Gejolak Sosial · Kepribadian · Santai

11 Cara Mengobati & Penyebab Hati Terluka – Meregenerasi Luka Hati dengan Menjadi Garam dan Terang Bagi Dunia

Cara Mengobati & Penyebab Hati Terluka - Meregenerasi Luka Hati dengan Menjadi Garam dan Terang Bagi Dunia

Kristen Sejati – Kata orang, “Luka di kulit bisa diobati bahkan bekasnyapun dapat dihilangkan. Akan tetapi Luka di hati membekas seumur hidup“. Ini sekedar opini atau kenyataan? Mari kita cari tahu. Kamipun pernah mengalami perlukaan di daerah kulit, sebagian sembuh tak berbekas namun kebanyakan meninggalkan bekas. Pada dasarnya fine-fine saja karena keadaan ini. Justru sakit hatilah yang sangat mudah untuk di temukan sekaligus diobati sendiri. Butuh waktu untuk memulihkannya kembali. Selain itu dibutuhkan kemampuan untuk mengelola pikiran sendiri. Hanya yang satu ini bisa dihilangkan sama sekali dari dalam pikiran (tanpa meninggalkan bekas).

Justru luka dikulitlah yang bekasnya itu bisa sampai seumur hidup. Sedangkan di hati hanya masalah persepsi dan masalah waktu saja sampai semuanya itu sembuh total (dilupakan). Sekarang, apakah masalah anda  teman? Apakah masih berkutak pada persepsi dan mitos lama? Atau sudah mulai bergerak dari pola-pola lama kepada hal-hal yang lebih baru, efektif dan efisien. Pada dasarnya sulit untuk meninggalkan kebiasaan lama. Namun jika anda berkomitmen dan membulatkan tekad maka semuanya itu bisa diubah.

Seorang kanak-kanak begitu mudah terkena penyakit, baik yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur (kuman). Sampai masa anak-anak keadaan ini terus berlangsung hingga mendekati remaja. Akan tetapi, ketika ia sudah beranjak dewasa, sistem imunnya sudah mampu memetakan berbagai jenis penyakit sekaligus menyusun dan membuat strategi untuk mengantisipasinya. Demikian jugalah dengan kemampuan manusia untuk menyembuhkan dirinya yaitu terus meningkat dari hari ke hari.

Kemampuan regenerasi (menyembuhkan luka) pikiran dapat berlangsung salama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Semua ini tergantung dari kemampuan manajemen/ mengelola mindset yang dilakukan. Bukan saja hanya kecerdasan yang anda butuhkan melainkan juga perlu pengalaman. Setidaknya orang yang pernah terluka di masa lalu telah mempelajari teknik khusus untuk menyembuhkan diri yang kemungkinan bisa juga digunakan disaat genting pada kesempatan berikutnya.

Cara Menjadi Candu Kepada Tuhan Dan Kasih (Kebaikan) Adalah Narkoba Terindah

Jelaslah bahwa kemampuan anda untuk mengebati diri sendiri sangat tergantung dari pengalaman yang diemban. Semakin banyak anda terluka maka semakin terlatih untuk menyelesaikan suatu persoalan. Seperti seorang siswa sekolah yang terus menerus berlatih mengerjakan soal-soal UN sebagai persiapan untuk menghadapi ujian nasional kelak. Demikianlah dalam hidup ini, saat anda terus mengalami berbagai macam pergumulan hidup maka secara tidak langsung situasi ini merangsang kemahiran pribadi untuk menghadapi persoalan di waktu-waktu berikutnya.

Mereka yang enggan mencicipi masalah cenderung menjauh dari kehidupan sosial, memisahkan diri dari tempat berkumpul orang lain dan cari aman dengan acuh tak acuh dengan situasi yang memburuk. Pada akhirnya, keadaan semacam ini akan membentuk mental manja yang sangat rapuh. Sehingga guncangan (gejolak sosial) sedikit saja sudah bisa membuatnya stres lalu depresi hingga akhirnya mengakhiri hidup dengan melukai/ meracuni diri sendiri.

Alasan mengapa anda terluka

Harus dipahami bahwa hidup ini penuh dengan gejolak. Menjauhinya lalu berlindung dibalik materi, relasi dan pengaruh kekuasaan hanya akan menimbun tekanan tersebut sehingga terakumulasi dalam satu titik. Secara prinsip hal-hal yang dikumpulkan sama dengan menimbun masalah. Artinya, suatu saat dampak/ efek samping yang timbul juga sangatlah besar. Oleh karena itu, lebih baik beranikan diri untuk masuk dan menyelam ke dalam gejolak yang terjadi sehingga andapun mulai belajar untuk menyesuaikan diri, mengertikan orang lain dan mampu mempertahankan sikap sabar di segala kondisi. Berikut beberapa alasan mengapa anda terluka hatinya.

  • Saat keinginan anda tidak dipenuhi.
  • Ketika harapan anda tidak sesuai dengan kenyataan.
  • Sewaktu rencana yang telah disusun gagal dalam hal pelaksanaan.
  • Sejak kebaikan anda dibalas dengan keburukan (kebencian/ kekerasan).
  • Orang lain tidak menghargai/ menghormati anda.
  • Uang yang tidak cukup untuk membeli sesuatu.
  • Perselingkuhan terutama dalam rumah tangga.
  • Penghinaan dari sesama.
  • Fitnah dari orang lain.
  • Bully dari teman-teman.
  • Dihianati sahabat/ pacar/ suami/ istri.
  • dan lain sebagainya.

Cara mengobati hati yang terluka oleh perlakuan buruk sesama manusia

Masalah adalah pertanda ketidaknyamanan sampai menyebabkan hati terluka. Tidak ada persoalan yang membuat manusia nyaman, terkecuali jikalau dialah yang menjadi pelaku intelektual yang merancang/ merencanakan masalah tersebut. Bagaimana cara anda menyelesaikan ketidaknyamanan itu? Berikut beberapa cara untuk menghilangkan luka hati.

  1.  Tetap fokus pada Tuhan.

    Matius 11:28 berkata: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

    Bukankah ini ayat Alkitab yang sangat dahsyat dan maknanya dalam banget? Sungguh ini adalah panggilan Tuhan kepada siapapun untuk datang kepada-Nya.
    Bagaimana cara kita datang kepada Tuhan? Dalam roh dan kebenaran.

    Ada banyak arti ayat ini. Hal ini juga dapat diartikan sebagai ajakan Tuhan untuk senantiasa memusatkan pikiran hanya kepada-Nya dalam segala sesuatu di segala waktu. Layaknya Dia ada didekatmu maka bercakap-cakaplah dengan-Nya dalam doa, firman dan puji-pujian demi kemuliaan nama-Nya. Andapun dapat melakukannya dalam hati, lisan dan lewat alat musik yang dikuasai. Alhasil dengan datang kepada Yesus segala luka hati disembuhkan dan hiduppun diubahkan seturut kehendak Allah.

    Berhenti mengingat masa lalu. Daripada mengingat luka lama maka lebih baik bagi anda untuk bercakap-cakap dengan Tuhan dan bernyanyi memuji dan memuliakan nama-Nya yang kudus dan ajaib. Bukankah bernyanyi itu membuat hati bahagia?

  2. Jadilah pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

    Ini adalah poin ke dua untuk mendapat penghiburan. Karena ini jugalah alasannya mengapa mereka yang bekerja sebagai pengajar/ guru/ dosen/ tokoh agama/ orang tua yang hatinya dihiburkan oleh apa yang dikerjakannya. Menjadi seorang yang bermanfaat bagi orang lain puasnya luar biasa. Asalkan niat anda tulus adanya.

    Bekerja untuk menyibukkan diri. Juga merupakan salah satu cara untuk mengalihkan konsentrasi agar pikiran dibersihkan dari hal yang jahat. Daripada anda sakit hati memikirkan luka lama maka lebih baik sibukkan tangan dan kaki anda untuk melakukan hal-hal yang baik yang mendatangkan manfaat bagi keluarga.

    Hindari motivasi yang salah saat memberi manfaat kepada orang lain, misalnya demi uang, pujian, penghormatan dan popularitas. Ada baiknya jikalau semua yang anda lakukan ditujukan untuk menyatakan kasih Allah kepada dunia.

  3. Berpikiran positif.

    Semua yang terjadi mendatangkan kebaikan. Yakinlah bahwa situasi seburuk apapun dalam hidup anda maka hal itu sudah sama seperti ujian. Layaknya siswa di bangku sekolah yang menguji otaknya, mengasah kemampuannya dan melatih potensinya dengan mengerjakan soal-soal. Maka demikian jugalah dengan ujian kehidupan. Katakan pada diri anda : Saya siap!

    Keluar dari zona nyaman. Menjadi nyaman itu memang penting teman. Akan tetapi terlalu lama dalam zona nyaman membuat anda kehilangan mental tangguh. Justru mental manja yang seperti anak kecil akan dialami. Oleh karena itu beranilah mengambil resiko, “Toh anda gak mati kok!, kalau berjuang sampai titik darah penghabisan (sampai mati), kami juga ogah….” resikonya hanya hati terluka bukan fisik anda yang terluka. Oleh karena itu, untuk melatihnya agar menjadi terbiasa maka anda harus “berani terluka!“.

    Menyukai tantangan. Untuk menjadi orang yang positif dan selalu berbuat baik, penuh dengan tantangan hidup. Oleh karena itu beranikan diri untuk menerima masalah itu. Kami tidak berbicara tentang adu fisik yang menyebabkan patah tulang, terluka bahkan kematian. Melainkan ini hanyalah ujian sosial dimana luka yang ditimbulkannya dapat disembuhkan tanpa meninggalkan bekas. Hanya saja, anda harus berani mengambil resiko agar mental ini dilatih sehingga menjadi terbiasa bahkan berkembang menjadi budaya yang membahagiakan.

  4. Sabar – kuatkan hati.

    Menjadi orang yang sabar juga butuh latihan. Ada berbagai macam kesempatan dalam hidup ini dimana anda harus MENUNGGU. Ini merupakan salah satu cara untuk melatih daya tahan dalam hal kekuatan hati. Untuk menjadi sabar saat masalah mendera anda terlebih ketika itu berupa kata-kata kasar yang membuat sakit hati. Anda perlu mengatakan di dalam hati “saya pantas mendapatkannya, kuatkan hatiku ya Tuhan“.

  5. Tekan bahkan hancurkan kesombongan.

    Karena angkuh dan belum terbiasa maka timbullah yang namanya luka di hati. Suasana hati semacam ini membuat anda cenderung kehilangan kendali. Oleh karena itu, lemahkan, tekan bahkan hancurkan rasa sombong yang ada di dalam diri anda. (Cermati, waktu yang tepat untuk menambah semangat dan melemahkan hati). Katakanlah dalam hati “saya hanyalah sampah orang tak berguna. Saya layak menerima semuanya itu“. Bisa juga dengan “Saya orang yang sering melakukan kesalahan, tidak ada kebenaran dalam hati, penuh dengan hal-hal yang jahat. Hinakan saya di bawah kaki salib-Mu ya Tuhan“.

  6. Memaafkan sesama.

    Abaikan – Acuhkan dan kasihi. Perlakuan buruk yang anda terima sebaiknya diabaikan saja kawan. Sikap ini sudah tepat dan baik. Tapi hati-hati melakukannya. Saat sikap cuek diiringi dengan kebencian resikonya tinggi. Oleh karena itu milikilah hati yang mau mengasihi dan memaafkan mereka yang bersalah kepada anda. Katakan dalam hati segera setelah hati terluka: “Maafkan orang-orang ini Tuhan, mereka tidak tahu apa yang dilakukannya“. Bisa juga “kasihani orang-orang ini Tuhan, mereka masih terlalu muda, maafkan mereka atas semuanya itu“. Atau “Ya Tuhan, orang-orang ini belum nengenal kebenaran. Maafkan mereka dan mohon ajari mereka arti firman-Mu“. dan andapun bisa merangkai kata-kata yang penuh belas kasihan alam bentuk-bentuk lainnya.

  7. Bersikap datar dalam segala sesuatu.

    Sikap semacam ini diperoleh dari perilaku dan perkataan yang konsisten disegala keadaan.  Sebuah sikap yang biasa saja baik saat suka, duka, tawa, tangis, susah, senang, ada uang, gak ada uang dan lain sebagainya. Anda harus melatih diri untuk senantiasa bersikap datar sehingga tidak mudah terbawa dan tersulut emosi yang negatif. Hal ini berhubungan juga dengan perilaku dan perkataan yang tidak berlebihan sekalipun situasi sedang bagus-bagusnya.

  8. Santai dan tetap tenang.

    Suasana hati yang tetap tenang juga dapat diperoleh dari hasil belajar dan mempertahankan perbuatan juga perkataan tetap di jalur yang benar. Saat pikiran anda bebas dari tekanan baik tekanan dari luar (ujian kehidupan-masalah) maupun tekanan dari dalam (rasa bersalah) maka dihasilkanlah yang namanya ketenangan dalam bersikap. Anda harus menjaga konsentrasi dan menjaga pikiran dari hal-hal yang beresiko sebagai pengotor sehingga tidak menjadi keruh.

    Santai juga dapat diartikan sebagai sebuah situasi yang tidak terlalu terburu-buru. Tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat melainkan berjalan/ bergerak menurut kata hati. Sikap yang tidak terburu-buru membuat diri anda selalu waspada dengan peringatan, saran/ masukan dan arahan dari dalam hati (Roh Kudus). Artinya, diri ini menjadi lebih hati-hati dalam berperilaku dan bertutur kata.

  9. Hiduplah mengalir seperti air.

    Hindari melawan perbedaan yang terjadi dimana-mana. Lelah rasanya hidup ini ketika kita ambil bagian untuk menentang setiap perbedaan yang ada. Oleh karena itu ikuti saja situasinya tanpa harus terkotori oleh hal-hal kurang baik yang berada, bergerak dan berputar di sekitar anda. Hindari memaksakan kehendak sebab satu-satunya yang dapat memaksa manusia adalah hukum yang berlaku luas dimasyarakat.

  10. Komunikasikan luka hati yang dialami.

    Komunikasi itu penting teman. Pernahkah anda tinggal dihutan di malam hari? Bisakah anda mendengarkan betapa berisiknya suara berbagai binatang disana? Binatang saja yang IQ-nya rendah selalu berkomunikasi terlebih lagi dengan manusia cerdas seperti kita ini. Ini memang dibutuhkan, bukan untuk saling menyakiti melainkan untuk saling mengoreksi, saling memperbaiki dan saling berbagi informasi.

    Saat suasana sudah menjadi tenang dimana hati sudah bebas dari rasa sakit, tidak ada lagi kata-kata kasar yang anda dengarkan dan juga tidak ada perlakuan buruk yang anda rasakan akhir-akhir ini. Maka sudah sebaiknya jikalau anda penasaran setidaknya hendak mengetahui apa kesalahan anda sehingga ia berubah, tanyakanlah itu kepadanya yang telah melukai hatimu sehingga semuanya lebih jelas dan andapun bisa memperbaiki diri kedepannya. Ingatlah bahwa komunikasi yang anda lakukan bukan untuk menuduh atau mempersalahkannya (menghakimi) melainkan agar hubungan kalian kedepannya semakin lebih baik lagi.

  11. Menikmati hidup apa adanya.

    Apa yang ada padamu nikmati itu kawan. Jangan biarkan materi membuatmu candu. Melainkan gunakanlah uangmu saat hati telah bersih dari berbagai-bagai kepahitan dan rasa sakit. Bahkan andapun telah memaafkan mereka yang telah sengaja melukaimu. Ada baiknya jika anda menekuni hal ini maka lakukanlah bersama-sama dengan keluarga, sahabat, saudara, teman dekat dan orang-orang lainnya.

Luka di hati anggaplah sebagai pelajaran hidup yang akan membuat mentalmu menjadi lebih tangguh sekaligus tetap lembut dalam bersikap. Justru ketika kita terlalu lama dalam kenyamanan maka hati akan melunak bahkan terlalu rapuh sehingga perlukaan sedikit saja sudah membuat diri ini menderita kepahitan yang luar biasa. Oleh karena itu, cicillah rasa sakit itu dengan merelakan diri untuk diuji oleh orang lain.

Salam tegar!

Iklan

Satu tanggapan untuk “11 Cara Mengobati & Penyebab Hati Terluka – Meregenerasi Luka Hati dengan Menjadi Garam dan Terang Bagi Dunia

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s