+11 Manfaat Kebersamaan Dalam Filosofi Tubuh Kristus – Hidup Bersama Membuat Bahagia

Manfaat kekuatan dibalik kebersamaan hidup bahagia di dalam kesetaraan

Kristen Sejati – Kebersamaan mutlak dibutuhkan di dalam segala bidang. Mustahil anda dapat bertahan sendiri melewati pekat – kemelut dunia ini seorang diri saja. Pada dasarnya manusia memiliki kebutuhan dan disanalah kita berdiri untuk menanti peran orang lain yang melengkapi kehidupan ini. Tidak ada seorangpun yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Jikalau hanya soal makan dan minum saja memang bisa sendiri. Akan tetapi, masih banyak hal lainnya yang anda perlukan. Disinilah peran kegotong royongan dibina selayaknya manusia yang hidup bersama ditengah perbedaan.

Tanpa kebersamaan manusia hidup di dalam pengetahuan yang syarat dengan ego-sentris. Kebiasaan ini membuat orang hanya mementingkan diri sendiri dan mencari untung untuk kepentingan pribadi. Keadaan seperti ini hanya menguntungkan mereka yang pintar-pintar saja sehingga sumber daya terpusat di tangannya. Uang akan terus menumpuk ditambah lagi sikap serakah maka itu terus bertambah-tambah di bank sehingga menjadi tidak bermanfaat. Namun, apabila uang semacam ini ada di tangan pemerintah yang terbuka & peduli dengan kebutuhan rakyat niscaya akan kembali diputar ke dalam bentuk lain sehingga ekonomi terus berjalan.

Manusia hanyalah entitas kecil debu yang tidak berguna ditengah luasnya alam semesta. Akan tetapi jika debu-debu itu dikumpulkan dan sedikit dilembabkan maka ia akan memiliki bentuk sehingga bisa dimanfaatkan untuk melakukan sesuatu (misalnya ornamen muk dan piring). Inilah yang kami sebut dengan  memulai segala-sesuatu dari yang kecil. Artinya, jikalau manusia sudah mulai mengabaikan hal-hal kecil, alhasil hal besarpun akan melemahkan anda. Jangan karena anda pintar, memandang rendah orang lain bahkan menganggap bahwa mereka tidak dibutuhkan. Hindari sikap yang terlalu sepele dengan keberadaan sesama anggota masyarakat lainnya. Pastikan, untuk mengedepankan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi.

Gotong royong adalah kekuatan masyarakat yang paling mumpuni. Lewat rasa ini, semua masalah bisa diselesaikan bahkan persoalan yang sudah bertahun-tahunpun dapat dipertemukan dengan titik temu yang cocok. Seperti layaknya seorang tukang yang sedang membangun sebuah rumah. Ia butuh kerikil, batu besar dan pasir bersimen untuk membangun pondasi rumah. Untuk dinding-dindingnya mereka mengambil batu bata dan pasir campuran semen untuk merekatkan semuanya itu. Untuk atap dan rangkanya, ia butuh kayu dan genteng yang direkatkan dengan teknik tertentu dan dipalu dengan paku. Dan masih banyak bagian-bagian lain yang menyusunnya hingga terbentuklah sebuah rumah yang nyaman di tempati.

Di dalam Kekristenan, ada filosofi yang menjunjung tinggi persatuan ditengah perbedaan manusia. Ini disebut dengan filosofi tubuh Kristus yang diajarkan pertama kali oleh Rasul Paulus, yang berbunyi demikian:

Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. (1 Korintus 12 : 12-27)

Rasul Paulus telah memberikan dasar untuk sebuah kebersamaan. Dikarenakan ia sangat mengerti bahwa perbedaan selalu ada dan sangat manusiawi. Mengambil sebuah perumpamaan yang sangat cocok untuk menggambarkan keberagaman dalam Gereja Tuhan. Manusia tidak mampu melakukan semua peran untuk menggerakkan sebuah sistem. Justru lewat perbedaan itulah kita saling melengkapi satu sama lain sehingga sistem yang ada bergerak beriringan untuk satu tujuan tertentu.

Rasul Paulus di bawah pimpinan Roh Kudus tahu betul bahwa diantara kita ada yang cerdas dan ada juga yang tidak pintar. Akan tetapi, bukan berarti kita boleh merendahkan yang tidak pintar itu melainkan memberi perhatian khusus kepadanya. Artinya, tidak boleh juga kita memanfaatkan kekurangannya untuk mendatangkan keuntungan bagi diri sendiri melainkan mulai berbagi peran dan manfaat satu sama lain. Pada akhirnya semua perbedaan itu janganlah diperhitungkan sebagai kelemahan/ kekurangan sehingga terkesan mengabaikan dan menganggapnya lebih rendah jauh di bawah kita.

Saat sedang sendiri, bagaimana dong?

Ada saat-saat tertentu dimana kita hanya seorang diri saja dalam hidup ini. Entah itu disana atau disini. Kami sendiri merasakan hal ini saat masih di tanah orang (perantauan). Tidak enak hidup seorang diri terutama ditempat dimana anda tidak mengenal siapa-siapa disana. Jikalau demikian sisi hidup nyaman yang dekat dengan binatang semakin tumbuh subur di dalam hati. Oleh karena itu, untuk menghindari situasi semacam ini maka yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

  • Milikilah Tuhan.

    Sudah tahukah anda bahwa Tuhan adalah entitas tanpa batas yang mengisi seluruh alam semesta ini bahkan di dalam hati andapun Tuhan ada. Panggil nama-Nya pada jalur yang benar. Bercakap-cakaplah dengan-Nya dalam doa-doa, firman dan puji-pujian. Baik di dalam hati sendiri maupun lewat perkataan (bibir) juga dapat lewat lantunan berbagai jenis musik.

    Saat kita sedang sendiri dalam dunia ini maka hanya memiliki Tuhan saja di dalam hati adalah sudah cukup untuk membahagiakanmu.

  • Ramah dan baik kepada semua orang.

    Sekalipun tidak ada siapa-siapa disana yang dikenal namun kepada siapapun yang dekat kepadamu, ramah dan baiklah kepada mereka. Ramah tamah adalah kebaikan yang paling sederhana namun paling intens untuk dilakukan (selalu dilakukan) dalam hidup sehari-hari. Andapun bisa melakukan kebaikan yang lainnya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki. Kebaikan akan melatih kecerdasan emosional anda sehingga tetap memiliki hati dalam bersikap.

Siapakah orang yang menolak untuk hidup bersama dalam kesetaraan?

Sekalipun kedengarannya hidup bersama itu lebih baik namun dibalik kedahsyatan tali persaudaraan ini terdapat banyak orang-orang yang merasa dirugikan. Orang-orang ini sangat agresif untuk melakukan hal-hal yang syarat dengan manipulatif. Namun, ketika rasa kebersamaan itu semakin diperkuat/ dipererat dengan adanya saling pengertian terhadap kesalahan yang dilakukan. Perlu dipahami bahwa sikap perfeksionis dapat melemahkan pilihan untuk bergotong royong. Sebab dimana ada pribadi yang lain maka disanalah ada perbedaan yang berpotensi salah dimengerti.

Saat manusia bersama maka tidak ada lagi yang bisa ditokoh-tokohi demi kepentingan sempit. Padahal orang-orang ini adalah serakah dan ingin memperkaya diri sendiri dari kebodohan orang lain. Berikut orang-orang yang tidak senang dengan sikap yang bergotong royong.

  • Orang yang pintar-pintar yang sangat gesit berkonspirasi untuk memperkaya diri sendiri. Bisa dialami siapa saja, bisa oknum pemerintah, oknum kapitalis, oknum cendikiawan (kaum intelektual) dan lain sebagainya. Mereka suka masyarakat yang terpecah belah sehingga mengeruk rupiah dari perpecahan itu. Perpecahan juga membuat rakyat kehilangan hak-haknya. Sebab setelah perpecahan terjadi maka timbullah kekacauan yang merugikan mereka.

Apa saja manfaat hidup di dalam kebersamaan?

Memutuskan untuk hidup di dalam kebersamaan adalah sebuah langkah awal yang berpotensi menghasilkan daya ledak yang super tinggi, panjang dan lebarnya dalam kehidupan bermasyarakat. Ini berbicara tentang sesuatu yang nilainya plus-plus untuk membangun kehidupan manusia. Jika ada sesuatu yang lebih di dunia ini maka hal itu adalah “gotong royong“.

Kehidupan manusia tidak akan mampu bertahan lama jika ia seorang diri saja.

  1. Permulaan dari persatuan dan kesatuan.

    Saat di dalam segala hal ada rasa persamaan antara anggota masyarakat maka hidup menjadi lebih dekat satu sama lain. Kedekatan inilah yang menepis perbedaan diantara kita sehingga mewujudkan tujuan hidup untuk saling bersatu. Sehingga kita berharap di dalam rasa persatuan dan kesatuan ini hidup lebih berarti dan bermakna.

  2. Menjadi lebih bahagia.

    Ada kebahagiaan saat anda bersama orang lain. Bisakah anda melihat senyuman saat seorang sahabat di dekat anda? Itu tandanya dia bahagia teman. Bahkan kami bisa menyatakan bahwa itu lebih dari kebahagiaan yang biasanya.

  3. Menjadi lebih kuat.

    Struktur kerja sama itu seperti lidi yang dijadikan satu ikatan sehingga menjadi sapu yang dapat membersihkan berbagai kotoran. Saat kita bersama-sama dalam menjalani hidup ini kemungkinan besar akan ada gangguan, tantangan dan ancaman dari luar. Namun semuanya itu bisa kita atasi jikalau dilalui dalam kebenaran. Masing-masing akan memaparkan ide dan solusi untuk menghadapi keadaan itu sehingga semuanya bisa ditanggung dan diselesaikan sama-sama.

  4. Timbul niatan untuk saling tolong-menolong.

    Terkadang ada waktu mendesak yang kita temukan dalam hidup ini dimana kita butuh sesuatu namun tidak sempat di beli di pasar/ di toko/ di warung. Akhirnya, memutuskan dahulu untuk meminjam dari tetangga sebelah.

  5. Ada rutinitas saling melayani dan dilayani.

    Inilah yang kami sebut sebagai lingkaran kasih. Saat orang lain berbuat baik kepada kita maka suatu saat (cepat ataupun lambat) andapun akan melakukan kebaikan kepada orang tersebut. Sehingga timbulah sikap yang saling memberi satu sama lain.

  6. Saling melengkapi.

    Pernahkah ada masa dalam hidup anda hidup bersama salah seorang teman? Suatu saat mereka memutuskan untuk jalan-jalan/ liburan/ refreshing ke suatu tempat. Yang seorang berpesan, “saya akan membawa nasi dan lauk besok” dan yang lain berkata, “sayapun akan membawa makanan ringan, puding dan minuman besok”. Besoknya, saat di tengah perjalanan mereka membuka bekal masing-masing dan saling tukaran sehingga rasa puas yang dinikmati seolah lengkap dimana masing-masing saling mengisi.

  7. Saling melindungi.

    Saat anda dikenal dan dekat dengan banyak orang maka itu adalah sesama manusia yang saling peduli, memperhatikan dan melindungi satu sama lain. Berteman dengan sepuluh orang yang saling mengerti satu sama lain berarti anda memiliki 10 orang pelindung yang siap sedia mengingatkan dan menghalau ancaman yang mendatangimu.

  8. Sama-sama memberi penghiburan dan semangat.

    Saat seorang akan yang lain sedang lemah, lesu, gundah, gulana maka yang lainnya akan berusaha menjadi pelipur lara atau setidak-tidaknya menyanyi dan melucu sehingga rasa sedih dari wajah si kawan digantikan oleh senyuman manis.

  9. Sarana gotong royong.

    Di dalam kerja sama, apapun yang kita usahakan pastilah berhasil. Bukan hanya hal-hal kecil saja yang dapat diraih akan tetapi hal-hal besar juga dapat kita wujudkan di dalam sikap gotong royong.

  10. Sarana komunikasi.

    Ketika penelitian mengatakan bahwa perempuan lebih cerewet dari laki-laki maka bukan berarti seorang laki-laki tidak banyak bicara. Demikian juga bukan berarti perempuan harus banyak bicara. Melainkan jadilah diri sendiri, bicara disaat yang tepat dan diam disaat yang tepat. Lidah bisa menyenangkan hati bukan saja ketika ditelan (makan & minum) melainkan juga ketika dihembuskan (berkata-kata).

  11. Tempat ujian sosial.

    Ujian sosial yang benar membuatmu menjadi seseorang yang tangguh karena kuat (bukan keras) saat bertahan (dalam pencobaan) namun menjadi lembut dalam bersikap. Ini baru namanya ujian sosial yang benar.

  12. Menyelesaikan masalah bersama (musyawarah).

    Masalah bisa terjadi dimana saja. Ini juga termasuk ke dalam ujian sosial hanya bukan tentang diri sendiri melainkan perosalan yang dialami oleh tim (misalnya keluarga). Saat kita bekerja sama untuk menyelesaikan masalah niscaya semuanya dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

  13. Mencapai tujuan (visi & misi) bersama.

    Manusia memiliki pekerjaan yang berbeda-beda. Sekalipun demikian justru dalam perbedaan itulah kita saling menopang satu sama lain sehingga tercapailah tujuan yang diidamkan bersama.

  14. Mampu mencerdaskan dan membuatmu dewasa bahkan lebih bijak.

    Tahukah anda bahwa sikap saling mengisi lewat pertukaran pengetahuan saat sedang berbaur dengan sesama membuat anda lebih cerdas. Kemudian dalam melewati ujian kehidupan jika mampu mengambil makna positifnya maka pikiran menjadi berkembang lebih dewasa.

  15. dan masih banyak lagi…..

Tanpa keadilan sosial tidak ada kerja sama

Kesetaraan adalah sebuah nilai mutlak di dalam kebersamaan. Jangan kata kita sama-sama tetapi sejahteranya bebeda. Tidak mungkin kita sama-sama padahal nilai anda lebih dimata orang lain. Apa gunanya kita sama tetapi anda mendapat lebih sedangkan saya hanya sisanya doang. Haruslah dipahami bahwa tanpa keadilan sosial bagi seluruh anggota maka tidak ada yang namanya kebersamaan.

Saat semua bekerja bersama-sama maka masing-masing bagian menunjukkan kemampuannya. Harus dipahami bahwa potensi itu selalu berbeda dan cenderung tidak dapat diukur dalam bentuk angka-angka. Mereka yang menyamakan bakat seseorang dengan matematika hanyalah kaum intelektual yang serakahnya minta ampun sehingga tidak mau berbagi. Tapi coba saja kalau mereka disuruh menyapu lantai dan toilet kantor, petugas keamanan atau tukang sampah, apa mau? Pasti pada gak mau tuh…. Disinilah yang kami sebut sisi keadilan itu dimana masing-masing pihak saling menghargai dan dibayar dengan nilai yang sama.

Satu-satunya yang dapat diukur secara general di dunia ini hanyalah pendidikan dan umur. Mereka yang sudah berpendidikan tinggi pantas mendapatkan sesuatu yang lebih namun lebihnya itu tidak jauh-jauh amat. Demikian juga dengan mereka yang sudah dewasa/ tua harus memiliki kesejahteraan yang lebih baik. Sebab pemuda dan anak-anak perlu ditekan agar mereka bisa belajar mengendalikan diri dari sifat-sifat binatang yang ada dalam dirinya. Masih ingat dengan tulisan kami, Anak lahir bodoh, karena itu harus lebih banyak belajar dan mengikuti pendidikan.

Salam kemajuan yang seutuhnya!

Iklan

2 comments

  1. […] Bersama kita lebih kuat. Di dunia ini ada-ada saja yang mendatangkan persoalan, baik dari lingkungan sekitar maupun antara teman dekat. Saat masing-masing orang memberikan buah pikirannya maka jalan kepada penyelesaianpun menjadi lebih terang benderang. Bukan suatu yang samar-samar melainkan semuanya menjadi jelas sehingga jalan yang ditempuh lebih terarah. Dalam kebersamaan pergumulan apapun dapat dihadapi asal saja kita berada di jalur yang benar. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s