17 Cara Orang Cerdas Memecah Belah Masyarakat dan Menghancurkan Dunia Demi Uang & Kekuasaan – Penyebab Kecerdasan Intelektual Meregangkan Persatuan & Kesatuan/ Kebersamaan

Cara orang cerdas memecah belah masyarakat dengan kemampuan intelektualnya yang luar biasa karena merasa tidak adil

Seperti yang kami bicakan pada tulisan sebelumnya bahwa hawa nafsu tertinggi manusia adalah “ingin menjadi sama seperti tuhan” yang maunya ditinggikan, dimuliakan dan disembah. Ini adalah tabiat asli manusia dan ini jugalah yang membuat beberapa orang semakin tinggi keliaran, kebuasan dan keganasannya. Bila sudah bicara tentang uang dan kekuasaan maka banyak orang yang “geregetan bahkan menggebu-gebu” untuk meraih dan memilikinya. Tidak ada penguasa intelektual yang membiarkan kesempatan ini begitu saja. Semuanya akan diembat dan siap untuk diperjuangkan sampai titik darah penghabisan.

Bagaimana ini saudara? Masa memperebutkan dan mempertahankan kemerdekaan sudah lama selesai namun masih saja ada “perjuangan sampai titik darah penghabisan”. Inilah sesungguhnya mindset yang kurang tepat. Masakan antara sesama anak bangsa harus saling bunuh-bunuhan dalam hal memperebutkan uang dan kekuasaan? Haruskah kita terpecah-belah oleh orang-orang yang nafsunya sangat tinggi tentang hal itu?

Kebanyakan orang cerdas di dunia ini tidak memiliki hati nurani. Mereka hanya pandai mengasah kemampuan intelektualnya sedangkan sisi emosionalnya telah menipis oleh kerasnya waktu bahkan telah hilang sama sekali. Keadaan ini didorong oleh kebiasaannya yang lebih suka/ gemar melakukan praktek manipulasi yang syarat dengan tipu muslihat untuk meraih sen demi sen dari kantong orang lain. Mereka hanya berpikir tentang “bagaimana saya bisa untung lagi dan lagi?”. Dan puncak hawa nafsu yang tertinggi baginya adalah “bagaimana saya bisa berkuasa terus dan terus?”.

Mata berbinar-binar karena lembaran uang yang tidak bisa dihitung

Uang adalah magnet pertama yang membuat orang intelek “ngiler”. Terlebih ketika mereka lebih suka mengatasi masalah dengan cara menyodorkan kertas ajaib ini sebagai solusi yang dianggap praktis, efektif dan efisien. Padahal solusi semacam ini hanya akan memanjakan dan akhirnya melemahkan mental mereka sehingga tidak kuat hati menghadapi cobaan hidup. Saking tergiur-nya maka mereka mencoba berbagai cara dan bila perlu menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Terlebih ketika mereka “belum dapat jatah” dari sang junjungan kapitalis tertinggi (negara/ pemerintah).

Hati melompat-lompat karena paket kombo kekuasaan

Demi kekuasaan orang-orang cerdas melakukan berbagai rekayasa politik, sosial dan budaya untuk meraih dukungan dari berbagai masa. Pengaruh penguasa terlalu menggiurkan/ sangat menarik untuk diabaikan apalagi ditinggalkan. Sebab kekuatan pengaruh adalah “paket kombo”, dimana semuanya ada disana, mulai dari uang, harga diri, kehormatan, gengsi, fasilitas mewah, akses jalur VVIP, keamanan bahkan melampiaskan hawa nafu seksual juga ada disana dan lain sebagainya. Inilah yang membuat rayuan jabatan adalah tidak bisa ditolak oleh siapapun apalagi dengan orang intelek yang gila hormat.

Lihat Indonesia yang telah terpecah belah karena pengaruh orang cerdas yang memperebutkan uang dan kekuasaan

Sudahkah anda memperhatikan bagaimana terpecah belahnya bangsa ini? Orang intelek disine membentuk organisasinya. Cendikiawan disana membentuk paguyubannya. Orang cerdik lainnya menyahut pergolakan uang dan kekuasaan dengan membentuk komunitas lainnya. Semuanya saing-saingan dan saling menjatuhkan hanya demi uang dan kekuasaan. Kedua hal ini menjadi komoditas yang beresiko konflik pendek maupun yang berkepanjangan. Ini akan semakin menambah panjang daftar luka dan sakit hati yang dapat berujung pada bentrok intelektual, bentrok mulut dan bentrok fisik bahkan sampai menyebabkan pembakaran, kerusuhan, pengeboman dan kehancuran. Amati saja perang dunia satu (PD I) dan perang dunia dua (PD II), itu adalah contoh besarnya, belum yang kecil-kecilnya.

Lihatlah Indonesia dengan sistem multi partai yang ada sekarang ini. Bukankah ini sebuah pemborosan sekaligus sebagai salah satu sarana cepat politik adu domba? Gelontoran uang dialirkan demi partai, kampanye, pilkada/ pilpres dan pemilu. Coba bayangkan bila dana ratusan miliar itu dibagikan merata untuk kesejahteraan rakyat? Bukankah seluruh penduduk Indonesia menjadi sangat sejahtera? Dan bukan rahasia umum lagilah yang namanya “ongkos besar menghasilkan bayaran yang berlipat kelak” dan semuanya itu masuk kantong kapitalis bukan demi rakyat.

Faktor penyebab orang cerdas berkelompok dan membentuk organisasi sendiri

Namanya juga penjatahan, kalau orang intelek dan cukup populer yang satu ini tidak dapat apa yang diinginkannya (hawa nafsu tinggi) maka siap-siap menempuh jalur perlawanan. Penjatahan yang tidak adil jelas menimbulkan gejolak sosial di masyarakat. Berikut selengkapnya, alasan mengapa orang intelek memiliki kecenderungan untuk membentuk paguyuban yang baru daripada setia kepada yang lama.

  1. Sumber semua masalah sosial semacam ini adalah ketidaksetaraan. Saat keadilan sosial tidak tercapai (khusunysa dalam hal pendapatan – uang) maka manusia mulai mencari cara bagaimana ia menduduki paket kombo (kekuasaan) secara cepat. Maka salah satunya adalah membuat paguyuban yang baru.
  2. Turut dipicu oleh kesombongan kalangan atas. Mereka terlalu angkuh (diktator – sesuka hati) dalam bersikap sehingga menimbulkan kesan iri hati (dengki) kepada oknum tertentu.
  3. Ada sedikit selisih paham antara pihak-pihak tertentu yang sempat memanas berulang kali bahkan menimbulkan ketegangan.
  4. Terdapat beberapa kesalahan sistem yang menyebabkan kegagalan organisasi. Ini menjadi proyek yang dikompori oleh oknum tertentu untuk menggalang lebih banyak dukungan untuk pecah/ berpisah/ cerai.
  5. Ada keangkuhan yang mengakar pada hati manusia, “Kalau loe bisa, gua juga bisa. Lihat saja nanti!
  6. Mulai timbul gelombong masal ketidakpuasan terhadap kalangan atas yang memegang tampuk kepemimpinan.
  7. Ada cela aturan yang mengizinkan didirikannya organisasi baru.
  8. Sumber daya yang dimiliki memadai karena ditunggangi oleh beberapa oknum kapitalis ternama.

Cara orang cerdas memecah belah masyarakat

Bagaimana saja cara orang-orang cerdas memecah belah masyarakat? Kemampuan intelektual yang syarat dengan keangkuhan “ingin jadi sama seperti tuhan” membuat kecerdasan melewati batas-batas kemanusiawiaan itu sendiri. Ini adalah penyakit manusia sejak dari awal purba kala yang menyebabkan nenek moyang kita dibuang dari kemakmuran sejati (taman Eden). Manusia tidak mau sama seperti hewan lainnya (tidak suka kesetaraan) melainkan lebih memilih untuk menggapai tingkat/ level yang lebih tinggi yaitu “menjadi tuhan”. Berikut ini cara orang cerdas memecah belah masyarakat hanya demi uang dan kekuasaan.

  1. Ketidakadilan sosial menyebabkan/ memicu dan memupuk sikap sombong dan iri hati dai dalam masyarakat. Ketidaksetaraan ini dapat dinilai dari jumlah pendapatan dan fasilitas yang diterima oleh masing-masing orang yang tidak sama rata.
  2. Orang intelek yang tidak dewasa sangat dekat dengan iri hati dan kesombongan. Ia sangat mudah dengki menyaksikan kesuksesan sesamanya.
  3. Sayangnya, keberadaannya dengan segala kecerdasan dan kegemilangannya diabaikan oleh banyak orang (padahal itu adalah bagian dari ujian kehidupan).
  4. Ia merasa terhina oleh sikap yang ditujukan kebanyakan orang kepadanya. Oleh karena itu, ada sakit hati, dendam dan kebencian di dalam hatimu.
  5. Dibalik semuanya itu, ikatan dengan beberapa oknum petinggi organisasi turut meregang karena beberapa moment perselisihan/ pertengkaran mulut.
  6. Telah terjadi beberapa kali pelanggaran atau kesalahan yang sering menimbulkan perdebatan internal.
  7. Kejanggalan dalam sistem yang dimanfaatkan sebagai kompor untuk menggalang dukungan dari lebih banyak orang bergabung.
  8. Maka gelombang masal ketidakpuasan mulai merebak dimana-mana sehingga memupuk sikap yang anti terhadap kalangan level manajemen.
  9. Ini semakin diperparah ketika masyarakat kurang intelek dan dengan mudahnya ditokohi/ dibodoh-bodohi oleh oknum tertentu untuk diintimidasi dan dihasut demi kepentingan sempit.
  10. Adanya dukungan dari beberapa oknum kapitalis yang cukup ternama.dan bermodal banyak sehingga ada cukup banyak sumber daya untuk membentuk sesuatu yang baru.
  11. Peraturan yang ada terlalu bebas karena mengijinkan terbentuknya organisasi baru secara cepat.
  12. Adanya dorongan dari luar (yang sengaja ingin memecah belah) sehingga timbullah perpecahan yang menggagalkan kegotong royongan sehingga lembaga tersebut terpecah.
  13. Tingginya keinginan akan uang yang lebih baik/ lebih tinggi nilainya dan jaminan paket kombo kekuasaan yang lebih “bisa kita diatur”.
  14. Akhirnya proses perceraian dimulai sehingga terjadi perpecahan sebab tidak ada kebersamaan ketika masing-masing orang merasa tidak ada keadilan sosial.
  15. Orang intelek pendatang baru muka lama ini berkomitmen untuk membuat organisasi baru. Sebuah komunitas untuk pembaharuan hidup (katanya) yang lebih baik.
  16. Dibalik semua gunjang-ganjing yang terjadi, ternyata paguyuban yang baru ini hanyalah hasil copy-paste dari yang lama. Hanya secara struktural yang berbeda sedangkan ajarannya mirip-mirip/ diubah-ubah dikitlah/ beti aja (beda tipis). Dan semua konspirasi ini hanya demi uang dan kekuasaan
  17. Perpecahan semacam ini menyulitkan/ meregangkan rasa persatuan dan kesatuan. Justru ajaran kebencian mulai disebarkan sehingga situasi semakin memanas dan beresiko menimbulkan kerusuhan masal.

Kesimpulan

Hati-hati dengan orang-orang cerdas disekitarmu, bisa jadi rasa idealisme yang diutarakannya hanyalah sebuah manipulasi politik, sosial, ekonomi dan budaya. Yang sebenarnya tidak ada faedahnya. Semuanya itu pada akhirnya membuat dia sebagai penguasa yang bebas melakukan apa saja (termasuk melampiaskan hawa nafsunya yang tinggi tadi) juga beroleh kekayaan yang melimpah ruah dari semuanya itu.

Seperti yang kami katakan pada tulisan sebelumnya bahwa pengaruh penguasa yang besar meningkatkan ancaman yang semakin tinggi pula. Oleh karena itu ada baiknya jikalau kekuasaan tertinggi di negeri ini diserahkan kepada seluruh rakyat lewat pemilihan umum dan diakhiri dengan demokrasi Tuhan yaitu penarikan undian. Terus ditambah lagi dengan sistem yang terbuka (open govermence) sebab Indonesia ialah negara kedaulatan rakyat dimana masyarakat berhak tahu segala informasi tentang negaranya.

Pada dasarnya selama masing-masing orang belum mendapat jatah yang sama maka selama itu pulalah orang-orang cerdas akan memecah belah masyarakat demi kepentingan pribadinya. Selama uang tidak disetarakan penerimaannya kepada masing-masing pihak maka selama itu pulalah kedua hal ini akan menjadi komoditi yang selalu menyebabkan gelombang bahkan tsunami gejolak sosial di masyarakat. Selagi kekuasaan dipasrahkan ditangan satu-dua orang saja maka selama itu pulalah jabatan semacam ini akan diperebutkan dengan gesit sampai berlelah demi mewujudkannya. Oleh karena itu, ada baiknya paket kombo ini diserahkan kepada rakyat (pemilu yang lebih ramping) dan kepada Tuhan (undian).

Salam keadilan sosial.

Iklan

6 comments

  1. […] Tahukah anda bahwa inilah yang membuat suasana meruncing antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Sebaran kecencian merasuk dalam hati manusia yang lama kelamaan menjadi matang. Sehingga suatu saat nanti (tinggal menunggu waktu saja) maka akan terjadi ledakan besar (amarah) yang berpotensi menghancurkan berbagai lini kehidupan bahkan berujung pada perpecahan. […]

    Suka

  2. […] Baik bagi kita untuk tidak menilai orang berdasarkan logika yang dimiliki. Melainkan juga perlu menggunakan sisi emosional sehingga hati nurani ini tetap tersentuh oleh keberadaan orang lain disekitar anda. Jika kita hidup bersama dan hendak mempertahankan kegotongroyongan ini maka marilah memperjuangkan dan menerapkan kesetaraan. Tanpa kesetaraan tidak ada keseimbangan sehingga damai dan kelegaan yang kita alami bersifat semu dan sementara. Sedikit saja api emosional didalamnya maka mulai timbullah benih-benih perpecahan. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s