11 Cara Menang Tanpa Merendahkan Orang Lain – Memenangkan Pertandingan Tanpa Menyakiti Siapapun

Cara menang tanpa merendahkan orang lain

Menang adalah sebuah pencapaian yang tidak biasa. KBBI mengartikannya sebagai (1) dapat mengalahkan (musuh, lawan, saingan); unggul; (2) meraih (mendapat) hasil (perolehan) karena dapat mengalahkan lawan (saingan); (3) lulus (dalam ujian);(4) mendapat hadiah (dalam undian, sayembara, dan sebagainya); (5) dapat melebihi; lebih dari; (6) dinyatakan benar (dalam perkara).

Bersihkan pikiran dari tujuan yang salah

Sebuah kemenangan menjadi sampah jika itu diperoleh demi tujuan paling merusak sedunia yaitu uang, kehormatan dan ketenaran. Jikalau anda meraih kemenangan demi ketiga hal ini maka dapat dipastikan bahwa hal itu tidak akan kunjung bertahan lama sebab sudah banyak orang yang prestasinya downtime karena hal ini.

Hindari persaingan yang tidak jelas

Pastikan untuk mengikuti event yang benar dan jelas sebagai sarana untuk saling adu potensi. Sadarkah anda bahwa di dalam hidup sehari-hari ada-ada saja persaingan entah berantah yang dapat kita temukan. Anda bisa saja terjebak dalam salah satu diantaranya. Misalnya saja, dalam hal mode fashion, perabotan rumah, kendaraan pribadi, rumah, perhiasan dan masih banyak lagi persaingan sesat lainnya. Mau menang ataupun kalah dalam hal-hal ini adalah tidak penting banget.

Miliki etos kerja yang mantap

(#) Tidak ada pertandingan tanpa latihan .Apapun ajang perlombaan yang sedang anda geluti saat ini, pastikan untuk menjalaninya dengan :

  • (1) komitmen yang kuat dan jangan asal. Ini adalah awal yang baik untuk menciptakan mindset yang positif.
  • (2) Jalani semua proses yang berlangsung dengan penuh kesabaran. Berikan pengertian yang lebih saat muncul berbagai gejolak kecil disana.
  • (3) Miliki sikap yang disiplin saat latihan dan tidak suka membantah orang yang melatih anda.
  • (4) Jalani semuanya itu dengan gigih penuh kerja keras sehingga beroleh hasil terbaik.
  • (5) Hindari sikap seperti kelap kelip melainkan bertekunlah melalui semuanya itu sehingga perjuangan anda lebih maksimal, teratur dan terpercaya.

Miliki pikiran untuk menambah teman di dalam pertandingan

Untuk apa juga mengikuti suatu event jikalau hal itu membuat musuh kita semakin banyak. Hindari sikap yang tidak sportif dalam pertandingan. Anggaplah lawan-lawanmu sebagai teman, istilahnya mengikuti acara ini sambil menambah daftar teman anda (setidak-tidaknya teman di medsos) 😀 Berusahalah untuk mengedepankan kejujuran di dalam segala sesuatu sehingga di dalam setiap event yang diikuti tidak timbul rasa bersalah. Kekuatan negatif semacam ini hanya akan membebani hatimu sehingga hidup semakin berat rasanya.

Cara memenangkan sebuah perlombaan tanpa harus merendahkan pihak lawan

Ada baiknya bila jauh sebelum pertandingan berlangsung, anda telah lebih dahulu menekan diri sendiri (mengalami ujian sosial) sehingga tekanan di dalam pertandingan tidak mudah mengeruhkan hati anda. Setidak-tidaknya anda mampu mengabaikannya lalu tetap fokus pada pergolakan yang sedang dijalani di atas matras.

  1. Tetap bersikap rendah hati.

    Sikap yang rendah hati itu tidak berelebih-lebihan (lebay). Mampu mengertikan segala gejolak yang berlangsung dan menetralkannya lalu tetap positif. Beberapa orang juga meyakini bahwa sikap rendah hati adalah “mereka yang tidak mau merendahkan lawannya dengan kata-kata melainkan mengalahkannya dengan bakat yang telah dilatih selama ini“.

  2. Menjunjung tinggi persaingan sehat.

    Artinya mengikuti aturan dan kaidah yang berlaku luas sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Aturan adalah “rel” sebagai jalur acuan demi jalannya sebuah pertandingan dengan baik, adil dan jujur. Jika memang anda murni hendak menguji diri sendiri (terutama potensimu) maka pastilah semuanya itu ditempuh dengan cara-cara yang sportif.

  3. Tidak memaksakan diri untuk menang, apapun hasilnya terima apa adanya.

    Terlalu memaksakan diri membuat hati tidak tenang. Memang semangatnya akan sangat menggebu-gebu akan tetapi mengalami gejolak sedikit (skor turun) pasti semangatnya sudah memudar. “Setiap manusia juga memiliki batas, melampaui batas itu berarti mendekatkan anda kepada kematian. Berani!

  4. Menjadi lawan saat bertanding dipanggung tetapi akan menjadi teman akrab saat semuanya sudah selesai.

    Tidak menganggapnya sebagai musuh melainkan hanya lawan pada moment tertentu. Anda perlu berpikir positif terhadap lawan tanding sendiri. Jangan biarkan kebencian, dendam dan amarahmu dipendam selama event tersebut berlangsung. Melainkan lepaskanlah semuanya itu sebagai pembelajaran hidup untuk membuatmu lebih cerdas bahkan dewasa.

  5. Belajar memahami emosi lawan.

    Perhatikan gerak-gerik lawan anda, kapan dia terlihat senang atau kelihatan marah. Jikalau bisa memahami emosinya maka andapun dapat mengertikan perubahan sikap yang diekspresikannya. Ini adalah awal dari sikap pengertian.

  6. Fokus untuk menyelesaikan pertandingan

    Jika anda mampu memahami dan mengendalikan emosi negatif lalu menjauhkan berbagai kebencian dan dendam di dalam hati berarti andapun mampu menjauhkan bibir dan hati dari tutur kata yang negatif. Menghindari diri agar tidak sampai mengkritik, mengejek apalagi menghina pihak lawan. Ingatlah bahwa segala sesuatu itu dimulai dari hati, jangan biarkan pikiranmu ditawan oleh kebencian melainkan “selesaikanlah apa yang sudah anda mulai“.

  7. Saat berkomentar hindari menyudutkan kepribadiannya melainkan opini/ sikap tertentu.

    Perlu dipahami bahwa kepribadian manusia itu mustahil dapat diubah dalam satu dua patah kata saja. Pendapat semacam ini cenderung biasa dan tidak bisa dikoreksi dengan pasti. Cobalah memberikan komentar yang lebih detail tentang sikap/ opininya yang kurang tepat.

    Saat kalah.

  8. Mengakui keunggulan lawan & kekalahan yang dialami.

    Menang dan kalah itu biasa tetapi orang-orang yang luar biasa mampu menerima kekalahan apa adanya. Ini adalah salah satu sikap kesatria yang tangguh tetapi lembut bersikap. Jika anda mampu berlapang dada dalam menerima semua keadaan itu maka situasi semacam ini tidak akan membuatmu stres/ depresi melainkan semakin kuat dengan senantiasa mengoreksi diri agar kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi.

  9. Meminta maaf dan berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat.

    Berlapang dada adalah cara paling damai menghadapi kekalahan. Toh anda tidak kehilangan apapun saat mengalaminya. Ini hanya soal waktu saja teman. Jikalau anda kuat maka untuk melepaskan rasa bersalah karena kekalahan dapat dilakukan dengan meminta maaf kepada semua pendukung dan orang-orang yang terlibat didalamnya sekaligus mengucapkan terimakasih buat support-nya selama ini.

    Saat menang.

  10. Menyangkal diri dalam kemenangan.

    Ini adalah salah satu syarat untuk mengikut Tuhan Yesus. Hindari mengambil sendiri semua kemenangan yang telah diraih. Melainkan mulailah menganggapnya sebagai “hasil dukungan dari orang lain” atau “karena kebersamaan“, bisa juga “hanya karena beruntung saja“. Silahkan cari sendiri

  11. Menghancurkan kesombongan di saat sudah menang.

    Saat anda sudah menang maka sadarilah bahwa situasi semacam ini syarat dengan kesombongan. Kadang tinggi hati itu datang dengan tiba-tiba dan tanpa anda sadari sebelumnya. Sehingga sikap hati mulai meninggi yang disusul oleh perkataan yang mulai cakap sombong. Pada akhirnya, perilakupun mulai menghina orang lain sembari berucap kelebihan sendiri.

Pertandingan bukanlah pertarungan hidup dan mati. Jika sudah menang bukan berarti sudah hebat sendiri sebab ada banyak kekuatan yang mendukung anda dari belakang. Ketika kalah maka bukan berarti dunia kiamat sebab hidup terus berlanjut kawan. Apapun yang anda alami, ambillah makna positif dari semuanya itu sebagai pelajaran hidup kedepannya.

Salam mental tangguh nan lembut!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s