Kesetaraan Manusia · Negara · Pengusaha

7 Penyebab & Cara Mengurangi Ketergantungan Ekonomi Dari Jakarta – Perekonomian Di Daerah Lesu Tetapi Pusat (Jakarta) Tetap Berkobar (Membara)

Penyebab & Cara Mengurangi Ketergantungan Ekonomi Dari Jakarta – Perekonomian Di Daerah Lesu Tetapi Pusat (Jakarta) Tetap Berkobar (Membara)

Perekonomian  adalah (1) ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan (seperti hal keuangan, perindustrian, dan perdagangan); (2) pemanfaatan uang, tenaga, waktu, dan sebagainya yang berharga; (3) tata kehidupan perekonomian (suatu negara); (4) urusan keuangan rumah tangga (organisasi, negara). Merupakan arus perputaran uang, barang dan jasa dalam suatu kawasan.

Ekonomi panjang umur jika barang dan jasa tetap ada

Berbicara tentang ekonomi tidak melulu bercerita tentang uang. Justru saat perekonomian hanya mengandalkan ini maka nilainya akan semakin drop/ down/ jatuh bebas hingga tidak bisa lagi digunakan untuk membeli barang yang dulu murah (sekarang sudah menjadi sangat mahal). Jika hanya fokus untuk menimbun kertas saja maka dapat dipastikan bahwa sekalipun ketersediaan kertas ini luar biasa banyaknya namun semuanya itu tidak berharga tanpa ketersedian barang dan jasa.

Dalam kegiatan ekonmi ketersediaan barang dan jasa itu sangatlah penting. Ini bisa bersumber dari mana saja. Akan tetapi sumber utama barang adalah hasil bumi/ hasil pertanian. Semakin efektif dan efisien pertanian yang dilakukan maka semakin baik keadaan perekonomian dalam suatu wilayah. Masih ingatkan bahwa sistem pertanian sifatnya berputar-putar. Bahan pangan yang telah kita konsumsi, diolah di dalam sistem pencernaan, dibuang keluar berupa feses, dengan bantuan garam dibusukkan oleh mikroorganisme. Hingga pada akhirnya disusun kembali oleh tanaman/ tumbuhan hijau untuk menjadi bahan pangan yang kaya dengan karbohidrat, lemak, protein dan senyawa kompleks lainnya.

Untuk mempertahankan perputaran ekonomi maka pemerintah harus menemukan sumber daya yang dapat diperbaharui. Memanfaatkan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui hanyalah akan menimbulkan bahaya ancaman jangka panjang. Oleh karena ketersediaannya yang terbatas maka kelangkaan tinggal menghitung hari/ bulan/ tahun saja. Ini adalah ancaman yang beresiko membuat tidur anda tidak nyaman di malam hari. Disinilah para cendikiawan bekerja dengan keras untuk menemukan sumber daya yang benar-benar bisa diperbaharui untuk menjamin stabilitas perekonomian di masa depan.

Ketersedian uang harusnya dijamin pemerintah namun hindari fluktuasinya

Menghargai manusia dengan uang sangat besar resikonya. Ada baiknya fluktuasi rupiah di tangan pribadi lepas pribadi di netralkan atau lebih tepatnya disetarakan. Rupiah sebagai hadiah memang bisa membawa semangat akan tetapi itu hanyalah diawal-awal saja. Ini justru akan menjadi bumerang bagi orang tersebut sehingga ia mudah stres saat perolehannya sedikit namun cenderung sombong saat melimpah. Belum lagi dampak sosial dan dampak lingkungan yang menyertainya. Setiap orang berhak sejahtera akan tetapi jika uang sering dijadikan sebagai pancingan untuk sesuatu yang lebih maka akan terjadi gesekan dan berbagai-bagai usaha yang menyimpang untuk meraihnya.

Tahukah anda bahwa peningkatan uang dapat membuat manusia ketergantungan sehingga dapat mempengaruhi suasana emosional seseorang hingga menyebabkan prestasi berhenti bersinar. Ada baiknya jikalau manusia tidak dipancing inovasi, kreasi dan kolaborasinya menghasilkan ide dan karya seni menggunakan kertas ajaib ini. Selain bisa membuat manusia candu, kekayaan pada akhirnya membuat banyak manusia kehilangan dirinya bahkan kehilangan kemanusiawiannya. Ada beberapa oknum yang kaya raya cenderung egois dan temperamen karena hanya mengandalkan hartanya dalam mengatasi segala sesuatu dan tidak mengedepankan kemampuan/ potensi yang dimiliki. Penyimpangan ini akan semakin kentara terutama ketika pundi-pundi rupiah itu semakin berkurang bahkan terancam keberlangsungannya hingga akhirnya menghalalkan segala cara untuk meraihnya.

Atau tidak tahukah anda bahwa manusia-manusia kayalah yang menyebabkan kerusakan di berbagai bidang? Kita ambil saja contohnya adalah dalam hal pembangunan rumah mewah di negeri. Bukankah sumber daya alam yang dirusak begitu besar untuk membangun suatu rumah dengan kemegahan dan keluasannya. Coba bayangkan berapa hektar lahan yang dicuci dari berbagai jenis tanaman/ pohon dan binatang hutan demi membangun suatu resort yang mewah untuk para jutawan ini. Kemudian amati mereka yang hidupnya di pinggiran telah menjadi korban bencana alam (misalnya banjir) atas kemewahan di lain pihak. Ini hanya contoh kecil belum lagi dalam bidang lainnya.

Faktor penyebab mengapa Jakarta Pusat perekonomiannya stabil sedangkan di daerah justru menjadi lesu

Perputaran ekonomi di Jakarta Pusat sangat lancar, kita tidak lagi perlu melihat data dan fakta di lapangan. Amati saja pergolakan pilkada disana. Cermati angka-angka pembiayaan kampanye yang digelontorkan para calon pemimpinnya. Dari sana anda dapat melihat bahwa sesungguhnya APBD di pusat itu sangatlah tambun. Sebab mustahil calon kepala daerahnya mengeluarkan dana yang gede/ besar jikalau tidak tahu bakal menerima lebih dari itu kelak. Inilah hukum ekonominya: siapa yang menabur pasti akan menuai berlipat kali ganda. Belum lagi dampak sosial berupa perpecahan sampai konflik yang mungkin akan ditimbulkan dari situasi ini. Di daerah lainpun gejolaknya akan seperti ini selama perolehan uang tidak disetarakan antar manusia.

Uang adalah ancaman kedua setelah kekuasaan di negeri ini. Bisakah anda mengamati gerak-gerik manusia Indonesia mengikutinya? Bahkan sampai berujung pada cara-cara kotor. Ini jelas bukanlah kebiasaan yang baik

  1. Pemerintahan terkonsentrasi di Jakarta. Bukan rahasia lagi bahwa pusat pemerintahan Indonesia sangat terpusat di daerah Jawa sana. Istilah kata, “ini sudah takdirnya memang”.
  2. Aktivitas perdagangan dari dalam dan luar negeri terpusat di Jakarta. Hampir sebagian besar dipusatkan disini walaupun kita tahu di beberapa ibu kota provinsi yang lain ditemukan juga hal yang sama namun tidak seintens di pusat.
  3. Produksi barang hampir semuanya terpusat di Jakarta. Pabrik besar yang memproduksi berbagai bahan kebutuhan pokok manusia berbasis disana. Sekalipun di daerah lain terdapat juga cabangnya akan tetapi hal ini hanyalah distributor saja.
  4. Market online/ toko online juga adanya di Jakarta. Ketika anda lebih memilih belanja di toko online maka hal ini sama seja dengan belanja di Ibu Kota Negara (Belanja online sama dengan menambah tambun APBD Jakarta). Sebab semua kantor pusat dan manajemen toko online terseubt adanya disana. Jadi pajak penjualan yang anda berikan juga ditampung olehnya. Inilah yang membuat kota ini makin subur karena orang-orang di daerah lebih suka belanja online. Akhirnya daerah tempat anda tinggal tidak beroleh PPN 10% lagi, paling juga hanya pajak pengiriman yang jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, mulailah belanja secara konvensional jika hendak memajukan daerah anda.
  5. Ojek/ taksi online juga kantornya di pusat sana. Ini juga kantor pusatnya di pusat sana. Jadi semua pajak-pajak dan berbagai-bagai biaya yang seharusnya disetorkan ke daerah anda maka akan dialirhan ke Ibu Kota. Oleh karena itu, jika hendak memajukan daerah anda maka pesanlah taksi/ ojek secara konvensional.
  6. Pusat hiburan dan rekreasi juga terdapat di sana. Berbagai wahana rekreasi adanyapun di pusat sana. Lagipula pusat pengembangan karya seni juga terpusat disana.
  7. Orang-orang di daerah terlalu fokus pada uang. Biasanya karena kurang pengetahuan atau kurang apalah sehingga membuat suatu daerah tidak bisa memproduksi sendiri apa yang dibutuhkannya melainkan lebih memilih untuk mendatangkan semua kebutuhan warganya dari Jakarta sana.

Menghilangkan ketergantungan dari Jakarta

Jika daerah anda berada jauh dari Jakarta, mungkin akan merasakan bahwa perekonomian di sana lesu dimana daya beli yang berkurang. Lalu bagaimana cara menghilangkan ketergantungan akan hal ini? Menghilangkannya sama sekali jelas tidak bisa juga akan tetapi alangkah lebih baik jikalau daerah anda mulai mengambil alih, mengoptimalkan dan menguasai juga mengembangkan beberapa sumber daya yang dapat dihasilkan sendiri. Berikut selengkapnya.

  1. Perlu adanya komitmen dalam kebersamaan untuk mandiri. Tanpa kebersamaan mustahil kemandiriaan itu akan dicapai.
  2. Budayakan cinta produk daerah sendiri.
  3. Stop belanja online. Berbelanjalah di toko-toko yang telah tersedia di sekitar tempat anda jikalau hendak memajukan daerah sendiri.
  4. Berhenti memesan ojek/ taksi secara online.
  5. Masing-masing daerah harus menggali dan mengembangkan sumber daya dan potensi yang ada disana.
  6. Mulai menghasilkan barang dan jasa sendiri.
  7. Membuat tempat hiburan/ tempat rekreasi/ tempat wisata sendiri.
  8. Kesetaraan menjamin ketersediaan uang di tangan masyarakat. Sehingga mereka bisa membelanjakannya untuk membeli berbagai potensi daerah yang telah tersedia disana.

Pada dasarnya, tidak ada kebersamaan tanpa kesetaraan dan mustahil mencapai kesetaraan tanpa komitmen bersama. Selama masih ada sumber daya yang dapat diperbaharui maka selama itu pulalah setiap warga negara berhak menikmatinya. Lagipula, daripada sumber daya tersebut dibuang-buang dan menjadi tidak dimanfaatkan, mubazir tau….

Semoga perekonomian Indonesia berumur panjang!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s