7 Solusi Dari Masalah Di Indonesia Adalah Keadilan Sosial – Pemerataan Kesejahteraan Solusi Jangka Pendek, Pemerataan Pengetahuan Solusi Jangka Panjang

Solusi Dari Masalah Utama Di Indonesia Adalah Keadilan Sosial – Pemerataan Kesejahteraan Adalah Solusi Jangka Pendek Sekaligus Jangka Panjang

Adil adalah (1) sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak; (2) berpihak kepada yang benar; berpegang pada kebenaran; (3) sepatutnya; tidak sewenang-wenang. Merupakan persoalan yang sangat fundamental. Tanpa rasa adil maka akan lebih banyak gejolak yang timbul di dalam hati masing-masing manusia. Bila hati saja sudah bergelora niscaya perkataan dan perilakupun akan ikut-ikutan bergelombang.

Manusia menjadi binatang tanpa keadilan sosial

Tanpa keadilan, kehidupan manusia tidak ada ubahya dengan kehidupan binatang di alam liar. Mengapa hewan di alam liar saling bunuh membunuh? Bahkan kawannya sendiripun dilahapnya! Semua ini terjadi demi kesejahteraannya. Demikian jugalah hidup bersosial itu. Ketika seseorang belum tercukupi kebutuhannya maka ada kecenderungan yang lebih untuk mengutil, mentokohi, merampas bahkan membunuh sesamanya sendiri.

Tahukah anda apa kebutuhan yang paling fundamental dalam kehidupan ini? Inilah yang namanya kebutuhan akan ilmu pengetahuan yang memadai. Tanpa pengetahuan dan wawasan yang memadai maka manusia tidak ada ubahnya dengan hewan liar di alam rimba. Saling menekan dan saling menakuti satu sama lain demi memperebutkan sumber daya (makanan dan minuman) yang diperlukan sehari-hari.

Dengan pengetahuan yang dimilikinya manusia belajar untuk mengendalikan diri. Lewat ujian sosial yang terjadi di masyarakat kita dilatih untuk menekan bahkan menghilangkan rasa kebinatangan itu. Lewat pengetahuan tentang garam dan terang maka kita belajar untuk tampil lebih sehat di segala kondisi. Dengan mempedomani garam dan terang dunia maka kita dapat mengolah bahkan memutar kebutuhan hidup sehari-hari (termasuk makanan dan minuman) sehingga tetap ada untuk keberlangsungan hidup manusia turun temurun.

Tanpa pemerataan maka setiap orang akan berebut sumber daya bahkan sampai menghalalkan segala cara

Mari amati negeri kita Indonesia, terbentang dari Sabang sampai Merauke; dari ………… sampai Pulau Rote. Keunggulannya adalah rasa keberagaman yang sangat kental terutama dalam hal perbedaan suku dan agama. Dari sini Indonesia mulai terpecah-pecah. Keadaan ini semakin diperparah oleh banyaknya organisasi yang notabene mirip-mirip satu sama lain (hanya beda-beda tipis saja). Mengapa hal ini terjadi? Semuanya demi memperebutkan jatah dari pemerintah. Otomatis jatah terbanyaknya dipegang oleh orang-orang cerdas di bagian inti organisasi (manajemen) tersebut.

Mari mendekat dan sedikit mengamati perhelatan demokrasi (PEMILU 2017) di Jakarta Pusat. Orang-orang berkerumun untuk memperebutkan kesejahteraan itu dari tangan para calon pemimpinnya. Tidak mungkin jugalah mereka berkerumun dengan gratis, “semuanya ada upahnya kale….” Perhatikan saja angka-angka untuk dana kampanye yang dipergunakan, berada pada kisaran puluhan miliar. Bukankah ini angka yang sangat fantastis. Sudah bukan rahasia umum lagilah bahwa nominal yang dilaporkan hanyalah sebuah fenomena gunung es, biaya kotor saja. Istilahnya masih lebih banyak yang digunakan daripada jumlah yang disebutkan.

Manusia pada rebutan untuk meraih gelontoran uang yang dikeluarkan oleh para calon pemimpin. Bahkan dari jauhpun kita bisa mengamati betapa panasnya situasi pilkada itu, sampai-sampai ada diskriminasi sosial “yang membenci kaumnya sendiri (seseorang dalam agama sendiri) yang notabene adalah pendukung calon lain yang tidak sepaham dengannya”. Sudah kemanakah arah manusia jaman sekarang? Semudah itukah mereka menyebarkan kebencian? Bukankah ini awal dari tercerai-berainya bangsa ini? Dipelintir oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan hal-hal yang di luar logika. Dan semuanya ini terjadi demi uang dan kekuasaan.

Kondisi ekonomi dan persaingan usaha menjadi kacau balau karena kurangnya rasa adil itu

Masih santer ditelinga tentang perseteruan antara ojek online dan ojek konvensional, antara taksi online dan taksi konvensional yang mencapai puncaknya yaitu antara pengemudi online dan pengemudi konvensional di salah satu daerah tersohor di Jawa Barat. Kisruh terjadi dimana-mana, sampai pengrusakan bahkan hingga mogok masal. Bukankah semuanya ini terjadi karena memperebutkan kesejahteraan?

Coba amati disekitar anda teman. Berbagai-bagai usaha dibuka oleh orang-orang yang cerdas dan kreatif. Namun sangat disayangkan kesemuanya itu hampir-hampir tidak ada bedanya satu sama lain. Paling-paling hanyalah nama usahanya saja yang berbeda sedangkan produk yang dihasilkan adalah sama saja. Mereka yang pintar-pintar melacak, menjaring bahkan menjebak pelanggan pada meroket menembus batas. Akan tetapi orang-orang yang berusaha dengan jujur dan sepenuh hati tertinggal jauh di belakang.

Kondisi akar rumput tidak jelas tapi teganya para wakilnya masih sempat jalan-jalan ke luar negeri

Masyarakat masih belum semuanya sejahtera, kekacauan masih kerap terjadi. Perbedaan pendapatan antara orang miskin dan orang kaya sangat jauh dari kata melegakan. Tapi lihat para pemimpin kita masih sempat jalan-jalan ke luar negeri. Apakah ini yang namanya keadilan sosial itu? Ketika kebanyakan masyarakat masih bermasalah dan jauh dari rasa nyaman namun para pemimpinnya ramai-ramai menikmati hidup enak di tempat lain. Yang kaya semakin bertambah-tambah kaya sedangkan yang miskin masih saja hidup dalam kemelaratan/ kemiskinan dan pengangguran.

Bukankah lebih baik uang para pemimpin kita yang jumlahnya berlebihan dan disimpan di bank itu dibagikan kepada seluruh masyarakat sehingga semua orang yang memiliki KTP Indonesia berbahagia menjalani hari demi hari, sebab para pemimpinnya adalah orang-orang yang memiliki hati nurani. Inilah yang sebenarnya dirindukan oleh masyarakat Indonesia, yakni ketika para pemimpinnya bukan saja hanya cerdas di otak melainkan juga memiliki hati yang mau mengasihi orang-orang yang berada dibawah, yang hidupnya sedang tidak beruntung.

Para pemimpin harus pandai memajemen sumber daya dan jangan hanya fokus pada uang

Indonesia ini kaya dengan sumber daya alam yang melimpah ruah. Kita sangat beruntung berada di zamrud khatulistiwa sehingga negeri ini kaya raya dari ujung barat ke ujung timur, dari selatan ke utara. Sedangkan sumber daya manusia yang kita miliki juga luar biasa, sudah terbukti dan dipakai diberbagai negara di dunia. Namun mengapa kita masih terus kekurangan? Mengapakah kita pelit memberitahukan dan menyebarkan ilmu yang dimiliki kepada orang lain? Siapa tahu orang tersebut kelak akan menjadi salah satu tokoh penting di negeri ini…

Pemerintah harus membuat pemetaan lengkap. Apa-apa saja sumber daya yang dapat diperbaharui? Lalu berapa jumlah sumber daya yang telah kita miliki sekarang? Dan berapa pula jumlah yang harus kita sediakan dalam waktu segera dan di waktu yang akan datang? Adalah sudah sepatutnya untuk membagikan secara merata apa yang sekarang telah kita miliki. Sehingga teriak kesengsaraan rakyat tidak menambah kecemasan malam anda (para pemimpinnya).

Cara mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia

Kami sendiri merasa kasihan dengan bangsa ini. Akibat perebutan uang dan kekuasaan maka banyak hal yang harus dikorbankan bahkan keadaan ini beresiko memecah-belah masyarakat. Dan bukan tidak mungkin akan ada wilayah yang akan memisahkan diri dari NKRI. Oleh karena itu, demi persatuan dan kesatuan seluruh anak bangsa maka diperlukan yang namanya kesetaraan dalam berbagai bidang sehingga setiap orang tidak lagi hidup di bawah bayang-bayang orang lain melainkan semuanya bisa menjadi diri sendiri dan menjalani hidupnya secara lebih baik lagi kedepannya.

  1. Pemerataan kekuasaan.

    Adil dalam membagi kekuasaan. Sesungguhnya yang namanya politik bagi-bagi kekuasaan itu adalah tidak ada. Ini sama saja dengan kebiasaan bagi-bagi jatah sumber daya yang sudah tersedia. Inilah yang terjadi ketika kekuasaan berada di tangan manusia alhasil akan termakan oleh sifat keserakahan yang sesat dan tidak terkendali. Karena itu, ada baiknya jikalau kekuasaan dikembalikan kepada masyarakat luas sehingga sekiranya ada ancaman yang datang maka semuanya akan pasang bandan membela NKRI. Dan karena kita berada di negara yang percaya akan adanya Tuhan maka sudah sepatutnya untuk memberlakukan undian (demokrasi Tuhan) setelah demokrasi rakyat (pemilu-voting). Pahami juga, Indonesia Demokrasi Sosialis.

  2. Pemerataan pendapatan.

    Merupakan solusi jangka pendek atas situasi yang terjadi saat ini (instabilitas – gejolak sosial). Jika perolehan uang tidak disetarakan maka masing-masing orang akan berusaha lebih gesit untuk menerjang lalu mendahului sesamanya agar bisa merebut lebih banyak uang dari tangan pelanggan. Lagipula pembagian keuangan yang tidak adil akan memicu ledakan pergerakan masyarakat pada profesi terntentu dimana semuanya itu terjadi demi hidup yang lebih kaya raya. Ada baiknya jikalau masyarakat diajarkan bahwa menjadi kaya itu adalah pasti akan tetapi bersabarlah. Sebab sistem yang digunakan adalah berdasarkan umur, semakin tua umurnya maka semakin sejahtera orangnya. Sedangkan yang masih muda harus belajar bertahan dan mengendalikan diri dari hawa nafsunya yang sesat sehingga sifat-sifat kebintangan itu bisa ia kendalikan sepenuhnya.

  3. Pemerataan pendidikan.

    Perolehan pendidikan tidak hanya terpusat di kota-kota melainkan juga di daerah-daerah terpencil. Ini tidak hanya fokus pada sarana dan prasarana yang tersedia melainkan lebih kepada kemampuan intelektual dan emosional tenaga pengajar yang ada. Sehingga para guru tidak hanya mengajar dengan kata-katanya di depan kelas melainkan juga menjadi contoh yang baik bagi para siswa-siswinya. Pemerataan skill tenanga pengajar adalah jalan cepat demi kesetaraan pendidikan di seluruh negeri.

  4. Pemerataan pengetahuan dan wawasan.

    Merupakan jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia yang sifatnya jangka panjang. Perolehan ini berhubungan erat dengan keterbukaan informasi dari pihak pemerintah dan swasta. Tanpa keterbukaan informasi mustahil terjadi pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan dibidang ilmu pengetahuan juga wawasan. Oleh karena itu, ada baiknya jikalau semua pihak disuguhkan dengan informasi yang benar. Bukan sesuatu yang merupakan hasil rekayasa untuk mendatangkan keuntungan bagi pihak lain.

  5. Pemerataan kesehatan.

    Salah satu syarat pertama agar seseorang menjadi bahagia adalah memiliki fisik yang sehat dan prima. Tanpa tubuh yang sehat maka tidak ada pula hari-hari yang menyenangkan dengan aktivitas yang padat bersama keluarga, sahabat, handaitolan, rekan kerja dan lain sebagainya. Kesetaraan di bidang kesehatan dapat dicapai dengan memberikan informasi yang benar tentang cara hidup sehat panjang umur.

  6. Pemerataan pekerjaan.

    Merupakan solusi jangka menengah demi kesetaraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Setiap masyarakat yang berumur 25 tahun berhak mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan bakat yagn dimiliki. Pengangguran adalah ancaman. Adalah lebih baik menggaji orang-orang yang bekerja daripada menggaji seorang pengangguran. Sebab mereka yang sedang menganggur rentan terkena stres hingga depresi yang kerap menimbulkan masalah sosial di masyarakat. Oleh karena itu, ada baiknya jikalau setiap orang bekerja sesuai bakatnya dalam kreativitas berkelompok sehingga waktunya tidak habis terbuang dalam hal yang sia-sia.

  7. Pemerataan keamanan (rasa aman).

    Rasa aman itu mahal, sewa pihak keamanan saja sudah berapa? Namun lain halnya ketika semua orang sudah sejahtera. Yakni apa yang kami miliki juga dimiliki oleh orang lain. Sehingga tidak ada lagi silat lidah dan pasang badan untuk mengambil sesuatu dari yang lainnya secara tidak sah (mencuri/ mencopet) sebab semua sudah dapat jatah yang mensejahterakan. Orang-orang yang telah sejahtera akan berpikir dua kali untuk meninggalkan keadaan seperti itu hanya demi sesuap nasi atau sekedar cara anak bersikap dengan sesamanya.

Tanpa kesetaraan maka bangsa Indonesia akan terus bergejolak dari tahun ke tahun. Keadaan ini diperparah oleh semakin banyaknya faksi yang beraneka rupanya di berbagai daerah (organisasi). Yakin sama kami, puncak ketidakadilan pemerintah adalah perpecahan NKRI. Oleh karena itu, sebagai solusi jangka pendek, menengah dan panjang maka keadilan sosial adalah mutlak untuk meningkatkan rasa kebersamaan (kegotong royongan) antara sesama anak bangsa.

Salam perubahan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s