Damai Itu Dalam Hati Mustahil Bisa Mengendalikan Keributan Disekitar

Damai Itu Dalam Hati Mustahil Bisa Mengendalikan Keributan Disekitar

Damai itu relatif. Saat anda menjalin hubungan dengan seorang Ibu dan bayinya lalu secara tidak sengaja anda membuat keributan maka balita tersebut tidak damai dan langsung saja menangis merengek-rengek. Tangisan ini menandakan bahwa si bayi tersebut sedang tidak nyaman dengan sikap anda yang menurutnya aneh dan sangat mengganggu. Ketika masih kanak-kanak kedamaian di dalam hati ini sifatnya terbatas dan sangat dangkal.

Saat sudah beranjak dewasa, diri inipun sudah mempelajari banyak hal, sudah banyak makan asam, asin, pahit dan tawarnya hidup. Istilah kata orang sudah banyak pengalaman, baik buruknya dunia sudah dicicipi. Mendengar perbaikan jalan, konstruksi & pembangunan gedung sudah biasa bahkan musik metal dan rock & roll-pun benar-benar bisa dinikmati. Semua ini bisa menjadi baik karena kemampuan kita menerima apa adanya lalu menyesuaikan diri (beradaptasi) bahkan berimprovisasi di atas semua gangguan sosial itu.

Saat pertama-tama menghadapi ketidaknyamanan maka langkah pertama yang mungkin anda lakukan adalah bersikap acuh tak acuh (mengabaikannya) sembari mengalihkan konsentrasi pada hal-hal yang positif. Misalnya dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa-doa, firman dan puji-pujian bagi nama-Nya. Bisa juga dengan bernyanyi di dalam hati atau memikirkan sesuatu yang positif yang sesuai dengan bidang anda masing-masing. Cara-cara mengalihkan pusat perhatian seperti ini sudah tepat hanya saja sikap cuek jika dibawa dalam kehidupan sehari-hari akan membuatmu benar-benar tidak peduli dengan orang lain.

Kemampuan untuk mengalihkan fokus pikiran merupakan kemampuan intelektual seorang manusia. Kecerdasan ini harus diimbangi dengan kekuatan emosional yang penuh dengan hati yang mau mengasihi. Anda harus pintar memilah-milah situasi, cuek disaat yang tepat dan ramah juga diwaktu yang tepat. Sekalipun anda mengabaikan dunia ini karena segala gelora dan gejolak yang ada didalamnya namun tetaplah tunjukkan bahwa anda adalah orang yang baik kepada mereka. Hindari sikap cuek yang disertai dengan menjauhi orang-orang ini. Sebab keadaan ini hanya melatih kecerdasan otak yang intelek sehingga berpotensi menggiring anda untuk bersikap menipu, curang dan manipulatif (demi keuntungan pribadi dan kelompok) terhadap sesama.

Membangun kedamaian hati di tengah keributan, kekacauan, persoalan bahkan di tengah penolakan terhadap diri ini adalah tidak mudah. Ini jelas butuh latihan, kesabaran, dan pengorbanan. (1) Jikalau anda sudah dapat meraih hal ini maka berbuat baiklah kepada siapapun yang ada disana. (2) Tapi bila anda seorang yang bermental tangguh maka latihan membuat hati damai ditengah lingkungan yang buruk akan diiringi dengan melakukan kebaikan kepada setiap orang yang layak menerimanya. Anda tidak butuh kebaikan yang besar untuk mencerdaskan emosi sendiri. Melainkan mulailah dari hal yang kecil-kecil, yaitu senyum, sapa dan sentuh. Tentu saja dalam hal ini, jangan meminta “dijawab” (tidak perlu berharap) melainkan lakukanlah segala sesuatu seperti anda melakukannya untuk menyatakan kasih Tuhan kepada dunia ini. Orang dengan kecerdasan emosional yang lebih tinggi memiliki kemampuan spesial dan istimewa yaitu “memaafkan musuhnya dan berbuat baik kepada mereka“.

Jika saat ini, anda seorang pemuda yang masih belum bisa damai di tengah buruknya situasi maka jangan menyerah untuk belajar. Juga jangan tinggalkan kehidupan bersosial (pergaulan) sehari-hari sebab dimana ada hubungan sosial maka disana kita belajar bagaimana caranya membuat hati tetap damai ditengah ketidaknyamanan. Oleh karena itu, milikilah pikiran positif ditengah-tengah situasi yang buruk. Atau setidak-tidaknya anggaplah itu sebagai bagian dari ujian kehidupan yang akan mengantarkanmu untuk menjadi pribadi yang lebih baik, cerdas bahkan bijak.

Jikalau anda ingin kedamaian yang murni maka silahkan “beli/ ongkos perahu pribadi lalu pergi memancing sendirian di tengah lautan yang luas. Atau bisa juga dengan menyendiri dipulau terpencil. Net-netnya kurung diri aja di kamar seharian. 😀 Adalah mustahil untuk mengontrol sepenuhnya ketenangan bibir dan perilaku orang-orang disekitar anda. Saat memutuskan untuk hidup bergaul dan berbaur dengan orang lain maka latihlah kemampuan anda untuk berkonsentrasi dan berfokus pada sesuatu. Ketika anda mampu menemukan titik kenyamanan di dalam hati di tengah riuh gempita suasana artinya tingkatan kemampuan berkonsentrasi anda sudah mencapai titik tertinggi.

Salam, hidup adalah latihan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s