10 Cara Menggeser Uang, Penghormatan dan Popularitas Di Dalam Hati Dengan Memuliakan Tuhan & Bermanfaat (Mengasihi) Sesama Manusia

Cara Menggeser Uang, Penghormatan dan Popularitas Di Dalam Hati Dengan Memuliakan Tuhan & Bermanfaat (Mengasihi) Sesama Manusia

Ini bukan lagi zaman kapitalis dimana yang pintar-pintar berkuasa atas orang-orang yang bodoh. Di zaman kesetaraan, tidak ada yang di bawah dan tidak ada yang di atas. Sebab semuanya berada dalam posisi yang sama. Satu-satunya yang berbeda-beda adalah peran dari masing-masing orang. Dizaman kapitalis anda dapat berkuasa atau setidak-tidaknya membawahi beberapa orang untuk dijadikan sebagai pengikut.

Ada apa dengan uang, penghormatan dan popularitas?

Selama ini kita terbuai oleh kekuatan uang, orang-orang juga memberi hormat dan nama lumayan populer. Ketiga hal ini tidaklah salah akan tetapi jikalau anda ketergantungan dengannya, suatu saat kelak pas mereka berkurang, hilang (nominal uang yang berkurang) atau bahkan berubah menjadi sebeliknya (terhina, diejek dan direndahkan). Apakah anda sudah siap? Jangan-jangan diri ini menjadi stres dan menggila karena keadaan tersebut.

Memiliki uang, dihormati orang dan menjadi populer sebaiknya jangan dipelihara teman. Ini sama saja dengan menggantungkan hidupmu di tangan materi dan di tangan orang lain. Padahal beberapa manusia tidak konsisten dalam bersikap. Uang juga tidak selalu ada mengalir terus menerus (paling sekali sebulan). Oleh karena itu, sudah saatnya anda tidak terlalu berharap dengan sesuatu yang ada diluar dirimu. Sekarang, anda perlu keluar dari zona nyaman yang membuatmu keenakan lalu mulai memilih untuk hidup dalam tekanan dan mencicipi penderitaan dari perlakuan orang lain yang tidak menyenangkan.

Lagipula ketergantungan dengan uang, penghormatan dan popularitas sama dengan menerima sesuatu dari orang lain. Padahal lebih baik memberi daripada menerima. Selain itu, kenikmatan duniawi ini dapat membuatmu terlena dan lupa diri hingga akhirnya lupa untuk melanjutkan hidup. Bahkan beberapa orang yang menikmatinya secara berlebihan menjemput ajalnya sendiri (menderita penyakit kronis dan akut). Selain itu, ada juga yang menjadi lupa diri ketika gemerlapan dunia sudah dalam genggaman tangannya sehingga tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Ujian kehidupan, cara untuk lepas dari ketiga hal ini

Terkadang dalam menghadapi cobaan yang semacam itu hati tidak cepat jenuh dan lelah sehingga timbullah rasa “ingin menyerah” lalu memilih untuk acuh tak acuh saja dengan orang-orang yang suka mengujimu. Ini adalah pilihan yang salah kawan. Justru dengan mengambil jalan aman maka mental anda akan semakin lembak dan kekuatannya yang sempat menebal kini telah rapuh lagi. Oleh sebab itu anda harus benar-benar bertekad untuk menundukkan ego di bawah kebaikan hati (ramah tamah dan kebaikan yang lainnya). Biarkan egomu kalah oleh kesombongan orang lain sehingga anda belajar untuk bisa mengendalikan emosional negatif lalu mengarahkannya pada hal-hal yang baik (fokus Tuhan dan bernyanyi). Anda harus benar-benar dibentuk oleh ujian kehidupan sehingga mental menjadi kuat dan tangguh.

Ego manusia dimanjakan oleh kenyamanan. Tidak salah jika anda menikmati hidup nyaman namun terkadang andapun harus siap merasakan pahitnya kehidupan ini. Dalam kepahitanlah kita bisa belajar memanajemen kehidupan sehingga terkendali dan jauh dari sifat-sifat hewani. Ingatlah bahwa tabiat manusia yang sebenarnya sama dengan hewan-hewan di padang pada umumnya. Satu-satunya cara untuk meredam bahkan menghilangkan sikap ini yaitu dengan melalui ujian kehidupan. Ikhlaskan diri anda untuk dimurnikan dari sifat-sifat itu, biarkan orang-orang merendahkan, mengejek bahkan menghina lalu belajarlah memanajemen sifat-sifat hewani itu.

Kebaikan hatimu tergantung dari kecerdasanmu

Disaat semuanya sudah setara maka ada kemungkinan orang yang dahulunya bisa kita kontrol menyakiti diri ini bahkan mereka yang di bawah kitapun bersikap acuh tak acuh kepada diri ini. Apakah anda sudah siap masuk pada masa seperti ini? Keadaan ini benar-benar membutuhkan hati yang kuat dan mental yang lembut untuk menghadapinya. Lalu biarkan dia termakan oleh kesalahannya sendiri. Namun jangan biarkan dirimu menjadi acuh tak acuh sebab ramah tamah adalah cara kita untuk belajar berkonsentrasi mengedepankan kebaikan ditengah buruknya situasi. Ini adalah sebuah hasil dari kecerdasan emosional.

Untuk menjadi ramah, anda harus bahagia. Bila hati anda sedang tidak senang dan galau maka lebih baik tidak usah beramah tamah kepada orang lain. Intinya semakin cepat anda mampu mengatasi rasa sakit lalu bersegara untuk menciptakan kebahagiaan sendiri maka semakin cepat pula keramahan anda keluar. Memaksakan diri memang tidak begitu masalah diawal-awal akan tetapi ini tidak akan bertahan lama teman. Oleh karena itu, latih dirimu pelan-pelan. Tidak melakukannya sama sekali juga tidak baik: kapan lagi anda mau latihan? Menempuh semua hal ini butuh pengalaman sehingga dimampukan untuk mengelola emosi sendiri (meningkatkan kecerdasan emosional).

Berikut beberapa langkah yang baik untuk menghilangkan ketergantungan dari uang, penghormatan dan ketenaran

Apa saja yang dapat kita lakukan agar kehidupan ini bebas dari ketiga hal itu? Bila sudah ketergantungan maka ini adalah beban yang sangat berat untuk dipikul oleh masing-masing orang sehingga menghambat kemampuan diri untuk berprestasi  menghasilkan karya inovatif, kreatif dan kolaboratif. Berikut selengkapnya.

  1. Fokus Tuhan.

    Miliki hati yang selalu terbung dengan Sang Pencipta sehingga pikiran dibersihkan dari segala niatan yang jahat.

  2. Miliki komitmen yang benar.

    Apapun yang anda tekuni saat ini maka lakukanlah itu demi kemuliaan nama Tuhan dan untuk menyatakan kasih-Nya (kebaikan-bermanfaat) kepada dunia.

  3. Perjuangkan kesetaraan.

    Keadilan sosial adalah wujud dari kesetaraan pendapatan bagi seluruh warga negara tanpa pandang bulu melainkan hanya dibedakan atas umur dan pendidikan. Inti dari keadilan sosial adalah kebersamaan. Bila negara ini kaya maka semua warganya berhak kaya akan tetapi bila negara ini miskin maka semua orang didalamnya harus miskin.

  4. Jangan memusatkan pikiran pada uang, popularitas dan pujian.

    Pikiran anda jangan dipenuhi oleh hal-hal ini sebab beresiko menyebebabkan stres dan ketergantungan terhadapnya. Padahal ketiga hal inipun terbatas dan kejadiannya tidak merata. Oleh karena itu perjuangkanlah sesuatu yang konsisten yaitu dengan senantiasa memuji dan memuliakan nama Tuhan di dalam hati dan selalu melakukan kebaikan kepada sesama (sesuai kemampuan – potensi yang dimiliki).

  5. Tulus/ Ikhlas dalam melakukan segala sesuatu.

    Ini adalah maksud hati yang benar ketika melakukan sesuatu. Saat apa yang dipikirkan sama dengan yang dilakukan. Ketika sesuatu dilakukan tanpa mengharapkan sesuatu sebagai imbalannya maka itulah yang disebut ikhlas.

  6. Dari pada mengharap dipuji dan dihormati orang lebih baik berikan itu secara gratis.

    Ingat pepatah ini “siapa yang menabur pasti akan menuai”. Ini adalah penyemangat agar anda bisa dengan tulus memberikan pujian kepada seseorang. Akan tetapi hindari menjadikan hal ini sebagai alasan untuk menghormati orang lain (agar dihormati juga kelak) melainkan lakukanlah itu atas dasar menunjukkan kasih Tuhan (kebaikan – bermanfaat) kepada sesama.

  7. Tetap santai dan tenang dalam menjalani kehidupan.

    Sikap semacam ini membuat anda lebih peka terhadap suara hati sendiri. Setiap dari kita memiliki kecepatannya masing-masing dimana kita menikmati lemah, lembut dan kerasnya semuanya itu.

  8. Hindari mencari pelarian terhadap materi saat hidup dalam cobaan yang besar.

    Dalam berbagai gejolak yang anda alami, berusahalah untuk membersihkan rasa sakit itu dengan memperhadapkannya kepada Tuhan terlebih dahulu. Tidak perlu menghibur diri dengan menikmati gemerlapan dunia sebab situasi semacam ini dapat membuat anda candu.

  9. Menyangkal diri.

    Memperhatikan kehidupan lebih detail lalu melihat segala sesuatu adalah bukan pekerjaan sendiri (buang egomu kawan) melainkan campur tangan Tuhan dan bantuan kebersamaan dari orang lain. Sudut pandang semacam ini menuntunmu untuk menjauhi ketergantungan akan penghormatan dan pujian juga popularitas dari orang lain karena fokusnya banyak (bukan hanya dirimu saja yang mendapatkannya).

  10. Menghancurkan kesombongan.

    Kenikmatan dunia jangan sampai membuatmu lupa diri sehingga kesombongan mulai merajalela pada perilaku dan perkataanmu. Jikalau anda menyombongkan hal ini maka mulailah timbul rasa menikmati semua itu. Sehingga kedepannyapun kangen/ rindu ingin meraih hal yang sama hingga timbul niatan untuk menghalalkan segala cara.

Demikian teman. Salam tegar!

Iklan

One comment

  1. […] Mohon maaf kepada bapak, ibu, saudara dan saudari yang menggunakan mobil pribadi. Saya hanya mengungkapkan fakta bukan bermaksud menyudutkan kenyamanan yang anda rasakan. Makmur itu anugrah akan tetapi pemanfaatkan materi yang berlebihan akan membuat mental lemah. Sebab ada kecenderungan kita berlindung di balik materi/ uang yang dimiliki. Baca juga, Cara menggantikan peran materi yang terlalu dominan […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s