15 Dasar Kesetaraan Manusia Demi Terwujudnya Keadilan Sosial Dalam Kebersamaan (Gotong-Royong)

Dasar Kesetaraan Manusia Demi Terwujudnya Keadilan Sosial Dalam Kebersamaan (Gotong-Royong)

Kristen Sejati – Setara adalah (1) sejajar (sama tingginya dan sebagainya); (2) sama tingkatnya (kedudukannya dan sebagainya); sebanding; (3) sepadan; seimbang (KBBI Luring). Kesetaraan adalah sebuah komitemn untuk hidup dalam kebersamaan dimana masing-masing pihak duduk sama rendah sedang berdiri sama tinggi. Tidak ada lagi jarak yang begitu jauh untuk memisahkan kita. Juga tidak ada lagi yang namanya strata sosial dimana yang satu lebih penting dari yang lain. Melainkan semuanya hidup dalam persamaan hak atas sumber daya yang ada sekalipun memiliki potensi/ kemampuan yang berbeda-beda.

Tanpa kesetaraan, bisa dikatakan bahwa negara pilih-pilih kasih dalam menyokong kehidupan warganya. Mengasihi yang satu sedangkan yang lainnya adalah tidak penting. Harap diketahui bahwa dimana-mana dalam hidup ini, ketidakadilan telah menjadi sebuah pemicu dasar terjadinya konflik horizontal maupun konflik sosial diberbagai negara. Oleh karena itu teman, perjuangkan keadilan untuk Indonesia yang lebih baik dan maju.

Semua berawal dari ingatan tentang liturgi profesi

Ide awal kesetaraan kami dapatkan dari liturgi profesi yang selalu diadakan saat Natal sedang berlangsung. Ide ini datangnya begitu cepat dan langsung saja kami hubung-hubungkan dengan sesuatu yang ada dalam firman Tuhan. Liturgi ini jugalah yang membuat kami menyadari bahwa tanpa kesetaraan masing-masing orang akan menganggap dirinya hebat sehingga mulailah timbul kesombongan sekaligus iri hati lewat semuanya itu.

Kami perlu mengingatkan sedikit tentang liturgi profesi saat Natal kemarin. Ketika semua orang berdiri di atas panggung dan saling menunjukkan kehebatannya dimana masing-masing merasa lebih penting. Pada akhirnya mereka disadarkan bahwa tidak ada yang lebih penting, melainkan semuanya sama pentingnya dalam kesetaraan. Apakah dunia ini dapat berjalan tanpa petani? Mungkinkah anda dapat makan tanpa nelayan dan peternak? Dapatkah sistem berputar tanpa pemimpin? Adakah rumah tangga anda berjalan baik tanpa satpam/ supir/ pembantu rumah tangga? Inilah yang kami maksud dimana kita hidup dalam keteraan. Tanpa itu, tidak ada stabilitas sebab masing-masing merasa lebih penting dan merasa lebih pantas digaji dengan bayaran yang lebih tinggi.

Dasar Firman untuk kesetaraan di dalam masyarakat

Perlu kami utarakan dahulu diawal sebelum anda membaca seluruh tulisan di dalam blog ini bahwa kami bukanlah seorang sarjana theologia yang telah melakukan penelitian panjang tentang kesetaraan di dalam masyarakat. Semua yang ada disini hanyalah inspirasi yang datangnya dari atas. Anda berhak tidak percaya pada tulisan kami sebab melakukan analisa, penerjemahan dan transformasi tanpa memperhatikan aspek-aspek alkitabiah melainkan melakukan cara-cara sendiri yang bersifat pribadi dengan “gaya bebas”.

Kekristenan sangat mendukung paham kesetaraan. Bahkan bisa dikatakan bahwa inti dari Kekristenan sebenarnya adalah keadilan sosial. Ditinjau dari sudut manapun dan apapun maka ini adalah sebuah jalan keluar buat permasalahan yang terus dialami oleh negeri kita Indonesia. Tidak ada tawar-menawar lagi dalam hal ini melainkan sudah menjadi nilai yang sahih dan harus diterapkan untuk Indonesia yang lebih damai dan lebih maju. Oleh karena itu, mari berdoa bersama semoga para petinggi bangsa ini mau memperjuangkan hal ini.

1) Orang Israel selama berada di bawah bimbingan Nabi Musa dan tepat di bawah pimpinan Tuhan selama eksodus dari tanah Mesir ke tanah Kanaan

Keluaran  16:18 “Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.

Perjalanan eksodus bangsa Israel dari tanah pembuangan (Mesir) menuju ke tanah Kanaan adalah sebuah kisah yang sangat fundamental dalam ajaran Kekristenan. Langsung dibawah pimpinan Tuhan, mereka mengalami proses pemurnian (ujian kehidupan). Dimana orang-orang yang lebih suka bersungut-sungut, lemah hati, penuh dengan ketakutan dan yang gagal “move on” (maunya kembali lagi ke Mesir) benar-benar dibersihkan dari seluruh kelompok. Ini dibuktikan dengan terbunuhnya semua orang yang berumur dua puluh tahun ke atas dalam perjalanan di padang gurun terkecuali Yosua dan Kaleb.

Bukankah manna yang adalah makanan Sorga itu adalah pemberian langsung dari Allah. Perhatikan ayat di atas teman. “Orang yang mengumpulkan banyak” bisa dikatakan sebagai manusia yang gigih, pekerja keras dan intelek (pintar-pintar) namun bisa juga tergolong dalam kumpulan orang-orang yang serakah. Sedangkan “Orang yang mengumpulkan sedikit” bisa dikatakan bahwa mereka adalah orang yang kurang pengetahuan, memiliki kelemahan (cacat – miskin) dan kurang persiapan juga bisa berarti bahwa orang-orang ini adalah mereka yang suka bermalas-malasan. Tapi lihatlah pada bagian terakhirnya yang mencerminkan keadilan sosial (kesetaraan) yang dari pada Tuhan.

Dari sini dapat kita pahami baik-baik bahwa Tuhan itu adalah Allah yang sangat adil. Dia tidak hanya mengasihi orang-orang yang pintar (gesit) melainkan mereka yang lemahpun (miskin) dikasihi oleh-Nya di dalam kesetaraan. Coba bayangkan jikalau kala itu Tuhan bersikap tidak adil, pastilah kumpulan orang yang banyak itu keadaannya sama seperti sekarang ini, yakni pada terpecah belah akibat ketidakadilan sosial (ketidaksetaraan).

Apabila kita mengehendaki pimpinan Tuhan nyata bagi kehidupan seluruh umat manusia maka kuncinya adalah kesetaraan. Tanpa keadilan sosial Yang Maha Kuasa enggan menyertai apalagi mencurahkan berkat-Nya atas kehidupan masing-masing anggota masyarakat.

2) Bukankah inti kedua dari firman Tuhan adalah “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”.

Imamat  19:18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Di atas segala sesuatu yang paling tinggi adalah kasih (gagasan awalnya dari Rasul Paulus). Kebaikan kita adalah yang menyempurnakan Kekristenan. Tanpa hati yang mau mengasihi maka sia-sialah iman itu. Kasih adalah tindakan nyata. Tidak seperti yang kami lakukan diblog ini yang hanya berupa tulisan dan celotehan belaka. Tanpa kebaikan hati maka iman kita tidak ada artinya (bandingkan “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” (Yakobus  2:26)).

  • Bagaimana mungkin anda berkata bahwa mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri tatapi pendapatanmu dan pendapatannya berbeda padahal sama-sama bekerja pada satu sistem?
  • Mungkinkah dapat dikatakan bahwa anda telah mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri padahal fasilitas yang anda terima berbeda dengan yang diterima oleh orang lain?
  • Dalam hal apakah kamu mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri? Anda dan dia hanyalah berbeda profesi namun mendapat perlakuan yang berbeda.
  • Bukankah mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah sama dengan persamaan hak terhadap sumber daya yang ada?

3) Penglihatan Nabi Yesaya yang terus diulang-ulang dalam perjanjian baru

Coba perhatikan Firman yang menuntut kesetaraan di bumi ini. Firman yang sangat kontroversial dan diulang-ulang di dalam Alkitab. Sebuah kisah di padang gurun dengan Nabi Yesaya yang menyatakan bahawa : Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.” (Yesaya 40 : 3-5).

Karena begitu pentingnya Firman tentang kesetaraan ini maka ke empat Rasul Kristus menyebutkannya di zaman Perjanjian Baru. Mereka adalah Rasul Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Bahkan kami sendiri merinding ketika menuliskan setiap kata disini. Inilah yang sebenarnya persiapan yang kita giatkan untuk mempersiapkan agar kemuliaan Tuhan dapat berjalan di tengah-tengah kita. Bisakah anda membayangkannya? Ketika Roh Allah tercurah kepada semua orang dimana masing-masing mempunyai talenta yang berbeda-beda. Bukan saja hanya karya seni yang akan dinyatakan oleh Roh tersebut melainkan juga ilmu pengetahuan yang sebelumnya tidak pernah ditemukan oleh orang lain.

4) Tuhan mengehendaki agar negara menjadi kapitalis yang tidak hanya mengayomi orang benar melainkan juga menyokong kehidupan orang yang tidak benar.

Matius  5:45 menyatakan bahwa : Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Lagi-lagi Tuhan Yesus menyarankan kita untuk berteman dengan siapa saja: musuh, saudara, orang asing atau siapapun itu. Ia tidak mengehendaki orang Kristen menjadi sama seperti dunia ini yang cenderung pilih-pilih kasih. Tahu atau tidak, sadar ataupun tidak, Allah pencipta segala masa mengehendaki agar orang percaya adil dalam bersikap. Jangan hanya mengasihi saudara seiman, menyayangi orang-orang yang sepaham dan mencintai orang-orang yang pernah menolang kita saja melainkan alangkah baiknya jikalau kita menjadi orang yang terbuka untuk mengasihi siapapun juga.

Keadaan inipun turut didukung oleh aktivitas pelayanan-Nya selama di bumi. Bahwa ia tidak hanya datang kepada orang-orang Yahudi melainkan juga kepada orang-orang Samaria, kerap kali Ia datang. Padahal kita tahu sendiri betapa kuatnya ajaran kebencian antara orang Yahudi dan orang Samaria. Dari sini kita bisa melihat bahwa Tuhan tidak hanya mengasihi orang benar sebab justru Dia datang untuk mendekat dan merangkul orang berdosa agar mereka bertobat dari kesesatannya.

Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari banyak suku, agama, ras dan golongan. Di dalam perbedaan semacam ini, Allah mengehendaki agar kita tidak membeda-bedakan perlakuan kepada siapapun. Di tengah perbedaan agama di negeri ini, Tuhan mengehendaki setiap dari kita tidak memperlakukan manusia berbeda-beda: hanya mengasihi orang yang kita anggap benar melainkan juga mengasihi mereka yang dalam pandangan kita tidak benar. Inilah yang kami maksudkan dengan azas keadilan sosial.

Apabila Allah menginginkan agar umat yang dikasihinya tidak membeda-bedakan kasih kepada sesama manusia maka sudah pasti Ia juga mengehendaki kesetaraan dalam sekop besar, yaitu negara. Pemerintah adalah kapitalis tunggal dinegaranya. Mereka akan benar-benar menjadi wakil Tuhan di dunia ini jikalau mengedepankan kesetaraan bagi seluruh rakyat dan mengutamakan demokrasi (rakyat-pemilu dan Tuhan-undian) dalam mengambil keputusan.

Jadi ada tiga ciri khas pemerintah yang merupakan utusan Tuhan, yaitu mengedepankan keadilan sosial kepada seluruh masyarakat maupun termasuk kepada mereka sendiri (orang-orang dipemerintahan), mengedepankan pemilihan umum (demokrasi rakyat-voting) yang diakhiri dengan undian (demokrasi Tuhan-keberuntungan). Apabila pemerintah telah memenuhi semua syarat ini dan mengedepankan keterbukaan informasi maka dapat dikatakan bahwa mereka adalah wakil Tuhan di bumi ini.

5) Hidup ini bukan hanya soal uang melainkan pengabdian untuk ikut jalan Tuhan

Camkanlah Firman ini: Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku. (Matius 19:20-21)

Tentu saja orang muda itu kaya raya karena dia cerdas dan profesional. Tetapi Tuhan menyuruhnya untuk menjual semua hasil usahanya itu lalu membagikannya kepada orang miskin. Bukankah perintah ini salah satu cara untuk mencapai kesetaraan di dalam masyarakat? Dan lagi, menyuruh dia untuk mengikuti jalan hidup-Nya yaitu jalan salib. Mengabdi untuk bermanfaat bagi Sang Pencipta (Bapa-Nya) dan pengabdian untuk bermanfaat bagi sesama manusia.

Kami hendak kembali mengingatkan tentang sistem penggajian kepada anda. Jika memiliki bakat (talenta) yang banyak, pantaskah anda digaji tinggi? Memang jelas itu pantas. Akan tetapi upah anda hanya sampai disitu saja. Ibu Pertiwi telah membayarkan hasil jerih lelah anda sampai lunas bahkan melimpah ruah/ meluap-luap. Tidak ada lagi upah di Sorga kelak. Tapi, coba jika anda mau berbagi lalu menyerahkan pengelolaan potensi tersebut kepada negara, pastilah kebermanfaatannya akan dibagi secara merata kepada semua orang. Sehingga kelak andapun akan memperoleh harta di Sorga yang kekal.

6) Filosofi Tubuh Kristus dari Rasul Paulus

I Korintus 12:12-27 yang berkata demikian : Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.

Rasul Paulus oleh pimpinan Roh Kudus kenal betul dengan situasi dunia saat ini dimana perbedaan sangat kental diantara manusia. Akan tetapi, itu bukanlah masalah besar sebab justru lewat karunia/ kemampuan/ potensi/ profesi yang berbeda-beda itulah kita saling mengisi satu sama lain. Ada kebutuhan yang harus dipenuhi sehingga kita butuh orang lain untuk melengkapi hidup ini agar lebih sempurna rasanya.

Tanpa rasa kebersamaan maka kita bukanlah apa-apa. Perpecahan akan terjadi jikalau semua merasa dirinya penting. Apabila masing-masing hanya mengutamakan dirinya sendiri maka orang-orang yang pintar-pintar akan mendapatkan jatah banyak sedangkan mereka yang lemah akan beroleh bagian yang lebih sedikit. Bukankah ini adalah awal dari perpecahan? Mereka yang cerdas namun tidak puas dengan sistem akan menghasut, mengintimidasi dan memprovokasi orang lain (terutama yang lemah) untuk melakukan pemberontakan (terorisme – faksi memerdekakan diri) atau membentuk sistem/ organisasi/ komunitas yang lainnya.

Sudah saatnya setiap dari kita merasakan betapa pentingnya peran kehidupan orang lain dalam keseharian ini. Jangan lagi kita suka membanding-bandingkan antara profesi ini dan profesi itu. Mengamati dan menakar kelemahan profesi lainnya sehingga menganggap mereka pantas direndahkan. Kita memperlakukan orang lain disana tidak seperti diri sendiri lalu menjatahi mereka sumber daya yang sangat minim bahkan terbatas, sedangkan disini kita sendiri puas-puas menikmati sumber daya yang dihasilkan dari sebuah sistem/ organisasi/ komunitas/ negara. Inilah yang kami maksudkan dengan ketidakadilan itu. Apabila semuanya telah mengambil peran untuk menjalankan sistem maka sudah sepatutnya semuanyapun mendapatkan hak yang sama atas sumber daya yang tersedia.

Alasan lainnya mengapa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah sangat penting

Dalam kaidah-kaidah sosial terdapat banyak sekali aturan yang menyiratkan keadilan sosial. Beberapa ada yang menuliskannya secara eksplisit seperti pada Pancasila. Dan ada pula yang menyiratkannya secara implisit. Semuanya itu sudah ada untuk dijadikan sebagai referensi agar bangsa ini menjadi lebih baik. Masalahnya sekarang adalah apakah para petinggi negeri ini mau menggunakannya secara bersama-sama. Berikut beberapa yang kami temukan secara tidak sengaja di jalanan.

7) Azas keadilan sosial

Tertulis jelas dalam Pancasila sila ke empat bahwa keadilan adalah hak seluruh warga negara tanpa terkecuali. Tidak adalagi istilah yang menyatakan bahwa profesi ini berhak mendapatkan jatah lebih banyak dari pemerintah sedangkan profesi yang lain apalagi buruh tidak berhak disejahterakan oleh negara. Seharusnya tidak ada perbedaan yang signifikan antar profesi. Satu-satunya yang membedakan perolehan pendapatan untuk setiap orang adalah berdasarkan umur dan pendidikan.

Mengapa berdasarkan umur? Sebab lebih baik bagi seorang muda untuk hidup tertekan di masa mudanya sehingga ia belajar untuk mengendalikan hawa nafsu yang sesat dan kebinatangan yang ada di dalam dirinya. Demikian juga soal pendidikan, jikalau semuanya disetarakan maka ada kecenderungan generasi berikutnya akan malas bersekolah apalagi kuliah. Sekalipun demikian perbedaan gaji yang kami maksudkan disini adalah perbedaan pendapatan yang tipis dan tidak terlalu signifikan.

8) Azas persamaan hak dimata hukum.

Undang-undang telah menjamin kesetaraan antar manusia, dimana semua orang adalah sama dihadapan hukum. Tidak ada yang tinggi, rendah, besar, kecil, panjang, pendek dan lain sebagainya. Seluruh hukum yang ada di Indonesia berasal dari undang-undang dasar dan GBHN. Dimana semua aturan ini didasari dan tidak bertentangan dengan Pancasila. Tanpa Pancasila maka Indonesia tidak ada. Demikian juga dapat dikatakan bahwa tanpa undang-undang maka NKRI tidak pernah berdiri karena hukum adalah negara itu sendiri. Jadi bisa dikatakan bahwa semua warga adalah sama derajatnya dimata negara. Artinya, sama-sama memiliki hak yang setara atas uang negara (Anggaran Pendapatan Belanja Negara).

9) Azas ekonomi kerakyatan

Dalam ekonomi kerakyatan dapat dikatakan bahwa pusat perputaran ekonomi adalah negara sebagai kapitalis tunggal sedangkan semua sumber daya ekonomi ditujukan untuk mensejahterakan seluruh masyarakat. Bukan hanya kalangan tertentu saja. Melainkan semua kalangan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kemakmuran negaranya. Ekonomi kerakyatan berarti pengendali perputaran uang digerakkan dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat.

10) Azas kebersamaan, “Bhineka tunggal ika”.

Sejak dari awal kehidupan, manusia telah ditakdirkan untuk hidup bersama dengan manusia lainnya. Tanpa persatuan dan kesatuan maka berbagai-bagai macam ancaman, tantangan, gangguan dan halangan (ATHG) dari luar akan bermunculan ke permukaan. Semuanya ini dapat datang secara terang-benderang seperti perjuangan para teroris dan perjuangan memerdekakan diri namun bisa juga dalam bentuk yang masif tapi kuat dan gencar dilakukan seperti di dunia maya. Mengapa paham radikalisme lahir di negeri ini? Satu-satunya alasan adalah karena tidak ada kesetaraan dalam hal perolehan uang dan kekuasaaan. Tahukah anda bahwa semakin besar harta duniawi dan kekuasaan maka semkin tinggi pula kekuatiran atau perasaan terancam yang mungkin anda dapati cepat ataupun lambat?

Sejarah masa lalu telah membuktikan betapa kuatnya semangat gotong royong diantara para pendiri bangsa. Perjuangan kemerdekaan dilandaskan atas dasar kebersamaan ditengah perbedaan yang ada. Wilayah yang sama, nasib yang sama, luka yang sama, penderitaan yang sama dan musuh yang sama. Itulah rasa kebersamaan yang mempererat rasa persatuan dan kesatuan antar segenap anak bangsa. Dengan semangat gotong royong maka semua orang bahu-membahu untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan hingga menjadi seperti sekarang, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kita berbeda satu sama lain tetapi bukan berarti itu semua membuat kita bercerai berai. Justru di dalam perbedaan itulah manusia saling mengisi kelemahan yang satu dengan yang lainnya sehingga keberadaannya lebih lengkap di bumi ini. Oleh karena itu ada baiknya jika perbedaan tidak dimaknai sebagai suatu sumber masalah yang harus diperdebatkan. Yang lebih penting adalah bila masing-masing orang melakukan apa yang dia bisa lakukan, memberikan apa yang bisa dia berikan sehingga secara bersama-sama sistem terus bergerak demi kemakmuran bersama.

11) Azas kedaulatan rakyat

Indonesia adalah negara demokrasi. Para pendiri negeri ini telah melandaskan Indonesia dalam paham demokrasi dimana kekuasaan tertinggi dipegang oleh rakyat, untuk mensejahterahkan seluruh rakyat dan semua sumber daya yang digunakan berasal dari rakyat. Paham ini memiliki maksud yang jelas dan tegas yang menyatakan bahwa “pemerintah ada untuk rakyat, bukan rakyat untuk pemerintah”. Ini berarti bahwa sudah seharusnya negara ini mensejahterahkan seluruh masyarakat tanpa pandang bulu (secara merata). Dimana semua proses-proses yang ada melibatkan rakyat dan menjunjung tinggi keterbukaan informasi (transparansi anggaran).

12) Azas humanisme.

Manusia adalah tempatnya salah dan luka. Inilah yang mengharuskan kita untuk keluar dari sikap perfeksionis. Kami pernah membaca status seorang teman yang menyatakan bahwa “bila Tuhan menciptakan hari ini sempurna maka tidak ada hari esok”. Justru karena masing-masing dari kita tidak sempurna maka setiap orang memutuskan untuk bergaul, bersosialisasi dan berbaur dengan yang lainnya. Jika yang satu lambat dalam hal berkata-kata namun cedas di otak, sedangkan yang lainnya mampu berucap cepat dan halus namun kecerdasannya kurang: Bagaimana anda menilai kedua orang ini? Bukankah keduanya memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing? Pantaskah kita memberikan sumber daya yang lebih kepada yang satu sedangkan yang lainnya lagi kita kasih “sedikit saja”?

Jadilah manusiawi teman. Setiap orang memiliki kekurangan namun tidaklah pantas bagi kita untuk menghakiminya karena hal ini. Mengapa anda terus menerus menggunakan logika berpikir (kekuatan intelektual)? Yang hanya memikirkan “bagaimana biar untung terus?” Dibalik kecerdasan ilmu yang tinggi, andapun perlu mempelajari dan mengembangkan kekuatan emosional sendiri. Agar terjadi keseimbangan sehingga selain berpikir tentang keuntungan juga tetap memiliki hati nurani yang mau berbelas kasihan seperti:

  • bagaimana caranya agar orang lainpun merasakan hal yang sama dengan anda?”. Atau bayangkanlah
  • ada berapa banyak lagi saudara sebangsa yang masih melarat kehidupannya sampai sekarang?”.
  • setidaknya lihatlah kehidupan anak-anak disekitar anda, bagaimana nasibnya orang-orang ini tanpa pemerataan pendapatan?
  • amatilah sekitarmu, pantaskah orang-orang yang bekerja membanting tulangnya di bawah terik matahari dapat jatah lebih rendah dibandingkan dengan anda yang bekerja diruangan ber-AC yang hanya duduk-duduk saja?

Inilah yang kami maksudkan dengan motivasi hati yang mau mengasihi dibalik terwujudnya kesetaraan yang sesungguhnya.

13) Azas persaingan sehat.

Bisakah anda mengamati situasi persaingan antar manusia di negeri ini? Masing-masing orang berlomba untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Situasi sosial rentan dengan gesekan dan pergolakan yang dipicu oleh banyaknya produk seragam (sama) yang bertebaran di pasaran. Kemiripan prodak ini, sangat rentan dengan gesekan sosial dan kepentingan sempit. Beginilah jadinya ketika masing-masing orang cerdas mendirikan perusahaannya sendiri padahal prodak yang dihasilkan hanya beda tipis dengan barang yang dihasilkan oleh industru yang lainnya. Bukankah keadaan semacam ini rentan dengan pergolakan yang berupa “perang dingin”. Misalnya saja dengan memasang iklan yang seolah-olah merendahkan produk yang lain dan mencerminkan keunggulan prodaknya. Menyebarkan desas-desus tentang kelemahan suatu produk (yang tidak benar) untuk menjatuhkan kepercayaan publik terhadap produk tersebut.

Bila kekuatan dunia usaha tidak dikendalikan oleh pemerintah di dalam kesetaraan maka masing-masing orang cerdas akan membentuk industrinya sendiri agar pundi-pundi uang yang dimilikinya semakin bertambah-tambah saja (terutama mereka yang serakah). Cara-cara yang tidak lazim dan menyimpang bahkan cenderung membodoh-bodohi orang lain akan dilegalkan dalam rangka memajukan produk usahanya

14) Azas stabilitas sosial, politik dan keamanan.

Yakinlah bahwa stabilitas itu tidak bisa dibeli oleh siapapun. Jika semua pihak bekerja sama dalam kesetaraan maka stabilitas kehidupan sosial bermasyarakat akan sangat kondusif dimana sudah jarang sekali orang yang bersikap angkuh (sombong) dan merasa dengki (iri hati) lewat semuanya itu. Tidak ada lagi orang yang beramai-ramai untuk mendaftar menjadi calon anggota legislatif atau eksekutif sebab profesi lainnyapun bergaji sama dengan mereka. Begitu pula, tidak ada lagi orang yang mencuri untuk hidup sebab semuanya telah bekerja untuk negara sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

15) Azas untuk berkonsentrasi dan tetap fokus hingga menghasilkan kreasi, inovasi dan kolaborasi dalam bidang masing-masing

Saat manusia disejahterakan maka kemampuannya untuk fokus kepada pekerjaan yang dilakukannya menjadi lebih baik. Demikianlah seharusnya manusia itu dipekerjakan sesuai dengan bakat yang dimilikinya. Dengan bakat itulah ia melayani negaranya. Jikalau seseorang bisa fokus pada kemampuannya maka potensinya itu akan terus berkembang lagi dan lagi sehingga menjadi sebuah bakat yang tidak biasa seteleh melalui fase transformasi yang tidak singkat. Pada suatu titik tertentu kemampuannya ini akan menjadi matang hingga menghasilkan berbagai kreasi, inovasi dan kolaborasi yang bermanfaat bagi semua orang.

Lagipula kawan, untuk apa gaji banyak-banyak, harta ditimbun berlebihan? Padahal kita telah mengetahui bersama bahwa semakin tinggi harta benda yang dimiliki maka semakin besar pula kekuatiran yang muncul karenanya. Lagipula, menimbun harta warisan untuk diberikan kepada anak akan membuatnya ketergantungan dan cenderung melindungi diri dengan kekuatan uang. Anak anda jarang mengalami masalah sebab semuanya telah dihendel oleh relasi yang dimiliki. Padahal kita tahu bersama bahwa keadaan penting yang membuat mereka dewasa adalah saat menemukan dan menyelesaikan persoalan hidup berdasarkan kemampuannya sendiri (kemandirian).

Oleh karenanya, alangkah lebih baik jikalau sumber daya yang diberikan negara kepada seluruh masyarakat disetarakan satu dengan yang lainnya. Sehingga terwujudlah stabilitas politik, ekonomi, keamanan dan kehidupan sosial yang damai dan sangat kondusif dari hari ke hari. Baca juga, Indonesia negara demokrasi sosialis

Salam kesetaraan, salam keadilan sosial!

Iklan

7 comments

  1. […] Kehidupan manusia tidak lagi dikekang dalam masyarakat primitif dimana kaum tertentu akan dianggap sebagai orang yang lebih dihormati sedangkan kaum yang lainnya hanyalah orang biasa saja. Terlebih dalam hal pembagian sumber daya yang ada mencerminkan pemerataan atas seluruh rakyat. Tidak hanya pemerintah saja yang berhak menikmati kesejahteraan melainkan semua akan mencicipi hal yang sama. Demikian juga dalam hal pengambilan keputusan maka semuanya itu akan menjunjung tinggi rasa keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s