11 Penyebab & Cara Mengatasi Busuk Pada Buah Dan Sayur Yang Terlalu Cepat Maupun Karena Hama dan Mikroorganisme

Cara alami dan efektif mengatasi busuk buah dan sayur pada komoditas pangan yang dibeli dari pasar

Tanaman adalah makanan yang kaya dengan antioksidan, serat, vitamin dan mineral. Mengkonsumsinya setiap hari adalah sebuah solusi praktis untuk menjaga daya tahan tubuh tetap prima. Dampak baik dari kebiasaan ini, yakni mikroorganisme yang menyerang tubuh tidak dapat berbuat apa-apa karena sistem imun telah menjagamu secara lebih ketat. Sehingga sekalipun sehari-hari terpapar dengan virus, bakteri dan jamur, tetap tidak menimbulkan masalah kesehatan. Justru paparan dengan kuman melatih daya tahan tubuh untuk dipersiapkan melawan pengganggu lainnya.

Mengkonsumsi buah dan sayur adalah sudah sewajarnya untuk menyeimbangkan diet harian anda. Tanpa sayuran makanan itu seolah kering dan tertahan di kerongkongan. Ini semakin diperparah ketika nasi yang turut di atas piring adalah hasil memasak semalam yang strukturnya agak keras karena dimakan waktu (semalaman = 12 jam). Butuh sedikit kuah sayur untuk membuat makanan semacam ini lancar masuknya ke dalam perut. Akan tetapi, “bila tidak ada apa boleh buat, nggak mungkin juga bersungut-sungut karena keadaan ini”. Terima saja apa adanya (yang penting makan, ckckckckkkkk) lalu manfaatkan sesuatu yang lain. Yang sering kami gunakan untuk melembabkan sedikit makanan itu agar tidak keselek waktu ditelah yaitu dengan mencampurkannya dengan kecap asin (manis juga boleh, terserah sesuai selera loe).

Jika selama ini kebiasaan anda mengkonsumsi cemilan dari makanan berkarbohidrat dan lemak tinggi yaitu sejenis junk food. Andapun dapat memperbaiki kebiasaan ini menjadi lebih positif dengan memuaskan hasrat ngemil untuk mengkonsumsi buah dan sayur yang dikemas dengan cara yang menarik. Misalnya dengan di jadikan rujak, dijadikan soup b. dan yang lainnya. Sekalipun demikian mengkonsumsi kedua komoditi ini apa adanyapun masih tetap memberikan cita rasa yang nikmat terutama buah-buahan. Beberapa yang tetap nikmat dikonsumsi mentah tanpa diolah terlebih dahulu adalah pisang, mangga, kueni, jeruk manis, semangka, melon, jambu biji, jambu air, nangka, salak dan lain sebagainya.

Faktor yang menyebabkan buah dan sayur mudah membusuk sehingga tidak layak konsumsi

Cepat tidaknya buah dan sayur yang dibeli oleh keluarga membusuk disebabkan oleh berbagai faktor. Ini dimulai dari proses penanaman saat petani menyemaikan, merawat, memupuk, menyiram hingga menunggu selama berhari-hari, berminggu bahkan dalam beberapa bulan (untuk jenis sayuran) dan tahun (untuk jenis buah-buahan dari golongan pohon). Setelah itu ditentukan juga saat proses pemetikan (penuaian), pengemasan, pengiriman hingga penjualan oleh para pedangan. Berikut beberapa faktor penyebab yang kami maksudkan.

Dalam masa tanam sebelum sampai ketangan penjual (distributor).

  1. Tidak diambil dari bibit unggul.

    Petani kurang jeli menentukan bibit terbaik lalu memilih secara serampangan sehingga besarnyapun tidak memberikan hasil maksimal.

  2. Akibat serangan hama.

    Ada begitu banyak hama serangga yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman anda terutama dalam proses pembuahan. Serangga yang sering menyebabkan pembusukan dari dalam adalah lalat buah (dalam bentuk larva). Dimana lalat ini menyerang tanaman holtikultura dan tanaman pohon semasa pembungaan. Saat hinggap pada bunga sekalian si lalat ini meletakkan telurnya pada putik sehingga secara tidak sengaja masuk ke dalam dan tumbuh seiring dengan besarnya komoditas tersebut. Pada akhirnya larva si lalat ini akan tumbuh, berkembang dan menjadikan dagingnya sebagai sumber makanannya hingga menjadi dewasa.

  3. Karena serangan mikroorganisme.

    Kuman dapat merusak buah dan sayur secara bertahap hingga menyebabkan pembusukan masif. Beberapa jenis bakteri yang kami maksud adalah Erwinia carotovora, jamur Botryodiplodia theobromae Penz dan lain sebagainya.

  4. Pemilihan pupuk yang kurang baik.

    Petani benar-benar membutuhkan yang namanya pupuk yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh tanaman sehingga sekalipun ada serangan dari hama dan kuman semuanya itu bisa dikendalikan sepenuhnya.

  5. Proses pemetikan buah yang menyebabkan luka pada kulit buah.

    Tahukah anda bahwa kulit berfungsi untuk melindungi bagian yang lembut di dalamnya? Peran ini seperti tameng bagi seorang tentara di medan perang. Jadi ketika proses pemetikan yang dilakukan kurang hati-hati maka kerusakan pada kulitnya dapat mempercepat proses pembusukan.

  6. Pemetikan yang terlalu muda atau terlalu masak.

    Pemetikan buah dan sayur yang dilakukan lebih awal dapat mengganggu proses pematangan dan membuatnya rentan dengan serangan mikroorganisme selama proses distribusi dan transportasi. Sedangkan pemetikan yang terlalu lambat dapat mempersingkat waktu pembusukannya. Oleh karena itu tahapan ini butuh pengalaman tentunya.

    Selama proses distribusi.

  7. Dalam proses pengemasan.

    Teknik pengemasannya harus benar-benar memadai. Kita tahu bahwa buah sekalipun telah dipetik dan dikemas, tetap memiliki klorofil yang aktif untuk berespirasi. Ketika zat hijau daun kontak dengan udara luar maka oksigen disana akan diubah menjadi H2O (air). Keadaan ini justru merugikan pihak distributor karena beresiko menyebabkan buah dan sayur lebih cepat busuk. Itulah mengapa beberapa distributor melakukan transportasi dalam bungkusan plastik ketat untuk mencegahnya kontak dengan udara bahkan terkadang dikemas dalam kantong yang hampa udara sehingga tidak mudah busuk.

  8. Proses penyimpanan.

    Tempat penyimpanan buah dan sayur yang tidak aman dan efektif di tangan distributor/ pedagang dapat membusukkan komoditas ini. Apakah wadah yang digunakan sudah steril atau apakah tempat penyimpanannya sudah bebas dari bakteri dan jamur pembusuk? Keadaan ini jelas akan sangat mempengaruhi panjang pendeknya waktu penyimpanan agar tidak sampai merusak strukturnya baik dari luar maupun dari dalam.

    Sesudah sampai di tangan konsumen.

  9. Cara penyimpanan.

    Sesaat setelah buah dan sayur sampai ke tangan konsumen maka yang menentukan ketahanan komoditas ini adalah tempat menyimpanannya. Semakin baik tempatnya maka semakin tahan lama akan tetapi semakin rawan/ rentan/ beresiko tempat penyimpanan itu maka semakin cepat pula busuknya.

  10. Pencucian yang terlalu dini.

    Tahukah anda bahwa kedua komoditas ini memiliki sel-sel imun dibagian terluar kulitnya? Jika anda mencuci keduanya padahal tidak segera dimakan maka sel-sel imunologis (antioksidan) yang terkandung pada permukaannya akan luntur sehingga melemahkan terutama saat serangan kuman datang dari udara dan lingkungan tempat penyimpanan yang tidak higienis dan lembab.

  11. Memang sudah waktunya busuk.

    Buah dan sayur juga makhluk hidup yang tidak abadi. Ini sudah hukum alam kecuali yang sintetis. Semakin lama waktu berlalu maka semakin banyak enzim amilase, protease dan enzim pembusuk lainnya dihasilkan. Pada akhirnya proses degradasi tidak dapat lagi ditolak bahkan sekalipun anda berusaha untuk membuatnya tahan lama, semua sia-sia belaka. Itulah hidup teman, dimana ada awal maka disitupula ada akhir. Hanya rentang waktu hidup kita yang berbeda-beda satu sama lain.

Cara mengatasi agar buah dan sayur tidak cepat busuk

Usaha ini harus disejajarkan mulai dari proses penanaman, perawatan, pemberian pupuk, pemetikan, pendistribusian, penyimpanan hingga sampai ke tangan konsumen. Semakin higienis, efektif dan tertata rapi proses tersebut maka semakin lama pula rentan waktu sampai benar-benar busuk. Metode yang kami tampilkan berikut ini tidak hanya dapat diterapkan pada berbagai jenis tanaman buah (apel, pir, jagung, b. naga, labu, mentimun, tomat, cabai merah, cabai rawit, kentang, wortel dan lain-lain) melainkan juga dapat diterapkan pada berbagai jenis sayuran misalnya brokoli, buncis, kacang panjang, kol, daun ubi kayu dan lain sebagainya. Berikut beberapa cara mengatasi dan menghentikan sementara proses pembusukan dini.

Selama masa tanam – proses pertanian.

  1. Menggunakan bibit unggul yang tahan hama dan penyakit.

    Pastikan anda telah melalui proses seleksi yang ketat sebelum memilih bibit terbaik. Belajarlah dari pengalaman bertani selama ini atau dari asumsi-asumsi sesama petani yang dianggap “ada baiknya dicoba”. Atau jika mau yang praktis maka silahkan membeli bibit di toko pertanian terdekat.

  2. Perhatikan kesehatan tanaman dari hama.

    Baik tanaman palawija maupun tanaman pohon sama-sama memiliki hama (serangga) yang beresiko mengganggu pertumbuhan dan proses pembuahan. Oleha karena itu, sebaiknya petani menggunakan cara alami untuk membasmi serangga pengganggu, misalnya dengan menyemprotkan tanaman dengan larutan garam dengan kadar tertentu.

  3. Melawan hama dengan musuh alaminya.

    Anda dapat memanfaatkan predator dari serangga pengganggu tersebut untuk mengeliminasinya dari sekitar lahan pertanian. Misalnya dengan memanfaatkan laba-laba, jengkrik, burung dan lain sebagainya. Biarkan predator ini hadir dan berpatroli di sekitar tanaman anda.

  4. Perhatikan kesehatan tanaman dari serangan kuman.

    Saat tanaman mengalami kelainan, anda harus sigap dan segara mengamati baik-baik bagian-bagian yang sakit pada tumbuhan tersebut. Potong bagian ini lalu singkirkan jauh-jauh dari area tanam. Kemudian anda dapat menyemprotkan larutan garam isotonik ke area yang mengalami cidera. Tahukah anda bahwa sebagian besar tubuh makhluk hidup (termasuk tumbuhan) terdiri dari natrium (terutama bagian yang keras) dan khlor (pada bagian yang lembut). Kedua jenis ion ini ditemukan dalam jumlah banyak dalam tubuh makhluk hidup dan berperan penting dalam proses regenerasi sel.

  5. Gunakan pupuk terbaik.

    Tidak perlu jauh-jauh mencari pupuk terbaik di dunia. Bahan tambahan ini tidak ada di Amerika atau di Inggirs atau di Rusia melainkan bahan ini ada dilautan. Garam adalah bahan tambahan yang sangat dibutuhkan oleh semua jenis makhuk hidup di bumi ini. Pada dasarnya segala unsur hara tanaman telah dibawa jauh oleh aliran air permukaan ke sungai-sungai hingga akhirnya bermuara ke lautan. Oleh karena itu baik bagi anda untuk senantiasa menyiramkan tanaman dengan garam isotonik yang ada manis-manisnya. Tidak hanya berperan untuk mencegah pembusukan. Senyawa yang satu ini juga sangat bermanfaat untuk membuat buah tetap manis di lidah.

    Pemberiannya satu sendok per satu minggu. Atau bisa juga diberikan setiap hari asalkan dalam kadar isotonik yaitu yang rasanya agak manis. Ada baiknya jika anda bereksperimen sendiri sebab praktek lebih baik daripada teori.

  6. Menjaga proses pemetikan buah.

    Berhati-hatilah saat memetik hasil jerih lelah anda selam ini. Hindari menyebabkan perlukaan pada permukaannya. Sebab kulit adalah perisai pelindung dari serangan mikroba jahat.

    Ada baiknya jika anda memanen tidak terlalu dini dan tidak terlalu telat. Hal-hal yang berlebihan atau kekurangan biasanya tidak mendatangkan manfaat positif pada hasil tuaian yang diperoleh.

    Mengamankan proses ditribusi.

  7. Kemasan buah dan sayur.

    Jika ingin segera di jual maka tidak perlu proses pengemasan yang rumit. Akan tetapi jika anda membutuhkan waktu distribusi yang tidak singkat maka perhatikanlah hal-hal berikut:
    – Gunakan wadah yang higienis dan kering.
    – Jagalah jarak antara sehingga tidak terlalu sempit lalu menyebabkan kerusakan.
    – Usahakan untuk tidak kontak dengan udara langsung. Membungkus dengan plastik hampa udara.
    – Hindari menumpuk terkecuali jika telah dikemas pada wadah dengan struktur kerasa.
    – Selama proses transportasi tidak perlu buru-buru mengemudi sebab goncangan keras dapat menyebabkan kerusakan pada permukaannya.

  8. Selama proses penyimpanan.

    – Gunakan wadah penyimpanan yang higienis.
    – Simpan di tempat yang sejuk dan kering.
    – Hindari dari paparan sinar matahari langsung.
    – Awasi dari serangga pengganggu dan binatang pengerat.
    – Semprotkan di pagi hari dengan larutan garam.
    Garam adalah pengawet. Akan tetapi kami tidak tahu pasti berapa kadar agar buah dan sayur tetap awet selama proses distribusi/ penjualan. Silahkan coba sendiri teman, itu bisa saja pada kadar 1%, 2%, 3,5% atau lebih lagi. Selain mencegah pembusukan oleh mikroorganisme. Garam juga dapat membuat serangga dan binatang pengerat (tikus) menjauh dari barang dagangan anda.

    Setelah sampai di tangan konsumen.

  9. Tempat penyimpanan.

    Sepulangnya dari pasar/ toko/ kios/ warung, dimana anda menyimpan buah dan sayur setelah sampai di rumah? Wadah yang digunakan sangat menentukan daya tahan komoditas ini.
    – Letakkan di wadah yang kering dan bersih (higienis).
    – Boleh di letakkan di ruangan terbuka jika segera dikonsumsi.
    – Hindari mencuci permukaannya jika tidak segara dimakan.
    – Jika terletak dalam kemasan plastik hampa udara maka pertahankan itu selama belum dikonsumsi.
    – Penyimpanan di kulkas dapat dilakukan jika tidak segera dimakan.
    – Khusus untuk sayuran, bungkus rapi dengan koran sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.

  10. Jangan lupa dimakan.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa tidak ada yang abadi. Jikalau anda lupa mengkonsumsi komoditi ini dalam jangka waktu yang lama maka busuk itu tidak akan terjadi juga. Oleh karena itu, berbelanjalah sesuai kebutuhan saja, untuk apa banyak-banyak, ntar mubazir lagi…..

Segala sesuatu di dunia ini akan menjadi busuk. Bahkan manusiapun akan mengalami kerusakan dan sakit jikalau daya tahan tubuhnya kurang. Oleh karena itu, Perkuat daya tahan tubuh tanaman maka buah dan daunnya (sayur) tidak akan mudah busuk.

Demikian saja teman. Salam sehat alami!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s