17 Cara Beribadah Di Gereja, Hati Damai Ada Sukacita Sehingga Pulang Membawa Berkat Untuk Menjadi Saksi Kristus

Cara Beribadah Di Gereja, Hati Damai Ada Sukacita Sehingga Pulang Membawa Berkat Untuk Menjadi Saksi Kristus

Kristen sejati – Gereja adalah (1) gedung (rumah) tempat berdoa dan melakukan upacara agama Kristen; (2) badan (organisasi) umat Kristen yang sama kepercayaan, ajaran, dan tata cara ibadahnya. Sedangkan ibadah adalah perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya; ibadat (KBBI Offline). Beribadah ke gereja adalah persekutuan bersama umat di dalam Tuhan.

Orang Kristen tanpa ibadah adalah sia-sia. Bagaikan orang yang hanya menggunakan baju dengan simbol-simbol Kekristenan namun hati, perkataan dan perilaku jauh dari kasih. Istilah yang lebih keren dalam bagian ini adalah “tong kosong nyaring bunyinya“. Jika hati anda jauh dari Tuhan niscaya sikap: perbuatan dan tutur kata perlahan-lahan akan menunjukkan penyimpangan yang semakin lama akan semakin jauh dari jalan yang benar. Jika anda rindu untuk menjadi orang Kristen yang sejati maka mulailah dengan memiliki pikiran yang selalu tertuju kepada Allah dalam doa, firman dan puji-pujian.

Haruskah kita datang ke gereja setiap hari minggu?

Haruskah kita datang ke gereja? Kami pernah mendengah argumen seorang teman yang mengatakan bahwa “tidak ibadah di gedungpun tidak masalah sebab gereja yang sebenarnya adalah tubuh kita. Sekarang manusia bisa kok langsung berhubungan dengan Sang Pencipta tanpa perantara melalui Yesus Kristus“. Apa yang disampaikannya memang benar akan tetapi belum sempurna. Sebab Yesus mengajarkan manusia agar (1) selalu hadir memuliakan Allah sekaligus (2) menjadi berkat (bermanfaat) bagi orang lain. Bagaimana anda menjadi berkat sedang tidak pernah bersekutu bersama saudara yang lain di gereja?

Pesan Tuhan Yesus lewat karya salib-Nya sangat jelas yaitu menjalin hubungan yang intim dengan Allah dan memiliki hubungan yang langgeng dengan sesama manusia. Jelas sekali bahwa orang Kristen tidak dituntun untuk menjadi individualis yang suka menyendiri melainkan juga harus mampu berbaur dan menyatu dengan lingkungannya (hidup bersosial dalam masyarakat). Bahwa tidak mudah bergaul dengan sesama. Beberapa hal yang anda butuhkan sehingga bisa berbaur dengan orang lain adalah sebagai berikut.

  1. Kita harus mengorbankan kenyamanan yang selama ini mungkin dirasakan saat sedang sendiri (menyendiri).
  2. Harus mengertikan/ mentolerir sisi-sisi tertentu yang mungkin bagi kita “kurang” tetapi baginya (mereka) “pas“.
  3. Belajar melatih konsentrasi berpikir agar tetap fokus pada hal-hal yang baik ditengah tempik sorak orang lain.
  4. Mampu memberi manfaat bagi sesama – apa yang dapat anda berikan? Untuk apa kita bergaul dengan sesama jika tidak mampu mendatangkan sesuatu yang positif bagi mereka? Mulailah menunjukkan manfaat dengan cara
    – ramah tamah (senyum, sapa dan sentuh),
    – menjadi pendengar yang baik,
    – dan lain sebagainya berdasarkan sumber daya dan potensi yang dimiliki.
  5. Siap diuji dalam kebersamaan.

Alasan mengapa tidak menikmati ibadah di gereja

Apakah anda selalu beribadah dalam damai dan penuh sukacita di gereja? Mungkin saja ada beberapa orang yang masih belum bisa menikmati tiap jam, tiap menit bahkan tiap detik saat berada di rumah Tuhan. Ini dipengaruhi oleh beberapa hal, berikut beberapa faktor penyebab ibadah di gereja tidak dapat dinikmati.

  1. Datang ke gereja dengan cara yang tergesa-gesa sehingga hati jauh dari rasa damai dan tenang.
  2. Pikiran tidak fokus kepada Tuhan melainkan berimajinasi, memikikan masa lalu dan masa depan.
  3. Konsentrasi yang buyar/ pecah karena kebisingan dan perilaku orang disekitar.

Cara beribadah di gereja agar hati damai ada sukacita sehingga pulangnya membawa berkat dan menjadi saksi Tuhan

Ibadah dapat anda lakukan dimana saja dan kapanpun. Akan tetapi persekutuan bersama saudara yang lainnya hanya anda temukan di gereja dan persekutuan kecil lainnya di lingkungan masing-masing (PA). Untuk menikmati setiap rangkaian acara maka anda perlu melakukan beberapa hal agar tetap damai dalam sukacita penuh sehingga maknanya benar-benar dapat (anda tidak pulang dengan sia-sia). Berikut selengkapnya tips mengikuti ibadah di gereja.

Pra – sebelum memasuki halaman rumah Tuhan

  1. Pikiran terpusat kepada Tuhan.

    Perhatikan firman yang terambil dalam II Korintus 10:5b yang berkata: Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

    Jadi Rasul Paulus mengajarkan kita untuk menjaga pikiran dengan menaklukkannya dibawah kaki Tuhan Yesus. Artinya memusatkan pikiran kepada Tuhan di segala waktu bermanfaat sebagai “antivirus” untuk menangkal, menahan dan menekan berbagai pikiran kotor yang tidak sehat.

    Fokus kepada Tuhan di segala waktu dan kesempatan yang ada. Ini adalah dasar dari kebersihan hati. Jikalau anda mampu memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam segala kesempatan maka hati akan dijauhkan dari berbagai-bagai hawa nafsu yang sesat, kebinatangan (kebencian, dendam, amarah dan kekerasan) juga dari berbagai kejahatan lainnya.

  2. Hidup memberi manfaat untuk menyatakan kasih kepada sesama.

    Merupakan salah satu penghiburan dalam kehidupan manusia. Jika anda mampu berbuat baik kepada sesama atas dasar kasih Kristus maka ada rasa puas dari dalam hati yang berujung pada kebahagiaan. Kasihilah sesama dimulai dari hal-hal kecil misalnya dengan beramah-tamah dan menyatakan kebaikan sesuai dengan sumber daya dan potensi yang dimiliki. Lakukanlah semuanya itu dengan penuh ketulusan agar berkat itu luar biasa.

  3. Miliki pikiran yang positif.

    Hidup ini bergejolak, entah itu datangnya dari orang yang kita kenal maupun yang berasal dari mereka yang tidak kita kenal. Justru ketika tidak ada masalah, kepribadian ini tidak berkembang. Persoalan hidup seperti latihan alias PR yang bermanfaat untuk melatih kemampuan personal dan pengendalian diri setiap manusia.

    Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Setiap ujung tali yang satu selalu menyisakan ujung tali yang lain. Terkecuali jikalau anda telah mengikat kedua ujungnya sehingga tersambung. Persoalan hidup seperti tali yang terputus, anda hanya perlu mencari ujung tali yang satunya sehingga kedua ujungnya bisa tersambung (masalah selesai). Hanya anda butuh kesabaran, kejelian dan ketelitian untuk mencarinya.

    Kehidupan ini tidak pernah terlepas dari peran orang lain. Sehingga mau tidak mau anda harus menjalin hubungan dengan orang lain. Padahal kita sendiri mengetahui bahwa sesungguhnya hidup bersosial rentan dengan masalah. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk berbaur dalam kehidupan sosial pastikan anda “SIAP” menghadapi segala resiko yang mungkin terjadi.

    Hindari sikap cari aman, jauhi kebiasaan terus-menerus mencari kenyamanan. Mulai beranikan diri untuk mengambil resiko dan menyicil rasa sakit dengan bersikap ramah kepada siapapun. Ujian komunikasi adalah pembelajaran rasa sakit yang paling kecil dan paling sederhana. Ikhlaskan diri untuk mengalaminya dan tersenyum kepada mereka yang menguji anda. Inilah yang namanya tangguh dan lembut.

    Hidup di dunia ini harus selalu disyukuri, jangan biarkan keluh kesah meradang di dalam hati. Berhenti bersungut-sungut kepada Tuhan, kepada orang tua, kepada pasangan, kepada sesama dan siapapun juga. Jangan biarkan kedengkian menguasai hatimu. Lepaskan ketergantungan terhadap uang dan materi. Melainkan candulah pada kepuasanmu sendiri yaitu puas dengan semua yang telah dicapai selama ini, bersyukur atas semuanya itu lalu nikmati kebahagiaan dari rasa syukur tersebut dan tersenyumlah kepada dunia ini.

  4. Tetap santai dan tenang dalam bersikap.

    Sikap yang konsisten di jalan yang benar adalah awal dari memiliki hati yang tenang dan penuh kelegaan. Jauhkan tangan, kaki, bibir dan pikiranmu dari hal-hal yang jahat. Jangan biarkan hidupmu diperbudak oleh rasa bersalah melainkan ambil keputusan untuk bertobat dan berubah dari hal-hal yang jahat tersebut.

    Miliki sikap yang santai dengan tempo yang khas. Sebuah tempo yang menunjukkan bahwa anda tidak terburu-buru. Tempo gerakan dimana pikiran anda tetap aktif sambil melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Jangan biarkan sikap yang terburu-buru membuatmu teledor, melakukan kesalahan dan terjatuh. Waspadalah selalu di segala waktu yang dilalui dengan pikiran yang terpusat kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian.

  5. Biasa saja (datar) dalam berbagai situasi yang ditemui.

    Hindari sikap yang berlebihan. Menjadi over acting adalah sebuah pemborosan, lebih baik anda tidak melakukannya sebab hanya menghabiskan waktu dan tenaga pada hal yang sia-sia. Baik dalam suka maupun dalam duka, baik dalam susah maupun senang bersikaplah konsisten dalam situasi yang berbeda ini dengan tetap menunjukkan niatan yang “biasa saja“. Sikap yang berlebihan dapat juga dikatakan sebagai sebuah kesombongan yang bisa mengganggu mata dan telinga orang lain terkecuali jikalau anda berada di panggung sandiwara tempatnya acting dan drama berlangsung.

  6. Persiapkan segala sesuatu sebelum datang ke gereja.

    Apa saja yang anda perlukan agar masuk ke gereja dengan damai dan penuh sukacita, sediakan itu sejak dari awal. Mulai dari Alkitab, kidung jemaat, kolekte, pakaian dan lain sebagainya. Jangan sampai di jam-jam akhir anda baru tergesa-gesa untuk mencari ini dan itu sehingga membuat anda pusing, berteriak dan emosi kepada orang-orang rumah.

  7. Ambil waktu tenang.

    Sesaat sebelum ke gereja alangkah lebih baik jikalau anda tidak terlalu sibuk melakukan ini dan itu. Melainkan pastikan semua pekerjaan sudah selesai 30 menit atau setidak-tidaknya 15 menit sebelum berangkat ke rumah ibadah.

    Gunakan waktu tenang itu untuk merenung sejenak dan bersyukur buat semua kemurahan Tuhan yang telah anda terima hari ini. Lalu mulailah menyelidiki apa saja kesalahan yang telah anda lakukan selama satu minggu belakangan. Katakan maaf dan mohonkan ampun atas semua dosa itu lalu ambil komitmen untuk berbenah hingga berubah. Selalu segarkan pikiran anda dengan cara berdoa sehingga kedepannya lebih fokus untuk bersekutu bersama-sama dengan umat Tuhan lainnya.

    Saat di gereja.

  8. Beramah tamah.

    Jangan pelit bersikap ramah kepada orang lain. Ingatlah bahwa ini adalah cara yang paling sederhana untuk menyatakan kasih Tuhan kepada dunia ini. Peka dengan keberadaan orang-orang disekitar anda dan jadilah kuat mengahdapi ujian hidup namun tetap ramah dalam bersikap.

    Sikap yang ramah sekalipun dalam tekanan adalah sebuah tingkat kecerdasan yang lebih tinggi. Tidak perlu jauh-jauh untuk melatih kemampuan otak dan mengasah iman anda dihadapan Tuhan. Pengabaian saat anda ramah dengan orang lain adalah sebuah ujian iman sehingga anda lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Saat anda mampu ramah dengan para pembencimu maka kecerdasan emosional anda sudah berada di atas manusia pada umumnya.

  9. Menikmati suasana dan bersyukur sejenak.

    Setelah menunjukkan keramahan kepada sesama, duduklah dengan santai dan nikmati suasana tenang, riuh dan melodi disana. Lalu katakan dalam hati “Terimakasih Tuhan kami telah tiba di tempat ini dengan selamat“. Tundukkan kepala sejenak lalu berdoa memohonkan kepada Tuhan agar dianugrahkan ketenangan hati dan semangat saat mengikuti kebaktian.

  10. Mengikuti setiap acara dengan seksama.

    Ikutilah setiap acara yang dilaksanakan dengan hikmat. Jaga pikiran dan jaga pandangan anda agar tidak mudah digoyahkan, dilemahkan dan diganggu oleh orang lain. Ikuti dan nikmati setiap tata ibadah yang dilaksanakan dengan seksama bahkan bila perlu jangan sampai terlewatkan satupun hanya karena gangguan dari handphone/ smarthphone yang dimiliki atau karena teman disamping yang mengajak anda bicara (Kalau mau membicarakan sesuatu kan masih banyak waktu sepulang dari gereja).

  11. Berkonsentrasi dan memfokuskan perhatian pada sesuatu.

    Saat anda sampai di gereja, minimalisir penggunaan mata yang liar kemana-mana, entah itu melihat orang lain, melihat ini atau melihat itu melainkan maksimalkan penggunaan telinga sehingga lebih peka terhadap suara yang disampaikan oleh para pelayan Tuhan dari altar. Konsentrasikan pandangan anda pada satu titik, tidak perlu berpaling ke kanan ataupun kekiri melainkan jadilah tentara yang tangguh untuk tiga empat jam saja.

    Latihlah konsentrasi anda agar tidak mudah pecah oleh suara-suara yang lain (mungkin suara pulpen jatuh, anak kecil menangis, bisikan teman atau yang lainnya). Fokuskan perhatian anda pada kata-kata yang keluar dari mulut para hamba Tuhan yang berdiri di depan.

  12. Hindari sikap sombong.

    Kesombongan memang selalu mendapatkan tempat dihati manusia. Oleh karena itu abaikanlah itu dengan cara tetap memfokuskan diri kepada kata-kata yang anda dengar dari depan. Ciri khas kesombongan adalah “merendahkan orang lain” bisa juga “menyepelekan sesama“. Oleh karena itu jaga dan jauhkanlah hati anda dari keangkuhan agar anda lebih menikmati setiap tata ibadah disana.

    Hindari sikap yang menuntut kesempurnaan (perfeksionis). Bukan orang-orang suci yang datang ke gereja melainkan semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Tuhan. Oleh karena itu beri sedikit ruang untuk kekhilafan kecil sehingga hidup anda lebih manusiawi. Pastikan untuk mengertikan dan mentolerir sekaligus mengabaikan kesalahan melainkan fokus mendengarkan suara dari depan.

    Jangan bawa sifat yang suka menghakimi di dalam gereja. Bebaskan pikiran anda dari menilai orang lain, entah itu menilai pakaian, menilai tampang, menilai sepatunya, menilai perilakunya dan lain sebagainya. Anda tidak datang ke gereja untuk menjadi hakim melainkan untuk menjadi pendengar yang baik dan responsif.

    Demikian halnya juga saat hamba-hamba Tuhan di depan melakukan kesalahan, mereka bukanlah Tuhan. Abaikan saja itu dan tetap berkonsentrasi pada kata-kata yang keluar dari depan untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Anda datan ke gereja bukan untuk menjadi juri yang menilai apakah khotbah Pendeta anda bagus atau tidak. Berhenti bersikap seperti ini melainkan fokuskan saja pikiran hanya untuk mendengarkan saja.

  13. Miliki hati yang terhubung dengan para pembicara di depan.

    Di dalam hatimu ada seseorang yang berkata-kata. Aturlah kata-kata yang terucap dalam pikiranmu sama dengan kata-kata yang terucap dari mulut Pastor. Pastikan perkataan para pelayan langsung mengena dalam hatimu sehingga sejajar, segaris dan terhubung.

    Miliki hati yang terbuka dan responsif. Saat ada hal-hal tertentu yang berhubungan dengan keyakinan anda maka katakanlah :
    – Amin.
    – Halleluya.
    – Itu saya Tuhan mohon ubahkan.
    – Maafkan saya Tuhan.
    – Bentuk saya seturut kehendakmu.
    – dan lain-lain.
    Milikilah hati yang responsif, seperti yang kami katakan sebelumnya anda datang ke gereja bukan untuk menilai ini dan itu melainkan untuk menjadi pendengar yang baik. Jikalau respon anda terhadap khotbah tersebut tidak keluar dari bibir maka pastikan hati anda selalu terbuka untuk merespon setiap kesaksian dan pernyataan yang diucapkan oleh Pastor.

  14. Mengambil makna positif untuk ibadah yang dilaksanakan hari ini.

    Di akhir setiap kebaktian ada yang namanya doa syafaat. Gunakanlah kesempatan ini untuk membawa isi khotbah yang telah anda dengarkan “agar Tuhan memberi kesanggupan, kesabaran, kekuatan dan ketekunan untuk menjani semuanya itu hari lepas hari“. Pulanglah dengan sukacita dihati. Bernyanyilah di dalam hati dalam perjalanan sehingga pikiran tetap positif.

    Pasca pulang dari gereja.

  15. Memberkati orang lain.

    Saat anda telah diberkati maka sekarang jadilah berkat bagi semua orang yang ada disekitar anda. Ada begitu banyak berkat di dunia ini yang dapat dibagikan kepada sesama. Mulai dari.
    – ramah tamah.
    – berbagi pengetahuan.
    – sharing pengalaman pribadi.
    – memberi.
    – dan lain sebagainya sesuai potensi dan bakat yang anda miliki.
    Dengan mengasihi sesama maka anda sudah menjadi saksi Tuhan.

  16. Menyelesaikan masalah yang diemban.

    Apapun persoalan anda saat ini. Jangan ilfil dengan semuanya itu. Sebab pergumulan hidup dapat melatih, menumbuhkan dan mengembangkan kedewasaan sehingga lebih bijak dalam menjalani hidup ini. Saat mencari solusi maka ingat-ingatlah khotbah yang pernah anda terima selama ini dan selalu rutin membaca Alkitab sebab sumber segala solusi berada disana. Hanya anda perlu tekun dan rajin mencarinya. Saat tetap sabar dan kuat tapi lembut dalam menghadapi cobaan, anda sudah menjadi saksi Kristus yang menyatakan kasih kepada dunia ini.

  17. Mengasihi musuh.

    Saat anda sudah beranjak menjadi seorang yang dewasa dalam iman maka perlu bagi diri ini untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam hal mengasihi orang-orang yang masih jauh dari kita. Anda dapat memulainya dengan mendoakan kebaikannya dan sekalipun mereka pernah menyakiti anda maka berusahalah untuk tampil ramah. Ingatlah bahwa masa lalu tidak dapat diubah, disentuh saja tidak mungkin apalagi disesali. Oleh karena itu, daripada semuanya ini memberatkan hati dan pikiran anda maka lebih baik lepaskan dan maafkanlah mereka dengan sepenuh hati. Tips mengasihi orang yang pernah menyakitimu. Dengan mengasihi musuh maka anda telah menjadi surat-surat Kristus yang mengajarkan ajaran-Nya yang penuh pengorbanan.

Saat berada di dalam gereja bukan berarti anda bersama orang-orang yang suci dan bebas dari dosa juga kesalahan. Justru karena kita penuh dengan khilaf dan noda makanya semuanya datang ke rumah Tuhan. Oleh karena itu, ada baiknya jikalau anda tidak sok jadi juri yang menilai ini dan itu melainkan rendahkanlah hati anda untuk siap diberkati lewat pujian dan firman yang disampaikan oleh para pelayan.

Salam garam, salam Kristen sejati!

Iklan

3 comments

  1. […] Jikalau anda dapat fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian maka untuk mendengarkan hamba-Nyapun anda dapat konsen. Dir rumah ibadah terdapat banyak orang dan terkadang ada hal-hal bising yang sampai ke telinga bahkan mungkin juga sampai ke kulit (tersentuh oleh sesama). Disinilah kemampuan anda untuk berkonsentrasi senantiasa dilatih menjadi lebih baik selama berminggu-minggu. Baca juga, Cara mengikuti ibadah dengan hikmat di gereja. […]

    Suka

  2. […] Untuk memahami kata-kata diperlukan indra yang peka sedangkan untuk menghayati setiap perkataan dibutuhkan pikiran yang cerdas. Anda dapat melatih semuanya itu mulai dari hal-hal yang kecil dalam lembaga yang sederhana, misalnya dalam keluarga, rumah/ tempat ibadah, sekolah, kuliah, kantor dan lain sebagainya. Kemampuan ini akan terus berkembang jika terus-menerus ditekuni hingga menjadi kebiasaan yang membudaya. Tips bijak mengikuti kebaktian di gereja dan sekolah minggu (SM) […]

    Suka

  3. […] Datang ke Gereja tidak ada ruginya teman. Ada banyak manfaat yang dapat anda peroleh dari sana. Latihlah diri untuk menjadi pribadi yang taat dan patuh terhadap peraturan disana. Ikutilah setiap detik dengan senantiasa berfokus pada diri sendiri dengan membuka hati untuk siap menerima segala perkataan yang anda dengarkan dari depan altar. Pada akhirnya, aktivitas ini akan meningkatkan kecerdasan anda baik secara intelektual maupun secara emosional. Tips mengikuti kebaktian di Gereja dengan hikmat. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s