+11 Cara Membentuk Kebiasaan Baik Jadi Budaya Menyenangkan – Sikap Konsisten Sama Dengan Gelombang Otak Teratur Yang Menghasilkan Ketenangan Jiwa

Cara Membentuk Kebiasaan Menjadi Budaya Yang Menyenangkan – Sikap Konsisten Sama Dengan Gelombang Otak Teratur Yang Menghasilkan Ketenangan Jiwa

Kebiasaan adalah (1) sesuatu yang biasa dikerjakan dan sebagainya; (2) pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu yang dipelajari oleh seorang individu dan yang dilakukannya secara berulang untuk hal yang sama. Merupakan suatu rutinitas yang dilakukan dengan tekun menggunakan pola yang sama. Berasal dari hasil bentukan tidak dalam waktu singkat (beberapa hari atau beberapa minggu) melainkan membutuhkan proses yang panjang (waktu yang lama).

Otak adalah susunan syaraf yang kompleks yang berperan penting dalam proses berpikir. Seluruh tubuh anda pusat kendalinya terdapat di dalam pikiran. Tidak ada pusat kendali yang lebih rumit di dunia ini selain dalam otak anda. Serumit-rumitnya pusat kendali kapal induk tentara masih bisa dipelajari dalam beberapa hari akan tetapi untuk memahami pola pikir manusia dibutuhkan waktu berminggu-minggu sampai beberapa bulan.

Seluruh kehidupan anda benar jikalau isi kepala andapun benar. Itulah mengapa kami selalu menganjurkan anda untuk senantiasa memfokuskan pikiran hanya kepada Tuhan di waktu-waktu luang/ waktu senggang yang dimiliki sehari-hari. Jangan biarkan hal-hal yang jahat, kotor dan sesat memenuhi pikiran anda. Ciri khas dari pikiran kotor adalah segala sesuatu yang bertentangan dengan standar kehidupan yang anda miliki (Kitab Suci).

Apapun yang anda tekuni saat ini sangat menentukan kebiasaan hidup sehari-hari. Setelah terbiasa melakukan sesuatu maka muncullah sebuah rutinitas yang hampir tidak dapat diubah lagi. Terkecuali jikalau anda telah mengubah komitmen pribadi yang dimiliki. Oleh karena itu, butuh komitmen kuat untuk menekuni sesuatu sehingga menjadi suatu budaya yang menyenangkan.

Sudah tahukah anda bahwa bosan adalah fenomena yang nihil dan sebenarnya hanya sebuah akumulasi dari ketidakpuasan terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Disinilah yang kami maksudkan bagaimana anda mengubah kebosanan menjadi suatu budaya yang mendatangkan kebahagiaan dan ketenangan jiwa. Yaitu dengan merasa puas dalam rasa syukur yang penuh sehingga andapun menikmati semuanya itu dengan sukacita.

Puaslah dengan diri sendiri, puaslah dengan segala pencapaian yang telah diraih. Tidak perlu melihat kehidupan orang lain lalu menjadi iri, itu sudah anugrah Tuhan dalam kehidupannya. Mulai saat ini, berbahagialah sambil tersenyum karena Tuhan masih memberi anda kehidupan sampai saat ini sembari melakukan kebiasaan (yang itu-itu saja) sehingga menjadi budaya yang menyenangkan dan bukan malah kebosanan yang memilukan hati (yang selalu membuat hati perih).

Ingatlah bahwa rutinitas yang telah menjadi kebiasaan yang dinikmati akan membentuk irama yang teratur dalam kehidupan anda sehingga menimbulkan ketenangan jiwa. Justru ketika anda tidak konsisten (inkonsistensi) melakukan sesuatu maka mulai muncullah gejolak, bukan gejolak dengan sesama melainkan hati yang berkeluh kesah karena merasa bersalah dan lebih cepat bosan dalam menjalani hidup.

Cara membuat kebiasaan baik yang konsisten menjadi budaya yang menyenangkan bukan membosankan

Aktivitas yang dilakukan setiap hari dengan tekun akan membentuk pola-pola tertentu yang disebut sebagai kebiasaan. Hal-hal yang sudah terbiasa dilakukan jikalau dinikmati dengan penuh rasa syukur akan menjadi budaya yang mendatangkan kebahagiaan bagi setiap dari kita. Berikut cara-cara yang anda butuhkan untuk mengubah kebiasaan menjadi budaya ang mendatangkan kepuasaan.

  1. Memusatkan pikiran kepada Tuhan kapanpun dan dimanapun berada.

    Merupakan sebuah resolusi jangka panjang sebagai jaminan kebersihan hati anda. Tidak ada pihak lain yang lebih kuat dan lebih berpengaruh untuk menjaga hati anda dari segala hawa nafsu yang sesat, ketamakan, kebinatangan dan kejahatan lainnya selain daripada Tuhan sendiri. Oleh karena itu gantungkan segala pikiran anda kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian bagi kemuliaan nama-Nya. Apabila anda terus membiasakan hal ini maka akan menjadi rutinitas yang menjadi candu yang nikmat.

  2. Miliki komiten yang benar.

    Setiap dari kita memiliki niat yang berbeda-beda saat diperhadapkan dengan satu hal yang sama. Ditengah semuanya itu, berawas-awaslah bila ada niat melakukan sesuatu demi uang, pujian dan popularitas. Mungkin pada awalnya niat semacam ini tidak begitu memberatkan. Akan tetapi, lama kelamaan anda akan sadar bahwa hal-hal ini sangat duniawi, tidak stabil dan tidak dapat dijamin sepenuhnya. Oleh karena itu, hapuskanlah prinsip hidup semacam ini dari pikiran anda lalu gantilah itu dengan kebenaran sejati (Lihat point 4).

  3. Mendalami standar kehidupan yang dimiliki.

    Ada dua standar kehidupan di dunia ini, yang paling dekat adalah Kitab Suci dan yang agak jauh tapi tetap dalam lingkaran adalah peraturan perundang-undangan. Setahu kami Kitab Suci mengandung berbagai kata-kata cinta dan penghiburan untuk menambah semangat hari-hari yang dilewati walau kadang kesulitan merintangi. Disana juga terdapat banyak peringatan untuk membuat anda lebih waspada dan tetap berjaga-jaga di segala kondisi.

  4. Melakukan kebenaran.

    Ada banyak kebenaran yang kita yakini dalam kehidupan sehari-hari tetapi hanya ada dua kebenaran yang manfaatnya kekal sampai selama-lamanya (bahkan diakhirat itu ada upahnya). Yakni menjadi alat untuk menyatakan kemuliaan Tuhan dan menyatakan kasih-Nya (menjadi bermanfaat) bagi sesama manusia. Dalam segala hal yang anda lakukan hari lepas hari, perbuatlah itu seperti anda menyenangkan hati Tuhan dan bukan untuk menyenangkan hati manusia. Ini baru namanya komitmen yang benar.

  5. Berpikiran positif – komitmen positif.

    Apa yang kamu susahkan di dunia ini kawan? Bukankah semuanya sudah berada dalam kadar yang cukup? Berhentilah memikirkan masa lalu yang suram/ senang. Jangan pula memikirkan masa depan yang belum tentu terjadi. Melainkan fokuslah pada dirimu yang sekarang, seseorang yang apa adanya. Bukankah semua yang sudah anda alami selama ini baik adanya? Sekalipun ada berbagai hal buruk terjadi justru itulah yang menambah pengalaman, tingkat kecerdasan dan kedewasaan anda. Jadi, berbahagialah saat ini dan tersenyumlah kepada dunia lalu katakan “aku siap!”. Sadarilah bahwa kebahagiaan itu tidak ada di luar diri anda melainkan di dalam dirimu.

  6. Menekuni semuanya itu dengan konsisten.

    Melakukan semua aktivitas anda secara rutin (dalam pola yang sama), tidak ada kebosanan disana. Bertekunlah melakukan sesuatu dengan konsisten, terus menerus tanpa kenal lelah. Pada dasarnya jikalau anda telah berada di jalur yang benar maka kebiasaan itu akan membudaya. Oleh karena itu terbiasalah melakukan apa yang sanggup anda lakukan terus-menerus. Ambillah sebuah komitmen untuk memiliki sebuah kebiasaan yang murah dan mudah untuk dilakukan.

    Dalam hidup ini ada banyak kebiasaan yang mahal akan tetapi apakah anda bisa terus menerus menghasilkan uang yang besar? Apakah anda bisa terus-menerus mempertahankan rutinitas yang mahal itu? Ingat, SAKIT RASANYA MENINGGALKAN SESUATU YANG SUDAH DIBIASAKAN. Oleh karena itu, saran kami agar anda memelihara sebuah KEBIASAAN STANDAR yang tetap dapat TERJANGKAU untuk dilakukan baik di musim hujan, baik di musim kemarau, baik kala gajian (bulan muda), baik di bulan tua, ada di musim panen, juga di saat paceklik, baik ketika masih bekerja, demikian juga nanti ketika sudah pensiun kelak.

  7. Senantiasa bernyanyi dalam segala kesempatan.

    Hati yang gembira adalah obat yang manjur”. Cara penting untuk membuat hatimu selalu bergembira adalah dengan senantiasa bernyanyi di segala waktu. Berusahalah untuk menjadi seorang yang periang dan mudah tersenyum kepada orang lain (kesusahan di dunia ini tidak dibawa mati kok bro….). Memiliki hati semacam ini berawal dari otak yang selalu bernyanyi disegala kesempatan yang ada. Bernyanyi lewat mulut memang tidak salah, menggunakan alat musik juga tidak salah. Akan tetapi bernyanyi dalam hati dapat anda lakukan kapanpun dan dimanapun berada.

    Kemudian muncullah perkara, lagu apa yang pantas untuk selalu dinyanyikan dan selalu mendatangkan kegembiraan? Lagu-lagu cinta dengan sesamakah? Menurut kami inisih panasnya diawal-awal saja teman. Akan tetapi jikalau anda selalu memuji-muji nama Tuhan dengan cara bernyanyi di dalam hati, sungguh inilah kebiasaan yang akan mendatangkan kebahagiaan dan kepuasan yang sejati.

    Perkara lainnya adalah bagaimana ketika irama otak anda memutarkan lagu-lagu duniawi? Maka tetap gunakan musiknya akan tetapi ubah syairnya menjadi lagu Rohani.

    Lalu bagaimana pula ketika orang-orang disekitar anda lebih suka memutarkan lagu-lagu pop duniawi? Ikuti saja iramanya teman lalu improvisasi syairnya menjadi puji-pujian kepada Tuhan.

    INGAT, lakukanlah hal ini disaat ada waktu luang atau saat melakukan aktivitas yang tidak membutuhkan konsentrasi (pekerjaan yang tidak butuh berpikir). Jika kebiasaan ini terus dipelihara maka suatu saat nanti hal tersebut akan menjadi budaya yang menyenangkan dan mendatangkan kepuasan juga kebahagiaan tersendiri.

  8. Menjadi seseorang yang kuat tetapi tenang dalam bersikap.

    Tidak semua orang menyukai kebiasaan anda. Beberapa diantaranya akan menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang salah/ tidak etis. Mungkin anda bisa menjadikan ini sebagai koreksi (lihat poin 12). Di atas semuanya itu kuatkan hatimu dalam menghadapi segala situasi yang menimpamu. Jangan biarkan dirimu lemah dan tak berdaya mengatasinya. Melainkan hadapilah masalahmu dengan bijaksana tanpa meninggalkan kebencian. Dibalik ketegaranmu milikilah hati yang mau mengasihi sesama. Berbuat baiklah kepada mereka yang membuatmu dalam masalah. Mulailah dengan cara ramah-tamah yaitu senyuman, sapaan dan salaman. Setelah itu lakukanlah sesuai sumber daya dan bakat yang anda miliki.

    Di dunia ini kita seperti seorang atlet lari yang berusaha mencapai garis finish (hari akhir – kematian). Berlari dengan kecepatannya sendiri-sendiri dan tidak terburu-buru. Berlomba dengan sesama bukan sebagai pesaing melainkan sebagai rekan untuk bisa saling menyatakan kebaikan satu dengan yang lainnya (salah satu kebenaran yaitu menyatakan kasih Tuhan dengan menjadi bermanfaat bagi sesama). Ketika ada rintangan di perjalanan maka semua dilewati dengan lapang dada. Bahkan sekalipun ada banyak orang yang berusaha menjatuhkan diperjalanan namun semua dilewati dengan tegar sembari tersenyum kepada mereka (penggoda) untuk meredam kebencian dari dalam hati.

  9. Mensyukuri dan menikmati suasana yang dihadapi dan menyatu dengannya, kapan saatnya keluar.

    Ada banyak kelelahan yang sebenarnya tidak diperlukan ketika kita tampil di depan lalu melawan berbagai-bagai macam perbedaan yang ada. Yakin sama kami, sampai kiamatpun perbedaan itu akan tetap ada sebab itu sudah takdir Tuhan. Oleh karena itu biasakan diri untuk menyatu dengan lingkungan tanpa harus terbawa arus keburukannya.

    Kemampuan menyatu dengan lingkungan bukan menjadi seperti mereka melainkan anda tetap menjadi diri sendiri namun ikuti saja alurnya. Ini seperti yang kami sampaikan sebelumnya, ikuti irama musiknya akan tetapi ubah syairnya untuk menjadi lagu pujian kepada Tuhan.

    Beberapa orang juga menyatu dengan lingkungan dengan cara mengikuti saja alurnya sambil menjadi pendengar yang baik.

    Sebagian lainnya juga berbuat menyatu dengan lingkungan dalam suasana yang sama namun menyibukkan diri dengan aktivitas sendiri yang positif.

    Yang lainnya berusaha menyatu dengan lingkungan dengan menyesuaikan busana dan aktivitasnya dengan orang-orang yang ada disana.

    Tapi tidak jarang juga ada orang yang memilih untuk meninggalkan tempatnya lalu mencari suasana yang lebih baik dan bebas dari para pengganggu.
    Silahkan pilih teman dimana yang paling cocok buat anda.

  10. Tetap mengedepankan ketenangan dalam bersikap santai.

    Tetap tenang dalam melakukan segala sesuatu memberikan anda kesempatan untuk berpikir sebelum bertindak alias menjadi lebih peka dengan suara hati sendiri. Ketenangan ini hanya dapat diperloleh jikalau hati bebas dari rasa bersalah. Sebab rasa bersalah menjadi salah satu pengganggu yang tidak mendatangkan ketenangan jiwa. Oleh karena itu, bersihkan hati, bersihkan tutur kata dan bersihkan perilaku sehingga anda tetap tenang dalam bersikap.

  11. Untuk menghindari sikap berlebihan (lebay).

    Sikap yang berlebihan itu sangat mungkin terjadi dalam kehidupan ini. Terutama ketika anda belum terbiasa melakukan sesuatu. Pengalaman pertama biasanya sangat antusias dan begitu menggebu-gebu sehingga ekspresi terkadang lebay. Sikap yang berlebihan juga ditentukan oleh cara kita menyikapi gesekan sosial dalam pergaulan. Hindari menyikapinya secara agresif melainkan mulailah membiasakan diri dengan semuanya itu lalu mencari pertolongan dan penghiburan dengan cara memusatkan pikiran kepada Tuhan.

  12. Menjauhkan diri dari sikap sombong.

    Bagi anda yang memiliki kelebihan, bagian ini adalah awal dari semua petaka yang dialami. Rasa sombong adalah kelemahan yang rentan sekali menimbulkan ketelodoran dalam bersikap. Kami sendiripun sampai sekarang terus merasakan tekanan kesombongan itu terkadang mencuat kepermukaan sekalipun telah berusaha menundukkan, menekan bahkan menghancurkannya selama berulang-ulang kali. Simak teman, kapan menyemangati diri dan kapan menghancurkannya.

  13. Senantiasa mengoreksi diri dan mendengarkan saran dari orang lain.

    Anda harus menjadi diri sendiri lalu mendengarkan apa kata hatimu. Akan tetapi jangan sungkan untuk berubah bila ternyata hati nuranimu menguji lalu menuntunmu pada kesalahan/ kekhilafan, inilah yang akan membentuk mental dan otak anda menjadi lebih kuat dan cerdas. Berubahlah menurut pembaharuan budimu dan jangan sungkan untuk mendengarkan saran dari orang lain (jika itu benar maka terapkan akan tetapi jika itu hanyalah pandangan sempit maka anda dapat menanggungkannya)

  14. Semuanya butuh proses dan waktu yang tidak sedikit.

    Saat anda hendak mengubah aktivitas sederhana menjadi sebuah rutinitas yang membudaya maka butuh waktu yang tidak sedikit untuk mewujudkan hal ini. Oleh karena itu, jalani semuanya dengan bertekun, konsisten dan berlapang dada. Pada akhirnya anda harus menikmati setiap tahapan/ proses yang berlangsung agar lamanya waktu yang dibutuhkan tidak terasa lambat/ lelet.

Pastikan aktivitas yang anda lakukan saat ini berada di jalur yang benar. Bertekunlah melakukannya hingga menjadi suatu budaya yang sulit ditinggalkan. Pastikan semuanya itu, mudah dan murah untuk dilakukan sehingga sekalipun badai, hujan, terik dan angin menerjang, anda tetap bisa melakukannya. Nikmatilah semuanya itu dalam rasa bersyukur yang penuh sehingga hati menjadi puas penuh kebahagiaan.

Salam budaya yang menyenangkan!

Iklan

6 comments

  1. […] Menyukai tantangan. Untuk menjadi orang yang positif dan selalu berbuat baik, penuh dengan tantangan hidup. Oleh karena itu beranikan diri untuk menerima masalah itu. Kami tidak berbicara tentang adu fisik yang menyebabkan patah tulang, terluka bahkan kematian. Melainkan ini hanyalah ujian sosial dimana luka yang ditimbulkannya dapat disembuhkan tanpa meninggalkan bekas. Hanya saja, anda harus berani mengambil resiko agar mental ini dilatih sehingga menjadi terbiasa bahkan berkembang menjadi budaya yang membahagiakan. […]

    Suka

  2. […] Ketidaksetiaan/ ketidakpatuhan manusia sudah mengakar sejak dari nenek moyang kita terdahulu. Ini terus terjadi hingga sekarang, bisakah anda melihatnya? Jangan ambil contoh yang jauh tetapi coba lihat seorang anak yang tidak patuh kepada orang tuanya. Anak kecil saja bisa kendur kesetiaannya terlebih lagi seorang yang dewasa terhadap sistem/ manajemen/ organisasi/ negara. Ketidaksetiaan ini sifatnya manusiawi. Akan tetapi semuanya itu bisa dipelajari, dibiasakan bahkan dibudayakan. Tentu saja dalam pelaksanaannya tidak semudah mengatakan melainkan butuh waktu dan proses yang panjang sehingga hal terseubut menjadi budaya yang menenangkan hati. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s