15 Cara Menjadi Candu Kepada Tuhan Dan Kasih (Kebaikan) Adalah Narkoba Terindah

Cara Menjadi Candu Kepada Tuhan Dan Kasih (Kebaikan) Adalah Narkoba Terindah

Kristen Sejati. Candu adalah (1) getah kering pahit berwarna cokelat kekuning-kuningan yang diambil dari buah Papaver somniferum, dapat mengurangi rasa nyeri dan merangsang rasa kantuk serta menimbulkan rasa ketagihan bagi yg sering menggunakannya; (2) cairan kental berwarna hitam yang keluar dari rokok yang diisap yang melekat pada pipa; (3) sesuatu yg menjadi kegemaran (KBBI). Kami sendiri menganggap hal ini sebagai sesuatu yang membuat manusia ketergantungan dan terus-menerus membutuhkan hal tertentu. Apabila kebutuhan ini tidak dipenuhi maka orang tersebut tidak akan bisa hidup tenang hingga mengalami sakit mental dan fisik.

Mari mulai tanyakan kepada diri sendiri teman. “Apa yang membuat saya candu?”. Anda perlu mengetahui segala sesuatu tentang detail semuanya ini. Apakah itu materi: makanan & minuman tertentu, jalan-jalan, liburan, refreshing, belanja, fashion (model pakaian), komunikasi, bakat, pujian, penghormatan, jabatan, kekuasaan dan lain sebagainya. Semua ini ada di luar diri anda, apakah anda mampu menjamin ketersediaannya? Jika tidak mampu, itu berarti nilai materi yang dapat memuaskan anda adalah terbatas.

Sadarilah bahwa semuanya narkoba itu membuat anda jenuh bahkan cenderung menggiring anda pada rasa sakit baik fisik maupun mental. Juga termasuk rutinitas yang kami lakukan disini, yaitu menulis blog. Semuanya ini akan berakhir dan kebahagiaan karenanya juga akan selesai sampai disitu. Apapun bakat anda saat ini maka semuanya itu pastilah ada kesudahannya, baik dalam waktu dekat maupun dalam waktu yang masih cukup lama lagi. Satu-satunya yang bertahan lama hanyalah kebenaran sejati.

Meletakkan kebahagiaan kepada materi hanya akan membuatmu menjadi lemah dan pada akhirnya tak berdaya. Bukannya kita tidak butuh materi, uang dan antek-anteknya itu melainkan jika kehidupan ini hanya ditujukan untuk itu maka hampalah hari-harimu kawan. Sebab semuanya itu tidak dapat merasuk ke dalam hatimu. Uang dengan segala bentuk kemewahan duniawi tetap ada di luar sedangkan hatimu juga tetap di dalam. Lalu dimana penghubung antara dua dunia ini? Itulah indra anda yang terangsang oleh semua situasi yang sedang berlangsung.

Sedikit perumpamaan tentang candu terhadap kepuasan materi

Intinya adalah bila materi bisa merangsang hati (yang notabene dalam kendalimu) dari luar maka diri sendiripun mampu mengubah hati anda sehingga strukturnya/ susunannya berubah sendiri menjadi puas dan bahagia. Bagaimana kami menjelaskan tentang hal ini? Di dalam diri anda terdapat yang namanya hormon kebahagiaan. Bila dunia ini bisa mengaktifkannya lewat indra yang anda miliki berarti anda sendiripun dapat melakukannya (tanpa butuh rangsangan dari luar) jika mengetahui trik-triknya.

Keadaan ini seperti, saat anda ingin lebih tampil ramping, ada yang menempuhnya dengan mengkonsumsi obat pelangsing selama beberapa bulan. Akan tetapi untuk menghemat lebih banyak waktu, biaya dan resiko (kesehatan dari bahan kimia) maka yang lain memutuskan berjalan pulang-pergi ke kantor dengan menggunakan kaki sendiri (berjalan kaki). Kedua hal ini dapat membuatmu ketergantungan akan tetapi ketergantungan dengan bahan kimia lebih tinggi resikonya (minum obat pelangsing) dibandingkan dengan ketergantungan dengan diri sendiri (berjalan kaki) Lihatlah bahwa tujuannya sama akan tetapi langkah-langkah yang ditempuh sangat berbeda maka demikian jugalah dengan kebahagiaan.

Ketergantungan terhadap materi –> terus menerus –> semakin dangkal kepuasannya –> pergumulan hidup merapat –> semakin sering mengkonsumsinya –> sakit fisik & mental -> Kematian

Orang yang pernah mencoba narkoba lalu mengulang pemakaiannya selama beberapa kali akan ketergantungan terhadap barang haram tersebut hingga membuatnya sangat candu. Setiap kali ia ingin puas dan bahagia maka ia akan membelinya lagi. Pada satu titik zat kimia sintetis ini akan menyebabkan kegelisahan dalam hatinya yang berimbas karena efek samping yang ditimbulkannya. Kegelisahan itu semakin sering terjadi sehingga iapun semkin sering menggunakan narkoba. Pada akhirnya, ia akan mengalami over dosis (OD) hingga mempertemukanya pada kematian. Inilah efek samping materi yang kami maksudkan.

Saat materi dengan segala kegemilangannya dikonsumsi secara berulang-ulang maka hati ini akan candu terhadapnya. Timbul perasaan ketergantungan yang membuatmu terus-menerus mengkonsumsinya untuk membuat dirimu puas dan bahagia. Semakin sering anda menggunakannya maka semakin dangkal (singkat) kebahagiaan dan kepuasan yang ditimbulkannya. Situasi inilah yang mendorongmu semakin sering mengkonsumsinya pada akhirnya segala sesuatu yang berlebihan akan membuatmu mengalami sakit baik secara mental maupun secara fisik.

Mari kita ambil saja contohnya, yaitu makanan dan minuman. Kebiasaan ini jelas akan membuatmu puas dan bahagia. Oleh karena itu, terus menerus mengkonsumsinya. Pada suatu titik kepuasaannya itu berkurang dan ditambah lagi ketika ada berbagai macam masalah yang mendatangi anda (ujian sosial). Andapun mulai intens (lebih sering) makan dan minum untuk membuatmu bahagia. Pada akhirnya anda akan mengalami obesitas, darah tinggi, impoten, arterosklerosis, penyakit jantung dan pada akhirnya akan mengalami kematian.

Menciptakan narkoba sendiri

Jika narkoba bisa diciptakan oleh manusia duniawi dan telah banyak mendatangkan kepuasan sekaligus kematian bagi umat manusia maka Tuhan Yesuspun telah mempertemukan kita dengan kebenaran yang memerdekakan dari segala bentuk kedagingan alias hawa nafsu alias kebinatangan. Kebenaran itu adalah dengan senantiasa memuliakan namanya disegala waktu sekaligus menunjukkan kasihnya (menjadi bermanfaat) kepada dunia ini (sesama manusia).

Dalam falsafah kebenaran sejati, kita diberi kesempatan untuk menemukan bahwa hanya dengan bersikap benar saja maka kita sudah bisa menjadi seseorang yang bahagia di bumi ini. Ini berhubungan erat dengan filosofi Salib Kristus yang pada hakekatnya menghubungkan umat manusia dengan Allah dan juga menghubungkan umat manusia dengan sesamanya. Hati yang memuliakan Allah adalah dahsyat manfaatnya dengan senantiasa memusatkan pikiran pada doa, firman dan puji-pujian bagi nama-Nya yang kudus dan ajaib. Sedangkan kasih adalah entitas yang menghubungkan manusia yang satu dengan manusia lainnya yang berbeda bahkan mendekatkannya satu sama lain.

Kebiasaan yang dilakukan dengan tekun akan mendatangkan kepuasan dan kebahagiaan

Tantangan saat menciptakan candu terhadap Tuhan dan Kasih kepada sesama

Ada perjuangan keras yang perlu anda tempuh selama berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Oleh karena itu anda butuh etos kerja yang tinggi untuk mewujudkannya. Yang terpenting disini adalah (1) anda harus mau/ ikhlas, (2) mengizinkan diri tertekan dan (3) membiarkan diri kalah sehingga anda ditempa oleh situasi yang sulit itu menjadi seseorang yang berkepribadian kuat tetap lembut dalam bersikap (penuh kasih).

1) Etos kerja yang anda butuhkan adalah sebagai berikut:

  • Komitmen. Niat hati dan kebulatan tekad yang kuat.
  • Sabar. Kemampuan untuk menunggu secara kreatif proses-proses dalam kehidupan ini.
  • Rela berkorban. Kasih adalah pengorbanan dan tidak memikirkan untung ruginya.
  • Displin. Mematuhi aturan yang berlaku.
  • Kerja keras. Berjuang dan berusaha sebaik-baiknya sehingga memberikan hasil maksimal (tidak selalu terbaik).
  • Bertekun. Konsisten melakukannya terus menerus.

2) Tantangan yang anda temukan saat memuliakan Allah dan melakukan kasih bagi sesama. Tentu saja dalam melakukan hal ini butuh WAKTU dan LATIHAN yang tidak singkat (tidak instant). Bertahanlah dalam pencobaan kawan.

  • Fokus Tuhan.

    Memusatkan pikiran kepada Tuhan di tengah kesibukan sehari-hari tidaklah mudah teman. Butuh latihan kecerdasan untuk selalu membuat pikiranmu aktif 24 jam. Kebanyakan manusia membiarkan pikirannya kosong selama berjam-jam sehingga kerap kali teledor (kurang hati-hati) dalam bersikap dan sifat-sifat kebinatangan juga kadang keluar dengan sendirinya. Jikalau anda mampu tetap fokus kepada Tuhan dalam segala kondisi maka ini adalah sebuah tingkat kecerdasan yang bagus. Dapat dilakukan dengan berdoa, menyebutkan firman dan bernyanyi memuliakan-Nya. Dari ketiga hal ini yang paling sering kami lakukan adalah bernyanyi-nyanyi memuliakan nama-Nya yang kudus dan ajaib. Anda dapat melakukan hal ini dimanapun dan kapanpun. Misalnya, saat ada waktu luang, menyapu lantai, membersihkan halaman bahkan saat main internet dan media sosial juga game-pun anda dapat sambil bernyanyi dalam hati. Sebab hati yang gembira adalah obat yang manjur.

  • Mengasihi sesama.

    Ekspresi kasih terdapat banyak sekali teman, tergantung sumber daya dan potensi yang anda miliki pribadi lepas pribadi. Salah satu yang paling mudah dan paling sering anda lakukan adalah dengan senantiasa beramah temah dengan sesama manusia. Pada intinya, tantangan terhadap kasih ini adalah bagaimana anda dapat tetap mengasihi saat orang lain mengabaikan bahkan membalas kebaikan anda dengan kebencian. Inilah yang jelas-jelas butuh tantangan untuk diredam. Sebab keadaan semacam ini dapat membuat sifat-sifat binatang dalam dirimu meluap (kebencian dan dendam) bahkan meledak (amarah dan kekerasan). Oleh karena itu, biarkan dirimu kalah sehingga egomu yang angkuh itu dihancurkan oleh situasi yang tidak nyaman. Sembari hati memuliakan Tuhan di dalam hati sehingga semuanya itu dapat berlalu dengan penuh kebahagiaan sebab ada kepuasaan saat kita melakukan hal yang benar (mengasihi).

Tahukah anda bahwa kedua hal inilah yang merupakan sumber kebahagiaan sejati dalam hidup kita? Nafas kita dari Tuhan dan Tuhan adalah kebenaran. Dua point inilah yang menjadi inti kebenaran sekaligus sebagai alasan, “mengapa kita ada, hidup, tumbuh, berkembang dan maju di bumi ini?” Memang ada kebahagiaan di luar kebenaran, yaitu materi tapi sayang sifatnya hanya sementara saja dan tidak bisa terus-menerus dikonsumsi. Sedangkan dua kebenaran ini bisa selalu anda pancarkan dari dalam dirimu di segala waktu yang dilalui.

Cara membuatmu candu terhadap Tuhan dan kasih (kebaikan) sehingga membuat kedua hal ini menjadi narkoba terindah

Semuanya ini tentang kebiasaan teman. Apa-apa yang sudah terbiasa dilakukan niscaya akan menjadi budaya yang menyenangkan. Akan tetapi untuk bertransformasi menjadi budaya itu tidaklah mudah. Berikut langkah-langkah yang dibutuhkan untuk melakukan ini.

Tahapan persiapan

  1. Senantiasa memusatkan perhatian kepada Tuhan.

    Allah adalah kebenaran dan kasih itu sendiri. Ini dapat dilakukan dengan selalu berdoa dalam hati, mengucapkan firman dan bernyanyi di dalam hati. Jikalau anda senantiasa terhubung dengan Sang Khalik niscaya pikiran anda akan dibersihkan dari hal-hal yang tidak baik. Selain itu memikirkan hal ini sambil melakukan sesuatu menunjukkan tingkat kecerdasan yang tidak biasa. Sebab manusia pada umumnya tidak mampu mengaktifkan pikirannya selama berjam-jam melainkan lebih suka dibiarkan kosong begitu saja (kami juga dahulu kurang cerdas seperti ini sehingga selalu melakukan lebih banyak kekhilafan).

  2. Miliki hati yang gembira.

    Saat anda memikirkan buruknya masa lalu alhasil hati menjadi gundah gulana. Tapi cobalah untuk tersenyum lalu katakan dalam hatimu “Ya Tuhan semuanya ini indah, terimakasih”. Bisakah anda melihat bahwa disaat pikiran anda positif maka suasana hati menjadi bahagia? Buat dirimu bahagia dengan senantiasa memuji dan memuliakan Allah disegala waktu.

    Kamipun mengalami masalah dengan ini karena otak ini sudah secara otomatis menyanyikan lagu-lagu pop kesukaan sewaktu muda dulu. Oleh karena itu tidak dapat dilawan (sebab sangat alamiah), sehingga satu-satunya cara untuk mengakuisisinya sebagai lagu Rohani adalah dengan mengubah syairnya (irama tetap) untuk memuliakan nama Tuhan (adaptasi syair lagu).

    Katakan slogan ini pada dirimu sambil menghela nafas: “Bersukacitalah hai jiwaku, tersenyumlah kepada dunia sebab hari ini luar biasa. Terimakasih Tuhan!

  3. Hindari pikiran negatif (fokus yang salah).

    Misalnya memikirkan masa lalu yang suram, menyesali kesalahan, keunggulan di masa lalu, kesuksesan dari semua karya anda, sedang iri dengan kehidupan orang lain, membanding-bandingkan kehidupan, berprasangka buruk. Tepislah semuanya itu dari pikiran, perkataan dan perbuatan anda lalu menggantikannya untuk kemuliaan nama Tuhan dan menyatakan kasih (kebaikan) kepada sesama.

  4. Berani terluka.

    Luka yang kami maksudkan disini adalah luka batin dan bukan luka fisik. Saat mengalami luka batin secara otomatis kenyamanan anda akan terganggu. Merelakan diri untuk kalah lalu membiarkan hati terluka melatihmu untuk mampu memanajemen suasana hati sendiri. Kami berbica tentang kemampuan untuk mengubah rasa sakit menjadi kelegaan. Semakin sering anda terluka maka semakin terlatih kemampuan anda untuk mengubah suasana hati yang pahit menjadi kembali penuh dengan kelegaan. Siapapun yang bertekun dan bekerja keras untuk melatih diri melakukan sesuatu maka lama-kelamaan kemampuannya itu akan semakin telaten dan semakin cepat.

    Saat dalam masalah

  5. Perhatikan suasana hatimu – masih sakit, saya pantas mendapatkannya.

    Kuatkan hatimu teman. Rasa sakit itu harus dibiasakan usahakan untuk bertahan dan katakan kepada dirimu sendiri “saya pantas mendapatkannya, kuatkan hatiku ya Tuhan“. Perkataan seperti ini akan membantu anda untuk menanggung semua penderitaan itu.

  6. Perhatikan suasana hatimu – masih sakit, saya hanya sampah, debu kotoran dan orang yang tidak berguna.

    Jika hati anda dikuasai oleh kesombongan niscaya rasa sakit itu tidak mudah untuk berhenti. Lakukan usaha khusus lewat manajemen mindset untuk menekan dan menghancurkan rasa sombong dengan mengatakanSaya pantas mendapatkannya. Apalah saya ini ya Tuhan. Hanya debu saja, sampah yang tak berguna dan kotoran yang lebih pantas dibuang. Tabahkan saya menghadapi semuanya ini ya Bapa“.

  7. Perhatikan suasana hatimu – tidak sakit lagi, maka katakanlah di dalam hatimu “kasihani dan ajarlah mereka Kebenaran ya Tuhan, tidak ada yang bersalah disini”.

    Anda perlu memiliki hati yang mau mengasihi dalam menjalani hari demi hari di dunia ini. Jangan hanya mengandalkan kekuatan intelektual dalam menghadapi masalah dengan cara mengalihkan konsentrasi. Akan tetapi gunakan emosionalmu yang mau mengasihi untuk mengertikan/ mentolerir kejadian yang sedang berlangsung.

    Memiliki hati yang mau mengasihi akan membentuk anda menjadi manusia yang tidak hanya intelek namun juga memiliki hati nurani. Pada akhirnya, anda dapat memaafkan orang yang bersalah itu sesegera mungkin.

  8. Perhatikan suasan hatimu – tidak sakit, maka teruslah bernyanyi….

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa hati yang gembira adalah solusi praktis untuk menyingkirkan semua rasa yang tidak baik lalu menggantikannya dengan semangat dan sukacita.

    Pilihlah lagu-lagu Rohani yang berirama gembira atau andapun bisa membuat lagu sendiri di dalam hati.

    Melakukan ini butuh konsentrasi berpikir yang lebih baik teman. Jika anda latihan maka pastilah bisa mencapainya juga. Tidak ada yang mustahil jikalau semuanya ditekuni dalam latihan dan kesungguhan.

  9. Setidaknya tersenyum atau sapalah mereka untuk menyatakan kasih Tuhan Yesus kepada mereka.

    Kita adalah saksi hidup bahwa masih ada Tuhan. Oleh karena itu nyatakanlah kasih-Nya yang besar dan ajaib itu kepada dunia ini pertama-tama lewat pikiranmu. Seterusnya lakukanlah kebaikan menurut sumber daya dan potensi yang anda miliki. Setidak-tidaknya anda dapat tersenyum (bukan tertawa), menganggukkan kepala atau menyapa mereka.

    Kasih itu pengorbanan dan sangat anti dengan kesombongan yang hanya mau nyamannya saja. Saat anda memutuskan untuk melakukan kebaikan maka itu sama artinya dengan menghancurkan kenyamanan yang selama ini memanjakanmu. Seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa kenyamanan akan memupuk sifat kebinatangan di dalam hati ini. Oleh sebab itu tinggalkan rasa itu kawan.

    Salah satu yang membuat rasa nyaman itu terusik adalah masalah/ gangguan sosial. Sedangkan sesama manusia tidak selalu mengganggumu. Oleh karena itu hancurkan kenyamanan itu dengan senantiasa ramah kepada siapapun terutama kepada orang-orang yang menatapmu serius. Ramah tamah itu berupa: senyum, sapa dan sentuh. Nikmati sakitnya tak terjawab dan tetaplah gembira.

    Untuk diingat oleh semua orang.

  10. Hindari membalas perlakuan buruk dengan perlakuan buruk lainnya.

    Anda harus benar-benar merelakan diri untuk masuk dalam ujian itu sembari bertahan melalui semuanya seperti yang kami sampaikan di atas. Kerelaan anda untuk kalah adalah usaha terbaik untuk menaklukan kesombongan di dalam diri ini. Jikalau anda tekun melakukan hal ini maka kemampuan untuk menyembuhkan rasa sakit itu semakin cepat. Tidak hanya sel yang beregenerasi, hati andapun beregenerasi saat terluka.

  11. Hindari mencari-cari sensasi negatif.

    Beberapa orang yang sangat cerdas pintar sekali untuk mencari sensasi negatif saat masalah/ rintangan menyakiti hatinya. Ini ditempuh sebagai langkah untuk menghibur hatinya yang sedang terluka. Sadarilah bahwa ini tindakan yang tidak benar.

    Melucu saat ada masalah ada batas-batasnya juga. Daripada melucu dengan merendahkan teman lebih baik melucu dengan mengejek diri sendiri. Sesuai selera humor yang dimiliki.

    Satu-satunya penghiburan sejati adalah dengan senantiasa memuliakan nama Allah dan menunjukkan kasih (kebaikan) kepada sesama.

  12. Hindari pelarian pada materi.

    Mudah sekali rasanya saat ada masalah maka langsung saja melarikan diri pada materi. Saat diterpa oleh badai hidup tanpa pikir panjang langsung jalan-jalan ke luar. Ini sangat beresiko sebab dapat menurunkan tingkat kewaspadaan anda sehingga bisa saja mengalami kecelakaan di jalan. Tidak perlu juga makan-makan untuk mengurangi sakit hati. Ini jelas BUKAN SOLUSI melainkan hanyalah sebagai pelarian.

    Seperti yang kami sampaikan di atas (Bagian: saat menghadapi masalah) andapun dapat menyelesaikan luka-luka dihati dengan memperhadapkannya kepada Yang Maha Kuasa. Anda berhak menggunakan uang dan segala materi yang menyertainya akan tetapi pastikan tidak melakukannya saat hati sedang disakiti. Ada baiknya jika anda menikmati hidup saat hati sudah dilegakan dari semua rasa sakit (kekesalan) dan melakukannya bersama keluarga.

  13. Jika gejolak sosial terjadi di saat anda bekerja maka teruskan itu dan tetap fokus pada pekerjaan yang positif itu.

  14. Hindari memaksakan kehendak (hanya peraturan yang bisa memaksa manusia) mengalirlah seperti air.
  15. Biasa saja dalam segala sesuatu dan tidak perlu berlebihan.

  16. Tetap santai dan tenang dalam bersikap sehingga anda luwes dan tetap hati-hati.

Manusia adalah entitas yang berasal dari Tuhan. Hembusan nafas kita adalah sebagian dari nafas-Nya. Oleh karena itu, Iapun rindu agar kita berjuang, bertahan dan berkorban demi kebenaran itu. Sebab semua pergumulan hidup ini justru semakin mendekatkan diri ini dengan-Nya bahkan menjadi candu terindah dalam keseharian kita.

Salam tegar tapi lembut disikap!

Iklan

10 comments

  1. […] Salah satu cara berkonsentrasi dalam semua waktu dan aktivitas yang dijalani adalah dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan. Fokus kepada Tuhan disegala waktu dan disegala kesempatan adalah sebuah cara untuk tetap membuat hatimu bersih dari segala hawa nafsu yang sesat, kebencian, dendam, amarah dan niat jahat lainnya. Tetap tujukan pikiran anda dengan senantiasa berdoa di dalam hati, mengucapkan firman-Nya dan memuji-muji namanya. Kebiasaan ini juga akan membantu mengasah kemampuan otak anda menjadi lebih cerdas. Jika anda terus melatih fokus kepada Tuhan maka kebiasaan ini akan menjadi candu yang membawa kenikmatan di hati. […]

    Suka

  2. […] Anda bisa melatih kemampuan untuk berkonsentrasi yaitu dengan selalu memikirkan hal-hal positif yang membangun dan memiliki kekuatan untuk membaharui kehidupan. Salah satu yang terbaik dan terutama adalah dengan senantiasa memikirkan Tuhan disegala waktu yang dilalui. Usahakan untuk fokus kepada Tuhan dalam doa-doa seolah anda bercakap-cakap dengan Dia. Bisa juga dengan memperbincangkan firman dan memuji-muji nama-Nya. Jika anda sudah terbiasa melakukan hal ini maka akan menjadi budaya yang membawa kelegaan hati. […]

    Suka

  3. […] Kita dapat selalu memuliakan nama Tuhan dalam segala waktu yang dilalui. Ini adalah sebuah hasrat yang juga merupakan alasan utama “mengapa Tuhan menciptakan manusia?“. Memuji-muji Dia di segala waktu yang kita lalui baik lewat mulut, alat musik maupun dengan memutarkan lagu-lagu rohani. Jika anda sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak ada waktu luang untuk bernyanyi lewat mulut maka andapun dapat melakukannya di dalam hati sendiri. Jika pikiran senantiasa terpusat kepada Tuhan disegala waktu maka hal ini sekaligus akan membersihkan hati anda dari berbagai hawa nafsu yang sesat, kebinatangan dan sifat-sifat jahat lainnya. Kebiasaan ini akan membudaya sehingga menjadi candu terindah yang pernah ada. […]

    Suka

  4. […] Merupakan sebuah resolusi jangka panjang sebagai jaminan kebersihan hati anda. Tidak ada pihak lain yang lebih kuat dan lebih berpengaruh untuk menjaga hati anda dari segala hawa nafsu yang sesat, ketamakan, kebinatangan dan kejahatan lainnya selain daripada Tuhan sendiri. Oleh karena itu gantungkan segala pikiran anda kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian bagi kemuliaan nama-Nya. Apabila anda terus membiasakan hal ini maka akan menjadi rutinitas yang menjadi candu yang nikmat. […]

    Suka

  5. […] Seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa keinginan yang berlebihan merupakan awal dari sikap yang lebay. Oleh karena itu, selalu berhati-hati dengan hawa nafsu yang dimiliki. Pastikan untuk tidak ketergantungan dengan apapun kecuali candu kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian. […]

    Suka

  6. […] Manusia yang gila pujian cenderung bisa diseret oleh orang lain untuk menjadi sesuatu. Misalnya, “mereka yang pintar-pintar menyuruhmu masuk ke dalam lumpur lalu memuji-muji kamu. Baikkah tindakanmu itu?” Kami perlu mengingatkan lagi kepada kita semua untuk senantiasa berhati-hati terhadap ketergantungan yang dirasakan selama ini. Jika sesuatu sudah membuatmu candu maka ada kecenderungan orang lain menggiringmu kepada hal-hal yang jahat. Daripada candu kepada manusia maka lebih baik candu kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s