+17 Hambatan Dalam Berprestasi: Inovasi, Kreativitas dan Kolaborasi Tidak Ketemu Bahkan Hilang Sama Sekali

Hambatan Dalam Berprestasi Inovasi Kreativitas dan Kolaborasi Tidak Ketemu Bahkan Hilang Sama Sekali

Prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya). Ini hanyalah sebuah hasil yang berawal dari tiga etos kerja yang sangat menentukan, yakni kesabaran, kerja keras dan ketekunan. Hidup ini butuh proses, kedepankan kesabaran dalam menempuh segala sesuatu. Pekerjaan yang dilakukan dengan bekerja keras penuh kedisplinan tidak akan sia-sia. Fokus untuk melakukan/ mewujudkan sesuatu dengan menekuninya terus menerus kelak akan menjodohkan anda dengan suatu ide berupa inovasi, kreativitas dan kolaborasi.

Ada dua tipe prestasi di dunia ini, yaitu yang datangnya cepat dengan yang datangnya lambat. Berikut selengkapnya.

  • Mereka yang datangnya cepat biasanya sudah diarahkan sejak dini oleh orang tuanya untuk menjadi ini dan itu. Memfokuskan anak dari kecil untuk melakukan sesuatu adalah baik akan tetapi hal ini bertentang dengan keyakinan tentang “jadi diri sendiri“. Tidak masalah jika seseorang telah menunjukkan keberhasilan sejak dini. Akan tetapi saran kami, awasi kesombongannya sebab buah hati anda belum mengenali kesombongan itu “apa dan bagaimana“. Mereka masih tidak mampu mengendalikan dirinya dan juga hawa nafsunya.
  • Mereka yang datangnya lambat biasanya baru menemukan idenya setelah (1) pengetahuan sudah mencukupi (telah membaca, menyaksikan dan menikmati berbagai hasil ilmu dan karya seni orang lain) ditambah dengan (2) telah makan manis, asam, asin dan pahitnya kehidupan (masalah dan tekanan sosial). Kemungkinan orang seperti ini akan memiliki masa-masa gemilang yang panjang, asalkan saja,
    – dia bisa mengendalikan kesombongan itu.
    – tidak ketergantungan dengan uang.
    – belum ketergantungan dengan pujian.
    – menghindari ketergantungan dengan jabatan.
    – menjauhi sesuatu yang namanya popularitas.

Perlu dipahami bahwa bukan orang lain yang menghambat berbagai ide yang kita miliki. Satu-satunya penghambat terbesar sehingga anda belum menemukan bahkan kehilangan idealisme itu adalah diri sendiri. Ada tiga tujuan yang menjerumuskan manusia pada “ruang abu-abu” (ketidakjelasan) yaitu demi uang, pujian dan ketenaran. Juga terdapat 3 cara hidup yang mengubahmu menjadi “pecandu” (terlalu memaksakan diri karena terlalu ketergantungan) yaitu, pengakuan, uang dan popularitas.

Niat hati ini, kiranya benar-benar murni demi tujuan kebenaran sejati yaitu demi kemuliaan nama Allah dan untuk menjadi bermanfaat (berfaedah) bagi sesama manusia. Memiliki tujuan hidup seperti ini maka sudah cukup untuk membuat hati tetap bahagia sekalipun di tengah kehidupan yang bergejolak (masalah). Dengan alasan kebenaran ini saja maka hati tetap semangat menjalani hidup sekalipun uang, pujian dan popularitas biasa saja. Ingatlah bahwa kebenaran bukan hanya sebuah teori melainkan juga sebagai simbol kekuatan dan semangat kebersamaan.

Apa saja hambatan yang sering merintangi kita saat hendak berprestasi?

Lalu pada bagian ini kami akan memberikan beberapa argument untuk mengajukan apa saja hal yang kemungkinan besar menyebabkan terhambatnya perolehan prestasi dalam menemukan ide, inovasi dan kolaborasinya. Berikut selengkapnya.

Sebelum berprestasi

  1. Tidak fokus pada Tuhan.

    Tuhan adalah gembala yang baik. Ia yang akan menuntunmu ke padang rumput yang berair dan hijau pada waktunya.

    Bagaimana caranya anda bisa fokus pada Tuhan? Tentu saja dengan senantiasa bercakap-cakap dan memuji-muji nama-Nya di dalam hati juga lewat mulut dan alat musik (tergantung panggilan jiwa dan kenyamananmu).

    Terus lagi yang kami minta dari pembaca sekalian adalah, jikalau memiliki masalah, hindari pertama-tama mengadu di facebook, twitter dan G+ melainkan adukanlah persoalan hidupmu hanya kepada Tuhan saja.

  2. Belum mampu meredam hawa nafsu, kebencian, dendam, amarah, iri hati dan kesombongan.

    Sadarilah bahwa berbagai tabiat buruk ini berpotensi untuk memakan banyak memori otak anda sehingga hanya menyisakan sedikit saja untuk digunakan sebagai alat berpikir. Jikalau hati anda telah dibersikan dari semua kebiasaan buruk ini maka hal-hal yang baikpun akan berdatangan kelak salah satunya adalah prestasi: inovasi, kreativitas dan kolaborasi.

  3. Memiliki tujuan paling sesat sedunia yakni demi mendapatkan uang (menjadi kaya raya), popularitas (jabatan) dan pujian (pengakuan).

    Adalah mustahil langkah-langkah yang anda tempuh kelak bebas dari penyimpangan/ manipulasi jikalau motivasinya sudah jauh dari kebenaran.

  4. Tidak bahagia.

    Adalah sesuatu yang mustahil untuk menghasilkan sesuatu ketika anda sedang dalam keadaan sedih. Oleh karena itu nikmatilah hidup ini apa adanya teman. Yang belum ada jangan terlalu dipaksakan ada. Akan tetapi yang sudah ada jangan dibawa dalam sungut-sungut. Temukan kebahagiaanmu dengan cara mengaktifkannya sendiri dari dalam hati.

  5. Kecukupan makanan & minuman sehingga kurang gizi.

    Penting bagi anda untuk memenuhi asupan karbohidrat, lemak dan protein terutama di pagi hari. Kami sendiripun makan 2 kali sehari tetapi makan pagi itu harus terus nanti lagi kalau sudah sore sedangkan malamnya tidak. Semuanya tergantung kebiasaan kawan.

    Jangan lupa dengan air garam isotonik yang ada manis-manisnya. Manis itu pertanda akan adanya energi disana. Terlebih ketika fakta mengatakan bahwa Cl- (salah satu ion pembentuk garam) merupakan komponen terbesar dalam tubuh makhluk hidup (termasuk manusia). Artinya, sebagian besar daging, tulang bahkan otak anda disusun oleh khlor.

  6. Tidak memiliki etos kerja: sabar, kerja keras dan bertekun.

    Tiga hal ini harus anda terapkan dalam mengejar ide: inovasi, kreativitas dan kolaboratif

  7. Kurang pengalaman dalam hal membaca dan menyaksikan berbagai hasil karya orang lain.

    Tidak rajin membaca dan melihat berbagai hasil karya orang lain baik dalam bentuk cerita (cerpen, roman, komik dan lain-lain), maupun dalam bentuk seni rupa (lukisan), suara (lagu dan musik), film dan masih banyak lagi (silahkan cari dan temukan sendiri teman).

  8. Terlalu penat otaknya diisi oleh informasi.

    Hati-hati dalam menikmati informasi kawan. Jelas saja otak anda bukan komputer yang dapat digunakan 24 jam full nonstop. Ada baiknya jikalau menikmati informasi secara maraton maka lakukanlah secara bertahap. Misalnya saja selama dua jam lalu kemudian break/ istirahat sejenak. Setelah itu lanjutkan kembali. Belajar seharian juga tidak baik. Alangkah lebih baik jika diselingi dengan :
    melakukan pekerjaan ringan sejenak,
    berjalan ke sebelah rumah,
    bercakap-cakap dengan seseorang,
    olahraga bahkan
    bila perlu tidur juga bolehlah asalkan jangan kelamaan.

  9. Kemampuan berkonsentrasi kurang – terlalu peduli pada gangguan kecil.

    Saat kemampuan anda berkonsentrasi dan tetap fokus dalam situasi  yang jelek tidak memadai. Terlebih ketika hal tersebut dapat mengacaukan pikiran anda sehingga tidak ada damai di dalam hati.

    Tingkat kecerdasan emosional paling mumpuni adalah saat anda mampu berbaik hati kepada orang yang memusuhimu.

    Sedangkan tingkat kecerdasan intelektual yang paling tinggi adalah saat anda mampu fokus belajar walau banyak godaan dan mampu menghafal non kontekstual (menghafal dengan bahasa sendiri dan bukan dihafal mati).

  10. Kurang peduli apalagi mengerjakan hal-hal kecil, tidak mau.

    Jangan salah kaprah lalu menganggap bahwa “air akan jatuh dari langit sekaligus segede gunung“, tidak ada cerita seperti ini. AKan tetapi “hujan itu turunnya tetes demi tetes lama-lama ember dan bak anda penuh bahkan meluap“. Oleh karena itu, jangan mengabaikan hal-hal baik yang sifatnya recehan, bisa jadi anda dapat mengumpulkan sesuatu dari sana. Kerjakan, lakukanlah dan kumpulkan hal-hal kecil yang baik itu dengan tekun kawan.

  11. Mengabaikan sisi adaptasi dan improvisasi.

    Anda tidak langsung menghasilkan ide-ide yang original. Kamu butuh mencaplok ide orang lain (copy-paste) untuk melandaskan pemikiran anda sambil melakukan penyesuaian (adaptasi) menurut sudut pandang sendiri (berimprovisasi). Tapi ingat, untuk mencantumkan sumbernya, itulah namanya menghargai karya orang lain.

    Kami masih ingat sewaktu masih di bangku kuliah D3, membuat semacam kata-kata motivasi yang dicaplok dari Kitab Amsal dan Mazmur (dalam Alkitab-Kriten) sembari menyesuaikannya dengan sudut pandang sendiri (adaptasi) bahkan menggubahnya sebagian besar (improvisasi).
    Sampai sekarangpun kami masih melakukan hal tersebut, mungkin samar-sama andapun dapat menyaksikan hal tersebut.

    Layaknya seorang pemain musik dan penulis lagu. Ia tidak langsung bisa menulis lagu/ membuat musik yang baru melainkan dimulai dari mengadaptasi dan mengimprovisasi berbagai lagu-lagu yang sudah ada menurut gayanya sendiri. Sehingga pada suatu saat ia akan menjadi seorang penulis lagu dan pemain musik dengan yang membawa pengaruh positif.

  12. Tekuni hobi anda dan senantiasa berlatih disitu.

    Hidup ini butuh latihan demikian juga halnya dengan ide: inovasi, kreasi dan kolaborasi tidak muncul otomatis terang benderang. Melainkan pasti semuanya dimulai dari “0” (nol besar). Mulailah melatih bakat anda dari angka nol yang paling mendasar saja.

    Peka dengan suara hatimu dan jangan enggan untuk berubah. Kami harus mengakui bahwa diri ini dahulu memiliki banyak bakat, mulai dari tenis meja, catur, sains, mesin dan lain sebagainya. Akan tetapi semuanya itu berguguran dan yang bertahan adalah ini “menulis“.

    Saat sudah berprestasi

  13. Tidak fokus pada bidangnya.

    Tentukan bidang anda dan fokuskan semua sumber daya pada hal tersebut sehingga anda tetap menghasilkan sesuatu dari sana. Jikalau fokus anda bias alhasil karya yang dihasilkanpun akan terkesan bias dan tidak lagi menarik. Ini dimulai dari sikap yang tidak menyeleksi informasi yang dinikmati. Istilah kerennya adalah memasukkan semuanya dalam otak sehingga outputnya bias.

    Tidak masalah menikmati semua informasi yang ada di internet akan tetapi untuk hal-hal yang bukan bidang anda sebaiknya cermati secara sekilas saja.

  14. Berhenti berkarya.

    Ini adalah kebiasaan kebanyakan orang setelah mencapai sukses maka semuanya berhenti sampai disitu. Kemudian ia menikmati zona nyaman dan terlalu candu terhadapnya sehingga lupa dan terlalu sombong untuk kembali membuat karya lainnya.

    Perlu anda pahami bahwa dalam berkarya itu lebih banyak sampah yang dihasilkan daripada sebuah “masterpiece“. Tulisan kamipun banyak yang belum diterbitkan, beberapa gagal terburuk, ada yang dipertengahan gagalnya dan ada pula yang sama sekali tidak layak untuk diterbitkan (karena tidak etis).

    Masih ingat dengan Thomas Alfa Edison? Sebelum ia benar-benar menemukan lampu, kegagalan yang dialaminya kalau tidak salah 1000 atau 3000 atau 5000 kali sebelumnya (entahlah kami lupa wkwkwkkkkk).

    Terus bertekun menghasilkan karya, teruslah menulis (bagi penulis). Kemudian seleksilah dari semua karya tersebut yang mana yang hendak diterbitkan.

  15. Terbius oleh pujian.

    Hati-hati, jangan jadikan pujian sebagai motor penggerak semangatmu. Melainkan hanyalah oleh kebenaran (bermanfaat bagi Tuhan dan bermanfaat bagi orang lain) hati ini berpacu dalam perjuangan. Sebab pujian itu bisa saja berkurang bahkan bisa juga dibaliknya anda mendengar kata-kata yang mencemooh/ mengejek/ menghina sehingga semangatnya redup dengan cepat. Akhirnya tidak mau lagi berkarya.

  16. Terlena oleh uang.

    Inilah yang sering sekali menghambat prestasi seseorang untuk menghasilkan inovasi, kreativitas dan kolaborasi. Saat uang sudah memanjakanmu maka sulit untuk beranjak dari sana. Terlebih ketika kesombongan sempat meluap kala kenikmatan dunia itu ada. Pas semuanya berkurang maka niat untuk berkarya menjadi menciut bahkan hilang sama sekali.

  17. Terpana oleh popularitas.

    Popularitas lebih berpotensi sebagai batu sandungan terlebih ketika anda menyombongkannya (terutama kepada musuh-musuhmu). Jangan hidupkan kembali karyamu hanya demi itu. Melainkan abaikanlah hal ini lalu mulailah berpikir tentang bagaimana anda bisa berkarya tanpa ketergantungan dengannya. Mereka yang terlalu candu dengan popularitas akan meraih hal itu bagaimanapun caranya (termasuk dengan menghalalkan segala cara).

  18. Meninggalkan lingkungan pergaulan dengan sesama.

    Perlu anda pahami bahwa saat kita bergaul dengan seseorang maka ada banyak hal yang ditukarkan disana. Salah satunya tentang masalah dan kehidupannya sehari-hari. Kami kerap mendapatkan inspirasi lewat cerita-cerita orang lain. Dengan berkumpul dan berbaur seperti itu juga kita bisa saja menggabung ide-ide yang kita miliki lalu mengumpulkannya sehingga menjadi sebuah karya seni yang tidak biasa (kolaborasi). Selanjutnya, Teknik membangun kemampuan konsentrasi berpikir untuk tetap fokus.

Sebenarnya prestasi ada dimana saja. Bahkan di dunia mayapun kita berprestasi dibelakang layar. Setiap orang sudah diberikan talenta selama hidup di dunia ini. Ada yang sifatnya publik figur akan tetap ada juga yang sifatnya dibelakang layar (seperti kita di dunia maya ini). Apapun itu, jalani kehidupanmu asalkan ia membuatmu bahagia dan sejahtera. Kita memiliki peran yang berbeda-beda namun berhak untuk kemakmuran sistem.

Salam prestasi hebat!

Iklan

3 comments

  1. […] Tetapi diatas semuanya itu PASTI ADA BATASNYA jugalah. Jika anda sudah mencapai batas, jangan lupa untuk berhenti dan beristirahan sebab kemampuan manusia akan berakhir tetapi kasih kepada Tuhan dan sesama akan selalu ada. Oleh karena itu dedikasikan setiap potensi, bakat dan ilmu pengetahuan yang anda miliki untuk kepentingan masyarakat luas dan kemuliaan nama Tuhan. Hindari menggunakannya untuk diri sendiri sebab bila hanya menampung saja maka kemampuan itu bisa berubah dari yang mendatangkan berkat malah mendatangkan bencana dan kutuk bagi diri sendiri maupun bagi sesama. Ini seperti fenomena alam di Timur Tengah, yaitu Laut Mati yang semakin asin dan tidak dapat lagi dimanfaatkan bahkan ikan-ikanpun tidak hidup disana. Faktor penyebab tidak ada ide, inovasi, kreasi dan kolaborasi […]

    Suka

  2. […] Tetapi diatas semuanya itu PASTI ADA BATASNYA jugalah. Jika anda sudah mencapai batas, jangan lupa untuk berhenti dan beristirahatlah (pensiun) lalu latih dan persiapkan generasi berikutnya untuk menjadi sepertimu bahkan lebih lagi. Sebab kemampuan manusia akan berakhir tetapi kasih kepada Tuhan dan sesama akan selalu ada. Oleh karena itu dedikasikan setiap potensi, bakat dan ilmu pengetahuan yang anda miliki untuk kepentingan masyarakat luas dan kemuliaan nama Tuhan. Hindari menggunakannya untuk diri sendiri sebab bila hanya menampung saja maka kemampuan itu bisa berubah dari yang mendatangkan berkat malah mendatangkan bencana dan kutuk bagi diri sendiri maupun bagi sesama. Ini seperti fenomena alam di Timur Tengah, yaitu Laut Mati yang semakin asin dan tidak dapat lagi dimanfaatkan bahkan ikan-ikanpun tidak hidup disana. Faktor penyebab tidak ada ide, inovasi, kreasi dan kolaborasi […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s