duniawi agar anda tidak ketergantungan dengan dunia ini melainkan anggaplah itu “biasa saja“.

    Demikian juga saat anda direndahkan oleh orang lain. Alangkah lebih baik jikalau MENGABAIKANNYA SAMBIL TERSENYUM DAN MEMAAFKAN mereka. Yakinlah bahwa yang namanya ujian, jika di jalani dengan ikhlas pasti mendatangkan kebaikan salah satunya dapat mencerdaskan secara intelektual dan emosional.

  6. Ikhlas menerima malu karena kesalahan sendiri.

    Terkadang hati nurani anda menuntunmu pada sebuah kesalahan yang besar. Tidak masalah, melainkan belajarlah dari semuanya itu. Memang pada awalnya, hal itu terlebihat sebagai sebuah “amazing“. Akan tetapi, ujung-ujungnya andalah yang dipermalukan atau lebih tepatnya seperti mempermalukan diri sendiri.

    Kami mau memberi kesaksian bahwa diri ini selalu merasa sebagai “produk gagal”. Mengapa tidak? Sejak dari SD, SMP, SMA bahkan dalam perkuliahanpun kami selalu melakukan kekhilafan di depan umum sehingga mempermalukan diri sendiri (Jika dahulu kita pernah satu sekolah pasti anda mengetahuinya). Entah udah berapa banyak hal-hal yang memalukan yang kami alami sampai sekarang. Akan tetapi dibalik semuanya itu kami bisa belajar banyak tetang kehidupan. Karena kami bisa bertahan dan belajar dari kegagalan yang dilakukan maka dari situlah kami belajar untuk tumbuh, berkembang, menjadi cerdas, dewasa dan bijak.
    Oleh karena itu bagi teman-teman kami yang lain, jangan takut khilaf melainkan beranikan diri untuk melakukan sesuatu pada koridornya lalu ikuti kata hati anda.

  7. Merelakan diri direndahkan orang lain.

    Saat anda dipermain-mainkan, dibully, difitnah, direndahkan bahkan dihina oleh orang lain maka hal itu adalah bagian dan kesempatan bagi anda untuk merendahkan diri dengan mengatakan “saya pantas menerimanya, kuatkanlah hatiku ya Tuhan“.

    Kita bisa merendahkan diri dan orang lain bisa juga merendahkan diri ini. Sekalipun tujuannya berbeda akan tetapi sama-sama bermanfaat untuk membuat anda menjadi lebih rendah hati. Oleh karena itu tegarlah dalam menghadapi cobaan hidup.

  8. Menghargai dan menghormati orang lain.

    Saat anda direndahkan oleh orang lain maka jangan membalasnya dengan melakukan hal yang sama melainkan biarkan saja karena memang kerendahan itu sangat besar manfaatnya.

    Ketika anda menghargai dan menghormati orang lain berarti hal itu sama dengan meletakkan diri anda di bawah sedang di satu sisi anda meninggikan orang lain lewat sikap: perilaku dan perkataan yang diekspresikan. Bukankah ini adalah salah satu cara praktis untuk merendahkan diri?

  9. Tetap santai dan tenang dalam bersikap.

    Sikap semacam ini sangat dibutuhkan dalam menjalani hidup. Sebab ketenangan jiwa adalah sebuah solusi untuk turut membuat kata-kata dan perilaku lebih meyakinkan. Oleh karena itu, bersikaplah konsisten sehingga hati ini jauh dari rasa bersalah.

    Sikap santai juga dapat dikatakan sebagai tindakan yang tidak terburu-buru. Pastikan agar pikiran anda aktif dan selalu terhubung dengan sikap yang nyatakan lewat perkataan dan perbuatan. Sehingga andapun lebih peka dengan suara hati sendiri. Sikap semacam ini juga dapat membuat anda lebih waspada dalam menjalani hari demi hari.

  10. Berdiam diri dan merefresh otak saat mengenali potensi kesombongan telah terjadi.

    Saat anda mulai mengenali rasa angkuh itu mulai mencuat ke permukaan maka alangkah lebih baik jikalau anda berdiam diri sejenak lalu menundukkan kepala sembari menyegarkan otak. Pikiran seperti perangkat komputer/ smarthphone yang harus selalu dibersihkan dari berbagai hal sampah dan kesalahan sistem lainnya. Dengan kembali fokus kepada Allah maka pikiran akan disegarkan dan dibersihkan hingga akhirnya hidup akan dipulihkan dari berbagai-bagai hal yang jahat termasuk tinggi hati.

Semakin banyak kelebihan anda maka semakin tinggi resiko untuk menyombongkan diri. Jika terlalu ditinggikan orang maka anda dapat mengusik bahkan menggantikan kemahamuliaan Tuhan. Oleh karena itu sebelum sikap anda salah maka alangkah lebih baik jikalau merenung sambil berdiam diri sejenak sembari membersihkan segala bentuk kesombongan dari dalam pikiran sendiri.

Salam garam!

Iklan

3 comments

  1. […] Dibalik semuanya itu, waspadalah dengan hati yang angkuh dan sombong. Ada dua macam kesombongan, tinggi hati ke dalam dan tinggi hati ke luar. Angkuh di dalam hati tidak disadari oleh orang lain, meninggikan diri sendiri, merasa hebat dan merendahkan orang lain di dalam hati. Sedangkan, mereka yang angkuh diluar dapat dilihat oleh orang lain secara jelas maupun samar-samar. Simak juga, Merendahkan diri untuk hidup yang lebih baik. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s