+10 Cara Keserakahan Menghambat Perputaran Ekonomi, Meningkat Pengangguran & Kemiskinan

Cara Keserakahan Menghambat Perputaran Ekonomi

Topik yang sangat panas untuk di bicarakan di zaman sekarang ini adalah KESERAKAHAN manusia. Orang dibius oleh harta duniawi sehingga uang menjadi objek yang sangat menggiurkan diantara manusia. Perilaku ambil untung sudah tidak lagi memandang aspek kemanusiawian. Hanya orang-orang cerdas yang berhak untuk sumber daya yang meluap-luap hingga kepunyaan mereka berlimpah-limpah di bumi. Selain itu, harta memanjakan manusia dan mendorong orang-orang untuk lebih manipulatif, lebih licik dan lebih jahat. Padahal besok siapa yang tahu ajal menjemput atau tidak. Apa itu mereka bawa mati ya? Istilah kata, “hartanya banyak tapi amalnya tipis“. Senyuman aja gak dikasih apalagi duitnnya, dasar pelit…. wkwkwkkkkk

Entah untuk apa, menimbun banyak-banyak padahal dampak buruk kekayaan membuat manusia sangat egois. Membuat rumah di tempat-tempat sepi dan luas. Tidak mau mengerti dengan gangguan sosial. Tidak suka bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Suka menghakimi lawan-lawannya secara sembarangan. Hidup bermanja-manja hingga pada akhirnya memiliki hawa nafsu yang tinggi, sesat dan jahat. Salah satu ciri khas orang berduit adalah melindungi diri dari ujian sosial yang biasa dan kerap kali menyakiti orang lain dengan uang dan pengaruh yang dimilikinya.

Manusia menjadi lemah karena uang yang ia miliki telah merawat indranya baik-baik. Bangunan yang megah, mewah, tembok-tembok yang tebal, tinggi dan besar telah membuatnya menjadi individualis. Bahkan saking parahnya itu, ia tidak lagi memikirkan kepentingan orang lain melainkan hanya berpikir “apa yang membuat saya beruntung? Apa yang membuat saya senang? Apa yang bisa menambah harta milik yang sudah ada lagi dan lagi”. Itu semuanya yang dia inginkan dan sungguh di atas kemauannya itu orang lain berada jauh di bawah, terabaikan, merana dan miskin.

Hanya mengandalkan kekuatan intelektual saja mustahil mampu menggerakkan perekonomian dunia. Anda murni butuh otot dan berbagai kekuatan lainnya untuk bekerja bersama-sama. Apakah manusia hanya bisa hidup dengan kepala saja? Atau mungkinkah badan bisa bertahan tanpa tangan dan kaki? Apakah tubuh tidak butuh mata atau tidak butuh telinga untuk bisa berjalan dan bekerja? Mungkinkah anda bisa hidup tanpa mulut? Atau bisakah anda makan dan minum tanpa perut? Kita berbeda-beda tetapi tetap satu yaitu indonesia. Justru di dalam perbedaanlah kita saling melengkapi dan saling bertoleransi sehingga bangsa ini mampu bergerak sempurna.

Cara keserakahan manusia menghambat perputaran ekonomi, meningkatkan pengangguran dan kemiskinan

Untuk apa menjadi serakah terhadap uang? Terlalu kaya juga tidak ada artinya. Justru kekayaan itulah yang memanjakanmu juga keluarga lainnya. Lagipula memiliki banyak harta membuat kita lebih mengandalkan materi saat datang pencobaan. Sehingga lupa dengan Sang Pencipta. Pada akhirnya anda akan bertahan dari cobaan tersebut bersama materi (diri sendiri + uang) bukannya Tuhan (Allah + diri sendiri). Inilah salah satu faktor yang menyebabkan anda sangat ketergantungan dengan uang sehingga sampai-sampai mencarinya secara berlebih (sampai-sampai meruskan hal yang bengkok).

Kemudian, mari kita bahas bagaimana keserakahan manusia menghambat perputaran ekonomi sekaligus meningkatkan pengangguran dan kemiskinan. Berikut selengkapnya

  1. Pola pikir pemerintah yang kurang benar.

    Mereka terlalu mengagung agungkan uang padahal untuk apa itu duitnya kalau barang dan jasa tidak ada? Mereka terlalu fokus pada uang sehingga lupa untuk membuat barang dan jasa. Kerjanya nimbun uang terus (serakah) sehingga harga barang dan jasa semakin mahal saja. Sedangkan nilai uang mereka makin anjlok.

  2. Uang membuat banyak orang ketergantungan.

    Saat ada masalah maka mereka larinya ke materi. Pergi jalan-jalan keluar, pesta hura-hura, pesta miras bahkan narkoba dan juga seks bebas untuk mengatasi stres. Padahal sesungguhnya diri sendiri dengan sokongan Tuhan pastilah dapat mengatasi tekanan stres Orang semacam ini sangat rentan terhadap stres dan kejaran mereka pertama kali saat ini terjadi adalah “membeli sesuatu”.

  3. Orang yang pintar-pintar, dekat dengan negara (oknum pemerintahan) dan serakah menguasai semuanya.

    Mereka mengelola sumber daya hanya disekitar profesi yang mereka miliki. Ini membuat uang hanya dinikmati dan bergerak dilingkungannya saja namun kehidupan orang lain yang tidak termasuk dalam golongan pemerintah terlantar hidupnya bahkan terkatung-katung oleh beratnya situasi.

  4. Mereka jago sekali membuat proyek-proyek fiktif – Mereka atheis yang tidak takut dosa.

    Merancang sebuah anggaran yang memetakan proyek/ kegiatan/ acara tertentu yang sebenarnya realisasinya nol besar. Proyek fiktif ini dilakukan untuk menghabiskan anggaran suatu wilayah sehingga diakhir tahun kelak mereka mengaku sudah kerja sampai keringat bercucuran bahkan mati-matian untuk mensejahterakan rakyat lewat berbagai proyek macam-macam (padahal fiktif).Adanya kongkalingkong manipulatif yang tidak menguntungkan rakyat.

  5. Merancang sebuah sistem dimana orang yang licik sekalipun bisa makan sekenyang-kenyangnya di negeri ini.

    Misalnya dengan adanya persekongkolan antara: – Persekongkolan jahat antara legislatif dan eksekutif. – Konspirasi antara pemerintah dan pengusaha. – Kejahatan antara lembaga pemerintah dengan lembaga pemerintah.

  6. Pengusaha yang cerdas secara intelektual namun lemah emosinya menjadi tidak punya hati.

    Oknum kapitalis diberi ijin untuk memanen di negara tersebut dengan nilai bagi hasil (saham) yang menguntungkannya. Dengan catatan, mereka pasang cost yang tinggi kepada oknum pemerintah tersebut. Si oknum diberi (bahkan kadang meminta) segepok duit untuk membutakan mata, telingat dan mulutnya. Padahal jika bagian tersebut masuk dalam kas negara lumayan tebal dan tambun.

  7. Saking serakahnya, mereka menghendel multi profesi.

    Oknum ini mati-matian mencari duit, sudah bekerja di pemerintah maka bekerja juga sebagai pengusaha. Mereka multi talent yang serakah sehingga hadir disemua profesi dan disegala bidang untuk mencari uang.

    Kami heran untuk apa mereka lembaran kertas yang banyak itu,
    banyak makan juga tidak bagus untuk kesehatan lho….
    sering jalan-jalan juga tidak baik untuk perkembanganmu….
    apa-apa yang berlebihan adalah tidak baik untukmu….
    terus uang yang menumpuk-numpuk itu untuk apa dong…..
    jangan-jangan itu hanya menambah kekuatiran anda pak….
    terlebih kalau dicari dengan cara-cara yang tidak halal…..
    bukankah itu harta semakin banyak semakin bahaya kita pak….

  8. Oknum pemerintah dan swasta taunya hanya menimbun terus dan terus sehingga bertambah-tambah kaya raya.

    Kami heran, untuk apa mereka uang banyak-banyak. Apa mereka mau bila kelak anaknya memilih untuk bermalas-malasan sebab semuanya sudah disediakan oleh orang tua. Anak yang tidak tau kerja dan tidak pernah kerja pastilah tidak akan menemukan titik kedewasaan sebab maunya “dilayani terus” (layaknya raja). 😀

  9. Perekonomian menjadi lesu.

    Uang yang seharusnya untuk rakyat (kedaulatan rakyat – ekonomi kerakyatan) menumpuk di tangan oknum pemerintah dan swasta (kapitalis nyok….). Palingan duit yang mereka gunakan hanya kebutuhan sehari-harilah dan itu tidak begitu banyak, yang mereka simpan lipat kali ganda dari itu. Pas diletakkannya di bank atau di brankas bahkan ada juga yang menguburkannya/ menyimpannya di tempat tertentu agar tidak diketahui KPK bila ada pemeriksaan data keuangan. wkwkwkwkkkkk tambah nyesak tuh hidupnya.

    Duit yang disimpan di bank hanya menguntungkan pihak bank. Tetapi uang rakyat itu tidak pernah diputar lagi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengembangkan potensi daerah yang ada.

  10. Orang-orang yang memiliki talenta tidak dibiayai oleh negara.

    Mereka dibiarkan begitu saja. Padahal jikalau potensinya itu di danai oleh pemerintah pasti bisa menghasilkan uang.

  11. Perputaran uang hanya terjadi sekali saja.

    Misalnya:
    – Pemerintah – rakyat – pengusaha.
    – Pengusaha – rakyat – pemerintah.
    – Pemerintah – rakyat – pemerintah.

    Akibatnya gelontoran rupiah hanya terpusat ditangan beberapa orang saja (oknum pemerintah dan swasta). Uang tidak digunakan untuk menggerakkan potensi masyarakat sehingga pengangguran terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk.

    Ditambah lagi karena fokus pemerintah hanya “bagaimana bisa  ada uang?” namun mereka lupa membuat barang dan jasanya sehingga kedua komoditas ini semakin langka dan harganyapun semakin melambung tinggi. Akibatnya, jumlah orang miskin semakin bertambah dari tahun ke tahun.

  12. Sebaiknya perputaran uang itu harus terus menerus dimana pusatnya adalah negara,

    misalnya.
    – Pemerintah – rakyat – pengusaha – pemerintah – rakyat – pemerintah – pengusaha…. dan seterusnya.
    Perputaran uang ini sangat tergantung dari kebutuhan. Artinya semakin banyak manusia maka seharusnya semakin banyak barang dan jasa yang diciptakan. Jika keserakahan terhadap uang merajalela maka hanya nilai uangnya saja yang bertambah-tambah. Sedangkan barang dan jasa yang dihasilkan itu-itu saja dan tidak pernah mengalami diferensiasi dan penambahan jenis.

Sampai sekarang, kami masih terheran-heran, untuk apa manusia menjadi kaya. Ini hanya membuatnya terlokalisasi, jauh dari masyarakat, jauh dari ujian sosial. Tembok-tembok yang tinggi dan tebal telah melindungi indranya dari gangguan sosial. Tanah yang luas dan pekarangan yang luas membuatnya jauh dari aktivitas sosial (pergaulannya kepada sesama hampir tidak ada). Teknologi dan fasilitas yang dimiliki hanya memanjakanny dan membuatnya sangat ketergantungan terhadap hal tersebut. Justru dengan segala hartanya yang banyak itu, hidupnya semakin rentan terhadap ancaman.

Salam hidup sederhana!

Iklan

One comment

  1. […] Mereka yang licik dan penuh konspirasi sebenarnya orang Indonesia sendiri. Keserakahan membuat mereka menindas saudara sendiri di tanahnya. Tidak mau berbagi dengan sesama medorong beberapa orang memperdaya orang yang lebih lemah darinya. “Orang bodoh diinjak oleh orang cerdas, yang kuat memakan yang lemah”. Inilah realitasnya. Namun mereka berkelit/ berkilah dengan menuduh Amerika dan Yahudi di balik semua bencana sosial dan kesehatan padahal secara diam-diam merencakan hal buruk kepada saudaranya sendiri. Baca juga, Ciri-ciri orang serakah […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s