8 Alasan Mengapa Pejabat Dengan Gaji Besar Cenderung Mengetuk Pintu Neraka

Alasan Mengapa Pejabat Dengan Gaji Besar Cenderung Mengetuk Pintu Neraka

Gaji adalah (1) upah kerja yang dibayar dalam waktu yang tetap; (2) balas jasa yang diterima pekerja dalam bentuk uang berdasarkan waktu tertentu (KBBI Luring). Merupakan tanda penghargaan atas jasa seseorang. Ini bisa juga dikatakan sebagai salah satu berkat yang datangnya daripada Tuhan tetapi melalui lembaga yang menaungi anda. Berapapun bayaran anda hari ini, syukuri itu teman.

Dalam ketidaksetaraan, manusia diukur dari kinerja yang ia berikan untuk instansi yang ditempatinya. Penilaian kinerja inipun sangat tidak relevan dalam kehidupan manusia sebab tidak mungkin hanya satu orang dapat melakukan satu pekerjaan. Tentu saja untuk menyelesaikan satu pekerjaan dibutuhkan beberapa orang untuk menyelesaikannya. Lagipula, jaman sekarang yang namanya bekerja bisa disandiwarakan asalkan saja ada kerja sama dan keterbukaan dari berbagai pihak.

Penilaian kinerja sangat tidak manusiawi sebab masing-masing orang memiliki beban kerja yang tidak sama akan tetapi sama-sama mendukung terselesaikannya sebuah pekerjaan. Ada yang menyelesaikan pekerjaan yang kotor dan ada yang bekerja ditempat yang sangat rapih dimana semuanya ini diperlukan untuk menggerakkan sebuah sistem. Pantaskah kita menakar pengorbanan yang telah dilakukan oleh setiap orang? Padahal orang-orang tersebut telah memberikan kemampuan terbaiknya untuk kebaikan bersama.

Faktor penyebab pejabat bergaji tinggi beresiko masuk neraka

a) Pilih mana: kebaikan dituai di bumi atau di Sorga

Perhatikan firman ini, Lukas 6:32-34 yang berkata demikian : Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.

Jadi bisa dikatakan bahwa tidak semua kebaikan yang kita lakukan akan diberkati oleh Tuhan. Setiap kebaikan yang telah diterima balasannya di bumi ini maka upahnya tidak lagi diperoleh di Sorga. Artinya, ketika anda melakukan sesuatu yang baik lalu beroleh upah/ gaji yang pantas atas hal tersebut maka tidak ada lagi upah di Sorga kelak sebab anda telah menuai apa yang telah ditabur.

Bisa kita katakan bahwa ada dua jenis tuaian dalam setiap taburan kebaikan yang kita lakukan, yaitu sebagai berikut.

  • Ada kasih yang ditabur di bumi ini dan upahnyapun dituai di bumi, yakni selama kita masih hidup.
  • Terdapat kebaikan yang kita tabur di bumi namun upahnya tidak dituai sekarang melainkan dituai kelak saat kita masuk Surga.

b) Lebih jelasnya mengapa pejabat bergaji besar lebih beresiko masuk neraka

Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa gaji yang anda terima sama dengan berkat yang diberikan Tuhan melalui organisasi yang anda tempati. Seberapa besar jerih lelah anda sudah terbayarkan di akhir bulan lewat pendapatan yang diperoleh. Inilah yang membuat anda beresiko masuk neraka. Berikut beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi.

  1. Seorang pejabat mendapatkan gaji yang lebih tinggi daripada bawahannya. Artinya, segala yang dilakukannya dan kebaikan yang didatangkannya pada instansi tersebut sudah dibayarkan lunas.
  2. Ketika ia melakukan sebuah gebrakan yang membawa dampak positif dan bermanfaat bagi kehidupan banyak orang. Maka kebaikan yang telah diperbuatnya itu telah dituainya lewat gaji ekstra tinggi (high class) yang diterimanya setiap bulan.
  3. Semua kebaikan yang dilakukannya dalam organisasi tersebut telah terbalaskan lunas oleh pengahasilan yang diperoleh. Artinya, tidak ada lagi upah yang besar di Sorga. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak ada lagi berkat di Sorga karena perbuatan besar itu melainkan yang ada palingan hanyalah berkat karena menunaikan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya dengan benar.
  4. Suatu saat yang tidak terduga, baik sengaja maupun tidak sengaja, ia melakukan kekhilafan/ kesalahan sehingga menyebabkan kerugiaan bagi banyak orang/ bahawahannya/ masyarakat luas.
  5. Saat ia menabur kejahatan/ kesesatan yang berdampak luas maka dosanya semakin bertambah banyak diakhirat kelak. Hitung saja berapa manusia yang dirugikannya maka demikianlah jumlah kesalahannya.
  6. Kesalahannya yang sedikit namun berdampak luas tidak dapat ditutupi oleh kebaikan yang telah ia lakukan selama menduduki jabatan tersebut. Sebab semua pengaruh baik (taburan) yang telah ia datangkan telah dituai (dibayar dengan gaji tinggi) selama ia masih hidup (lihat point 2).
  7. Inilah yang membuat dosanya yang berlipat kali ganda tidak dapat lagi diimbangi oleh kebaikan yang dilakukan (sebab sudah dituai lewat gaji yang diterima).
  8. Dalam cerita akhir zaman falsafah timbangan maka dapat disimpulkan bahwa sikawan ini lebih cenderung masuk neraka sebab dosa-dosanya lebih banyak daripada kebaikan yang telah dilakukannya.

3) Kesetaraan adalah solusi selamat dunia-akhirat

Inilah alasan mengapa kami memperjuangkan kesetaraan dalam kehidupan bersama. Bila bayarannya sama maka dosa yang sekalipun berdampak luas juga akan ditanggung secara bersama-sama kelak di akhirat. Bukan hanya anda yang tanggung melainkan seluruhnya sebab dari awal kalau untung kita bagi sama-sama dan jikalau rugi juga kita rugi sama-sama. Artinya, ketika terjadi kesalahan maka sekalipun secara tanggung jawab tugas anda yang disalahkan akan tetapi diakhirat kelak dosa yang berdampak luas itu tidak ditanggungkan seluruhnya kepada diri ini melainkan akan dibagi-bagi sama rata. Artinya jatah penghukuman yang kita perolehpun lebih ringan (kan ditanggungnya secara gotong royong oleh seluruh masyarakat).

Jika selama hidup di dunia kita melakukan banyak hal yang luar biasa maka semuanya itu sudah terbayarkan dengan semua gaji dan fasilitas yang sangat luar biasa juga yang diberikan oleh negara, sehingga di Sorga kelak tidak ada lagi upah karena perbuatan itu.  Akan tetapi pas kita melakukan kesalahan/ dosa maka besar dosa itu sebab bayarannya juga tinggi dan kerusakan yang ditimbulkannyapun luas.

Salam keadilan sosial untuk Indonesia yang lebih baik….

Iklan

2 comments

  1. […] “Mengapa hasil korupsi begitu besar nilainya?”. Karena mereka mengumpulkannya dan mengkoleksinya bukan dari satu orang saja melainkan dari seluruh rakyat Indonesia yang jumlahnya 200 Juta jiwa. Bayangkan jika apa yang menjadi hak rakyat dipotong sebesar Rp. 5.000,- dikalikan dengan 200 juta jiwa. Bukankah nilainya sangat fantastis “miliaran”. Jadi korupsi itu bukan mengambil seluruhnya melainkan mengambil sebagian hak orang banyak untuk dimasukkan kantong sendiri. Baca juga, Orang bergaji tinggi akan masuk neraka duluan. […]

    Suka

  2. […] Kami hendak kembali mengingatkan tentang sistem penggajian kepada anda. Jika memiliki bakat (talenta) yang banyak, pantaskah anda digaji tinggi? Memang jelas itu pantas. Akan tetapi upah anda hanya sampai disitu saja. Ibu Pertiwi telah membayarkan hasil jerih lelah anda sampai lunas bahkan melimpah ruah/ meluap-luap. Tidak ada lagi upah di Sorga kelak. Tapi, coba jika anda mau berbagi lalu menyerahkan pengelolaan potensi tersebut kepada negara, pastilah kebermanfaatannya akan dibagi secara merata kepada semua orang. Sehingga kelak andapun akan memperoleh harta di Sorga yang kekal. Resiko, bahaya memiliki pendapatan yang terlalu tinggi. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s