9 Alasan Mengapa Hewan Bersuara – Binatang Aja Berkomunikasi, Apalagi Manusia

Menurut KBBI, suara adalah (1) bunyi yg dikeluarkan dr mulut manusia (seperti pada waktu bercakap-cakap, menyanyi, tertawa, dan menangis); (2) bunyi binatang, alat perkakas, dan sebagainya; (3) ucapan (perkataan); (4) bunyi bahasa (bunyi ujar); (5) sesuatu yang dianggap sebagai perkataan (untuk melahirkan pikiran, perasaan, dan sebagainya); (6) pendapat; (7) pernyataan (setuju atau tidak); (8) dukungan (dalam pemilihan). Merupakan segala macam bunyi yang dapat kita dengar.

Semua makhluk hidup yang ada dalam dunia ini mengeluarkan bunyi yang teratur untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Terutama makhluk yang hidup berkelompok. Semua aktivitas ini dibutuhkan untuk saling mengerti, saling memahami dan saling bergantung satu sama lain. Dari sini dapat dilihat bahwa komunikasi itu amatlah penting dalam kehidupan. Bahkan tumbuh-tumbuhan sekalipun menghasilkan bunyi yang dipengaruhi oleh gerakan angin disekitarnya. Kemungkinan juga stomata pada daun dan rumput liar mengeluarkan suara, layaknya manusia yang sedang bernafas. Hanya saja frekuesinya sangat rendah sehingga tidak dapat di dengarkan oleh telinga biasa.

Tidak hanya makhluk hidup yang dianugrahkan bunyi yang merdu. Benda-benda mati di sekitar kitapun mengekspresikannya melalui berbagai macam fenomena alam yang terjadi. Misalnya saja gulungan ombak di lautan, air yang sedang mengalir, air terjun, petir/ guntur, semilir angin sepoi-sepoi dan lain sebagainya. Bahkan bencana alampun bersuara, misalnya bunyi menderu sesaat sebelum banjir bandang dan tanah longsor terjadi. Demikian juga dengan angin topan, tornado, puting beliung dan lain sebagainya.

Pada dasarnya bunyi yang dikeluarkan oleh makhluk hidup lainnya dan alam semesta bersifat itu-itu saja, teratur dan konsisten. Bisa kita amati bahwa keadaan semacam ini justru membawa ketenangan di dalam jiwa, baik bagi pelakunya maupun bagi penikmatnya. Bahkan pernah kami dengarkan bahwa alunan suara yang teratur dan merdu semacam ini dapat membuat otak cerdas. Ini jugalah yang mempengaruhi, mengapa sikap (perkataan dan perilaku) yang konsisten (itu-itu saja) bukannya membosankan melainkan malah membuat hati tetap tenang sekalipun di tengah persoalan hidup. Ini disebabkan oleh gelombang otak/ instruksi/ perintah dari dalam pikiran bersifat teratur. Pola yang konsisten inilah yang akan meningkatkan kecerdasan anda.

Faktor penyebab hewan selalu bernyanyi

Apakah hewan juga menghibur dirinya dengan bernyanyi? Kamipun yakin bahwa aktivitas ini tidak mungkin dilakukan jikalau mereka sedang bersedih. Mereka pasti melakukannya untuk tujuan yang positif. Atau apakah mereka cukup cerdas untuk melucu dan melawak layaknya manusia? Jangan-jangan mereka membicarakan sesuatu yang lain? Berikut beberapa alasan mengapa binatang juga mengeluarkan suara.

  1. Terjadi begitu saja.

    Ini bisa terjadi karena sebuah intuisi yang tidak jelas. Seperti manusia yang tiba-tiba saja bernyanyi saat melangkahkan kakinya tapak demi tapak menjalani sulitnya hidup di dunia yang rapuh ini. Semacam dorongan batin yang tiba-tiba meluap dan diekspresikan dalam bentuk nyanyian. Demikian jugalah dengan makhluk hidup lainnya di dunia ini.

  2. Meminta sesuatu.

    Bagi anda yang memiliki hewan peliharaan, misalnya saja kucing atau anjing biasanya sudah tau betul apa pertanda ketika hewan peliharaan sedang lapar dan minta makan. Ini lebih ditekankan bagi binatang yang tinggal disekitar lingkungan hidup manusia.

  3. Lagi horny – mau kawin.

    Kebanyakan hewan menarik perhatian lawan jenisnya dengan cara mengeluarkan suara yang merdu. Harap-harap cemas semoga lawan jenisnya lebih memilih dia untuk dijadikan teman kawin. Bahkan untuk beberapa jenis burung usaha semacam ini sangat kentara dan diulang-ulang selama berhari-hari.
    Artinya, jikalau pasangan (suami/ istri) anda di rumah sudah mulai cerewet/ bawel maka bisa jadi itu adalah panggilan kesempatan baik untuk musim kawin. 😀 ckckckkkkk 😀

  4. Mencari mangsa.

    Kelelawar dapat menghasilkan suara ultrasonik (yang lebih dari 40 Hz) untuk menemukan mangsa, misalnya tikus. Ia akan mengeluarkan bunyi dengan gelombang tertentu lalu ketika gelombang tersebut akan kembali kepadanya untuk mengetahui posisi benda yang bergerak tersebut (mangsa).

  5. Memetakan wilayah.

    Tidak hanya kelelawar, paus sperm juga dapat mengeluarkan suara ultrasonik untuk mengenali daerah yang dilaluinya. Kelelawar, sekalipun penglihatannya buruk di malam hari (nokturnal) tetap dapat terbang dengan baik tanpa harus menabrak ini dan menabrak itu. Prinsip kerja gelombang ultrasonik digunakan dalam berbagai sistem sonar/ radar, baik di bawah laut, di darat dan di udara.

  6. Memanggil kawanan.

    Bagi hewan yang hidup berkelompok, manfaat suara sangatlah penting untuk mengorganisir kegiatan di dalam kawanan tersebut. Salah satunya ketika salah satu anggota berhasil menemukan makanan. Mereka akan memainkan nyanyian dengan nada tertentu untuk mamanggil anggota lainnya sehingga semuanya bisa makan.
    Dalam suatu organisasi komunikasi sangatlah penting bagi keberlangsungan dan kelanggengan didalamnya. Tanpa komunikasi yang efektif dan efisien maka akan cenderung terjadi keributan, kekacauan, kericuhan bahkan dapat merupakan awal dari perpecahan.

  7. Memperingatkan akan adanya pemangsa.

    Hewan yang hidup berkelompok telah mengembangkan cara berkomunikasi yang lebih maju dan mumpuni. Salah satunya ketika kawanan diserang oleh pemangsa maka mulailah mereka membuat keributan dengan nada yang menakutkan sehingga yang lainnya dapat mengambil langkah selamat (menyelamatkan diri).

  8. Melemahkan/ menakuti lawan.

    Ini bisa kita temukan diantara kalangan binatang buas di alam liar. Saat dua pemangsa (karnivora) bertemu maka akan terjadi pertarungan untuk memperebutkan lawan jenis, makanan dan wilayah kekuasaan. Biasanya selain bertarung dengan gigi dan cakarnya, mereka juga bertarung dengan suaranya. Siapa yang aumannya lebih keras membahana adalah pemenangnya.
    Jadi saat pekik suara anda lebih keras maka belajarlah bijak dengan melihat kehidupan di hutan rimba sana.

  9. Memuliakan Allah.

    Jangan salah kaprah dan menganggap bahwa andalah yang lebih hebat dalam memuliakan Allah sampai muncullah kesombongan dari dalam hati karenanya. Allah tidak butuh nyanyian yang penuh dengan keangkuhan, hewan-hewan di pandang belantara lebih rendah hati dan apa adanya saat memuji kebesaran-Nya.

    Yesaya 43:20 berkata: Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku;

Mustahil makhluk hidup lainnya bernyanyi karena mereka sedang bersedih. Seperti manusia yang bernyanyi di saat pesta sedang berlangsung. Demikianlah hewan, tumbuhan bahkan benda-benda abstrak di bumi ini mengeluarkan suara sebagai ucapan rasa syukur kepada Sang Pencipta Segala Masa. Tidak hanya sebatas itu, hubungan dengan sesama makhluk hidup juga semakin langgeng dengan berkomunikasi. Simak juga, Bahaya komunikasi

Mari jalin komunikasi yang baik dengan sesama. Manfaatnya tidak hanya secara horizontal (orang lain, sesama) melainkan juga secara vertikal (dengan Yang Maha Kuasa). Tanpa tutur kata yang baik maka segala hal yang kita rencanakan tidak akan pernah terwujud seperti pembangunan menara Babel yang gagal karena kekacauan komunikasi. Belajar menjadi komunikan yang baik, tidak perlu memaksa, luwes dalam bertutur dan tahan uji terhadap cobaan yang menyertai aktivitas ini.

Salam komunikasi terpimpin!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s