+10 Kejahatan Kapitalis, Tanpa Keadilan Sosial Indonesia Seperti Hutan Rimba – Tanpa Kesetaraan Terjadi Seleksi Alam Yang Di Dominasi Oleh Kekuatan Intelektual, Uang dan Kekuasaan

Tanpa Keadilan Sosial Indonesia Seperti Hutan Rimba - Tanpa Kesetaraan Terjadi Seleksi Alam Yang Di Dominasi Oleh Kekuatan Intelektual, Uang dan Kekuasaan

Persaingan adalah 1 perihal bersaing; konkurensi; 2 usaha memperlihatkan keunggulan masing-masing yang dilakukan oleh perseorangan (perusahaan, negara) pada bidang perdagangan, produksi, persenjataan, dan sebagainya (KBBI Luring). Merupakan usaha kejar-mengejar untuk memperoleh untung yang sebanyak-banyaknya termasuk dengan menghalalkan berbagai macam cara ini dan itu.

Persaingan ketat untuk memperebutkan uang dan kekuasaan

Uang dan kekuasaan telah menjadi bahan rebutan di negara ini. Masing-masing orang mengerahkan sumber dayanya untuk bahu membahu berebut keuntungan dari tangan orang lain. Ini seperti tidak bisa lagi dihindari dan ini jugalah yang membuat suasana diberbagai bidang memanas. Tidak hanya di dalam pemerintahan, dalam perkuliahan, dalam sekolah-sekolah, di dalam dunia kerja terlebih lagi di dalam bidang perdagangan.

Tahukah anda bahwa kecerdasan, uang dan kekuasaanlah yang membuat suasana meruncing antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Sebaran kebencian merasuk dalam hati manusia yang lama kelamaan menjadi matang. Sehingga suatu saat nanti (tinggal menunggu waktu saja) maka akan terjadi ledakan besar (amarah) yang berpotensi menghancurkan berbagai lini kehidupan bahkan berujung pada perpecahan.

Inilah seleksi alam versi Indonesia

Situasi persaingan semacam ini tidak sehat. Orang yang satu ingin maju dan orang yang lain juga mau melangkah ke depan akan tetapi mereka tidak melakukannya dengan cara yang benar atau bergandengan tangan. Melainkan beberapa diantaranya menginjak, membodohi dan memanipulasi temannya sendiri agar dia bisa maju selangkah demi selangkah. Inilah aktivitas yang terjadi secara aktif dan masif namun terjadi di belakang layar.

Mari lihat beberapa contoh: “Lihatlah pembagian Zakat-Angpao (saat musim Lebaran dan Tahun Baru Imlek) ada sampai ribuan orang berkerumun di suatu lokasi untuk menerima sedekah dari orang-orang yang kaya raya. Berdesak-desakan, saling menghimpit bahkan saling menginjak satu sama lain untuk mengambil uang yang nilainya beberapa puluh/ ratus ribu saja. Bahkan pernah kita dengar diantara mereka ada yang meregang nyawa karena terjepit diantara kerumunan ribuan manusia“. Secara tidak langsung kita menjadi agen seleksi alam dan membunuh saudara sendiri!

Begitulah sebenarnya wajah Indonesia, bangsa yang penuh dengan persaingan. Bagaimana mungkin kita bisa tampil didepan mengikuti persaingan global sedangkan keadaan di dalam negeri saja tidak kondusif. Tidak usah jauh-jauh untuk mengambil contoh yang lebih dekat. Lihatlah para pemimpin kita memperebutkan kekuasaan. Bukankah mereka menghalalkan segala cara untuk memenuhi hawa nafsunya. Bahkan cara-cara yang tidak masuk akalpun (black campaign) dilakukan.

Perbedaan ilmu pengetahuan, uang dan kekuasaan telah menjadi alat konspirasi untuk menyeleksi (mengsisihkan) orang lain

Tanpa kesetaraan, orang-orang pintar yang tidak memiliki hati nurani beramai-ramai untuk melakukan pembodohan masyarakat demi rupiah. Hawa nafsu mereka sangatlah tinggi terhadap uang dan kekuasaan padahal sampai menghalalkan cara-cara yang tidak halal untuk meraihnya. Bahkan merekapun tidak segan-segan untuk mengaburkan informasi, melakukan penipuan, merekayasa fakta dan merusak moralitas masyarakat demi tujuan-tujuan sempit itu.

Bila di hutan rimba binatang saling serang, menerkam, mengunyah dan menelan hewan lainnya bahkan sesamanya sendiri. Maka di negeri ini, ilmu pengetahuan, uang dan kekuasaan adalah alat untuk menerkam dan menguyah orang lain. Mereka yang lahir cerdas atau memang hanya sekedar kebetulan saja menjadi penguasa yang disebut kapitalis. Memanen di tengah-tengah masyarakat, mengumpulkan uang rakyat demi dirinya sendiri sehingga ia semakin bertambah-tambah kaya saja.

Seleksi alam di dunia kerja menimbulkan banyak korban

Persaingan di dunia kerja telah mengorbankan banyak orang dan mengubah mereka menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Mereka yang kalah dari ketatnya persaingan menjadi pengangguran, miskin, pekerja seks, preman, gengster, agen togel, judi poker, pengedar narkoba dan berbagai-bagai aktivitas pinggiran lainnya. Demi pekerjaan yang lebih baik kapitalis memelihara trah-nya dengan cara membangun fasilatas pendidikan dengan biaya ekstra tinggi. Sehingga tidak ada lagi rakyat biasa yang dapat menduduki posisinya kelak melainkan kursi yang ia tempati saat ini juga akan ditempati oleh anak cucunya kelak.

Oknum kapitalis yang kaya raya mengalihkan uangnya untuk mensponsori hal-hal paling jahat sedunia

Kapitalis yang serakah sangat pelit membagikan untungnya. Coba kalau keuntungan itu dipegang oleh negara dan dibagi kepada seluruh masyarakat pastilah keadilan sosial dapat terwujud. Akan tetapi uang rakyat yang telah dikumpulkan oleh pemilik modal baru dicairkan dananya untuk mensponsori acara-acara yang paling kotor dan merusak sedunia. Berikut beberapa keserakahan kapitalis yang merusak lingkungan dan manusia didalamnya.

  1. Membangun rumah yang super besar, mewah dan luas yang merusak hutan dan menghabiskan banyak sumber daya.
  2. Untuk memiliki tumbuhan dan binatang langka yang hampir punah dan dilindungi.
  3. Menghasilkan banyak pengangguran karena penghematan manajemen perusahaan dan penggunaan tenaga robot.
  4. Membuat banyak orang miskin karena penyesatan yang ditimbulkan oleh kapitalis.
  5. Membentuk komplotan preman dan melegalkan premanisme untuk menjaga kehidupannya dan keluar juga harta benda yang dimilikinya.
  6. Menggiring banyak wanita untuk menjadi PSK karena ditawari uang yang tinggi dan bayaran mahal oleh oknum kapitalis.
  7. Menjauhkan manusia dari agamanya sehingga moral mereka amburadur dan hal itu dimanfaatkan untuk meraih uang dan uang.
  8. Meracuni makanan dan minuman rakyat secara diam-diam lewat bahan tambahan makanan agar mereka mudah sakit dan kecerdasannya menurun (semakin bodoh).
  9. Mensponsori berbagai aksi pemberontakan (terorisme).
  10. Melakukan kontes tanpa busana (kontes telanjang).
  11. Melukis di atas tubuh yang sedang telanjang.
  12. Mensponsori pembuatan film porno dan mendanai para artis yang berkecipung disana.
  13. Membuat situs parno (pornografi) dimana masing-masing orang beroleh bayaran dari setiap rating yang diperoleh.
  14. Memuaskan hawa nafsunya (seksual) yang sesat.
  15. Menggelar pesta pora dan hura-hura.
  16. Menjadikan masyarakat sebagai kelinci percobaan untuk membuktikan teori dan penelitiannya.
  17. Merusak lingkungan sekitar karena polusi dan sampah yang mereka hasilnya telah mencemari air, tanah dan udara.
  18. Menyebabkan bencana alam oleh karena eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.
  19. Dan masih banyak lagi.

Ada begitu banyak hal-hal yang kotor dan penuh dosa yang disponsori oleh orang terkaya diseluruh dunia. Dimana semuanya itu untuk memuaskan hawa nafsu dan keserakahannya. Mereka punya alibi kuat yaitu, “bagi yang menginginkan uang maka berusahalah untuk meraihnya“. Sekalipun dengan menghalalkan segala cara. Itulah cara oknum kapitalis membagikan uangnya sekaligus merusak moralitas masyarakat lalu meraih sesuatu yang berharga dari peristiwa itu.

Kedaulatan rakyat adalah kesetaraan adalah keadilan sosial

Kita negara kedaulatan rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan masyarakat. Adalah sudah sewajarnya untuk mencerdaskan dan mensejahterakan semua orang tanpa harus memicu api persaingan yang meminta korban di tengah masyarakat luas. Apa bedanya kita dari aktivitas hewan di hutan belantara sana. Dimana masing-masing berjuang menekan sesamanya dengan bisa, otot, cakar dan taringnya. Seolah kita mengorbankan orang lain padahal kita tahu kebenarannya.

Tidak perlu jauh-jauh melihat seleksi alam di hutan sana, disinipun ada orang yang menyeleksi sesamanya lewat perbedaan pengetahuan, uang dan kekuasaan yang dimiliki.

Salam rimba!

Iklan

3 comments

  1. […] Jika anda bisa menemukan setidaknya 7 dari tanda di atas telah terjadi dalam masyarakat, bisa jadi bahwa keadaan ini akan mengawali kelemahan sebuah sistem ekonomi. Peredaran uang harus dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah agar kepemilikan sumber daya secara perorangan tidak berlebihan. Sebab semakin tinggi power seseorang maka semakin tinggi pula dampak buruk yang kelak ditimbulkannya. Oleh karena itu, pemerataan adalah awal dari semua solusi masalah sosial-ekonomi yang terjadi. Simak, Cara swasta merusak negara dan Efek samping buruknya kapitalis swasta […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s